NovelToon NovelToon
ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Anak Genius / Cerai / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: vhia azaira

Bekerja sebagai seorang polisi memiliki banyak resiko, salah satunya kehilangan waktu bersama keluarga. Inilah penyebab awal perceraian Altha dan Citra, kesibukan suaminya membuat Citra memilih berpisah.

Belum selesai sidang perceraian Altha harus berurusan dengan seorang wanita yang nakal, pergaulan bebas, keluyuran setiap hari, selalu membuat masalah.

Aliya Natusha, wanita berusia 20 tahun yang sangat bebas pergaulannya, kurangnya kasih sayang membuat Al memilih kehidupan bebas dan berfoya-foya.

Bertemu dengan seorang polisi tampan juga kaya membuat AL bertekad akan menaklukkannya. Pertemuan pertama mereka di sebuah tempat diskotik, Aliya salah satu anak nakal yang dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.

Aliya menjebak Altha untuk menghabiskan waktu satu malam bersamanya, sampai akhirnya meminta pertanggung jawaban karena Altha yang sudah mengambil kesuciannya.

Perceraian juga pernikahan terjadi begitu saja dalam hidup seprang Altha, kehilangan istri yang sangat dia cintai, juga menikah wanita setengah waras yang tidak pernah bisa Altha bayangkan.

IG@ VHIAAZARA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAKITNYA KEBENARAN

Sudah larut malam, Al melangkah masuk ke rumah sakit. Suasana rumah sakit sepi dan menakutkan.

"Dari mana kamu Aliya?" langkah Altha mendekati Al yang terlihat lemas.

"Hanya mencoba menenangkan diri, aku lelah melihat kamu bertengkar dengan Citra yang tidak berkesudahan." Al langsung duduk di kursi tunggu sambil menundukkan kepalanya.

Sejak muda Al selalu melihat pertengkaran, dirinya sangat bosan dengan orang dewasa yang tidak bisa menyelesaikan masalah secara baik-baik.

Altha langsung duduk di samping Al, dia sama lelahnya. Banyak kemarahan yang ingin Altha luapkan, tapi apa dengan meluapkan bisa memperbaiki keadaan atau bahkan memperburuk.

"Kebohongan cepat atau lambat akan terbongkar, aku lebih akan berlapang dada jika mendengarkan kejujuran." Alt meminta Aliya untuk beristirahat di kamar Mora bersama Tika dan Juna.

Aliya langsung melangkah masuk meninggalkan Altha sendirian di luar, pasti ada banyak hal yang Alt pikirkan.

Pintu terbuka, Al melangkah masuk melihat Juna yang belum tidur. Mengusap punggung adik kecilnya yang tidak bisa tidur tenang, karena tangannya ada infus, kepalanya juga terbalut.

"Kamu istirahat saja Juna, Mami yang akan menjaga Mora." Al naik ke atas ranjang, langsung menggendong bayi kecil yang baru berusia satu tahun.

Air mata Mora menetes merasakan sakit, Al memeluknya mengusap punggungnya agar tenang.

Hujan kembali turun di tengah malam, Al melihat Juna dan Tika tidur tanpa selimut, melihat Mora yang terus bergumam tidak jelas.

Al sangat kasihan melihat anak-anak, mereka masih terlalu kecil untuk menerima kenyataan jika harus hidup mandiri.

Pintu terbuka, Altha melangkah masuk melihat Aliya yang tidak tidur. Menenangkan Amora yang menangis saat rasa sakitnya datang.

"Alt, berikan selimut ini untuk Juna dan Tika."

"Bagaimana dengan kamu?"

"Aku tidak pernah menggunakan selimut, jangan sampai mereka berdua sakit, kita bakal semakin repot." Al berbohong, dia tidak bisa tidur tanpa selimut, tapi demi anak-anak Al bisa.

"Kamu bohong." Alt tersenyum melihat wajah Aliya.

"Papi, Tika ingin tidur bersama Mami."

Aliya mengizinkan Tika tidur di sampingnya, tapi dilarang berisik dan menyentuh Mora, karena si kecil baru saja terlelap.

"Mami, guling Tika mana?"

"Guling busuk kamu di rumah." Al meminta Tika memeluk lengannya saja.

