NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aksara Citra

Zidane Ar-Rayyan, seorang pria dewasa, mapan dan Sholeh. Seorang doktor lulusan Kairo yang terpaksa menikahi seorang model selebgram cantik dan seksi karena sebuah kesalah pahaman.

Shafa Azura, Guru Bahasa Jerman sekaligus selebgram seksi yang menolak keras pernikahan yang telah terjadi antara dirinya dan Zidane Ar-Rayyan. Shafa memiliki kekasih yang sangat ia cintai. Namun sayang karena keyakinan yang berbeda orang tua mereka menentangnya.

Akankah benih-benih cinta itu muncul ada pernikahan yang di awali dengan kesalah pahaman?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klarifikasi

tap..tap..tap

Suara langkah memecah keheningan di ruang rapat saat itu. Zidane Ar -Rayyan dengan wajah datar tanpa ekspresi mulai naik ke podium. Ia memandangi seluruh isi ruangan tersebut sebelum memulai penyampaiannya.

"Eh pak Rayyan mau ngapain?"

"Kok pak Rayyan?"

Terdengar kasak kusuk di ruang rapat tersebut begitu sosok lelaki idola para guru dan siswa tersebut muncul.

"Assalamualaikum wr.wb dan selamat pagi! Langsung saja, Saya Zidane Ar-Rayyan sebagai penanggung jawab Shafa Azura ingin menyampaikan klarifikasi mengenai foto yang beredar di beberapa grup malam tadi. Saya tidak tau apa maksud orang yang menyebarkan foto tersebut. Benar, foto tersebut adalah foto bu Shafa, guru Bahasa Jerman di sekolah kita. Namun, perlu di ketahui bahwa foto tersebut di ambil tahun lalu, tepatnya di Berlin, Jerman jauh sebelum ibu Shafa mengajar di tempat ini. Sebelum bu Shafa terikat aturan sebagai sebagai seorang guru dia tentunya memiliki kebebasan hidupnya yang tidak bisa kita campuri. Jika sekarang bu Shafa di hakimi atas apa yang dia lakukan di masa lalu hanya karena dia sekarang seorang guru, rasanya sangat tidak adil. Setiap orang memiliki masa lalu yang tidak semuanya baik. Kita tidak bisa merubah masa lalu, tapi kita bisa memperbaiki masa depan. Saya rasa kita tidak perlu mencampuri masalah pribadi seseorang di luar batas kadarnya. Siapa sih kita ini? Apakah kita bisa menjamin bahwa diri kita di waktu yang lalu tidak lebih buruk dari foto itu? Saya ingin bertanya, apakah selama bu Shafa meengajar di sini dia pernah membuat masalah? Apakah dia pernah membuat keributan? apakah dia pernah menampilkan sikap dan tingkah laku yang tidak mencerminkan sikap seorang guru? Saya rasa teman - teman semua tahu jawabannya. Saya rasa cukup itu saja yang ingin saya sampaikan. Oh ya, Siapapun yang menyebarkan foto tersebut dengan maksud tidak baik. Semoga Allah mengampuni dosanya. Assalamualaikum Wr.wb."

Penjelasan pak Rayyan membuat seisi ruangan bertanya-tanya. Ada hubungan apa antara pak Rayyan dan bu Shafa. Kenapa harus dia yang menjadi penanggung jawab. Bukankah bu Shafa punya orang tua yang bertanggung jawab penuh atas dirinya. Banyak tafsir mengenai kedekatan mereka berdua.

Sementara bu Ita, bu Anne dan pak Adit yang sudah mengetahui hubungan mereka terlihat tersenyum puas mendengar pembelaan pak Rayyan. Berbeda dengan pak Rudi yang wajahnya nampak masam seperti orang yang di tinggal kawin pacarnya.

***

"Mas ga ngikutin sampai selesai rapatnya, karena keingat kamu" Ujar mas Ray merapikan rambut rambut kecil pada keningku.

