Dita dan Mas Ryan tidak sengaja bertemu hingga timbul benih-benih cinta diantara mereka. Ternyata mas Ryan sudah memiliki istri. Akankah kisah mereka berakhir indah, atau malah hancur karena terhalang status pernikahan Mas Ryan?
18+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Hari ini Dita izin tidak masuk kantor, karena ia sedang demam. Kebetulan Mas Ryan sudah tiga hari berada di luar kota. Dita sengaja tidak memberi tahu Mas Ryan bahwa ia sedang sakit, ia takut Mas Ryan menjadi tidak fokus pada pekerjaannya.
Ia menelepon Dimas dan meminta tolong mengantarkannya ke klinik dokter setelah Dimas pulang kerja nanti. Dimas mengiyakan dan berjanji akan segera datang saat pulang kerja.
Dita mungkin kelelahan karena sudah beberapa hari ia membawa pekerjaan kantor ke rumah, karena kantor sedang membuka lowongan pekerjaan besar-besaran untuk kantor cabang yang akan segera dibuka, oleh karena itu semua data pelamar masuk ke Dita. Ia benar-benar kelelahan dibuatnya.
Pukul 17.30 Dimas datang, ia langsung membawa Dita ke dokter. Perawat memeriksa tekanan darah Dita, ternyata rendah. Pantas saja ia merasakan pusing dan lemas. Setelah menerima obat dari bagian farmasi mereka pun segera pulang. Di dekat sebuah tempat makan Dimas pun meminggirkan mobil nya dan mampir membeli makan malam. Dita hanya menunggu di mobil sambil beristirahat.
Setelah sampai di apartemen Dimas memapah tubuh Dita menuju tempat tidur. Ia pun segera ke dapur untuk menyediakan makan dan minum untuk Dita. Disuapinya sahabatnya itu hingga Dita merasa kenyang. Kemudian di bantunya Dita meminum obat dan di kompresnya kening Dita dengan handuk basah. Setelah itu ia minta Dita segera tidur agar besok sudah merasa enakan.
Satu jam Dimas bolak balik mengganti kompres Dita, ia merasa demam Dita sudah mendingan. Setelah memastikan Dita sudah tidur, ia pun segera menuju ruang TV. Ia menyalakan TV dan memakan makanan yang telah ia beli tadi. Tak lama kemudian ia pun terlelap. Ia sengaja menginap karena takut Dita membutuhkan dirinya. Ia merasa kasihan melihat Dita yang sendirian ketika sakit begini. Jika Dimas sakit ia masih mempunyai orang tua yang akan merawatnya, walaupun ia tidak memiliki saudara kandung alias anak tunggal. Sedangkan Dita tidak memiliki siapa-siapa. Orang tuanya telah tiada sejak ia dibangku kuliah, dan ia hanya mempunyai seorang saudari tiri yang telah menikah dengan orang Australia dan ikut menetap di sana. Kini ia sakit dan sendirian, oleh karena itu Dimas benar-benar menjaganya.
Pagi itu Dimas tersentak dan terbangun. Diliriknya jam dinding yang menunjukkan pukul 06.00. Ia harus segera pulang dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Dilihatnya Dita yang masih terbaring di kamarnya. Dirabanya kening Dita, sudah tidak demam. Dita pun terbangun karena Dimas memegang keningnya.
"Gimana Dit? Udah enakan?", tanya Dimas.
"Udah Dim, sepertinya tinggal lemas dan sedikit pusingnya aja", jawab Dita.
"Syukur deh, lu ga usah masuk kantor dulu nanti gue yang ngomong ke Pak Bagas. Lu istirahat dulu aja beberapa hari sampai bener-bener pulih", ucap Dimas.
"Iya, makasih ya Dim, maaf ya gue udah ngerepotin elu", ujar Dita.
"Ya ampun Dit, lu ga usah ngerasa kayak gitu, ini udah jadi kewajiban gue sebagai sahabat lu. Udah pokoknya lu jangan mikir yang macem-macem. Lu istirahat aja fokus supaya cepet sembuh", ucap Dimas lagi.
Dita pun mengangguk dan tersenyum. Sungguh beruntung ia memiliki sahabat seperti Dimas.
"Ya udah gue balik dulu ya Dit, kalau lu perlu apapun lu kasih tahu gue ya. Kan kantor kita dekat dari sini, gue pasti bisa cepat sampai sini", ucap Dimas.
"Iya Dim, lu hati-hati ya. Gue udah ga apa-apa", jawabnya.
Dita pun kembali beristirahat. Matanya masih merasa ngantuk dan ia pun tertidur.
Tiba-tiba Dita terbangun dan kaget mendengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa. Kemudian terlihat Mas Ryan masuk ke dalam kamar sambil duduk di tepi tempat tidur dan memegang dahi Dita. "Sayang, maafkan aku, kamu tidak apa-apa?", ucapnya panik.
"Mas, aku tidak apa-apa. Cuma demam biasa karena kelelahan. Kamu kenapa pulang? Pekerjaan kamu sudah selesai? Katanya pulangnya besok", ucap Dita.
"Aku khawatir sama kamu, kenapa kamu tidak memberi tahu ku kalau kamu sakit? Kan aku bisa pulang lebih awal", jawabnya.
Dita hanya tersenyum melihat Mas Ryan yang mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyan.
"Untung Dimas memberi tahuku kalau kamu sedang sakit. Jadi urusan pekerjaan aku serahkan ke Alex", lanjut Mas Ryan.
Mas Ryan merawat Dita hari itu. Dibersihkannya tubuh Dita yang belum mandi dari kemarin, dimasakkannya bubur, di suapinya dengan penuh kasih sayang, di peluknya sepanjang hari agar Dita merasa nyaman dan tertidur.
bakal ketemu ini sama Ryan ...
istrinya Mr.lee pasti cerita sama suaminya terus suaminya cerita sama Ryan .
bakal ketemu rekan bisnis Ryan dong , apalagi istri rekan bisnis Ryan seorang dokter ... otw ketemu mereka.
Ryan juga salah , mentang - mentang gak ada larangan dari Dita makin tancap gas aja pantang kendor klo ketemu .
dan intinya berawal dari kesalahan Wina .
enak bener Wina sudah bekas orang lain bertahun-tahun berharap suaminya mau kembali ...
ini Wina mengadu duluan ...
perselingkuhan Wina gak ada buktinya , kurang pintar si Ryan... seharusnya punya bukti yang kuat. .bukan hanya bukti dirinya sendiri yang selingkuh dengan kehamilan Dita ...
makannya Dita , cukup di celup sekali aja pas di Singapura , jadi gak hamil begini . kasihan kan bayinya ... apalagi mulut mertua Wina setajam silet
adikmu itu sudah besar bukan anak bayi ... jadi biarkan aja dia dirumah sendirian....🤦🏻♀️
bukan calon pelakor , karena Dita sama pacarnya belum menikah.
ku kira tadi langsung ke dokter obgyn eh ternyata bukan , kenapa dokter nya tadi ada alat USG jg .
paling Wina ngadu yang nggak-nggak nantinya...
kalau cowok main celup tempat lain cukup najis lah ya , tapi lebih najis perempuan yang menjadi tempat celupan ...
itu pun paling Wina di tinggalin
paling orang tua Ryan datang karena bininya ngadu duluan ....