Semenjak kematian kedua orang tuanya. Sri yang memiliki nama lengkap Sri Wahyuni harus rmengorbankan untuk tidak bersekolah dan berjualan jamu untuk membiayai kehidupan sehari harinya bersama Cipto adik kandungnya.
Kehidupanya yang terbilang miskin dan kekurangan. Membuat tekadnya semakin kuat untuk meneruskan perjuangan almarhum ibunya berjualan jamu keliling.
David adalah seorang lelaki yang terlahir dari sebuah keluarga kaya raya. Namun kekayaaan yang melimpah tak seindah ekspektasinya.
David harus menelan pahitnya kehidupan ketika kedua orang tuanya resmi bercerai dan meninggalkanya bersama Sang Kakek yang selau menyayangi dan merawatnya hingga dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CELUP SURGAWI
David berlari menuju mobil yang telah terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Tunggu aku Oscar, aku harus tahu dan menyaksikan hukuman apa yang kau berikan pada Amanda dan Erika." ucap David sambil menstater mobilnya.
Keberuntungan belum berpihak pada David. Dari kejauhan Terlihat Sri berlari dan menghadang mobil yang di tumpangi David.
"Berhenti!" seru Sri sambil merentangkan kedua tanganya menghalangi mobil David.
David menepuk jidat dan tak habis pikir di buatnya.
Waduhhh ... kalau seperti ini ceritanaya, jadi gagal deh menyaksikan secara live oscar dalam memberikan hukumanya.
David mematikan mesin mobil dan keluar dari mobilnya untuk menghampiri Sri yang masih saja berdiri menghadang mobilnya.
"Ada apa sayang?" tanya David.
Sri berhambur memeluk David dengan eratnya.
"Kau tak boleh ikut ikutan, Mas." pinta Sri.
"Ikut-ikutan apa maksudnya?" tanya David yang belum paham kemana arah pembicaraan Sri.
Sri melepas pelukanya dan menggenggam kedua tangan David.
"Jangan pernah bohongi Aku, mas! kamu pasti mau pergi menyusul dan ikut menghukum Nona Amanda. Iya, kan?" tanya Sri meminta kepastian.
Darimana Sri bisa tahu, mengatakan saja aku belum?
"Jangan diam saja, Mas! tadi aku tidak sengaja melintas di depan kamar Tuan Oscar, dan perbincangan antara Nona Amanda dan Oscar, membuatku sempat penasaran, dan memaksaku ingin sedikit menguping apa yang mereka berdua bicarakan." jelas Sri detail pada David.
David tersenyum kecut memandang Sri yang ternyata kepo pada masalah orang lain.
Bilang saja nguping! pake istilah memaksa dirimu segala.
David kembali memeluk Sri dan mengusap ngusap dadanya.
"Memangnya apa saja yang sudah kamu dengar dari obrolan mereka berdua, sayang?" selidik David.
Sri menceritakan apa yang sempat ia dengar dari mulut Oscar, yang dengan lantangnya akan memberi hukuman celup surgawi pada Amanda dan akan menggasak Erika dengan ketiga lelaki yang sudah menunggunya disana.
"Bhua ... ha ... ha." David tertawa lepas mendengarnya.
Sialan kau Oscar !bilang saja mau nyelup pake acara ngomong hukuman berat segala padaku.
Sri mendorong tubuh David hingga bergeser beberapa meter dari dirinya.
"Kenapa kau mendorongku, sayang? apa tubuhku bau?" David mencium jas dan ketiaknya.
Sri menggeleng kepala dan kini berbalik tak berani memandang wajah kekasihnya.
"Tolong kondisikan adikmu, Mas." pinta Sri dengan wajah memerah malu.
David menunduk melihat ke arah bawah perutnya. Dan benar saja sesuatu yang tegak tapi bukanlah keadilan, sedang mengarah tegak ke depan.
Sri tak mau mengambil resiko berlama lama dengan David yang sudah dalam keadaan horny. Dirinya melangkah meninggalkan David dengan mempercepat langkah kakinya.
David kini tersenyum licik memandang Sri yang berjalan lunggak lenggok dan memacu bonteng jumbonya.
Dan dengan cepat David mengejar Sri dan memeluknya dari belakang.
"Mas ... lepaskan! malu ... mas." ucap Sri yang merasa tidak nyaman dengan sesuatu yang mengeras dan menempel pada pantatnya.
"Maafkan aku sayang, hari ini kau harus ku hukum! karena telah berani menguping pembicaraan orang lain yang bukan urusanmu." ucap David yang berdalih.
Halahhhh ... bilang aja doyan, Mas. Nguping gak nguping juga kamu itu bawaanya pengen menghukum aku terus.
David tersenyum penuh kemenangan menggendong Sri dengan gaya brydal stylenya.
Semua Asisten rumah langsung menyingkir, melihat David yang sedang melangkah membawa calon istrinya masuk ke dalam kamar rahasianya.
"Waduhhh .... kasian Nona Sri." ucap salah satu asisten rumah tangga pada temanya.
"Iya, Kasihan. Pasti beliau habis di lalap Tuan David." ucap teman Asisten dengan polosnya.
"Ngomong apa kalian!" seru Kakek Adolf yang baru saja datang.
Kedua asisten rumah tangga itu dan menoleh ke belakang.
"Eh ada Tuan besar." ucap mereka berdua yang merasa malu.
