NovelToon NovelToon
Serda Lilis

Serda Lilis

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:88.7k
Nilai: 5
Nama Author: utiyem

Lilis tumbuh besar bersama kawan kawannya. Tanpa keluarga, tanpa kasih sayang orang tua. Hanya beberapa teman yang selalu ada. Termasuk seorang remaja bernama Kak Nur. Yang selalu ada dan menjadi pelindungnya, walaupun takdir membuat mereka terpisah.

Lilis behasil meraih mimpi menjadi seorang kowad. Dirinya ternyata berbakat memegang senjata. Dalam kariernya dia mengenal cinta. Juga patah oleh cinta itu sendiri.

Kenapa Lilis patah? Lalu mampukah ia bangkit kembali meraih bahagia? Apakah Lilis kembali bertemu Nur lagi?

Bagi yang sudah membaca novel saya, mungkin anda sudah mengenal tokoh ini. Dalam novel ini akan ada orang yang ada kira jahat, ternyata tidak sejahat itu. Dan orang yang anda kira baik, ternyata tidak sebaik itu. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan tokoh, tempat, dan kejadian, itu hanya kebetulan saja. Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utiyem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji lagi

Lilis dan Herman sampai di gudang senjata. Herman mengambil M24 buatan Amerika.

"Ini lebih ringan," kata Herman memilih senjata.

"Aku suka ini," kata Lilis membelai SPR-2. 

"Apa aku harus menurut padamu?" ejek Herman. Dialah snipernya. Bukan Lilis.

"Aku juga hanya berpendapat," kata Lilis cuek. Memeriksa teropong bagiannya sebagai suporter nanti. Sejatinya sniper dan suporter itu sama derajatnya. Hanya pembagian tugas saja. Seorang suporter juga harus seorang sniper. Tidak bisa menjadi suporter yang baik, juga tidak bisa menjadi sniper yang baik. Begitu juga sebaliknya. Lilis memilih menjadi suporter karena kalah pangkat dan senior dalam sekolah snipernya.

Herman akhirnya mengambil SPR-2. Dia jadi tertarik dengan senjata ini. Sedang Lilis berdecih.

"Kau memang plin plan Komandan. Hidupmu akan susah sendiri kalau begitu. Juga…. Orang orang di sekitarmu. Mereka yang akan menanggung keplin planan keputusanmu," ejek Lilis. Mengutarakan isi hatinya dengan gamblang. Entah mengapa sisi ngomelnya muncul. Padahal biasanya pendiam. Mungkin karena terlalu kesal dengan Herman ini.

"Aku ragu kau berani jadi sniper. Kenapa tidak tidur saja di pangkuan ibumu. Lebih aman. Kau juga tidak salah lagi mengambil keputusan," kata Lilis sambil cengar cengir.

Herman meradang gemas pada Lilis. Pria itu menarik tangan Lilis dan membanting tubuh Lilis ke lantai. Lilis berkelit melawan Herman, tapi kali ini pria itu sungguh menggunakan kekuatannya mengunci Lilis. Gadis itu kalah tenaga. Sekali tarik tangan dan kakinya terkunci oleh Herman yang berada di atas tubuhnya. Lilis meliukkan perutnya yang bebas. Gerakan itu justru membuat Herman panas dingin. Pria itu menekan perut berotot Lilis dengan satu tangannya yang bebas. Mereka saling tatap beberapa detik….. hingga…. Detik berikutnya Herman memaksakan ciumannya. Lilis merapatkan mulutnya sebagai perlawanan. Herman tak kalah akal. Dia justru menghisap leher Lilis dengan bibirnya. Tangannya juga bergerilya nakal menggelitik pusar Lilis. Dari celah kancing bajunya. Mau tidak mau sedikit des sahan keluar dari bibir Lilis. Herman memanfaatkan itu untuk mencium bibirnya. Ciuman paksaan itu terjadi. Lama…. Dan memabukkan….walaupun Lilis terus berusaha meronta…. 

Sepasang mata melihat kejadian itu. Langsung terjadi hujan lokal pada mata itu. Mata milik Laras…. Gadis itu berbalik meninggalkan Herman yang masih dengan rakusnya menguasai bibir Lilis. Dia tidak pernah mendapat Perlakuan seperti itu. Herman selalu menolak perlakuan in timnya. Sedang Lilis jelas menolak, tapi lihatlah betapa Herman memaksa.

Herman mendapat tamparan keras dari Lilis saat gadis itu terbebas dari kunciannya. Pria itu justru tersenyum. 

"Kau menanggapi ciumanku Sayang, jangan ingkari itu," kata Herman sambil mengelap ujung bibirnya yang pecah akibat tamparan Lilis. 

"Ulangi sekali lagi! Aku akan mem bunuhmu!" ancam Lilis sungguh sungguh. Jika boleh jujur sebenarnya hatinya memang masih bergetar dengan ciuman Herman. Rasa itu masih ada. Walaupun sudah terinjak, tersakiti dan ditinggalkan.

