NovelToon NovelToon
Sang Ratu

Sang Ratu

Status: tamat
Genre:Action / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ndems

Aku adalah Chu Xiaoli, Ratu di abad kaisar ketiga belas. Karena sebuah kecelakaan membawa jiwaku ke dimensi lain.

Aku masuk kedalam tubuh seorang gadis di zaman modern, Lin Xia. Setiap hari ditindas kemapun ia berada.

Ling Xia yang mudah ditindas, sudah tidak ada. Sekarang yang berdiri disini adalah Chu Xiaoli, Sang Ratu penindas sampah tidak berguna. Aku tidak akan melepaskan siapapun yang menyingungku.

Selain menindas sampah, aku ahli berpura-pura lemah "ingin berakting? aku temani!"

Meskipun semua sangat mudah bagiku. Tapi, mengapa aku tidak bisa keluar dari jeratan pria itu?

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndems, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Didalam mobil, Xia menyandarkan kepalanya di kursi sambil mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, "karena kalian sudah menikah, aku sudah menyiapkan tiket bulan madu untuk kalian, dan aku sudah menyiapkan semuanya, jadi… kalian hanya perlu menikmatinya saja." batinnya yang teringat akan semua kata-kata dari kakak perempuan Ken.

"hei, kenapa kau tidak bicara?" tanya Ken yang memegang erat setir mobilnya.

Xia sama sekali tidak menghiraukannya seperti sebelumnya. Lalu Ken menghentikan mobilnya didekat sebuah taman dekat pinggir kota, dan mengajak Xia pergi ke taman itu. Saat sampai disana mereka disambut meriah oleh teman-teman SMA Xia untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya. Diwaktu yang bersamaan Ken tiba-tiba menghilang, ditengah meriahnya pesta itu seseorang tidak sengaja menumpahkan minuman ke jaket Xia, tempat dimana kamera itu berada.

"maafkan aku, aku tidak sengaja."

"tidak apa-apa, kalau begitu aku akan membersihkannya dulu."

Saat Xia kembali ke mobil Ken, dia tak menemukan Ken disana, "sialan, dimana bocah itu." gumamnya yang kesal dan meninggalkan jaketnya di mobil, kemudian ia mencari toilet dekat sana. Sesampainya disana ia membuka pintu toilet yang tertutup sambil melihat sekelilingnya untuk memastikan tidak ada yang melihatnya masuk kesana. Dan ternyata didalam toilet itu adalah lift rahasia menuju ruang bawah tanah di taman itu.

TAP…TAP…TAP…

Xia berjalan sejauh sepuluh meter hingga menemukan lift lain disana, dan langsung menaikinya, lift itu mengarahkan Xia keatas dan berakhir di sebuah kamar rumah sakit.

"kuharap aku tidak terlambat." ucap Xia yang menghampiri mereka.

Chen menoleh kearahnya dan menjawab, "tepat waktu." ucapnya sembari melihat jam tangannya. Will tiba-tiba muncul dari belakang sambil memeluk Xia, "jadi calon istriku sudah menikah?"

Mendengar itu Xia langsung menariknya ke depan, "apa calon suamiku cemburu?" ucapnya yang menggoda balik.

Will mendorong kening Xia sambil memalingkan wajahnya, "jangan bicara padaku dengan nada seperti itu." ucapnya yang bergidik ngeri.

Xia menyentil kening Will dengan wajah datarnya itu, "kau sendiri yang mulai." sembari memalingkan wajahnya, "oh iya, dimana dia?" tanya dia yang menoleh kearah bangsal pasien.

Belum ada yang menjawab tiba-tiba…

BRUAKK…

Seorang pria paruh baya dilempar dari luar. Will dan Chen menoleh kearah pintu, terlihat seorang pria berambut pirang mata biru dengan rambut yang berantakan melempar pria paruh baya itu. Xia menghampiri pria paruh baya itu, "kau baru sembuh dan sudah bekerja?" tanya dia sambil memeriksa keadaannya.

