Sumin terpaksa menikah dengan setyo akibat hamil duluan, hal itu mengakibatkan sumin mau tidak mau harus berpindah ke desa suaminya karena orang tuanya tidak mau menanggung malu atas perbuatan putrinya.
"Gak gak! Jangan tinggal di sini, kena sial aku punya anak kayak kamu. Bisa bisanya malah meteng disek, kalau prianya sugeh gak papa. La ini? Udahlah min minggaten ae seko kene, setres aku punya anak kayak kamu!" Maki mak jum sambil berkacak pinggang.
*****
"Silahkan dipilih! Mau pesugihan yang bagaimana? Menyusui tuyul? Babi ngepet? Kawin sama buaya? Uang balen? Kandang bubrah Atau pesugihan ikan bandeng dengan cara mengorbankan anak kesayanganmu? Dijamin! Kamu akan kaya mendadak dalam hitungan hari!"
selengkapnya>>>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mermaidku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30 minta cerai
"ris, sumin sudah minta belanjaan ke kamu?" tanya rudi.
"sudah sudah, sudah semua tadi. Nanti ku antar, sebentar lagi aku bakal ke warung abis subuh,"
"habis berapa kira kira?" tanya rudi gelisah.
"ya mungkin 5jt an aku belum hitung hitungan rud,"
"waduhh banyak banget, boleh nyicil gak ris? Aku mana ada uang segitu sekarang. Baru aja aku belikan pupuk dan mes untuk kebun,"
"gak papa nanti bicarakan kalau aku sudah itung itungan,"
"mas mas..." panggil siti.
"kenapa?"
"ayo makan, sudah mateng mie nya. Sarapannya itu dulu ya, dari tadi malam kan sudah begadang hanya terisi kopi dan gorengan. Sekarang makan dulu lah..." ajak siti.
"ayo kita makan rud, kamu pasti capek karena harus pura pura sedih," kekeh aris sambil merangkul pundak Rudi.
"awalnya pura pura, tapi pas di kuburan tadi rasanya mak nyes.... Sedih banget kehilangan keluarga satu satunya," keluh rudi.
"halah lebih bagus kalau emak mu mati.... Memangnya kamu mau lihat emakmu menderita terus sepanjang hari? Kamu gak mau segera menikah apa?" tanya siti.
"ya mau lah, tapi ini kan aku kehilangan emak.... Bukannya pantas ya kalau aku sedih?"
"halah sudah sudah ayo kita makan saja, aku sudah laper ini.... Jangan banyak omong lagi," mau tak mau aris harus angkat bicara agar keduanya tak makin berdebat kesana kemari.
"ayo ke dapur," ajak aris.
Saat di dapur, aris merasa jika sumin menjauhinya. Saat memberikan buku catatan belanja pun sumin enggan berlama lama berdekatan dengannya, "kenapa ya? Apa aku ada salah?" guman aris.
"dek..."
"dak...dek....dak ...dek.... Eling mas bukan istrimu itu," cibir siti, bukan cemburu namun siti hanya takut jika sumin celaka lagi akibat berdekatan dengan aris.
"calon...." ucap aris dengan gerakan mulut.
"prekkk!"
Aris kembali mendekati sumin, "kenapa kamu? Sakit?"
"gak mas, itu mienya di sana.... Cepet makan dulu," tunjuk sumin pada wajan besar berisi mie kuah.
"kamu jauhin aku ya? Kenapa? Bicarakan saja daripada aku bingung dan merasa bersalah gini...." ucap aris lembut.
"mas sudahlah, aku tidak enak jadi omongan warga. Rumah tanggaku tidak jelas, terus aku malah dekat denganmu,"
"nanti kamu datangi saja si setyo, aku temani.... Bagaimana?"
"aku juga berniat begitu...."
"ya sudah nanti aku temani,"
......................
"mbak..." panggil sumin saat melihat santi sedang menyiram bunga pukul 7pagi.
"apa? Mau ku siram?" tanya santi dengan garangnya.
"mas Setyo di rumah?"
"di rumah lah, mau ngapain lagi? Pengangguran banyak utang gitu," cibir santi dengan bibir merahnya.
"aku ijin masuk ya mbak,"
"masuk saja,"
Aduh mas aris mana ya, katanya jam 6 bakalan sudah di rumah. Ini udah jam 7 tapi motornya belum ada, alah sendiri beranilah.... Gara gara mas aris manjain aku apa apa suruh sama dia, aku jadi lembek dan bergantung padanya.
Sumin melangkahkan kakinya ke depan pintu kamar setyo, ia mengetuk beberapa kali sampai pintu itu terbuka, "dek..."
"mas aku mau ngomong,"
"maafin mas dek, mas khilaf.... Maafkan aku dek, aku tau aku salah dek aku sudah jahat sama kamu. Maafin mas dek...." pinta setyo sambil memegang kedua tangan istrinya.