***

Laras menangis tersedu di kamarnya. Tidak menyangka hubungan seperti itu yang terjadi antara Herman dan Lilis. Lalu kenapa pria itu mau bertunangan dengannya!!! Kenapa juga Lilis datang kesini!! Dia tahu Herman itu tunangannya! Apa karena itu Lilis mau datang? Untuk menggoda tunangannya? Tangan Laras terkepal. Dia harus membuat perhitungan! Lihat saja!

Sepulang dari gudang senjata, Lilis balik ke barak. Mendapati tangisan sendu dari Laras. Lilis mengetuk kamar Laras. Setelah teriakan Lilis beberapa lama baru di buka.

"Kau mau tanya aku kenapa aku menangis? Coba ngaca pada lehermu!" tunjuk Laras pada leher Lilis yang memerah ulah Herman.

"Kau tega aku juga tega Lis!!" lanjut Laras kembali mengurung diri dikamarnya. Jelas sudah perbuatan Herman dan Lilis diketahui Laras. Pasti menyakiti hati Laras. Lilis pusing. Hubungan dekatnya sekarang pasti berjarak dengan Laras.

Lilis merokok demi menenangkan hatinya. Asap tebal membumbung seiring hembusan nafasnya.

"Kau dicari anak anak," kata Candra mengejutkan lamunan Lilis. Haaa iya….. main dengan mereka lebih seru. Batin Lilis kemudian mematikan rokoknya. 

Lilis kembali terbang bak kupu kupu dengan bocah bocah itu. Tawa mereka menghilangkan gundah di hatinya. Satu anak balita menempel pada Lilis. Bocah kecil itu datang dengan kakaknya. Lilis menggendongnya sambil mengajarkan huruf dengan yang lain. Mirip emak emak rempong dengan banyak anak. Apalagi saat snack datang. Snack snack ini yang jadi motivasi para bocah datang dan belajar. Mereka berebut dan Lilis jadi penengahnya. Rempong dan pusing. 

"Hei hei… tidak pukul…. tidak, tidak boleh pukul. Naaa teman kau nangis kan?" kata Lilis sambil memeluk anak yang menangis. Sedang bocah yang tadi nempel dengannya ikut nangis karena ditinggal.

"Sudah sudah Kaka gendong dua duanya," kata Lilis mengangkat dua anak itu sekaligus. Bocah yang ditegur karena memukul diam di pojokan. Lilis menghampirinya.

"Ayo maaf an e. Salaman salaman," kata Lilis mendamaikan. Herman tertawa melihatnya. Manusia yang sudah memukulnya dua kali belum seminggu disini, mengajarkan tidak saling pukul dan maafan. Herman senang melihat sisi keibuan Lilis lagi. Seolah melihat Lilis rempong dengan anak anak mereka kelak. Eh,....

Malamnya Lilis mencoba menjelaskan pada Laras. Lilis ceritakan semua yang terjadi. Termasuk lamaran Herman dan ganjalan restu dari orang tua Herman. Laras cuma beku.

"Kau tahu Ras, mungkin tugas sniper ini mematikan aku. Hubungan kita sudah berakhir saat dia melamarmu. Aku tidak peduli dengan Herman. Menangkan saja hatinya untukmu. Apapun itu aku mohon kita berdamai saja," kata Lilis memohon, walau hatinya sakit luar biasa. Sedang Laras meninggalkannya tampa kata.

***

Dua hari berlalu....

Herman melakukan meeting dengan timnya. Meeting untuk membawa dirinya dan Lilis lebih dekat ke sarang musuh. 

"Ini diluar batas aman Kom. Berbahaya untuk kalian," kata timnya mengingatkan.

"Tidak masalah. Jika seorang wanita saja berani," kata Herman sambil melirik Lilis. Yang dilirik sok cuek.

Meeting berakhir. Herman menemui Laras yang tidak nampak mengganggunya dua hari terakhir. Biasanya akan banyak alasan menemui Herman. Mereka duduk berdua dekat pagar. Jelas sekali Laras marah. Gadis yang biasanya ceria itu bungkam dan buang muka.

"Saya mungkin akan mati dalam tugas ini. Seperti yang kamu tahu. Tugas ini sudah memakan banyak nyawa prajurit. Anggap saja saya menyampaikan kalimat terakhir….. Laras, terima kasih sudah menjadi tunangan saya dan bersikap sangat baik. Tapi saya meminta maaf karena tidak bisa menikahi anda. Saya akan menepati janji menikahi wanita lain yang lebih dulu saya minta. Sebagai tanda saya bukan pengecut," kata Herman. 

"Lilis?" tanya Laras singkat. Herman mengangguk. 

"Kau sudah tahu ceritanya? Lilis cerita padamu?" tanya Herman. Laras tersenyum mengejek. Bahkan sejak kejadian di gudang senjata itu, Laras mengacuhkan Lilis pol pol an.

"Apa kurangnya aku dari gadis yatim piatu itu? Kau lupa kalau ayahku penguasa? Dan rasa sakit hati anaknya bisa mengobarkan amarahnya. Selesaikan tugas ini. Kalau kau mati aku tidak perlu membu nuhmu!" Kata Laras kemudian beranjak meninggalkan Herman.

