NovelToon NovelToon
Santet 40 Hari

Santet 40 Hari

Status: tamat
Genre:Horor / Supernatural / Eksplorasi-misteri dan gaib / Kutukan / Iblis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Al Orchida

Namanya Dinara, perempuan 29 tahun yang terjebak dengan dua pria bermasalah dalam hubungan percintaannya, sehingga dirinya dijadikan bagian dari tumbal ilmu hitam.

Seseorang menginginkan kematiannya hanya karena dia di anggap sebagai wanita penggoda.

Dimulai dengan mantra pelet yang diterimanya, Dina menjadi pribadi yang berbeda dan setengah gila mengejar laki - laki yang tidak pernah disukainya.

Akhirnya santet berdatangan pada malam - malam dimana seharusnya Dina bisa tertidur lelap.

Dibantu ayahnya yang pernah ngelmu di sebuah padepokan Dina berusaha mempertahankan nyawanya.

Apakah Dina berhasil melewati angkara yang selalu didatangkan padanya? Apakah Dina akhirnya menemukan labuhan cintanya?

Simak kisah cinta Dinara dan perjalanan spiritualnya yang penuh air mata dan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ch 29

"Dina baik-baik aja Pak, cuma sedikit pusing dan nyeri di bagian dada." Aku mencoba tidak membuat Bapak khawatir dengan keadaanku.

Aku bergabung dengan Bapak di ruang tengah setelah mengganti baju dan membereskan darah yang tumpah di lantai.

"Harusnya Bapak ngaji di sampingmu tadi jadi tau apa yang mendadak kamu alami," kata Bapak memberikan segelas air putih padaku. Aku meneguknya perlahan, rasanya begitu nikmat. "Bapak kecolongan laku."

"Maksudnya gimana Pak?"

"Bapak kira hanya pocong yang datang, melompat dan berputar-putar mengelilingi rumah, jadi Bapak fokuskan untuk mengusir mereka. 

Bapak sama sekali tidak memperhitungkan yang lainnya, Bapak kurang waspada Nduk. Bapak sudah membahayakan kamu."

"Alhamdulillah Dina masih dilindungi Pak." Aku menghela nafas lega karena masih hidup, merasa bersalah sama Bapak karena minta izin tidur tadi, misalkan tadi aku tetap terjaga mungkin akan jadi lain ceritanya. "Apa yang Bapak temukan di bantal Dina?"

Aku tidak begitu memperhatikan apa yang diambil Bapak tadi karena sibuk dengan rasa mual dan muntah.

Bapak menunjukkan padaku. Bapak melepas lempengan plat berwarna kuning yang menggulung benda hitam berkarat itu. Aku memperhatikan bentuknya yang tipis seperti daun selebar dua jari, panjangnya tidak sampai sejengkal.

"Keris tanpa luk, berbentuk daun tapi ada kepalanya, buaya. Keris yang unik, tolak balak ini menangkapnya tepat waktu," gumam Bapak sembari merapikan plat kuningan yang tidak bisa kembali ke bentuk semula setelah melilit keris itu. 

"Buaya lagi," kataku lirih. 

"Iya, isinya siluman buaya. Banyak orang pintar yang menggunakan siluman untuk mengisi pusaka yang akan dikirimkan kepada musuhnya."

"Apa Pakde juga Pak?"

"Ya Pakdemu juga ahli di bidang jimat dan pusaka, sedangkan Bapak nggak bisa."

"Apa siluman buaya ini peliharaan Pakde, Pak? Kenapa di rumahnya ada kolam ikan dengan patung buaya? Dina didatangi laki-laki itu pas tidur di kursi dekat kolam itu Pak."

Bapak enggan menjawab, "Mungkin juga, perewangannya banyak."

"Apa kemungkinan itu yang membuat Bapak mengira Pakde sebagai penyebab kematian istrinya? Karena istrinya mimpi diserang buaya?"

Bapak mengangguk, masih terus mengamati keris kepala itu "Tapi mimpi istrinya tidak bisa Bapak buktikan, kalau sekarang terbukti buaya itu menyerangmu."

Pikiranku kalut. Membayangkan apa yang akan terjadi di hari Selasa membuatku ngeri. Apa aku akan kehilangan nyawaku saat itu? 

"Apa yang harus Dina lakukan Pak?" tanyaku pada akhirnya. Aku tidak akan rela nyawaku diambil siluman. Kalaupun aku mati, harus malaikat yang mencabutnya. Aku tidak ingin mati nyasar, Nauzubillah Min Dzalik, (kami berlindung pada Allah dari hal yang buruk itu) bisikku dalam hati. 

"Kita akan menghadapinya bersama, percaya pada Gusti Allah. Dia-lah yang akan memberikan petunjuk dan melindungi kita."

"Apa benar Dina akan melemah pada hari lahir Dina Pak?" tanyaku gelisah. Jujur aku tidak bisa menyembunyikan rasa takutku.

