Andika seorang bayi berumur satu bulan yang ditinggal oleh ibunya untuk selama-lamanya. Besar bersama ayahnya yang benama Adam membuatnya berubah menjadi nakal dan banyak tingkah.
Banyak wanita yang dijodohkan dengan ayahnya berakhir gagal karena ulahnya. Akankah Andika berhasil menemukan ibu sambung yang sesuai dengan pilihannya?
Simak kisah mereka di karya kedua aku ini!!!
sebelumnya, mampir juga dikarya pertamaku
ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!
Happy Reading...😍😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Introgasi...
Dika kembali dari sekolah dengan perasaan risau. Dia masih memikirkan kejadian tadi di ruang kepala sekolah. "Kenapa bisa ada polisi ya?" Dia bergumam dengan suara yang masih bisa didengar orang lain. "Ada Polisi? Bisa jelaskan ke Ayah? Tadi kepala sekolah menghubungi Ayah, meminta Ayah untuk ke sekolah besok. Apa kamu buat masalah lagi?"
"Ayah, anak pulang sekolah harusnya kasih salam dulu, suruh minum, tanya apa kamu capek Nak? Ini malah introgasi gitu aja tampa basa basi. Ayah kenapa cepat pulang hari ini?" Dika menjatuhkan diri di samping ayahnya yang terlihat santai dengan baju kaos lengan pendek dan celana selutut.
Adam menghela nafasnya seaaat. "Kerjaan Ayah udah selesai jadi langsung pulang. Kamu belum jawab pertanyaan Ayah."
"Gak ada kejadian apa-apa Ayah, anak Ayah ini siswa teladan jadi Ayah tenang aja."
"Kalo gak buat masalah kenapa Ayah tiba-tiba di suruh datang ke sekolah?"
"Ya gak tau. Mungkin aja Kepala sekolah mau bahas beasiswa atau ngasih penghargaan untuk aku."
Adam tidak bisa berkata apa-apa lagi. "Lagian bukan Ayah aja yang di panggil ke sekolah." Jawab Dika saat akan masuk ke kamarnya.
Dika tersenyum kecil, mengingat reaksi ayahnya besok. Tadi siang bapak kepala sekolah sudah meminta nomer ponsel Yuni pada Dika.
"Ahhh...gak sabar nunggu besok." Seloroh Dika di kamarnya.
Sementara di tempat lain, Yuni sedang mencerna segala kemungkinan yang akan terjadi besok di sekolah. Setelah tadi siang kepala sekolah Dika meminta Yuni untuk datang ke sekolah besok. Yuni yang tidak mendapat jawaban dari kepala sekolah tentang alasan pemanggilan dirinya menjadi gusar.
"Apa anak itu kembali memasukkan namaku dalam biodata." Yuni terus bertanya-tanya sendiri sampai akhirnya seorang rekan menyapanya. "Mbak Yuni gak pulang?"
"Eh...iya ini juga mau pulang."
Yuni segera mengambil tasnya keluar meninggalkan kantornya. Hal pertama yang Yuni lakukan begitu sampai di rumah adalah menghubungi Dika. Beberapa kali Yuni menghubungi Dika selalu tidak dijawab.
"Mama telpon siapa?" Tanya Rara yang membawa segelas air untuk mamanya. "Eh, sayang. Mama pikir kamu tidur, Mama lagi telpon Dika tapi gak di angkat."
"Telpon Bibi aja!" Sahut Rara.
"Hehehe...lupa, thank you honey."
Yuni segera mencari kontak Bi Inah. "Assalamualaikum Bi, Dika ada di rumah Bi?" Belum sempat Bi Inah menjawab salam, Yuni langsung bertanya keberadaan Dika. Bi Inah tersenyum sambil geleng-geleng kepala mengingat tingkah wanita yang satu ini.
"Den Dika_."
"Siapa Bi?" Belum selesai menjawab pertanyaan Yuni, Bi Inah sudah dikagetkan dengan kehadiran Adam. "Ini Den, Buk Yuni tanya Den Dika"
Adam meminta ponsel Bi Inah, walau sedikit ragu Bi Inah akhirnya menyerahkan ponsel jadul tersebut ketangan Adam. "Hallo Bi, jawab dong Bi! Penting nih."
"Mau dijawab apa Sayang???" Ucap Adam sambil tersenyum di depan Bi Inah.
"Hah??? Sayang...sayang pala loe peyang."
Tutttttt....
Adam menyerahkan kembali ponsel Bi Inah seraya tergelak sendiri memikirkan perkataannya tadi.
Sementara Yuni terlihat kesal dengan tingkah Adam yang berusaha menggodanya. Yuni tidak ingin kejadian di restoran kemarin terulang lagi. Kejadian yang membuatnya salah tingkah karena perlakuan Adam tersebut.
Flashback on....
"Bisa tidak kita berteman seperti dulu? Kenapa sih kamu mesti marah sama aku? Tinggalin rumah, mengundurkan diri dari resto. Kamu tau sikap kamu ini berlebihan Yun. Kalo cuma masalah Dika, kita bisa bicara baik-baik. Tolonglah Yun, kamu bahkan memblokir nomerku." Adam menatap kesal ke arah Yuni, sementara Yuni membuang mukany ke arah lain.
