Demi melunasi hutang Orang tuanya, Ayura terpaksa harus menikah dengan Rio, anak pemilik kontrakan tempat orang tuanya berhutang.
Pada saat yang sama, Ayura sedang menjalin hubungan yang sangat indah dengan Cristian. Namun takdir ternyata harus memisahkan mereka.
Delapan tahun berlalu, Cristian yang sudah sukses kembali dalam kehidupan Ayura yang sudah hancur. Pernikahannya dengan Rio hanya membawa penderitaan untuknya.
Akankah Cristian akan kembali memiliki cinta Ayura, akankah Ayura lepas dari pernikahan yang sangat menyiksanya itu...???
Hai readers tersayang, selamat membaca 😊💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunis WM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resmi bercerai
Waktu berlalu dengan sangat cepat, Rio menolak gugatan cerai dari Ayura dan berniat mempertahankan rumah tangganya dengan wanita itu.
“Dimana dia, aku ingin bertemu dengannya. Aku harus bicara dengannya,” kata Rio pada pengacara Ayura yang membawakannya surat putusan pengadilan. Pengadilan sudah menerima gugatan cerai Ayura karena Rio tidak pernah menghadiri sidang perceraian mereka. Ayura juga mendapatkan hak asuh Marsya. Rio dan keluarganya tentu tidak menerima putusan sepihak itu.
“Karena anda menghindari sidang, makanya hakim dengan cepat memutuskan perceraian anda,” kata pengacara.
“Biarkan saja mereka bercerai, tapi sampai kapanpun cucuku akan tetap bersamaku,” kata Diana yang tentu tidak terima Marsya di ambil oleh Ayura.
“Ini sudah menjadi putusan pengadilan, jika kalian keberatan kalian bisa mengajukan banding,” kata pengacara lagi.
“Tidak, aku tidak mau bercerai dari istriku. Sampai kapanpun aku tidak akan menyetujui perceraian ini,” teriak Rio di depan pengacara.
“Kami tentu akan mengajukan banding, tidak ada yang bisa mengambil Marsya dariku,” giliran Diana yang berteriak.
“Lagi pula bagaimana caranya Ayura membesarkan anaknya, dia bahkan mungkin tidak punya makanan untuk memberi makan anaknya. Uangnya pasti sudah habis membayar anda, kan?” sambung Diana lagi.
Rio tidak perduli dengan Ayura yang memengangkan hak asuh Marsya, bukan itu yang dia pikirkan karena jika Ayura tidak jadi menceraikannya makan tidak akan ada masalah dengan Marsya. Sementara Diana tidak perduli dengan perceraian anaknya, yang dia pikirkan hanya Marsya. Dia tidak akan terima Marsya yang sudah dia besarkan dan sangat dia sayangi itu di ambil Ayura meski Ayura adalah ibu kandungnya.
“Silahkan hubungi pengacara dan gugat hasil sidang ini di pengadilan. Ibuk Ayura akan meladeni sampai kapanpun.” Pengacara lalu pergi meninggalkan berkas-berkas itu berserakan di atas meja.
“Dari mana Ayura dapat uang untuk bayar pengacara?” Diana melirik Rio. Anaknya itu juga sedang gusar memikirkan nasib rumah tangganya.
“Dari dulu Mama sudah bilang sama kamu, jangan belikan dia perhiasan. Kalau kamu mau membelikannya, kamu bisa titip sama Mama perhiasannya. Sekarang lihat, dia pasti menjual semua perhiasan yang mau belikan untuk membayar pengacara dan melawan kamu,” kata Diana yang tidak pernah setuju Rio membelikan Ayura perhiasan.
Padahal semua biaya perceraian Ayura sudah di tangani oleh Cristian, dia bahkan membayar lebih banyak agar perceraian Rio dan Ayura bisa segera terselesaikan, dan juga Ayura bisa mengambil kembali anaknya.
“Telepon Pak Kardi, Ma. Kita minta bantuan pak Kardi untuk membatalkan gugatan Ayura,” Pak Kardi yang Rio maksud adalah pengacara kelaurga mereka.
“Mama hanya akan meminta Pak Kardi untuk mengambil kembali hak asuh Marsya. Soal perceraian kamu, Mama tidak mau membatalkannya. Biarkan saja kalian bercerai, Mama muak melihat wajahnya di rumah ini.” Diana pergi meninggalkan Rio, dia harus menghubungi suaminya dan menceritakan apa yang terjadi.
Sementara Rio tentu tidak setuju dengan Diana, bagaimanapun dia tetap ingin Ayura. Jika Diana tidak setuju, maka dia akan membawa Ayura pergi dari rumah itu dan hidup bertiga saja dengan anak istrinya. Sesuatu yang harusnya sejak dulu dia lakukan.
