NovelToon NovelToon
Aku Bukan Perebut

Aku Bukan Perebut

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Pernikahan Kilat / Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Tamat
Popularitas:67.7k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

Pemberontakan atas perjodohan orang tua, membuat Shena Az Zahra nekat mengajak pria asing untuk menikah. Pernikahan itu terjadi tepat di hari pertemuan pertama karena insiden kecelakaan.

Danish Anderson yang menjadi harapan kilat, justru mengempaskan impian gadis itu. Niat hati melarikan diri, tetapi berakhir terjebak dalam pernikahan aliansi.

Duka itu bukan saat kehilangan orang terkasih, tetapi ketika kepercayaan yang mengetuk hati hancur sebelum dimulai. Kenyataan dalam selimut kepalsuan di setiap hubungan dengan tarik ulur kesalahpahaman.

Apakah pernikahan kilat Shena dan Danish bisa bertahan? Simak kisah cinta keduanya hanya di Aku Bukan Perebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Si Perfect Girl

Melihat gerakan tubuh lihai yang meliuk menari diatas tubuh sang kekasih gelapnya. Tiara gemetar, wajahnya mendadak pucat. Ia membayangkan bagaimana jika Danish melihat kegilaannya akan sentuhan pria? Mungkin bukan hanya di tendang, tapi langsung lenyap ditempat.

"Ok. Apapun syaratmu. Danish hanya milikku."

Pertemuan itu, membuat keduanya bekerjasama. Fatih tidak lagi peduli dengan arti balas budi. Padahal dia dijadikan anak angkat keluarga Anderson agar kehidupannya semakin baik. Pendidikan terjamin dengan fasilitas lengkap serta kasih sayang keluarga. Nyatanya, semua yang dia dapat. Justru tak memiliki arti, setelah melihat Shena kembali.

Picik? Bukan, pemuda itu memiliki hati yang iri dan juga tak sadar diri. Siapa dia dan siapa Danish. Pilihannya adalah tanggung jawab Fatih seorang. Sementara itu, kita kembali melihat kebersamaan antara tiga gadis yang bersahabat. Setelah membawa minuman dan cemilan ringan. Ketiganya kembali duduk bersama berteman sepoy angin.

"Jadi, niat kalian kemari untuk apa?" tanya Shena memperjelas status yang mungkin akan menjadi basa-basi, jika tidak segera pada titik poin pembahasan.

Siti mengerlingkan mata melirik ke arah Naina. Si smart mengambil ponselnya. Lalu, meletakkannya di depan Shena. Layar ponsel yang masih menyala menunjukkan beberapa deret panggilan dengan nama yang tertera jelas. Mr. Xavier assistant. Melihat itu, tatapan Shena menyelidik.

"Shena, proyek yang aku kerjakan diminta untuk dipercepat. Dia itu namanya Bapak Harry, asisten dari Tuan Xavier. Sudah berulang kali bertanya, kapan aku akan menyelesaikan proyek, sedangkan team ku saja masih kacau tak bisa diatur. Aku bingung, bisa berikan saran?"

Keluhan atas kejujuran dari Naina, membuat Shena manggut-manggut. Diraihnya ponsel milik sahabatnya, lalu ditekan tombol silent agar tidak berisik dengan nada panggilan. Kemudian, ia menatap kedua sahabatnya serius. Tatapan mata tenang sedalam lautan. Senyuman tipis yang menyeramkan.

"Nai, si perfect girl come back. Apa sebaiknya kita kabur, ya?" Gumam Siti seraya memiringkan tubuhnya ke samping agar Naina bisa mendengar ucapannya.

"Kabur aja sendiri. Aku mau, masalahku selesai, cape tahu diteror anak buah pria dingin macem Tuan Xavier." tolak Naina yang tidak terprovokasi oleh rayuan Siti.

"Ekhem! Sudah bisik-bisiknya?" tanya Shena sembari mengambil segelas jus jeruk di depannya. "Nai, satu bulan cukup untuk proyekmu? Jika iya, aku akan bantu."