"Tika tidak bisa tidur tanpa guling." Bibir Atika monyong, memaksa ingin guling.

"Tidak bisa tidur, tapi tahi mata kamu sudah banyak, air iler sudah membuat banjir." Al menunjuk ke arah mata, dan bibir Tika membuatnya tertawa.

Altha dan Juna juga tertawa kecil, Tika sangat bahagia saat bersama Aliya, dia sangat terbuka dan bisa menceritakan banyak hal.

"Mami."

"Tidur Atika, mami pulangkan kamu." Al membuka matanya melihat Tika yang memeluknya.

"Tika punya pacar tampan sekali." Senyuman bocah tengil terlihat.

"Baiklah, nanti kenalkan kepada Mami." Al menahan tawa.

"Mami jaga rahasia, nanti jemput Tika pulang sekolah, lalu kenalan sama pacarnya Tika." Suara Atika dibuat sangat pelan agar tidak menggangu Mora.

"Kamu pernah melihat senjata Papi tidak?"

Kepala Atika mengangguk, dia melihatnya di foto Papinya yang memegang senjata, tapi belum melihat secara langsung.

"Ingatan pacar kamu, takutnya kepalanya bolong."

"Menjadi sendal bolong dong?" Tika berteriak sambil melotot, Aliya menutup mulut bocah tengil karena Mora, Juna dan Altha sudah tidur.

"Sendal bolong dipunggung bukan kepala." Al meminta Tika jangan teriak.

"Kalau begitu berarti menjadi kepala bolong." Tika menghela nafasnya.

Aliya menahan tawa, sungguh Tika bisa menjadi sahabat kecil yang mengemaskan. Bicara terlalu ceplas-ceplos.

Altha mendengar pembicaraan Aliya dan Atika, hanya diam dan tersenyum saja. Keduanya mengobrol seperti sahabat dekat.

***

Sudah satu minggu akhirnya Mora keluar dari rumah sakit, keadaan sudah sangat sehat. Mora sudah kembali tertawa dan bermain.

Altha juga sudah mulai bekerja kembali, meskipun masih membatasi waktu untuk mengawasi anak-anak yang sudah tidak memiliki Baby sister, Aliya sepenuhnya mengurus Mora dan Tika.

Al kehilangan banyak waktu untuk bersenang-senang sejak kecelakaan Mora, dia harus mengawasi si kecil yang aktif dalam pengawasannya.

"Tika kamu tidur sekarang, Papi pulang malam jadi jangan ditunggu."

"Tika tidak pernah menunggu Papi pulang, tapi Tika suka menunggu Mami. Good night." Tika memeluk guling langsung memejamkan matanya.

Amora juga sudah tidur di kamar Altha yang lebih luas, Aliya juga tidur di sana.

"Arjuna, kenapa kamu belum tidur?" Al melangkah masuk ke kamar Juna, melihatnya masih sibuk belajar.

"Jangan belajar terlalu berlebihan, jika sudah malam waktunya tidur. Jangan memaksa pikiran, pintar tidak tetapi kamu bisa drop dan mengacaukan semuanya. Lakukan sesuatu sewajarnya saja." Al menutup buku Juna, menatap wajah anak tampan yang sangat pendiam.

"Sudah satu minggu, Mama tidak mempertanyakan keadaan Mora. Bukannya ini keterlaluan?" Tatapan Juna tajam melihat ke arah Aliya.

"Ada banyak hal yang dilakukan orang dewasa yang tidak bisa kamu mengerti." Senyuman Al terlihat, meminta Juna jangan terlalu memikirkan.

Prioritas Juna cukup belajar dengan baik, hidup sehat dan bisa menikmati setiap harinya, mengawasi adik-adiknya dan tidak memikirkan kehidupan orang dewasa.

Aliya menepuk pundak Juna, memintanya untuk tidur langsung mematikan lampu melangkah keluar.

Aliya duduk di ruang tamu, memainkan game di ponselnya mendengarkan musik dengan volume yang sangat tinggi.

Suara mobil Altha tiba juga tidak terdengar, langkah kaki Altha juga tidak diketahui. Altha memanggil Aliya yang bermain game di dalam kegelapan.