"Kau siap mati?" tanya Herman menemui Lilis yang asyik ngopi sambil ngerokok. Lilis sudah akan menjawab formal. Dikira Herman datang sebagai komandannya.

"Aku datang sebagai kekasihmu," kata Herman selanjutnya. Lilis langsung mencebikkan bibirnya.

"Sebenarnya aku tidak suka mati dengan MANTAN!!!! Tapi… mau bagaimana lagi," jawab Lilis seenaknya. Menegaskan kata mantan dengan jelas. Giliran Herman yang kecut. Benar benar sudah dianggap mantan! Pria itu mengambil rokok dari tangan Lilis, kemudian menghisapnya pelan.

"Aku memutuskan Laras. Aku sudah berjanji lebih dulu menikahimu. Aku akan menikahimu usai tugas. Dengan atau tanpa restu siapapun," kata Herman mantap. Lilis justru tertawa mengejek.

"Sampaikan bualanmu pada orang tuamu Kom. Aku sudah muak dengan janji. Sudah pernah juga dilamar olehmu. Setahuku tidak ada lamaran dua kali," kata Lilis beranjak meninggalkan Herman. Mukanya sedikit memerah. Sebenarnya pesona Herman memang masih ada. Cintanya juga masih tersimpan rapi.

"Bodoh!!" umpat Lilis kesal pada dirinya sendiri. Akan tetapi tetap dengan muka memerah. Jauh dalm hatinya Lilis berharap Herman menepati janjinya yang ini.

1
mumu
dabestt 👍👍👍👍❤️
Siti Suhaenah
Luar biasa
Kemala Dewi
novelnya sangat bgus, ceritanya lebih kerasa nyata, tapi aku g suka Lilis meninggal apalagi dgn cara begitu.g adil banget buat Lilis
maklum y thoor masih terbiasa bca yg happy ending.
Utiyem: iya gpp. othot juga suka yg happy ending. ini tantangan othor buat bikin novel sad ending. happy endingnya di novel sebelah. i love u mas. lanjutan novel ini
total 1 replies
Adliya Chenu Ardhani
Bakatnya nurun dari syahnya
Utiyem: yap benar
total 1 replies
Erneztya Ayoda
Luar biasa
Utiyem: terimakasih🥰😍
total 1 replies
Sri Maryani
pemeran utama kok ninggal penjahat masih hidup krang seru cerita menggantung.
Utiyem: karena hidup juga tidak selalu manis 🤣🤣🤣 mampir lanjutan novel ini di I LOVE U MAS 😁😁😁
total 1 replies
Budi Raka
Luar biasa
Utiyem: terimakasih🥰😍
total 1 replies
ikaindra🌺
broto itu atasan nya sidiq yg komplotannya nur ya🤔
Utiyem: yap benar
total 1 replies
MAY.s
Terima saja karmamu tobrotooooo
Utiyem: dan enyah lah dari muka bumi🤣🤣🤣
total 1 replies
Ai Maswah
Luar biasa
Utiyem: terimalasih😘😘😘
total 1 replies
Munji Atun
ngono yo? 😇😇
Utiyem: yo ngono
total 1 replies
Rajani
terimakasih sudah membuat cerita yang bagus thor
Utiyem: sama sama😍😍
total 1 replies
MAY.s
Jawaban jodohnya Revan ada di novel I Love You, Mas.
Nah, ws thor... aku promosikan lagi tuh
Utiyem: maacih, kayaknya udah pada pindah ke lapak sebelah. hihihihi.
total 1 replies
MAY.s
Bibit buaya Aji mulai muncul di Revan. Tapi lebih parah Riyan sih 🤣
Utiyem: asline sama sama buaya. cuma yang satu terlalu pendiam jadi gak kelihatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Aku iling, jokoe Revan ilang dengan Nada🤣
Utiyem: pacar pertama dan lubang pertama🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nabila
putri
Utiyem: selamat anda dapat takjil kolak


jangan lupa bayar🤣🤣🤣
total 1 replies
ikaindra🌺
putriiiiii...
Utiyem: yap, kamu benar🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Gk bisa berkata apa² lagi. Intine cerita iki terthe best👍👍👍👍👍Dan aku tahu mana novel yg real cerita othor, tapi aku tak mau kasih tauuuu🤣🤣🤣
Utiyem: terimakasih🤣🤣🤣🤣 jangan. biar di tebak srndiri🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
japemethe
di kira nanti endingnya Lilis nikah sama herman
Utiyem: gak, lilis sama aji. itu suratan takdir othor🤣🤣🤣
total 1 replies
Munji Atun
Oo jd Sidiq tau klo Revan anak pacar kknya ya 😇😇 ada ga sempilan cerita si pengecut Herman ( pengin nampol pk teflon) apa dia tetep karatan abadi?
Utiyem: yo sidiq tau lah. pernah ketemu Revan berkali2 kok. nanti nyempil sedikit di boncap.😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!