Pria pirang itu membuka masker dan topi hoodienya sembari menghampiri Xia, "dia yang memasangnya." ucapnya dengan tatapan dingin.

Xia mengubah ekspresinya menjadi ceria, "waw, jadi paman yang memasang peledak itu?" ucapnya yang memegang lengan pria itu.

Pria itu langsung menempelkan dirinya di dinding, "aku tidak akan mengatakan apapun, tidak akan." ucapnya yang ketakutan.

Xia panik melihatnya yang gemetaran, "kalian lihat apa? cepat ambilkan air." bentaknya yang menatap Will dan Chen.

Keduanya bergegas mengambilkan air untuknya. "paman, minumlah dulu." ucap Xia yang menyodorkan segelas air itu, namun langsung ditepis oleh pria itu.

"aku tidak mau apapun darimu, kumohon lepaskan aku." ucapnya yang terus gemetaran.

Xia menghela nafas panjang sembari duduk disebelahnya sambil bersandar di dinding, "paman tahu, kenapa paman dibawa kemari?"

"aku tahu karena aku sudah menghilangkan nyawa orang." jawab pria itu dengan spontan.

"itu tahu, lalu kenapa paman melakukan semua ini? apa paman tidak berpikir resikonya? atau jika paman punya keluarga, bagaimana dengan keluarga paman? tidakkah kau memikirkan mereka?"

"aku melakukan semua ini demi keluargaku!" bentaknya dengan nada tinggi, "pria…pria itu mengancam akan membunuh anak dan istriku jika tidak melakukan ini." sambungnya dengan penuh kegelisahan.

Disaat pria paruh baya itu mulai menurunkan kewaspadaannya, Xia mulai mengajukan pertanyaan kepadanya dan dia menjawab semua pertanyaan itu satu persatu. Xia berdiri sembari menoleh kearah Chen, "bawa, jangan lakukan apapun."

Kemudian dia menoleh kearah pria berambut pirang itu, "duduk, aku akan mengobati lukamu." ucapnya yang mencari kotak obat disebelah bangsal itu.

Saat diobati, pria berambut pirang itu mendongak kearah Xia, "kak, kau oke?" tanya dia yang melihat Xia tampak serius.

"bodoh, siapa yang menyuruhmu bekerja di kondisi seperti ini?" ucap Xia yang sedang kesal, "apa kau sangat suka bermain api?" celoteh dia yang tidak berhenti dan membalut tangan pria itu dengan kencang.

"shht aduh."

"apa? apa aku terlalu mengencangkannya? akan ku longgarkan sedikit."

Pria itu menyentuh pipi Xia dan berkata, "Zen tidak akan terluka jika ada kakak." ucapnya sambil tersenyum manis.

Zen Chai, orang kelima disisi LX. Seorang perakit bom profesional, namun karena salah mempercayai seseorang dia terjebak didalam bom yang ia rakit sendiri.

"dasar bocah tengil." ucap Xia yang memukul ringan kening Zen.

"kak, kau tidak pernah berubah." ucap Zen yang menggosok keningnya.

Beberapa saat sebelum kapal meledak.

BRUAK…

Xia melempar kedua penjaga pintu hingga pintunya rusak, "siapa kamu?" tanya kedua penjaga dalam yang sontak menghampirinya. Tanpa basa-basi Xia mengeluarkan sebuah lipstik dari sakunya, disaat keduanya menurunkan kewaspadaannya karena mengira itu lipstik biasa, Xia memutar arah lipstik hingga berubah menjadi alat pengejut dan menyetrum keduanya, "sayang sekali, lipstik kesayanganku harus diberikan pada kalian." ucapnya yang berjalan menghampiri tahanan yang tak lain adalah Zen dengan bom yang melekat di bajunya. "tidak ada gunanya, cepat tinggalkan tempat ini." ucap Zen tanpa bergerak sedikitpun, "sudah kubilang tidak ada gunanya, kau tidak akan bisa membukanya!" sambungnya yang berusaha untuk mendorong agar Xia pergi dari sana.

