Rangga terbangun disebuah ruangan serba putih dihadapan tiga orang dewa, setelah berbincang bincang, Rangga menyadari bahwa ia telah tewas karena suatu alasan.
Oleh para dewa ia mendapatkan kesempatan hidup kedua di dunia sihir dimana manusia dan berbagai mahluk sihir hidup saling berdampingan, dunia dimana keajaiban dapat terjadi kapanpun dan dimanapun.
Akankah Rangga menemukan jalan untuk menikmati kehidupannya dengan tenang atau masalah yang akan menghampirinya? ikuti petualangan Rangga ya!
Follow Ig Author (@catur_iu)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catur Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 29 Raja Iblis dan Raja Pedang
"Tolong jelaskan padaku, apa itu Raja Pedang?" Rangga mengesampingkan mengenai identitas dari Ruri yang merupakan adik dari Arya dan memilih topik yang menurutnya jauh lebih penting baginya.
Dari semua buku yang dibaca, Rangga belum pernah menemukan istilah Raja Pedang sehingga pernyataan ini sedikit mengganjal di pikirannya.
"Aku tidak tahu mengenai informasi rinci Raja Pedang ini, yang aku tahu Raja Pedang merupakan seseorang yang memiliki kekuatan Rayjin tingkat tinggi, bahkan di seluruh dunia sihir kabarnya hanya ada satu orang yang menyandang gelar itu" Ujar Ruri menjelaskan pada Rangga.
Dia merasa bersyukur karena Rangga tidak menyinggung mengenai hubungannya dengan Arya lebih jauh, dan lebih memilih topik mengenai Raja Pedang.
Rangga mengelus dagunya, dia berusaha mencerna setiap kalimat yang diucapkan oleh Ruri hingga Rangga mencapai sebuah kesimpulan.
Raja Iblis adalah sosok yang memiliki kemampuan sihir luar biasa, dirumorkan sosok Raja Iblis adalah seorang penyihir di tingkat suci yang memiliki banyak bawahan yang setia padanya bahkan dia mampu menghancurkan sebuah kota dengan mudah.
Para Raja Iblis ini memiliki wilayah kekuasaan masing masing dengan kekuatan yang sulit untuk ditembus kerajaan kerajaan yang ada di sekitarnya.
Semenyara Raja Pedang merupakan sosok yang memiliki kekuatan Rayjin dan teknik bertarung yang berada di atas rata rata.
Dari apa yang dikatakan oleh Ruri, Rangga menyadari bahwa satu satunya ahli pedang yang memiliki kekuatan terbesar adalah seseorang dari Ras Dragonewt.
Ras Dragonewt sendiri merupakan sebuah ras yang terlahir antara persilangan naga dengan ras yang memiliki kekuatan jauh dibawahnya.
Ras ini memiliki wujud layaknya naga dengan sisik sisik keras serta sayap di punggungnya, bahkan mereka mampu menyemburkan serangan api dari mulut mereka dan banyak lagi.
Sosok itu memiliki kekuatan Rayjin atau ke ahlian pedang yang berada di tingkat Enam, tingkat yang begitu tinggi bahkan menurut beberapa buku catatan, tingkat enam mampu membelah sebuah bukit menjadi dua bagian hanya dalam satu tebasan.
"Baiklah, selain menjadi kuat untuk melindungi orang orang yang penting bagiku, aku juga akan menjadi raja iblis sekaligus Raja Pedang dan menegakkan keadilan di seluruh dunia ini" Ujar Rangga memantapkan tekad nya.
"Ancaman di masa depan tidak akan ada yang tahu bagaimana jadinya, selama aku masih hidup aku harus melindungi senyuman orang orang!" Batin Rangga sambil mengepalkan tangannya.
"Kau bermimpi terlalu tinggi, selama ini tidak ada seorangpun yang pernah menjadi raja pedang dan Raja Iblis dalam satu waktu!" Ujar Ruri menjelaskan.
"Aku tidak peduli, jika itu adalah garis takdir yang dibuat dunia ini untuk menghalangiku, maka aku akan menghancurkannya dan membuat garis takdirku sendiri!" Ujar Rangga.
"Manusia memang sangat naif, aku tidak peduli apa yang barusan kau katakan tetapi berhati hatilah, untuk mencapai tujuan itu tidak mudah!" Ujar Ruri sebelum dia melompat pergi meninggalkan Rangga dari atas pohon.
"Aku yakin setiap usaha tidak akan menghianati hasil, aku akan bertambah kuat dengan cara apapun!" Ujar Rangga memantapkan tekad nya.
…..
Hari demi hari semangat berlatih Rangga semakin meningkat dengan kecepatan berlatih yang luar biasa.
Bahkan Arya dibuat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh pemuda itu sampai sampai dia menjadi semangat berlatih padahal jelas jelas sebelumnya Rangga banyak mengeluh mengenai metode pelatihan yang diberikan olehnya.
Dua bulan telah terlewati dan kini Rangga telah menginjak Rayjin tingkat dua, dengan dua bulan ini Rangga hanya memfokuskan dirinya untuk berlatih dan hanya sedikit waktu yang digunakan untuk istirahat.
Sebelum berlatih Rangga mengalirkan mananya terlebih dahulu ke dalam telur naga yang sebelumnya dititipkan oleh naga kuno padanya.
Menurut Sariel, telur naga itu akan menetas setelah menerima mana dalam jumlah tertentu, meskipun demikian Ratu Elf itu meminta Rangga untuk menetaskan telur itu seorang diri karena dia yang diberikan tanggung jawab oleh naga kuno.
Meskipun sudah berlangsung selama dua bulan telur itu hanya menampakkan retakan retakan kecil di atas permukaannya, tetapi Rangga masih belum bisa melihat isi dari telur itu sebenarnya.
Selain itu waktu istirahat yang terbilang singkat itu juga digunakan oleh Rangga untuk mempelajari berbagai hal yang belum pernah dia dengar sebelumnya.
Setiap harinya Rangga akan meminjam lima buah buku tebal dari perpustakaan kerajaan yang sangat luas untuk dipelajari dan setiap buku itu harus dibaca selama satu jam agar dia memiliki waktu untuk istirahat.
Meskipun sangat berat dan melelahkan tetapi Rangga benar benar berhasil mencapai pengetahuan yang mana manusia yang lebih tua beberapa tahun darinya sekalipun belum tentu bisa mengalahkannya.
Setelah dua bulan berlatih teknik bertarung dengan Arya, rangga memiliki waktu istirahat selama dua hari sebelum memulai pelatihan sihir dengan Nuri yang merupakan ahli sihir terbaik di seluruh kerajaan Elf Hutan.
Meskipun Nuri yang tampak malu malu ketika bertemu dengan Rangga pertama kali, tetapi dia mendengar beberapa rumor mengenai wanita itu yang dikenal sangat kejam dan sadis pada siapapun yang dia temui.
Tentu jika berada di hadapan Ratu sikapnya akan kembali berubah malu malu tetapi jika diluar itu, sikapnya aslinya akan keluar.
Meskipun demikian Elf yang satu ini adalah seorang penyihir yang berada di tingkat Master, bahkan penyihir di tingkat yang sama akan kesulitan melawan wanita yang satu ini karena sihir yang dikeluarkan layaknya sebuah domino yang tersusun dengan rapi.
"Sepertinya aku akan memulai pelatihan neraka lagi setelah istirahat ini, yah apa boleh buat!" Guman Rangga kemudian dia merebahkan tubuhnya untuk istirahat sebelum siksaan di pelatihan berikutnya.