Harusnya sejak dulu Rio membawa Ayura pergi dari rumah orang tuanya dan menjalani rumah tangga mereka tanpa campur tangan orang tua Rio. Tapi Rio sangat mendengarkan Ibunya hingga menomor duakan istrinya. Sekarang saat Ayura sudah resmi menceraikannya, Rio baru menyadari semua kesalahannya pada istrinya itu. Dan semua itu sudah sangat terlambat.
***
“Kapan aku bisa mengambil Marsya?” tanya Ayura pada Cristian. Yah, Cristian datang mengunjungi Ayura khusus untuk menyampaikan berita gembira itu. Ayura sangat senang, tiba-tiba saja Cristian datang dan mengatakan bahwa dia dan Rio sudah resmi bercerai dan hak asuh Marsya ada padanya.
“Kapan saja kau mau” jawab Rio yang ikut bahagia melihat senyuman lebar Ayura.
“Aku mau secepatnya,”
“Aku akan mengaturnya”
Tanpa sadar Ayura memeluk Cristian sebagai luapan kebahagiannya. Di satu sisi dia sudah lepas dari Rio dan di sisi yang lain dia akhirnya bisa membesarkan anaknya sendiri tanpa campur tangan Diana lagi. Bagaimana Ayura tidak merasa sangat senang.
“Apa rencanamu setelah mengambil Marsya, apa kau akan tinggal di kota itu?” Ayura segera melepaskan pelukannya begitu tersadar bahwa saat ini dia dan Cristian sudah tidak ada lagi hubungan yang spesial. Meski begitu, Cristian tetap senang. Ini pertama kalinya Ayura memeluknya lagi setelah sekian lama. Masih sama, Ayura memang selalu memeluknya setiap kali dia merasa senang.
Ayura terlihat malu setelah memeluk Cristian. “Aku akan kembali ke sini, aku suka di sini,” kata Ayura.
Cristian cukup senang mendengarnya, dia tidak perduli di manapun Ayura berada karena dia yang akan selalu datang menemui Ayura.
“Kau tidak perlu sering datang kemari, kau pasti sangat sibuk,” kata Ayura yang merasa tidak enak karena Cristian sering meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menemui dirinya di kota itu.
“Aku sudah pernah bilangkan aku akan menunjukkan padamu kalau aku serius ingin melanjutkan hubungan kita,”
“Cristian, aku…”
“Sudahlah Ayura, kau tidak punya alasan lagi menolakku. Dan aku tidak mau mendengar kau merendahkan dirimu sendiri. Bagiku kau tetap Ayuraku, Ayura yang paling aku cintai,” Ayura tersipu malu mendengarnya. Tapi dia masih tidak ingin menerima Cristian jika yang dia inginkan adalah menyambung kembali hubungan mereka. Tidak, Ayura masih merasa tidak pantas. Sampai kapanpun mereka tidak bisa lagi berjalan bersama.
“Aku tidak percaya tidak ada yang naksir padamu,” kata Ayura mengalihkan pembicaraan.
“Apa maksudmu?”
“Kenapa kau masih mengincar janda satu anak ini Cristian, apa tidak asa satupun wanita yang menarik perhatianmu. Kau sangat tampan dan kaya, pasti banyak kan yang mengincarmu?” Cristian hanya tersenyum.
“Banyak, bahkan adik iparmu setiap hari menggodaku,” Ayura mengerutkan keningnya.
“Rena, dia adik iparmu kan. Maksudku sekarang mantan adik iparmu. Dia sekertarisku,” bibir Ayura menganga. Dia terkejut mendengar Rena ternyata bekerja di perusahaan Cristian. Ayura lalu ingat kalau Rena tidak mau ada yang salah dalam penampilannya. Ayura tahu kalau Rena pasti menyukai seseorang, tapi dia tidak sangka kalau itu adalah Cristian.
“Sejak kapan? Maksudku sejak kapan kau tahu Rena itu adiknya Kak Rio?” entahlah, berbagai pertanyaan muncul di benak Ayura. sejak kapan Cristian tahu tentang keluarga Rio.
“Sudahlah, Ayy. Bukan itu yang terpenting sekarang. Kau harus fokus pada Marsya, tidak akan mudah mengambilnya dari rumah itu.”
Ayura merasa curiga, jangan-jangan Cristian memang sudah lama memperhatikannya. Ayura menghela nafas, dia tahu semua yang Cristian lakukan pasti demi kebaikannya. Ayura bisa melihat dan merasakan kalau perasaan dan kasih sayang Cristian padanya memang masih sama seperti dulu.
tapi entahlah dari awal baca cerita ini aku benar² istighfar² terus sambil berdoa semoga aku & anak² keturunanku gaada yg menikah terpaksa begini,
di cerita ini benar² terasa mimpi buruknya, sangat menakutkan utk perempuan.