Yuni masih enggan bersuara untuk Adam, tapi dia mengucapkan terima kasih saat pelayan membawa pesanan mereka. Hal itu membuat Adam bertambah kesal sampai akhirnya alam mendukungnya dengan menghadirkan seorang wali murid dari SMP Dika.
Bu Dewi sang ratu lambe begitu antusias melihat Adam dan Yuni berada di cafenya. "Eh Pak Adam sama Buk Yuni, apa kabar? Saya kangen lho sama Pak Adam dan Buk Yuni. Setelah acara kelulusan kemaren kita tidak pernah bertemu lagi padahal masih banyak yang kami mau bicarakan sama Buk Yuni."
Yuni tersenyum kikuk, dia seperti terciduk sedang berselingkuh sekarang. "Maaf ya Buk, Mamanya Dika jarang bisa keluar rumah selain bekerja. Apalagi ada saya di rumah, Mamanya Dika pasti tidak bisa kemana-mana." Ucap Adam tersenyum senang.
"Iya, saya ngerti kok. Namanya juga penganten baru. Kalo gitu saya permisi dulu ya." Ibu Dewi segera berlalu dari meja mereka.
Adam yang tadinya duduk berhadapan dengan Yuni, kini memilih duduk di samping Yuni. "Kenapa kamu pindah?" Tanya Yuni gelagapan, saat ini Adam yang duduk di sampingnya justru menghadapkan badannya ke arah Yuni. "Kamu yang tenang, Ibu tadi tuh sedang ngerekam kita." Yuni yang mendengar bisikan Adam di telinganya tiba-tiba ingin mengedarkan pandangannya.
Cup...
Sebuah ciuman mendarat indah di pipi mulus Yuni. Saat Yuni dengan refleks ingin memutar kepalanya mencari keberadaan Buk Dewi. Tiba-tiba sebelah tangan Adam memutar wajahnya dan ciuman itupun mendarat dengan cepat.
Yuni terdiam sesaat, otaknya seakan berhenti di tempat. Yuni memang bukan lagi wanita polos, dia sudah mengerti interaksi dengan lawan jenis apalagi dia sudah pernah menikah. Tapi yang Adam lakukan saat ini di luar logikanya. Jantungnya berpacu kuat seakan sedang lari maraton di dalam sana.
Sementara sang paparazzi dadakan juga tidak kalah terkejut dan tersenyum penuh saat hasil tangkapannya berhasil. "Ini bakal rame di grup." Gumam Buk Yuni sambil mengirim vidio dan foto tersebut dalam grup lambe kelas Dika dulu.
"Apa yang kamu lakukan Dam?" Yuni bertanya sambil tersenyum. Sadar akan kehadiran mereka masih dalam pantauan paparazzi dadakan membuat Yuni mau tidak mau harus mengikuti permainan Adam.
"Membuat kita dapat banyak pahala." Jawab Adam santai dengan sebelah tangannya mengusap-ngusap pipi Yuni yang sempat dia cium.
"Pahala dari mana? Yang ada dosa. Bukan mahram udah berani cium-cium." Dari jauh mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu yang romantis. Menurut penglihatan sang paparazzi dadakan.
"Ya udah, yok aku jadikan mahram sekarang!"
Cup...
Yuni melongo sendiri, saat tampa sadar memutar wajahnya ke arah Adam karena perkataan Adam yang mengajaknya untuk di jadikan mahram. Bukan jawaban yang di dapat Yuni melainkan ciuman untuk kedua kalinya.
"Aku mau pulang." Yuni bangkit dari duduknya tapi belum sempat dia melangkah Adam sudah menariknya hingga jatuh dalam pelukan Adam.
Adam memeluk pinggang sang ibu macan mesra, "Jalanlah seperti suami istri sungguhan. Oke!" Yuni menganggukkan kepala sedikit.
Cup....
Lagi-lagi Adam berhasil mendaratkan sebuah kecupan di pipi mulus sang ibu macan.
Yuni segera melampiaskan emosinya pada Adam saat sudah berada di dalam mobil. "Akhhhhhhh." Yuni frustasi karena Adam malah tidak menjawab pertanyaannya.
Adam yang ingin menjalankan mobilnya sediit melirik ke arah Yuni. "Apa lihat-lihat? Kamu jangan macam-macam Dam! Aku bisa teri_" Belum sempat Yuni melanjutkan bicaranya yang tidak berhenti dari tadi seketika langsung terdiam.
Cup...
Sebuah kecupan di bibir yang tadinya tidak berhenti mengeluarkan segala ancaman. "Seftbeltnya jangan lupa di pasang! Aku gak mau berurusan sama polisi." Ucap Adam santai seolah tidak terjadi apa-apa.
Sementara Yuni hanya diam seperti orang yang baru melihat hantu. Otaknya tidak mau jalan, pikirannya seperti sedang liburan, belum lagi jantungnya seperti sedang bermain pacuan kuda.
Flashback off...
***
Ayo... Readers tercinta Boom Like sama komennya biar aku makin semangat.
Readers : Thor, cover ganti ya?
Author : Iya, beginilah nasib Author. Pihak Novel Toon yang ganti. Cover kemaren itu foto teman SMA@ author. Cakep kan??? orang@ juga cantik.
Oke Readers, ditunggu...
Like...
Komen....
Vote...
Happy Reading...😘😘😘
salam kenal dari pengisi suara novel ini 😊😊