Kehidupan Zhen Yuan yang mendapatkan tadir bersama dengan Xiao, dewa pengetahuan agung yang mendapat berkah dari surga sekaligus kutukan pembawa kehidupan roda kelahiran kembali...
update tiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Nurwahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 30
“Zhen Yuan, anda telah menyetujui ujian hari ini, sebab itu
anda dipersilahkan untuk memberikan solusi yang anda miliki pada kami sesuai
dengan 3 masalah yang kami berikan. Jika anda berhasil mendapatkan persetujuan
dari para tetua dengan usulan anda maka anda dinyatakan lolos dan berhak untuk
menjadi seorang patriak sementara keluarga Zhen.”
Suara dari Zhen Cong tidak cukup keras namun seluruh tetua
maupun penjaga tinggi dari keluarga Zhen dapat mendengar ucapannya dengan
jelas, begitupula dengan Zhen Yuan. Ia mendengarnya dengan sangat jelas.
“Mulailah!”
Zhen Yuan mengangguk pelan lalu bersiap menjelaskan
solusinya.
“Tunggu!” namun sebuah teriakan keras menggelegar dari luar
aula, dapat dirasakan bahwa teriakannya membawa rasa takut bagi sebagian orang
disana. ini menunjukkan bahwa hanya dengan teriakannya itu mampu membuat para
tetua gentar apalagi dengan kehadirannya.
Disisi lain Zhen Cong mengenali dengan akrab teriakan
tersebut. Ekspresinya berubah serius menatap pintu masuk aula yang kini terbuka
lebar menampilkan seorang lelaki tua dengan penampilan layaknya seorang biksu
tua sederhana.
“Grand Elder Zhen Shi!” seru Zhen Cong, ia yang pertama
mengenali pria tua itu lalu dilanjutkan oleh sepuluh tetua utama dan kemudian
beberapa tetua rendahan.
Hanya Zhen Yuan yang tidak mengenali pria tua yang tengah
berdiri di depan pintu aula menatapnya dengan niat yang buruk. Dapat diketahui
bahwa aura Qi sejati yang terpancarkan dari dalam tubuhnya sangat kuat hingga
lebih kuat dari Zhen Cong.
Ekspresi Zhen Yuan menjadi gelap ketika melihat niat yang
tidak baik datang dari pria tua, ia segera membalas tatapannya dengan ganas
seakan tidak takut. Pria tua itu terkejut ketiak mendapati bocah yang bahkan
belum berumur 15 tahun membalas menatapnya dengan sengit.
“Kurang Ajar! Anak ini butuh diberikan pelajaran!” ucap pria
itu dalam hati.
Zhen Yuan menyadari bahwa pria tua ini sangat kuat, ia mulai
memperhatikan para tetua menatap pria tua dengan hormat bahkan wakil Zhen Cong
sedikit menundukkan kepalanya dihadapan pria tua tersebut.
Dengan tindakan para tetua, Zhen Yuan segera mengetahui
bahwa pria tua ini tidak lain adalah Grand Elder Zhen Li. Sangat wajar jika
Zhen Yuan tidak mengenalinya karena baru kali ini ia melihat grand elder Zhen
Li.
Dibawah pengawasan para tetua, Grand Elder Zhen Li melangkah
dengan penuh arogansi, ia menuju Zhen Yuan yang masih menatapnya. Zhen Cong
tidak bisa untuk tidak khawatir ketika menyadari tindakan selanjutnya yang akan
dilakukan oleh grand elder Zhen Li.
“Grand Elder Zhen Li!” Zhen Cong segera berlari mendekati
Zhen Yuan. Ia kemudian berhenti tepat dihadapan Zhen Li dengan posisi
menghalangi Zhen Li melangkah lebih lanjut.
“Zhen Cong, sejak kapan kau berani menghalangiku?” Zhen Li
berkata dengan dingin, ia bahkan tidak menatap Zhen Cong sama sekali.
“Grand Elder, mohon maafkan tindakan Zhen Yuan.” Zhen Cong
memohon, ia tidak memperdulikan Zhen Li yang tidak memperhatikannya sama
sekali.
Ia disini bertujuan untuk melindungi Zhen Yuan. Anak itu
adalah putra satu- satunya dan kesayangan patriak keluarga Zhen dan tidak lain
adalah tuan muda dari keluarga Zhen. Selain itu ia juga merupakan keponakan
yang paling dekat dengannya hingga ia tentu tidak ingin sesuatu terjadi pada
Zhen Yuan.
Bang!