"diam!" bentak Xia yang menatapnya. "bantu atau mati bersama." mencari cara untuk membuka kuncinya, "sial! sebenarnya mereka menganggapnya orang atau hewan? kenapa pakai dirantai segala." batinnya yang kesal. "okeh Xia, kau pasti bisa." gumamnya yang mencoba memecah gembok digital.

Sepuluh…

Sembilan…

Delapan…

Tujuh…

Enam…

Lima…

"yes, pecah."

BLOOOMMMM…

Lima belas menit setelah ledakan

"hahhh…" Xia mengambil nafas panjang setelah menyelam menyusuri tepi laut untuk menjauh dari kapal yang meledak itu, "bangun, cepat bangun." sambil menekan dada Zen untuk mengeluarkan air yang menyumbat, karena panik ia akhirnya memukul keras dada Zen, "uhuk…" air yang menyumbat itu keluar dan Zen langsung siuman.

"kamu nggak apa-apa?" tanya Xia yang khawatir.

Zen menggapai wajah Xia yang berkata, "aku tidak apa-apa." namun dia tiba-tiba pingsan kembali. Setelah mengantar Zen ke ruang rahasia, Xia hendak kembali ke penginapan namun karena kelelahan dia malah pingsan di jalan, disaat dia membuka matanya dia sudah menemukan dirinya di bangsal rumah sakit.

"kakak" ucap Zen yang menepuk pundak Xia, "kenapa kau melamun?" tanya dia yang bingung. Xia tersadar sembari menoleh kearahnya, "tidak apa-apa."

1
Khoerun Nisa
skrng LK di awal di panggil ratu ma si Ken..
Khoerun Nisa
kyanya ini novel trjemah sulit di cerna dn di mengerti dri awal aku nyimak kukira akan keren trnyata SM aja kebanyakan mikir jagoan mya
Eka Candra
masih bingung ma jalan ceritanya 🤔🤔🤔
Salma Cheng
mampir ,,,,menyimak ceritanya
Reka Cantika
cerita ny gk ngerti sama sekali jadi sampai sini aj lh bacany
Yan
genre cina tapi nama indo tidak mengasyikan membaca nya 🥴🥱
Khoerun Nisa: bukn slh tor tp GK nyambung gmn ceritanya. .ku kira aku sj yg bingung
total 3 replies
Icha Arsy
g mudeng....🤔
Ndems: itu ceritanya dua tempat tapi dijadiin satu
total 1 replies
resni
awalnya gk suka aja gitu bukan gak suka ceritanya soalnya gw baru baca eh gue baru sadar kalau Ppnya itu mirip tmnku yg munafik itu😒
Ndems: tapi gimana dengan ceritanya?
total 1 replies
peto
semngat selalu wokee kak
Grace Shower
akhirnya bisa baca lanjutan cerita ini...aku udah lama nunggu lanjutannya
Winda Utami
lanjut thor ceritanya semakin seru dan meneganng kan heheh semangat thor
girlganggoodies
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author‾
SugaryHeaven
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya‾
moonstrucktraveller
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
Drone Ground
wahh kakak author .ini novel keren aku suka. ya meskipun belum selesai aku baca nya . tapi asli keren . nyesel dah pokoknya kalau udah baca gak diselesaiin. semangat ya kak嬉沽
Rahmat Emas
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
saltsanddanmoothies
lanjut semngat menulis karya karya mu thorr sehat sll昨沽
SoftMambo
Bagus thor terus di pertahan kan ya thor.....aku sampai salfok baca novelnyaを沽
girl gang goodies
ceritany keren banget..............jadi baper hehehe. di tungu up selanjutnya SEMANGAT...
flowerbean
seru thor... perjalan akan dimulai....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!