"Cepat kalian kembali bekerja! jangan ngerumpi tidak jelas, aku tak suka itu!" titah Kakek Adolf pada kedua pembantunya.
Berpindah pada Oscar yang membawa Amanda dan Erika. Kini dirinya telah sampai di sebuah hotel yang masih milik dari keluarga Morata.
Di dalam kamar hotel. Oscar langsung memerintahkan ketiga anak buahnya agar segera membawa Erika ke kamar yang berbeda dengan dirinya dan Amanda.
Amanda sudah terlihat ketakukatan. Kalau bukan karena Oscar yang mengetahui kartu As nya. Mana mungkin ia sudi menerima ajakan Oscar yang sangat jelas akan merugikan dirinya.
Amanda beringsut turun dari atas tempat tidurnya, dan kini mencoba berlari ke arah pintu untuk kabur dari Oscar.
"Hayooo mau kemana? ucap Oscar yang kini menggendong paksa Amanda dan membawanya kembali ke atas tempat tidurnya.
"Aku mohon Oscar, jangan lakukan hal itu padaku! kau boleh meminta apa saja dariku asal jangan kehormatannku." pinta Amanda yang mencoba bernegosiasi.
"Kagak! Gue sudah bilang, kalau hari ini kau akan hukum celup surgawi, dan itu sudah tidak bisa di tawar tawar lagi!" ucap Oscar penuh penekanan.
Dengan kasar Oscar menarik kedua kaki Amanda hingga dirinya terbaring kemudian menguncinya dengan mendudukinya. Dan dengan cepat dan kasarnya Oscar juga langsung merobek baju Amanda hingga tak tersisa dari tubuhnya.
"Jangan ... jangan Oscar!" Amanda menutup kedua bukit kembarnya yang terekspose jelas dengan kedua tanganya.
Setiap perlawanan yang di lakukan Amanda pada Oscar, malah semakin membuat Oscar tertantang dan menggila di buatnya.
Cupsss
Dengan tanpa rasa Cinta dan kasih sayang. Oscar membungkam paksa mulut Amanda dengan bibirnya. Tak hanya itu, Oscar juga dengan kasar menghujani kissmark di area leher dan dada Amanda.
Perbedaan kekuatan fisik yang jauh berbeda membuat Amanda tak bisa berkutik dan tak tidak berdaya.
Puas dengan Warming Upnya. Kini Oscar segera mencabut keris mpu gandringnya, dan segera mengarahkanya ke mulut **** ********** Amanda.
MAKJLEB ...
Oscar berhasil menenggelamkan bagian kepala kerisnya dan membuat Amanda menangis kesakitan.
"Oscar ... hentikan! ini sakit sekali." pinta Amanda memohon.
Alih alih mendengar peromohonan Amanda. Kini Oscar malah semakin bringas mendorong untuk menenggelamkan keseluruhan keris empu gandringnya.
SREBBBB ....
Mulut Amanda menganga dengan mata yang kini menangis, merasakan rasa sakit yang teramat sangat ketika Oscar berhasil merengggut kehormatanya dengan paksa.
Tak ada yang bisa dilakukan Amanda selain pasrah sumerah menerima hukuman celup surgawi yang dilakukan Oscar secara paksa padanya.
Oscar kini melajukan pinggulnya ke arah depan dan belakang.
"Gurih gurih!" seru Oscar dengan volume gerakan yang makin sini makin menambah kecepatanya.
Tubuh Seksih Amanda kini terguncang hebat. Kedua bukitnya pun ikut bergseser kesana kemari mengimbangi gerakan yang di lakukan Oscar padanya.
"Auhhhhh ..." Amanda melenguh merasakan hujaman Keris Oscar.
Sepertinya kau sudah mulai menikmatinya Amanda.
"Enak, kan. Manda?" bisik Oscar.
"Tidak ... tidak enak!" ucap Amanda menolak kebenaran.
"Mulutmu berkata tidak, tapi kepalamu mengangguk mengikuti tubuhmu yang ingin aku hujam terus menerus." tegas Oscar.
Amanda yang merasa malu. Kini dirinya mengalungkan kedua tanganya pada leher Oscar sebagai pegangan sekaligus penyeimbang guncangan yang di lakukan Oscar karena hujamanya yang terus menerus tanpa henti.
"Amanda ... aku tidak tahan lagi." seru Oscar yang di angguki Amanda.
"Auhhhh ... lakukan sesukamu hatimu Oscar!" jawab Amanda yang tak bisa menolak kenikmatan celup surgawinya.
Sepruttt ... Seprutttt ....
Oscar berhasil menyuntikan Cream mayonaise putih dan panasnya ke dalam rahim Amanda.
"Terima kasih, Amanda." Oscar terkulai lemas dan jatuh di sebelah Amanda.
Sedangkan Amanda masih diam tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi padanya.
Amanda memandang wajah Oscar yang kini bercucuran keringat karena telah berhasil menggejotnya selama 59 menit koma 59 detik tanpa jeda dan spasi.
KLIK LIKE DAN FAVOURITE KAN!
yaelah Thor kok nanggung sehhh....
up dunk.
Rahwana
rohani
Dan terakhir Dorna(sampe salah baca aku Thor bacanya dorra, karena begadang Ampe jam 1 mlm bacanya, mo dlanjutin besok kok sayang😁😁)
motor mionk...🤣🤣🤣🤣
aimakjang, bacanya aja dah bikin pipiku sakit gak bisa brnti ketawa..🤣🤣🤣
penggal aja bg David si rohhalus tu...