NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:451.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aff18

Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh

Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.



Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.


Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.


Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.


"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"



"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Meski sedang dirundung masalah, Thara tak lupa menyempatkan diri untuk kembali mencari ilmu dengan ustazah Khalifah.

"Ibu-ibu, sampai disini dulu pengajian kita hari ini. Marilah sama-sama kita mengucapkan hamdalah, Alhamdulillahirobbil'alamin...."

Semua jamaah bersalaman dan perlahan bubar. Begitu pula dengan Thara yang ingin segera pulang kerumah menyambut kepulangan suaminya yang juga sebentar lagi akan pulang.

"Waah, Jeng Thara, bacaannya semakin bagus aja. Kita aja sampe kalah lo." suara Mirna membuat Thara tersenyum ramah.

"Ini bukan perlombaan, loh mbak. Nggak perlu ada yang menang apalagi yang kalah. Kita semua pasti semakin pinter ngajinya kalo rutin belajar."

"Bener itu Mirna. Mangkanya jangan sukak ngegosip aja mulut kau itu. Belajar yang bener," saut Mak Muna disebelahnya.

"Akutuh nggak suka juga ngegosip, Mak. Apalagi gibah. Kan dosa!"

"Lah terus, yang sering kau bilang mertua sinting, mertua gak waras itu apa?! itu bukan orang lain loh, Mak nya laki kau sendiri kau kata, katain itu!"

"Kalo itumah bukan gibah, namanya. Cuma akutuh sukak kesel aja sama dia. Lagian urusan rumah tangga anaknya aja suka ikut campur. Kalo kau sendiri gimana Thara? mertuamu suka gitu nggak?"

Thara terdiam. Lalu seulas senyum terukir diwajahnya. "Kalian kan udah kenal betul sama Mama. Tanpa harus Thara kasih tau aja kalian udah tau kalo Mama itu baik."

"Iya, ya. Bu Gina emang baik. Saking baiknya, anak orang aja dia tampung."

"Heh! Mirna. Mulut kau ini emang pantes di kasih cabe, ya? sapa yang kau maksud itu, hah! Fatma?"

"Lah, iya Mak. Siapa lagi? Fatma itu bukan siapa-siapanya dia. Dari jaman dulu sukak sama Ayaz. Eh, malah ditampung sama Bu Gina. Kalo aku boleh ngasih saran ya, Thara. Itu goyanganmu dibuat lebih hot lagi, biar lakimu itu gak kepincut sama perempuan lain."

Thara hanya terkekeh mendengarnya. Sementara Mak Muna sudah meremat pelan mulut Mirna.

"Astaghfirullah... Mirna! mulut kau emang pantesnya diremet kayak gini. Thara, jangan sukak kau dengarkan mulut ini perempuan, ya. Dia ini sebenarnya bukan manusia tapi siluman. Jadi maklumin aja."

"Hahah."

"Salahku dimana toh, Mak?! aku hanya mengajarkan pada Thara sebuah antisipasi dari pelakor jahanam. Si Fatma emang keliatannya alim. Tapi siapa yang tau coba?! rambut aja sama hitam, mana tau kita sama hati orang."

"Masalahnya kau ndak punya bukti, Mirna. Itu sama aja ngehasut Thara agar su'ujon sama orang. Dosa tau nggak! nanti kena azab mulut kau, baru tau kau!"

"Sudah, sudah. Jangan ngomongin orang lagi lah. Kan sayang pahala kita udah capek, capek ngumpulinya malah dikasih ke orang lain." Thara mencoba menengahi.

"Betul itu."

"Eh, ngomong-ngomong. Jeng Thara udah ada tanda hilalnya belum."

"Astaga... hilal apa pulak kau bicarakan ini, Mirna!" teriak Mak Muna menahan kesal.

"Itu Mak... keberhasilan tanam menanam. Udah ada tandanya belum?" Mirna memberikan gestur bulatan di perutnya, yang membuat mereka langsung mengerti maksud ucapannya.