Sebuah tepukan dari telapak tangan Grand Elder Zhen Li menepuk
dada Zhen Cong dengan keras menyebabkan tepukan keras. Zhen Cong yang
mendapatkan serangan mendadak itu segera terlempar sambil mengeluarkan seteguk
darah.
Matanya melotot tidak percaya, ia merasakan kekuatan dari
grand Elder Zhen Li saat menyerangnya sangat kuat bahkan kekuatan penuhnya
mungkin tidak dapat menahan serangan tersebut. Apalagi ia hanya mampu membuat
pertahanan otomatis dari separuh kekuatannya.
“Bagaimana mungkin? Grand Elder bertambah kuat?!” para tetua
keluarga juga turut menyaksikan kejadian tersebut. Ekspresi mereka sama dengan
Zhen Cong, dipenuhi dengan ketidak percayaan.
“Kekuatan dari Grand Elder telah bertambah kuat! Saya takut
kekuatannya mungkin setara dengan patriak Zhen Shi!” seru salah satu tetua
disana. teriakannya segera menyebabkan keributan massal di dalam aula.
“Woaah! Ini berita yang mengejutkan! Persaingan kursi
patriak akan kembali terjadi, saya tidak sabar untuk menantikannya.”
“Benar, saya tidak berani menjamin patriak Zhen Shi mampu
mempertahankan kursi patriak dari grand Elder jika kekuatannya juga tidak
bertambah.”
“Jadi apa? Patriak Zhen Shi tidak akan memenangkan
pertarungan jika ia belum menerobos ranah Qi sejati atas!”
Para tetua segera mendiskusikan, bagaikan ikan panas yang
dikelilingi oleh kucing liar. Diskusi mengenai peningkatan Grand Elder tidak
berhenti sampai Zhen Cong kembali berdiri. Ia kini menjaga jarak dengan grand
Elder Zhen Li sehingga ia memilih untuk berdiri disebelah Zhen Yuan.
Dengan posisinya, ia yakin mampu menyelamatkan Zhen Yuan
sedikit dari serangan tiba- tiba Grand Elder Zhen Li.
Zhen Yuan disisi lain menatap dengan tenang, tatapannya
tidak berubah. Seakan kekuatan dari grand elder yang membuat para tetua
tercengang tidak ada apa- apanya. Zhen Li menyadari hal ini menyebabkan wajahnya
muram.
“Bocah ini sungguh kurang ajar! Kau berani menatap ku
seperti itu?” Zhen Li bersiap menyerang Zhen Yuan dengan kekuatannya. Namun
tatapan Zhen Yuan segera menghentikan pergerakannya.
“Apa? Grand Elder keluarga Zhen yang bermartabat kini telah
menjadi rendah sampai ingin menyerang seorang anak yang bahkan belum berumur 15
tahun?” Zhen Yuan memandang Zhen Li dengan jijik.
Dihadapkan dengan kekuatan grand Elder Zhen Li, Zhen Yuan
tidak bergerak sedikitpun. Ini karena ia sangat mengetahui kekuatan dari Zhen
Li. Karena kehidupan masa lalunya sebagai dewa yang agung, ia dapat melihat dan
membedakan tingkatan ranah kekuatan dengan mudah.
Sewaktu Zhen Li menyerang wakil Zhen Cong, ia telah berhasil
menangkap serangan Zhen Li dan segera mengetahui bahwa kekuatan dari Zhen Li
berada pada ranah Qi sejati tengah mirip dengan ayahnya.
Namun dalam aura yang ia keluarkan cenderung bermasalah,
Zhen Yuan mengetahui jika aura seperti itu maka terjadi penyimpangan Qi yang
serius dalam dantian seorang kultivator.
Penyimpangan Qi biasanya disebabkan karena proses kultivasi
yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh atau kultivasi yang berlebihan dan
terburu- buru tanpa memperhatikan kesetabilan pondasi.
Adapun faktor lainnya adalah karena seorang pembudidaya
telah menyerap suatu macam obat yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan
dalam waktu yang singkat. Sebagai dewa pengetahuan yang juga ahli dalam masalah
Alchemy, Zhen Yuan mengetahui hal ini dengan mudah.
Diantara ketiga hal itu Zhen Yuan lebih cenderung kepada
yang terakhir. Menurutnya sekali seorang pembudidaya Ranah Qi mengalami
penyimpangan Qi maka masa depannya akan terbatas. Mungkin ia akan merasakan
kekuatannya bertambah dalam waktu yang singkat namun setelah bertahun- tahun ia
segera menyadari kekuatannya akan tetap berada pada batasan seperti itu.