"Terus nasibnya aku gimana maas?" Aku menggoyang-goyangkan badannya.

"Ga gimana-gimana sayang, serahkan semua sama ayah. Udah ah aku capek" Ujarnya kemudian membaringkan kepalanya di atas pahaku. Nyaman banget hidup anda pak Rayyan berbaring di pahaku. Ini mah namanya romantis di saat yang tidak tepat.

"Mas, aku kok merasa ini ulahnya Tania ya?" Ucapku mengelus elus rambutnya.

"Kita berhusnuzon saja ya, biar Allah yang balas semuanya" Ucapnya masih memejamkan mata.

"Mas! bisa ga sih jangan pake istilah yang aku ga ngerti? apa lagi itu zon zon?"

"Khusnuzon itu berbaik sangka sayang, kebalikannya Su'udzon" Jelasnya. Kalau Su'udzon mah aku sering. Sering denger dan sering ngelakuin.

"Tadi aku ketemu Tania, dia ngancam ngancam aku supaya jauhin mas Ray. Pasti ini ulahnya dia" Aduku pada pria yang masih anteng berbaring di pangkuanku.

"Udah, ga usah dipikirin, mending sekarang Shafa pijit kepala mas. Pening nih semalam kurang tidur" Ucapnya. Aku menurutinya dan mulai memainkan Skill memijitku yang dulu sering mendapatkan pujian dari almarhum Opa.

"Enak?" Tanyaku sambil sesekali membelai lembut pipinya.

"Hmmm"

.

.

Ceklek,

Aku di kagetkaan suara pintu terbuka. Mati aku posisinyaa lagi ga pas banget. Mas Ray tetap dalam posisi berbaring di pahaku.

"Aa..yah" Sapaku canggung. Aku menepuk nepuk pipi mas Ray agar dia bangun. Ayah hanya tersenyum melihat tingkah manja puyra kesayangannya.

"Silahkan masuk bu" Ucap ayah pada seseorang.

"Dia..!!!" Ucap wanita yang baru saja masuk sambil meenunjuk ke arahku. Aku memaksa mas Ray untuk bangun dari pangkuanku.

Ku lihat wanita seumuran mommy itu melihat sinis ke arahku. Siapa dia batinku. Tapi kalau di lihat-lihat wajahnya sangat mirip dengan Tania. Apa dia ibunya. Ih, Serem banget beneran ibunya. Anak sama emak ga ada yang lurus mukanya.

"Mas ayo kita pergi" Bisikku pada mas Ray.

"Ga perlu, Kita disini aja" Ia meraih tanganku dan menggenggamnya.

"Oh ya bu Hesti, Kenalkan ini adalah Shafa menantu saya." Ucap ayah. Ayah ngakuin aku sebagai mantunya di depan wanita ini membuatnya membelalakkan mata.

"Hallo Tante" Sapaku dwngaan menganggukan kepala yang sama sekali tidak mendapat respon darinya.

"Menantu bapak? Apa bapak sedang bercanda? Bukankah Nak Ray ini belum menikah?" Tanyanya.

"Saya tidak bercanda bu, dia memang menantu saya, Rayyan dan Shafa sudah menikah, dan untuk acara resepsinya insha Allah akan di laksanakan 2 pekan lagi. Saya harap ibu bisa hadir" Ucap ayah dengan gaya bicaranya yang santai dan berwibawa.

"Baiklah pak Luthfi, terlepas apakah dia menantu bapak atau bukan, saya tetap keberatan dia mengajar anak saya disini. Saya sudah cukup banyak mendonasikan uang saya di yayasan ini jadi saya mohon agar bu Shafa di berhentikan atau saya akan berhenti menjadi donatur tetap di yayasan ini" Ucap bu Hesti. Sangat jelas terlihat ketidaak sukaannya dia kepadaku. Aku meremas tangan suami yang sejak tadi menggenggamku. Apa yang harus aku lakukan? apakah aaku harus mundur, tapi aku terlanjur sayang sama anak-anak? Aku tertunduk. Sepertinya kehadiranku hanya menambah masalah.