Bapak menatapku iba, "Dengarkan apa yang akan Bapak sampaikan Nduk, kamu bisa menilai dan mengambil sikap setelah itu. Bapak hanya ingin memberitahu apa yang dipelajari dan diyakini Pakdemu tentang sifat dan perhitungan weton (hari lahir) dalam ilmu kejawen."

Bapak mengatur nafas, terlihat beban menumpuk di kerutan wajahnya. Rasa khawatir terhadap keselamatanku tidak bisa di sembunyikannya. Bapak menyampaikan ini karena melihatku ketakutan menghadapi hari lahirku.

Aku mengangguk patuh, "Dina akan mendengarkannya Pak."

"Apa kamu masih ingat wetonmu, Nduk?

"Selasa Wage Pak," jawabku singkat dan siap menyimak penjelasan Bapak.

"Wage adalah samudra. Manusia yang dilahirkan pada pasaran Wage adalah manusia yang memiliki kekuatan samudra.

Layaknya samudra, dia kadang terlihat diam dan tenang dalam menyimpan kekuatannya. Tapi ketika dia benar-benar menggunakan kekuatannya, sulit untuk mengalahkannya. 

Wage adalah lambang kekuatan Nduk. Itu yang pertama." 

Penjelasan Bapak yang cukup singkat itu sedikit mengurangi rasa takutku. Entah mengapa aku percaya diri kalau aku memiliki kekuatan juga. Hanya saja tidak pernah diasah.

"Yang kedua apa pak?" tanyaku tidak sabar.

"Wage adalah penguasa Cakra Ajna. Itu Cakra ke enam dalam tubuh manusia. Cakra Ajna biasanya kita menyebutnya sebagai mata ketiga atau mata batin. Jika ini diaktifkan artinya sama dengan membuka gerbang dua alam," kata Bapak menyudahi penjelasannya.

"Pintu alam gaib," kataku lirih untuk diriku sendiri.

"Ya, Wage bisa menguasai dunia makhluk halus, Nduk."

"Bisa jadi ratunya demit berarti Pak?" tanyaku lucu untuk menghilangkan ketegangan. 

Bapak mengangguk, "Dari penjelasan Bapak apa kamu memahami siapa dirimu di mata Pakdemu nduk?"

"Kekuatan sekaligus ancaman." Aku menjawab dengan ragu-ragu.

"Ya, sekarang kamu tau kenapa Pakdemu menginginkanmu, bahkan demit perewangannya ingin menjadikanmu pengantinnya. 

Apalagi kamu dari trah yang sama dengan Pakdemu, kamu sempurna sebagai sumber kekuatannya.

Tapi keadaan tidak pernah bisa diperkirakan, kamu menolaknya sehingga mereka harus mencari alasan untuk melenyapkanmu. Melenyapkan sumber bencananya."

Bapak menghela nafas berat, lelah meliputi wajahnya yang hampir berumur 70 tahun itu. Aku sungguh tidak tega membebaninya dengan permasalahanku.

"Jadi apa pendapatmu tentang dirimu sendiri setelah mendengar penjelasan Bapak, Nduk?"

Aku berpikir keras sebelum menjawab. "Sebelum Dina menjawab, apa Bapak ingin menambahkan wejangan, nasehat atau pengajaran lagi yang bisa jadi pertimbangan Dina sebelum mengambil keputusan Pak?"

"Sejak kecil Bapak berusaha menyembunyikan dan menutup bakat supranaturalmu. Anak Bapak hanya kamu yang mendapatkan bakat turunan ini. Bapak begitu khawatir ketika kamu dilahirkan dengan weton Wage apalagi kamu seorang perempuan. 

Bapak tidak ingin kamu terjun di dunia seperti ini, bapak memimpikan kamu bisa hidup normal layaknya perempuan lain. Tapi entah bagaimana tiba-tiba kita sudah berada di titik ini sekarang, titik dimana kamu jauh dari kata normal."

"Mungkin takdir yang membawa kita sejauh ini, seperti takdir kematian yang tidak bisa kita hindari. Tapi manusia punya pilihan untuk menghadapi takdir-Nya, Dina pilih jalan menjadi Wage untuk menghadapi takdir kematian ini, Pak."

Aku tahu Bapak terkejut dengan keputusanku. Tapi apa boleh buat, aku ingin selamat, semoga menjadi Wage adalah bagian dari ikhtiar menyelamatkan diri, semoga Gusti Allah mengampuniku. 

"Kamu tidak bisa mundur kalau sudah memilih jadi Wage Nduk, kamu akan punya tanggung jawab besar dalam perjalanan hidupmu. Banyak orang yang tidak mampu memikul tanggung jawab ini, banyak juga yang menjadi gila karenanya."

Aku mencerna kata-kata Bapak dengan lambat, aku menyimpan pertanyaanku untuk nanti. Sekarang aku hanya ingin mendengarkan Bapak.

"Akan banyak sekali panggudo (godaan) yang datang padamu, baik itu dari alam ini atau alam gaib yang sudah kamu buka nantinya.