"Ya Allah... kirain apa!"

"Belum Mbak. Do'ain aja."

"Nah! kebetulan. Aku ada jual ini jamu penyubur kandungan. Sekali goyang, istri langsung pingsan. Nah kau kasih minuman ini laki kau, dijamin tokcer." Mirna menyodorkan sebuah bubuk jamu ditangan Thara. Wanita itu hanya menatapnya bingung namun tidak juga bisa menolaknya.

"Kau itu sebenarnya mau bikin orang bunting apa meninggal. Masak iya, sekali goyang langsung pingsan. Jangan sembarangan jual barang oplosan Mirna. Bisa dipenjara kau..."

"Maksud saya, saking hebatnya laki kita pas minum jamu ini, si bini tadi keenakan sampe lemes Mak. Dan dijamin tokcer. Karena ini ramuan legenda dari nenek saya di kampung. Dan berhubung Jeng Thara pelanggan pertama saya, ini saya kasih gratis buat dia. Nanti kalo ketagihan baru deh bayar. Kalo buat Mak Muna ini nggak berlaku. Soalnya Mak Muna udah tua, udah kadaluarsa umurnya. Bisa, bisa sekali digoyang, beneran meninggal!"

"Sukak ati kau lah Mirna, dah. Mending aku pulang duluan. Bisa gila aku lama-lama deket kau." Mak Muna meninggalkan mereka dengan langkah tergesa-gesa. Mirna terkekeh geli melihatnya.

Thara sendiri bingung, mana mungkin jamu itu bisa membuatnya hamil. Rahimnya sedang Bermasalah. Mau bagaimana pun, dia sangan ingat ucapan dokter yang mengatakan padanya, bahwa sangat jauh kemungkinan baginya untuk hamil.

Namun karena rasa tidak enak. Thara terpaksa menerimanya.

"Terimakasih banyak, Mbak. Semoga rejekinya tambah lancar."

"Amin."

"Kalo gitu Thara pulang dulu, ya. Nanti Mas Ayaz nyariin."

"Wah enak yang dicariin suami. Jangan lupa itu jamunya dikasih minum sama si Ayaz. Kalo gak berhasil, saya berenti jualan."

"Iya, iya."

Thara melanjutkan langkahnya. Hanya butuh waktu 5 menit, dia sudah sampai dirumah. Sama-sama, Thara mendengar suara perdebatan. Yang dia sendiri merasa tidak asing dengan suara itu.

Mas Ayaz? kenapa kayaknya marah-marah?

Rasa penasaran didalam dirinya, membuat Thara semakin mempercepat langkahnya. Sampai akhirnya suara itu semakin jelas ditelinganya.

Dan sebuah ucapan yang membuat seluruh tubuhnya seketika lemas. Thara mendengar suaminya sendiri mengatakan:

"Baiklah, Ayaz bersedia menikahi Fatma."

Deg

Thara membeku di tempatnya. Menyaksikan ketiga orang itu berkumpul diruang keluarga. Sementara Ayaz berdiri dengan kaku dengan aura dingin dia ia keluarkan.

Perhatian semua orang kini tertuju padanya. Thara hanya diam sembari menahan sekuat tenaga rasa sesak didadanya. Ayaz yang selalu berkata bahwa dia tidak bisa menikahi wanita lain dan membagi cintanya. Kini dengan gemblang mengatakan hal itu tanpa memperdulikan perasaannya.

Tatapan Ayaz berubah teduh saat melihat keterdiaman Thara disana. Rupanya bukan hanya Thara yang sakit dengan keputusan ini, Ayaz pun sama. Hanya saja dia tidak berdaya untuk menarik kembali ucapannya.

"Kamu dengar sendiri kan, Thara? Ayaz sudah setuju untuk menikahi Fatma. Mama harap kamu bersikap sportif sesuai ucapanmu juga sebelumnya. Terimalah Fatma sebagai madumu. Ini demi kebaikan kalian," ucap Mama Gina begitu tegas. Namun cukup menusuk sampai kerelung hati Thara.