Panggilan Altha tidak dihiraukan, Alt langsung melepaskan earphone ditelinga Aliya. Kepala Aliya langsung terangkat melihat wajah tampan Altha yang hanya disinari handphonenya.

"Kamu kehujanan?" Al menyentuh wajah Altha.

"Kenapa belum tidur?"

"Aku tidak bisa tidur jam segini, seharusnya aku masih dugem." Al tersenyum.

"Lalu kenapa tidak pergi?" Altha menatap tajam, menatap mata Aliya.

"Tidak ada yang menjaga anak-anak, kamu harus mencari pengasuh baru agar aku bisa bebas."

"Bagaimana jika aku tidak akan membiarkan kamu bebas?"

Aliya mengerutkan keningnya, tidak ada yang bisa menghentikan Aliya jika dia menginginkan sesuatu termasuk Altha.

"Alt, kamu tidak bisa menggenggam air." Aliya menepis air yang menetes dari rambut suaminya.

Altha masih diam menatap wajah Aliya, wajahnya terlihat sekali kacau membuat Aliya khawatir dan merasa kasihan.

Kedua tangan Aliya menyentuh wajah Altha, mengusap air yang tersisa meminta untuk mandi dan beristirahat.

"Aku harus bagaimana?" Altha memejamkan matanya, mencengkram kuat sofa yang menopang tubuhnya agar tidak menimpa Aliya.

"Ayo istirahat, kamu terlihat sangat lelah."

"Mora bukan anakku." Alt menatap Aliya yang menganga.

Tidak ada kata-kata yang bisa Aliya keluarkan, Altha akhirnya mengatakan sesuatu yang sudah dia tahan.

"Apa yang harus aku lakukan Aliya?" Altha mendekati wajahnya kepada Aliya, Al mengusap punggung Alt yang terlihat terpukul.

***

JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT

FOLLOW IG VHIAAZAIRA

VOTE HADIAHNYA DITUNGGU.

1
Nur Khalima
Dimas emang konyol
Nur Khalima
memang benar, tidak ada orang jahat.. hanya orang baik yang sudah lelah di sakiti secara fisik dan di rusak secara mental
Suky Anjalina
sebenernya aku setuju dengan deddy dimas
Suky Anjalina
andai di dunia ini ibu tiri sebaik alya
Suky Anjalina
baiknya juna
Suky Anjalina
ini nih yg buat aku gak terima saat citra tua masih mendapatkan kasih sayang dari juna tika ,karena citra jahat pada anaknya
Suky Anjalina
citra gilaaa
Suky Anjalina
deddy dimas tarik dulu nafasnya jangan emosi
Suky Anjalina
dari dulu ini nih yg sulit aku mengerti, tapi aku tetap suka
Suky Anjalina
alina masih hidup
Suky Anjalina
yg bikin kangen
Suky Anjalina
kehancuran dirumah tangga citra ya karna citra sendiri
Suky Anjalina
dimas aja seorang ...
Suky Anjalina
tarik lagi ucapanmu altha
Suky Anjalina
kangen mereka jadi baca ulang 🥰
Qaisaa Nazarudin
Kalo anaknya Dimas seumuran Alina ya itu 20 tahun,Terus berapa umurnya Dimas? Ku pikir Dimas seumuran Altha 28-29 tahunan..
Qaisaa Nazarudin
Dimas lagi wik wik sama anggun..,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Kita akan merasakan kehilangan saat orang orang yg kita sayangi sudah tdk ada lagi di sisi kita,Makanya dulu sok cuek,Sok jual mahal,Saat udah oergi baru nyesel kan..
Qaisaa Nazarudin
Apapun alasanya,Saat pasangan sudah bercera,tdk bisa tinggal satu atap,Apalagi Altha sudah tau siapa Citra dan keluarganya Citra juga,Ngapain Alt masih mau menampung Citra lg,Heran aku dgn kebodohan Altha dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah..
Qaisaa Nazarudin
Kamu yg ibu kandung mereka tapi tdk pernah memikirkan anak2,Sedangkan Aluya cuman ibu sambung malah dia berkorban demi anak2 mu,Kamu terlalu Egois Citra,heran aku ada ya orang kayak gini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!