Hati Zara Aurora dibuat tak berdaya akan pesona Affan Zayendra. Semua tak akan menjadi masalah andai pria itu bukan putra dari wanita yang diperistri ayahnya.
Wajah yang rupawan serta kebaikan hati yang pria itu miliki membuat hati Zara sulit berpaling, namun siapa yang menyangka diam-diam Affan menyimpan luka yang dalam. Sebuah peristiwa membuat semuanya berubah. Pria penuh kasih itu berubah menjadi sosok tak berperasaan yang bahkan tega menjadikan Zara sebagai budak hasratnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh
Setelah selesai makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan game serta berbagai kegiatan seru lainnya yang bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan dan keakraban antar mahasiswa baru juga dengan para senior. Meski Zara tak ikut serta dalam game-game yang diadakan namun Zara tetap berada di sana ikut meramaikan meski hanya menjadi penonton. Zara harus memaksakan diri berada di keramaian meski sebenar nya ia lebih suka menepi.
Suasana mendadak hening ketika Yuda maju ke depan dan mengambil alih acara yang sebelumnya dipandu oleh MC.
"Mohon perhatian semuanya. Malam ini ada hal penting yang ingin saya sampaikan" Ucap Yuda, kini perhatian sepenuhnya terarah padanya. Beberapa mahasiswi baru dan senior bahkan tak segan menunjukkan tatapan kagum penuh pemujaan pada pria itu.
Kening Zara berkerut, perasaan nya mendadak gelisah apalagi saat mendapati Yuda tengah menatap ke arah dirinya. Ia seolah mampu merasakan bahwa sesuatu yang melibatkan dirinya akan terjadi.
"Zara, boleh ke sini sebentar?" jelas saja hal itu membuat Zara begitu kaget, ia seketika merasa panik saat pandangan yang semula tertuju pada Yuda kini beralih padanya. Zara sama sekali tak suka menjadi pusat perhatian.
"Zara buruan" bisik Chelsea karena Zara tak bergeming. Gadis itu tetap berada pada posisinya yang mematung menatap ke arah Yuda. Karena Zara tak menggubris, Chelsea akhirnya mendorong tubuh Zara ke arah Yuda.
Zara merasa tubuhnya bergetar hebat, ia menatap takut pada Yuda. Gadis itu benar-benar tak terbiasa seperti ini.
"Zara, ketika melihat kamu untuk pertama kalinya kakak merasakan hal yang berbeda pada hati kakak, perasaan yang tak pernah kakak rasakan sebelumnya ketika dekat dengan perempuan lain. Saat mulai mengenal kamu perasaan itu semakin kuat, dan kakak yakin apa yang kakak rasakan itu adalah cinta, yah kakak jatuh cinta padamu Zara. So, Zara Aurora please jadilah pacarku" Yuda meraih tangan Zara dan menatap dalam gadis itu. Zara dibuat limbung atas pernyataan cinta dari Yuda, ia tak menyangka Yuda akan melakukan hal nekat seperti ini. Gadis itu dilanda kebingungan, ia tak tau harus bagaimana merespon pernyataan cinta kakak seniornya tersebut.
Semua yang menyaksikan pernyataan manis Yuda bersorak, banyak suara yang meminta Zara menerima cinta kakak senior mereka. Dalam kondisi seperti ini Zara begitu ingin menghilang saja dari sana.
Di satu sisi Zara sama sekali tak tertarik pada Yuda, karena hatinya telah terisi oleh sosok Affan. Namun di sisi lain ia tak mau membuat Yuda malu dengan menolak pria itu, sungguh dihadapkan pada kondisi ini membuat Zara ingin menangis sejadi-jadinya.
"Zara, mau ya?" Ucap Yuda penuh harap, terpancar rasa percaya diri di mata pria itu. Karena sejak dulu tak pernah ada yang menolak dirinya, meski Zara tak merespon upayanya namun Yuda yakin Zara akak menerima diri nya.
Zara meringis menatap pada Yuda, ia tak sampai hati mempermalukan pria di hadapannya ini. Karenanya Zara terpaksa mengangguk, namun di dalam hati Zara bertekad setelah kondisinya memungkinkan Zara akan langsung menjelaskan pada Yuda perasaannya yang sebenarnya, semoga saja Yuda mengerti dan bisa menerima keputusannya.
"Yeay! terima kasih sayang" Yuda meraih tubuh Zara dan memeluk gadis itu karena rasa bahagia yang meluap. Zara meronta berusaha melepaskan diri dengan panik.