Satu bulan untuk proyek pembuatan sebuah alat pemindai terbaru dengan teknologi dari nano. Bisakah? Targetnya bukan satu bulan. Kenapa tawaran Shena begitu sempit, hingga bingung bagaimana cara menjawabnya. Tanpa sadar, diamnya membuat sang sahabat meraih ponsel.

Shena sudah menekan icon hijau telepon dari panggilan terakhir yang menjadi alasan ketidaknyamanan Naina. Siapapun yang mengusik sahabatnya, tidak bisa dibiarkan. Suara dering nada panggilan hanya sesaat hingga terdengar bunyi tut. Panggilan itu sudah tersambung.

Shena mengangkat tangan kanannya agar tidak seorangpun bicara, "Selamat pagi menjelang siang, Tuan. Dengarkan saya baik-baik. Jangan menelpon, apalagi mengirim pesan berantai hanya untuk mempercepat proyek. Satu pesan dari Anda. Maka, satu bulan waktu proyek diundur. Terima kasih telah mendengarkan."

Panggilan diakhiri sepihak, Shena bersikap santai seperti di pantai. Akan tetapi hampir saja membuat Naina pingsan di tempat. Kedua sahabatnya sadar benar. Jika si perfect girl baru saja melakukan ancaman secara damai. Skakmat. Apakah itu keberuntungan atau kehancuran untuk masa depan? Hanya Allah dan gadis itu yang tahu, seperti apa jalan pemikiran seorang Shena.

Tatapan mata melotot dengan mulut menganga, bahkan Siti tak bisa menelan keripik yang baru saja ia kunyah. Shena selalu memberi shock therapy yang bisa membuat orang disekitarnya kehilangan akal. Ternyata, bukan hanya kedua gadis itu karena Danish yang berniat memeriksa mobil. Langkahnya terhenti, ketika mendengar obrolan para gadis.

Mau dikata apa? Ia sudah salah paham. Shena tidak mengenal Xavier, tetapi demi menolong sahabatnya. Istrinya rela mencari tahu, siapa itu Xavier. Keraguan yang timbul terbang mengudara. Rasa bersalah mendera menyelimuti hatinya. Sekarang, apakah ia harus minta maaf atau melakukan sesuatu untuk mempermudah pekerjaan sang istri. Dilema.

Sementara Shena sendiri, kembali memainkan ponsel Naina. Entah apa yang dilakukannya hingga senyuman evil tersungging membuat bulu kuduk meremang. Naina dan Siti saja sampai saling berpegangan tangan, komat-kamit membaca doa keselamatan. Benar-benar, sahabat tak berakhlak. Dibantuin, bukannya terima kasih. Eh, malah macem mau meruqyah saja.

Lima belas menit kemudian. Shena merentangkan kedua tangannya. Ia juga memutar kepala menggerakkan leher yang terasa kaku. Efek samping dari perkelahian tempo hari, masih memiliki sisa rasa yang tidak seberapa. Sedangkan Naina memeriksa ponselnya. Gadis itu penasaran dengan apa yang dilakukan sang sahabat.

"Relax, my smart girl. Ponselmu aman, aku hanya melakukan sedikit penguncian." Tukas Shena tanpa rasa bersalah, Siti mengambil ponselnya lalu disodorkan ke arahnya. Tatapan gadis itu ingin hal sama. "Mau dihapus semua lagu dangdut kesukaan mu?"

Ancaman terberat bagi Siti adalah ketika seseorang mengancam akan menghapus lagu dangdut dari ponselnya. Jangan salah dulu. Semua lagu dangdut sudah disortir sedemikian rupa agar bisa didengarkan sesuai mood hariannya. Gak lucu ya, kalau mood sedih. Lagunya malah romantis. Hancur sudah mode menghayati lagu.

"Hehehe, jangan. Nanti aku gak bisa goyang." Siti buru-buru memasukkan ponselnya lagi, membuat Naina spontan menoyor kening gadis satu itu.

Perbincangan random yang dilakukan para gadis, membuat Danish yang masih stay di belakang pintu hanya tersenyum tipis. Kini, ia tahu, jika Shena bukan gadis manja. Apalagi akan mudah dikalahkan, selain itu. Istrinya bisa menjaga diri dan satu hal yang harus dipastikan lagi. Seberapa pintar gadis itu hingga bisa melakukan pekerjaan IT.