Tidak ada yang bisa Thara lakukan, meski dia sangat ingin berteriak dan merongrong kesal. Kenyataannya Thara menahan sabar dengan sekuat tenaga. Kepalanya mengangguk pelan, namun terlihat jelas diwajahnya ketidakrelaan itu.

Fatma tersenyum senang. Tanpa aba-aba dan untuk pertama kalinya, Fatma mendekati Thara dan langsung memeluknya erat. Dengan tidak tahu malunya Fatma malah membagi kebahagiaannya diatas penderitaan orang lain.

"Thara, Fatma akan menjadi madumu. Semoga kita bisa selalu akur dan hidup rukun, ya." begitu riang Fatma berucap, tanpa memikirkan perasaan Thara yang telah remuk tak berbentuk lagi. Air mata Thara mengalir begitu saja. Namun cepat-cepat dia usap agar tidak ada yang tahu bahwa dia begitu terpukul.

"Selamat." Hanya kata itu yang terucap, sebelum akhirnya Thara melepaskan pelukan Fatma dan memilih pergi menuju kamarnya.

****

TBC

NANGIS BOLEH, TAPI JANGAN LUPA TEKAN LIKE YA MAK 🥺

1
Surati
bagus👍
Sulati Cus
bagus
falea sezi
bodoh cerai aja ngapain mau di madu duda banyak jangan bodoh
Shifa Burhan
viky menang banyak dalam novel ini bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita, bebas sex dengan wanita lain, bebas berbuat bejat, memperkosa, kasar, KDRT, tapi dia tidak dapat karma apapun, bahkan semua kesalahan tidak terlalu dipermasalahkan

thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua

atas lelaki sejati,

fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
Shifa Burhan
lucu dan miria lihat koment reader wanita
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu

inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
Shifa Burhan
klo aku sih, bukan masalah pada keperawanan tapi sikap thara, sama seperti wanita butuh pengakuan lewat ucapan, aku rasa juga dengan lelaki

aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya

tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu
Irma sariany
g seru,, masak pemeran utama nya g perawan lgi,, ya walaupun liar, setidak nya g gitu x
Pipit
hahaha.... ngakak aku bacanya thoorr
Pipit
Alhamdulillah....aku seneng banget thoor... author emang the best...bisa ngaduk aduk emosi ku... semangat thooo...lope lope sekebon cabe 😘😘
Pipit
subhanallah...Alloh selalu punya cara untuk menyadarkan hamba-nya yang tersesat....bagus sekali thoor...aku suka 😍😍😍😍
Surati
😭😭😭😭 sabar Thara
Surati
duh ternyata Fatma si ulat bulu
Surati
Thara perlu diruqiah nih🤭🤭 kok gk sadar2 sih
Surati
Thara ingat pesan ayahmu jgn sampe terjerumus lagi
Surati
semoga thara cpt sadarnya
Surati
awal cerita yg bagus.
Siti Zuriah
smoga aja fatma bener" ingin merubah sifat nya dr cemburu k ikhlas, mengikhlaskn ayaz dr hati nya dan menerima thara adalah istri nya ayaz dan jg smoga kelahiran thara selamat sehat dan bahagia dengan kelahiran anak nya
Siti Zuriah
emang nya lo itu siapa fatma lo itu cuma benalu pelakor dan ular jg drmh itu bwt apa minta pembelaan percuma ilmu tinggi skolah sampe jauh" tp prilaku ga beradab layak nya seorang pecundang
Siti Zuriah
baru tau fatma klo lo itu pengemis cinta yg memohon untuk mengambil cinta suami org kmrn otak nya healing kmana aja fatma baru nyadar 😂😂
Siti Zuriah
baru skrg mama gina baik k thara karna thara udh hamil dasar mertua plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!