NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:479
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Pembalikan Arus Kematian

​Detik-detik sebelum tubuhnya menyentuh cairan asam hijau yang bergejolak di dasar parit, Jacob merasakan seluruh sarafnya berdenyut kencang. Sistem mengambil alih kendali otot punggung dan kakinya dengan kecepatan yang mustahil dilakukan oleh manusia dalam kondisi normal untuk menghindari maut.

​{Ini bukan akhir bagiku, Cerick! Aku akan menyeretmu ke neraka bersamaku jika memang harus!}

​[Protokol Darurat Diaktifkan: Penggunaan Tekanan Udara dan Momentum. Sistem memicu kontraksi eksplosif pada serat otot kaki untuk mengubah lintasan jatuh di udara melalui tumpuan dinding tebing.]

​Kedua kaki Jacob menendang tonjolan batu di dinding tebing yang kokoh sebagai tumpuan untuk melenting. Momentum tersebut mengubah arah jatuhnya secara drastis, membuat Jacob mendarat tepat di hadapan barisan tameng emas Scolar alih-alih tenggelam di dalam parit asam korosif tersebut.

​||||||||||||||

​Natali yang melihat Jacob berhasil mendarat di tepian parit langsung menarik rantai belatunya dari saku zirah hitamnya. Wanita itu melemparkan senjata tersebut ke arah pilar penahan tebing yang sudah retak akibat ledakan minyak alkimia dari serangan sebelumnya.

​Bebatuan raksasa runtuh menutupi sebagian parit asam, menciptakan jalur bagi pasukan Black Knight untuk menyeberang dan menyerang barisan musuh. Para prajurit Scolar terkejut saat melihat pangeran yang zirahnya masih mengeluarkan asap panas itu justru berdiri tegak di tengah formasi mereka dengan mata biru yang menyala terang.

​Prajurit zirah emas yang berada di garis depan gemetar saat Jacob mengayunkan pedangnya dalam satu putaran penuh yang sangat bertenaga. Serangan itu menciptakan gelombang tekanan yang memicu reaksi berantai pada sisa minyak di lantai lembah, membuat musuh terlempar ke arah genangan asam mereka sendiri.

​Hancurkan formasi pertahanan mereka sekarang juga! Helios tidak akan pernah kalah di tangan tikus penakut seperti kalian!" perintah Veldora yang baru saja melompati tumpukan batu reruntuhan dengan kapak terhunus.

​||||||||||||||

​Suara dentuman logam yang sangat keras memenuhi dasar lembah saat pasukan Helios mulai menekan balik dengan kekuatan amarah yang mendidih. Barisan tameng emas Scolar yang tadinya terlihat sangat kokoh kini mulai retak dan terdorong mundur oleh serangan kavaleri yang nekat menembus sisa api.

​[Analisa Panca Indra: Formasi musuh pada sayap kiri menunjukkan kelemahan struktural serius. Terdeteksi kepanikan massal pada frekuensi suara prajurit garis depan musuh.]

​{Sistem, fokuskan seluruh sisa energi fisikku pada serangan penembus jantung formasi. Kita akan menghancurkan moral mereka sebelum bantuan dari atas tebing sempat turun!}

​Jacob melesat maju, melewati barisan infanteri musuh seolah mereka hanya patung kayu yang tidak berdaya sama sekali. Pangeran muda itu mengincar perwira Scolar yang sedang berteriak memberikan perintah mundur dari atas kereta perang di barisan belakang pasukan tersebut.

​Serangan balasan ini membuat jenderal musuh di puncak tebing mulai menunjukkan ekspresi wajah yang sangat panik karena ia tidak pernah menduga taktik api miliknya justru memicu amukan Helios. Bendera emas Scolar yang tadinya berkibar dengan sombong kini mulai robek dan terinjak-injak oleh derap maju pasukan Black Knight yang tak terhentikan.

​Kemudian, kobaran api yang tadinya menjadi senjata bagi Scolar kini justru menjadi penghalang bagi mereka sendiri saat Jacob sengaja menggiring sisa pasukan musuh ke arah genangan asam. Para prajurit zirah emas mulai kocar-kacir, mencoba melarikan diri dari kejaran pangeran yang mereka anggap sebagai iblis yang bangkit dari kematian.

​"Mundur! Segera atur ulang posisi di mulut lembah sebelum kita semua habis terbantai di tempat ini!" teriak komandan Scolar dengan nada suara yang penuh dengan ketakutan.