Bapak belum tahu kekuatan supranatural seperti apa yang akan kamu dapatkan jika kamu menjadi Wage, tapi mungkin kamu akan mendapatkan salah satu atau beberapa kelebihan yang tidak menyenangkan.

Contohnya, mungkin kamu akan bisa mendengar, melihat dan memerintah makhluk halus, ini akan sangat mengganggu jika kamu tidak mampu mengatasinya.

Mungkin juga kamu bisa melihat gambaran masa depan seseorang,  ini hal buruk, karena sejatinya kita tidak boleh mendahului kersone Gusti Allah. Akan ada balaknya jika ini digunakan, karena kita tidak boleh ikut campur urusan yang sudah di tetapkan-Nya.

Mungkin kamu jadi bisa membaca pikiran seseorang, bisa membaca aura, bisa berpindah tempat seperti mimpi yang kamu ceritakan itu atau bisa menghipnotis dengan mudah.

Kekuatan supranatural ini mengerikan nak, bisa gila jika tidak kuat menjalaninya. Bisa jadi lahan dosa jika tidak benar dalam penggunaannya. Tapi juga bisa jadi ladang pahala jika kamu pakai untuk menolong sesama.

Pada perjalanan hidupmu akan ada saja masalah yang timbul karena kekuatan itu. Banyak dukun santet yang akan mencoba kekuatanmu dan menghabisimu. Hidupmu akan penuh dengan gangguan yang tidak menyenangkan Nduk.

Apa kamu siap dengan resiko itu?"

Mungkin ini salah, mungkin juga ini benar. Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk berpikir, ini sudah hari Minggu. Dan Selasa dini hari aku harus menghadapi maut.

"Dina akan ambil resiko itu Pak," jawabku setengah tidak yakin.

Walaupun terkejut tapi Bapak tetap bijaksana menyikapi keputusanku.

"Baiklah, bapak akan membantumu, siang nanti kita akan ke Mojokerto sebagai langkah awal".

***

1
Riski Saputra
bagus banget ceritanya.... maaf baru nampir je sini
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks akak🙏
total 1 replies
bunda aya
aku sudah baca berkali²
tapi tetap suka ceritanya
CHY
mampir ulang stlh sekian lm menyelesaikan novel ini. syg proses penarikan cundriknya gak dijelaskan detil, entah author kelupaan, buru2 ato kehabisan ide🤭
Mayang Sari
sumpah aku maraton nonton novel nya 2 hari baru kelar bagusss bgttttttttttt iniiii♥️♥️♥️♥️😭😭
Sintia Wati
bca cerita ini g tau udh yg k brpa x.. trs di ulng.. soal nya blm nmu crta yg sreg buat di bca.. .🤭🤭 ini jg crta nya g bosenin lgi..
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: halo akak, thanks udah mampir lagi buat menyapa author. sehat2 ya🙏
total 1 replies
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
yeayyy, seharian baca ini seru bngt aslii, semngt trus thor 😎😎😎🤟🏻 novelnya keren abizz walaupun udah 5 tahun lalu
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks akak, sehat selalu 🙏
total 1 replies
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
gimana itu kelanjutan nya si adit eek ayam Thor🤣penasaran
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
siALAN JELEK, aku seret kamu biar di gebukin sama ibu ibu komplek 😡😡😡😡
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
setujuuuu, jangan terlalu nganu, ini udahh seruu bngtt😎😎😎🤟🏻🤟🏻🤟🏻lebih suka nanti dina andric ngebantai si alan ikan buntal😎
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
yeyeyeyey andric jagoan ku, jantung kiriku, belayan jiwaku, separuh nafasku, giljal kiriku akhirnya kamu dateng nak😈😈😈yuk ga sabar aku ngebayangin pertarungan kamu lawan si mantan hantu jelek itu🤤
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
thor jangan serem serem, aku takut 😭
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
adit eek ayam, sini thor adit biar di urus sama aku, aku kasi makan cabe 10 kilo tiap hari, tanpa minum😏😏😏😏😏😏
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk sadis itu mah😂
total 1 replies
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
hiiihh bau bau pelakor😡pelakor jahat harus di gantung di pohon kelapa yang tinggi gede, di bawahnya kita party nyalain petasan disko sambil nyanyi dangdut
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
kalo aku ada di situ, hiih udah aku seret si andric itu biar gelangungan di tas nya dina, mereka tuh gemesin bngt ga ugal ugalan 😭
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
dinaaa tungguu akuuu, aku packing barang sama bawa kucingg aku duluu bentarrr🤭🤭🤭🤭 huhuhu sedihnya di bagian ini
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
ajak aku plis, si Karman jelek ini harus di kasi paham😡
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
sedihh banget bagian ini😭😭💔💔💔
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
si aji ini lucu bngt, cerewet 🤣
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
aduh thor ngerinya🤣
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
alan kalo aku ada disitu, udah aku dorong kamu biar kecebur ke solokan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!