"Maaf bu Hesti, dengan berat hati saya tidak bisa mengabulkan permintaan ibu, bukan karena Shafa adalah menantu saya. Tapi karna Shafa di butuhkan disini, dan masalah foto itu, Saya kira anak saya sudah memberikan klarifikasi yang cukup jelas dan bisa diterima oleh semua pihak kecuali ibu" Ucap Ayah kepada wanita yang sedang duduk di depan meja kerjanya.

"Baiklah pak Luthfi, Semoga anda tidak menyesaili keputusan anda, Permisi" Ucapnya meninggalkan ruangan dengan wajah penuh amarah.

"Ayaah, kenapa ayah belain Shafa? Shafa ga papa kok kalau harus berhenti. Ibu itu benar ayah, Aku memang ga pantas jadi guru" Ucapku lirih. Beberapa tetes air jatuh mengenai tangan mas Ray.

"Maafin Shafa ayaah. Shafa selalu bikin kalian susah" Ucapku.

"Sudah sayang, kamu ga salah apa-apa" Mas Ray mencoba menenangkanku dengan mengusap bahuku lembut.

"Benar, Shafa kamu ga salah. Ada orang yang sengaja ingin menjatuhkan kamu" Ayah beralih ke sampingku. Mengusap kepalaku dengan penuh kasih sayang. Beruntungnya aku berada di antara 2 laki-laki yang begitu menyayangiku. Eh ada satu lagi Daddy 3 orang pria terhebatku.

"Sudah, masalah ini jangan di pikirkan lagi ya, lebih baik sekarang kalian fokus pikirkan bagaimana caranya supaya cepat memberikan cucu buat ayah, ayah sudah ga sabar" Ucapanya di sertai dengan tawa ringan.

"Siap.... ayah mau berapa? Nanti Ray buatkan banyak-banyak biar ayah dan ibu ga kesepian" Kelakar mas Ray berhasil mencairkan suasana panas yang sempat terjadi di ruangan itu.

Ya ampyuuuuun aku di buat merona, sempat-sempatnya ngomongin cucu di saat seperti ini. Mas Ray juga jadi ikut-ikutan kaya ayah. Emangnya aku kucing apa mau beranak terus. Tapi tenang ayah, Shafa sudah tau cara buatnya tinggal tunggu hasilnya.

1
Nia,💓
Adakah yg masih setia membaca di th 2026 seperti saya , mungkin author nya sudah sibuk dg dunia nyata 😍
Nia,💓: sudah baca berulangkali suka sekali dg karya ini😍
total 1 replies
Nia,💓
Ditunggu Lanjutannya Sakinah bersamamu ,adakah yg masih setia di th 2026 ,🤚🏿🤚🏿🤚🏿
Firma Firma
banyak bawang disini../Sob//Sob//Sob//Sob/
Wilda Rahma
kasihan mommy fanny
Dwi Bae Lah
Thor ditunggu lanjutannya sakinah bersama mu
Dwi Bae Lah
visual shafanya siapa Thor?
Ida Rodiah
Luar biasa
Novita Sari
suka sekali
Wienda Sagita
Biasa
Wienda Sagita
Kecewa
Eni Fatar
Luar biasa
Amylya Nadrifah
Kecewa
Amylya Nadrifah
Buruk
Diyah Halimxii
q baca yg kesekian kalinya karna kangen 😊
Uzik Siti: sama kak
total 1 replies
Nia,💓
Hadir di tahun 2024
Win Windriyani
cerita ny bagus dan menarik
Yani Ira Nofa
Salah satu karya favorit ku.... Mohon lanjutkan sakinah bersamamu ya thor....
Yani Ira Nofa
author yang baik, please lanjutin dong Sakinah Bersamamu.....
janah bibah
Biasa
Nia septiani
bagus dan sangat menginspirasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!