​"Kalian tidak akan pernah pergi ke mana pun kecuali ke dalam liang lahat yang sudah kalian siapkan sendiri malam ini!" balas Jacob sambil menghunjamkan pedangnya ke tanah.

​||||||||||||||

​Veldora tertawa liar sambil memutar kapak raksasanya seperti baling-baling maut yang menghancurkan apa saja yang berada di dekatnya. Sang jenderal besar itu berdiri tepat membelakangi Jacob, memastikan tidak ada satu pun musuh yang bisa mendekati pangerannya saat mereka sedang mengamuk bersama di tengah kerumunan.

​"Ini baru permulaan dari tarian maut yang sesungguhnya, Pangeran! Mari kita tunjukkan pada mereka cara Black Knight bertarung di neraka!" teriak Veldora dengan wajah yang dipenuhi cipratan darah musuh.

​Darah merah membasahi tanah lembah yang gersang saat Jacob dan Veldora bergerak maju bagaikan dua badai yang saling melengkapi satu sama lain. Jacob menebas dengan presisi sistem yang sangat mematikan, sementara Veldora menghancurkan pertahanan musuh dengan kekuatan fisik yang melampaui batas normal manusia.

​{Otot-ototku mulai terasa panas dan menjerit kesakitan karena dipaksa bergerak melampaui batas, tapi aku tidak boleh berhenti sebelum kepala pemimpin mereka menggelinding!}

​[Peringatan: Sinkronisasi sistem dengan saraf motorik mencapai sembilan puluh lima persen. Resiko kerusakan saraf permanen meningkat drastis jika mode ini dilanjutkan lebih dari dua menit.]

​Tebasan pedang Jacob membelah udara dan memutus rantai penahan jembatan portabel yang dibawa oleh pasukan Scolar sebagai jalur pelarian terakhir. Suara dentuman jembatan yang hancur menyatu dengan teriakan putus asa pasukan musuh yang kini benar-benar terpojok tanpa adanya celah untuk lari sedikit pun.

​Veldora, hancurkan pilar penyangga utama di sebelah kananmu sekarang juga! Kita akan menutup jalur mereka selamanya!" perintah Jacob sambil melompat menghindari serangan tombak lawan.

​Sesuai perintahmu, Pangeran! Akan kuhabisi setiap tikus yang masih berani bernapas di tempat menjijikkan ini!" sahut Veldora sambil menghantamkan kapaknya ke pilar batu hingga tebing di ujung lembah runtuh total.

​Keadaan benar-benar telah berbalik sepenuhnya, di mana para pemburu kini telah berubah menjadi mangsa di bawah kaki sang pangeran auto pilot. Namun, sebuah terompet dengan nada yang sangat rendah dan berat bergema dari ujung lembah yang lain, menghentikan sorak sorai kemenangan pasukan Helios secara mendadak.

​Mata Jacob menyipit tajam saat melihat sekelompok kavaleri baru muncul dari balik kabut asap di mulut lembah. Mereka mengenakan baju besi hitam legam dengan panji bergambar naga hitam yang sangat ia kenali dari koin yang ditemukan di istana tempo hari.

​Seorang pria muda dengan rambut hitam legam dan jubah merah darah memacu kudanya ke depan, menatap Jacob dengan senyuman yang sangat meremehkan. Dia adalah Pangeran Bernard Scolar, sosok licik yang selama ini menggerakkan bidak-bidak pengkhianat di dalam istana Helios.

​{Ternyata kau sendiri yang datang untuk menjemput nyawaku, Bernard. Ini akan menjadi perhitungan yang sangat panjang.}

​[Peringatan: Kehadiran entitas dengan kemampuan tempur tinggi terdeteksi. Sistem menyarankan pengguna untuk menghemat stamina karena pertempuran sesungguhnya baru saja dimulai.]

​Veldora segera berdiri di depan Jacob dengan kapak yang masih berlumuran darah, menatap Bernard dengan tatapan penuh kebencian. Pasukan naga hitam mulai mengepung area tersebut, membuat pasukan Helios yang sudah kelelahan kembali dalam posisi terdesak.

​"Selamat atas kemenangan kecilmu di parit asam ini, Pangeran Jacob. Namun, tarianmu harus berakhir di sini karena aku sendiri yang akan mengantarkan kepalamu pada ayahmu," ucap Bernard dengan nada suara yang sangat tenang namun mematikan.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!