"Sorry sayang, kakak terlalu bahagia. Makasih ya uda mau jadi pacar kakak, kakak pastikan kamu akan selalu bahagia di sisi kakak. Oh ya kalian semua adalah saksi bahwa mulai detik ini Zara adalah pacar saya. Acara bisa kita lanjutkan sekarang" Ucap Yuda dengan bangga, tepuk tangan bergemuruh seusai Yuda menyampaikan ucapannya dan menuntun Zara menepi dari tengah lapangan. Pria itu menggenggam erat tangan Zara.
"Cie selamat ya Za, akhirnya teman aku yang kuper ini dapat pacar. Sekalinya dapat pacar langsung dapat yang high quality lagi" goda Chelsea sambil terkekeh. Zara menatap sendu pada sahabatnya, andai Chelsea tau pergolakan batinnya saat ini. Sementara Yuda tersenyum bangga atas pujian yang Chelsea layangkan.
"Makasih Chelsea, setelah pulang nanti kakak akan traktir kamu" ucap Yuda.
"Wah asik, beneran ya kak" Balas Chelsea senang. Yuda mengangguk sambil mengangkat jempol tangannya.
🍁🍁🍁
"Selamat malam Zara, jangan lupa mimpiin kakak ya" ucap Yuda saat Zara akan kembali ke tenda nya. Yuda ingin mengantar namun Zara menolak dan pria itu tak bisa memaksakan kehendaknya. Yuda sadar ia harus mendekati Zara secara perlahan, karena Zara benar-benar berbeda dengan gadis kebanyakan. Yuda tak ingin berlaku gegabah yang akhirnya akan membuatnya kehilangan gadis itu.
"Zara!" Zara menoleh cepat ke arah suara yang sangat ia kenali.
"Abang?" yah seperti mimpi mendapati Affan ada di sini.
"Anda?" ucap Yuda yang masih mengingat pernah bertemu dengan Affan di kafe.
"Anda ketua panitianya? saya ingin mengajak Zara untuk menginap di penginapan sekitar sini. Zara tidak boleh tidur di tenda karena akan berpengaruh pada kesehatannya. Zara alergi dingin" Ucap Affan tegas dan tanpa senyuman.
"T-tapi anda siapa? untuk mengikuti acara ini semua mahasiswa baru harus memiliki izin dari orang tua atau walinya, tentu izin yang diberikan itu sudah mencakup tentang kesehatan para peserta yang tak bermasalah" Ucap Yuda tak kalah tegas, ia tak akan mengizinkan dengan mudah pria manapun membawa kekasihnya.
"Saya Affan, abang nya. Saya sudah mengizinkan Zara ikut kegiatan malam ini, saat kegiatan sudah selesai saya rasa tak ada salah nya jika saya mengajak Zara pergi dari sini. Ini demi kesehatan adik saya" Ucap Affan masih dengan nada tegas.
Yuda menghela nafas lega setelah mengetahui pria yang ia kira adalah saingannya merupakan abang dari Zara,
Wajah pria itu berubah ramah
"Oh baiklah, salam kenal bang. Saya Yuda, selain ketua panitia saya juga pacarnya Zara" Ucap Yuda dengan senyum ramah nya. Zara menunduk, tak berani menatap pada Affan. Ia ingin mengumpati Yuda yang memperkenalkan diri sebagai pacarnya.
"Jadi kami sudah boleh pergi?" Tanya Affan tanpa basa-basi.
"Zara, kamu mau pergi ikut abang kamu atau tetap di sini?" sebersit rasa ragu menyusupi hati Yuda karena sejak tadi Zara hanya diam.
"I-iya kak" jawab Zara, ia tak mau Affan semakin marah padanya.
"Baiklah, tapi besok masih ada kegiatan jadi kalau bisa jam 7 Zara sudah harus kembali ke sini bang" Ucap Yuda, Affan hanya mengangguk.
"Ayo Zara" Affan mengulurkan tangannya pada Zara. g Gadis itu mengangguk sambil menerima tangan Affan, pria itu menggenggam tangan Zara erat. Keduanya berjalan meninggalkan Yuda yang terus menatap ke arah mereka.
"Bang, Zara ambil baju ganti di tenda dulu" Ucap Zara ragu.
"Nggak usah" Zara hanya bisa menurut ketika Affan sudah memerintah. Ia mengikuti langkah lebar Affan.
🍁🍁🍁