Ketertarikan antara lawan jenis. Bukan hanya tentang fisik. Kekaguman itu hadir karena jatuh cinta pada pandangan pertama. Bukan berarti cinta mati. Melainkan mengagumi bakat terpendam dalam diri seseorang. Siapa sangka, ia akan memiliki istri yang loyal dan berjiwa pemimpin. Seperti bonus yang tidak pernah terbayangkan.

Apapun yang pria itu pikirkan, tetap tersimpan di dalam benaknya. Namun, di tempat lain. Wajah memerah menahan amarah membuat sang asisten bergidik ngeri. Bagaimana tidak murka? Baru saja ingin memberikan ultimatum atas proyek yang dirinya sponsori. Tiba-tiba ada intimidasi yang menyerang gendang telinganya tanpa permisi. Apalagi panggilan langsung berakhir tanpa memberikan dia waktu untuk membalas serangan itu.

"Siapa dia? Suara gadis yang kita sewa, berbeda dari suara tadi. Cepat, cari tahu siapa itu!"

1
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Citra Wati
kapan sih danis bersatu sama shena kangen ama kecerdasan shena n keceriaan shena
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: sebentar lagi, Ka.
🥰
total 1 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Shen, please kasih tau langsung aja jangan pake kalimat puitis gitu🙄
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🤣kebiasaan 🏃‍♀️🏃‍♀️
total 1 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Tiara siapa lagi astaga? jangan bilang dia tunangan Danish🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
lah ternyata dia cowok yg mau dijodohin sama Shena, entah nasib lu sial atau beruntung Shen🤣
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
istighfar Shena😳 ngadi² main ngajak orang gk dikenal nikah gitu aja, mana tuh cowok mau lagi😭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: coba aja, Fay. 🤭🏃‍♀️🏃‍♀️
total 1 replies
Ela Jutek
untung She gak jadi ma tu orang ihh
Ela Jutek: hooh kak
total 16 replies
Ela Jutek
rumit dan berat masalah nya tan gimana dong
Ela Jutek: males ah😋
total 26 replies
Ela Jutek
wah ulet keket dateng tuh
Ela Jutek: siapp kak
total 36 replies
Ela Jutek
setuju Dan tolak aja lah pa lagi ada musuh dalam selimut🙄
Ela Jutek: nie pas setengah
total 10 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Suzy
aku mampir kak azma
Dina⏤͟͟͞R
aku mampir kak asma
Ela Jutek
anak angkat gak tau diri, minta di tampol tu🙄
Ela Jutek: iya iya manis kakkkk
total 30 replies
Ela Jutek
kenapa, cemburu ya🙄
Ela Jutek: haaa ya
total 10 replies
Ela Jutek
yg terakhir tu cocok nya😏
Ela Jutek: entah😂
total 18 replies
🎯™Neli SyifaE𝆯⃟🚀 ⍣⃝కꫝ🎸
pantesan Shena sedikit bar bar, dia juara taekwondo se provinsi
🎯™Neli SyifaE𝆯⃟🚀 ⍣⃝కꫝ🎸
visualnya Danish Anderson ganteng pantas jika kaum hawa banyak yang menjerit minta dibawa ke pelaminan 😂😂😂
🎯™Neli SyifaE𝆯⃟🚀 ⍣⃝కꫝ🎸
kasian bener sich Dan kamu punya istri tapi masih belum bisa disentuh, buat menenangkan si ular piton kamu harus bermain karaoke sendiri dikamar mandi 😂😂😂
🎯™Neli SyifaE𝆯⃟🚀 ⍣⃝కꫝ🎸
Shena, kamu jangan melihat ke masalalu dan hapuslah nama itu dihatimu karena kamu sekarang udah sah menjadi istri seorang Danish, seorang istri yang harus patuh sama suaminya
🎯™Neli SyifaE𝆯⃟🚀 ⍣⃝కꫝ🎸
nah..lho Shena ngangkat telpon jangan sambil emosi ternyata bukan temanmu kan yang telpon, jadi malu ya🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!