"gak mas, perbuatan mas setyo itu tidak bisa di benarkan.... Aku kesini mau minta cerai, kalau mas setyo gak bersedia, aku akan melakukannya sendiri di pengadilan agama,"
"apa?.... Dek, jangan gitu to dek.... mas salah, mas yang berdosa, dek maafin mas. Mas janji akan kembali ke jalan allah lagi dek mas janji," bujuk setyo.
"heh..... Jangan banyak omong," ucap aris lantang dari pintu depan.
"jangan ikut campur kon! Dia ini istriku...."
"istrimu? Prek! Lepasin!" teriak aris sambil menarik sumin.
Namun setyo dengan cepat menarik sumin kembali ke hadapannya, "mas dia ini istriku, tidak ada hakmu untuk mengaturnya.... Aku yang lebih berhak atas dirinya jadi jangan ikut campur. Mending urusin aja istrimu daripada sibuk urusin istriku,"
"lepas!" sumin berusaha membebaskan diri dari genggaman setyo, namun setyo ternyata sangat kuat sampai sumin tak bisa melakukan apa apa.
Aris yang melihatnya langsung mengambil ancang-ancang untuk melancarkan serangan pada setyo, "jancok! Jangan kasar sama perempuan cok!"
Aris beberapa kali meninju wajah setyo, setyo pun tak tinggal diam. Ia terus membabi buta perut aris sampai aris batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya, "bajingan!"
"mas mas sudah mas.... MBAK SANTI!!!"
Santi yang mendengarnya langsung lari menuju sumber suara, dengan rasa emosi karena melihat aris kesakitan santi langsung menginjak dada adiknya itu, "asu kon!"
"mas, kamu gak papa kan? Mas duduk dulu," ajak santi dengan suara yang lembut.
Sedangkan Setyo hanya bisa diam merasakan rasa sakit yang menjalar keseluruhan wajah dan dadanya, "jancok... Ipar sialan,"
"diem kamu! Awas kamu apa apain mas aris lagi! Aku usir kamu dari sini!" maki santi.
"dia mbak yang duluan! Aku hanya sedang membujuk istriku...."
"halah diem kamu! Awas ya kalau mas aris kenapa kenapa!"
Sumin melihat ke arah suaminya dengan rasa benci yang luar biasa membuncah di dadanya, "pokoknya kita cerai! Awas kamu ganggu aku, jangan sesekali menampakkan wajahmu di depanku. Sampai mati aku tidak akan memaafkan perbuatanmu padaku selama ini!"
Sumin dengan langkah cepat berjalan keluar rumah, ia tak peduli lagi dengan teriakan dari mantan suaminya itu, "ya allah.... Berat sekali rasanya,"
"min..." manggil bu eko.
"ya buk...."
"kamu sudah ke rumah kasman? Katanya kan kebakaran..."
"sudah buk tadi malam sudah lihat di sana, katanya gas meledak," bohong sumin.
"owalah.... Kasihan ya, mana rumah habis aja di renov. Kayaknya bakal gila tuh si kasman,"
"doakan saja buk semoga ikhlas lahir batin dan segera bangkit,"
"kenapa kamu ke situ (menunjuk rumah mak yem)?" tanya bu eko penasaran.
"minta cerai buk, dah capek aku di omongin. Mending aku jadi janda aja," keluh sumin dengan bibir mengerucut.
"sebenarnya perceraian pun tidak baik, tapi mau bagaimana lagi. Dia sudah keterlaluan padamu, pulang saja to min,"
"gak bisa buk, mak yem sudah mengancamku.... Mana bisa aku lihat kedua orang tuaku kenapa kenapa. Aku saja yang menderita, kalau orang tuaku ya jangan,"
"tapi mau ngapain kamu disini? Apa orang tuamu gak curiga kalau kamu gak pernah pulang?"
"tidak kok buk, aku sudah kirimkan sms lewat hp mas aris kemarin. Hp ku kan udah di jual mas setyo...."
"heleh setyo taek, gak bisa nyenengin istri... Bisanya nyusahin mulu. Untung ganteng jadi masih enak di lihat," maki bu eko.
"ya sudah buk, saya ke rumah mas rudi dulu.... Mau masak masak, sampean ikut saya aja ayo buk," ajak sumin.
"nanti deh min aku lagi nunggu kardi, seles yang sering kemari. Nanti aku nyusul saja,"
"ya sudah buk saya duluan ya, assalamualaikum,"
"ya min, waalaikumsalam,"
lah kamu hanya dpt 5jta,mana skt dan bengkak pula gandulmu
Kek aq loh tiap hari konsen krja jaga toko gtu alhamdulillah ada yg diandelin tiap buln.
Tpi aq jga pny hobi nyanyi jadi mayan lah ada tmbhan dri mgamen diapps sebelah bwt jajan skincare 🤭🤣🤣
Gak ngoyo woles aja klo gk mood ato gk enk badn ya rehat .
Semngt , jaga keshatan & enjoy ur life 🥰