NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Ratu Mafia Di Tubuh Istri Bodoh

Transmigrasi: Ratu Mafia Di Tubuh Istri Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Mafia
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Akira tewas terbunuh karena ledakan bom yang di pasang di mobilnya, oleh musuh. Namun keajaiban terjadi, dia terbangun di tubuh wanita bernama Elvira, seorang istri yang tak di anggap oleh suaminya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Acara amal

Klik... Pintu terbuka, suara langkah kaki itu berhenti.

”Aku rasa aku menyimpannya disini,” gumam seorang Pria. Melangkah lagi, suara benturan sepatu dan lantai menggema di ruangan itu. Setelah beberapa saat dia menemukan benda yang dicarinya kemudian pergi lagi.

Setelah memastikan orang itu pergi, Elvira kembali keluar. Atensinya langsung terarah ke meja dan komputer, dia langsung melancarkan aksinya, jemarinya bermain lincah di atas papan ketik, memasukan barisan kode asing kedalam sana.

Detik demi detik berlalu. Tegang, namun tetap tenang. Setelah selesai ia pun segera pergi dari sana sambil mendorong trolinya kembali.

.

.

.

Elvira berjalan dengan anggun, dia sudah kembali mengenakan pakaiannya semula. Dari kejauhan tampak Zavian berdiri, dia menoleh kesana kemari, seperti sedang mencari sesuatu.

Saat matanya menangkap keberadaan Elvira, napasnya berhembus kasar.

“Dari mana saja? Kenapa kau begitu lama,” keluhnya.

“Aku tersesat. Gedung ini begitu luas, aku kesulitan menemukan toiletnya,” dalihnya memberi alasan.

“Kau ini. Ya sudah, ayo kita kembali ke aula acara akan segera di mulai.”

Lampu sorot menyala terang menerangi panggung luas di tengah aula besar yang penuh sesak. Puluhan tamu undangan telah berkumpul—mulai dari pejabat, pengusaha ternama, hingga tokoh masyarakat—semua mengenakan pakaian terbaik mereka. Di sudut ruangan, meja-meja panjang berisi sumbangan berupa barang berharga dan dana bantuan tertata rapi, siap dipersembahkan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Pembawa acara mulai buka suara, senyumnya ramah namun penuh wibawa. Dengan suara yang jernih dan lantang bergema ke seluruh penjuru ruangan, ia membuka acara dengan sapaan hangat.

“Selamat datang, Bapak dan Ibu sekalian, di acara penggalangan dana amal AKR Corp. Semua yang berkumpul di sini hari ini membawa satu tujuan yang sama: berbagi kebaikan, meringankan beban sesama, dan membangun harapan bagi mereka yang sedang kesulitan,” ucapnya sambil menatap hadirin satu per satu. Tangannya bergerak lemah mengiringi setiap kata, membuat setiap orang merasa tersentuh. Tapi tidak bagi Elvira, tatapannya datar, tangannya terlipat rapi di dada seperti sedang menilai segala sesuatunya.

Sebagai pemilik perusahaan mana mungkin dia tidak tahu, acara ini hanyalah kedok. Pencucian uang, penghilangan barang bukti, transaksi barang ilegal dan lain sebagainya. Tidak memungkiri, tetap ada sumbangan yang di salurkan untuk orang yang membutuhkan, namun tidak sama dengan jumlah dari penggalangan dana itu sendiri. Bagi mereka ini adalah pesta yang sebenarnya.

Di sisi kanan panggung, para pemimpin perusahaan berdiri berbaris, mengangguk setuju seiring penjelasan pembawa acara. Di antara mereka banyak para petinggi AKR Corp, yang bahkan Akira tak ingat namanya satu persatu, Lea juga tampak duduk di antara mereka. Matanya terus mengawasi segala sesuatu di sekelilingnya—mulai dari penataan barang, kedatangan tamu, hingga gerak-gerik setiap orang yang ada di sana.

Sementara itu, di sudut belakang aula, Bima berdiri diam di balik kerumunan tamu. Ia mengenakan pakaian sederhana agar tidak menarik perhatian, namun matanya tak lepas dari setiap gerak-gerik orang di panggung. Ia datang ke sini karena dugaannya—bahwa di balik acara megah ini ada hal yang tidak beres. Banyak kabar yang terdengar bahwa sebagian dana yang dikumpulkan tidak sampai ke tangan yang berhak, namun tak ada satu pun bukti yang jelas.

Pembawa acara terus berbicara, menceritakan kisah nyata tentang kesulitan warga di daerah terpencil yang membutuhkan bantuan untuk membangun sekolah dan pusat kesehatan. Suaranya terdengar tulus, membuat banyak tamu berlinang air mata dan bersiap menyumbang jumlah yang besar. Namun bagi Elvira yang tahu kebenarannya, dia hanya tersenyum tipis, senyum yang tak sampai ke matanya. Nada bicara ini, kata-kata ini, dia sudah terlatih— naskah yang sudah dihafal berulang kali tanpa ada perasaan yang benar-benar menyentuh hati.

“Sumbangan yang Anda berikan malam ini akan dicatat secara rinci dan laporannya akan dipublikasikan secara terbuka,” janjinya sambil menunjuk ke arah papan tulis besar di sampingnya yang menampilkan angka-angka yang terus bertambah seiring masuknya sumbangan.

Tiba-tiba, seorang pria berbadan tegap mendekati panggung dan menyerahkan sebuah amplop tebal kepadanya, dia melirik kearah Lea. Wanita itu menerimanya dengan senyum lebar, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi agar semua orang melihatnya.

“Terima kasih banyak atas sumbangan yang sangat besar ini dari Bapak Suryo!” serunya dengan suara bergema. Tepuk tangan gemuruh langsung memenuhi ruangan. Namun saat berbalik menyisipkan amplop itu ke dalam tas khusus di belakang panggung, Elvira melihat sekilas gerakan tangannya yang sedikit terburu-buru, seolah tak ingin ada orang yang melihat isi amplop itu lebih lama.

Di saat yang sama, ponsel Zavian bergetar pelan di saku. Ia mengintip sekilas—pesan singkat dari Bima: “Pak, Dana yang masuk malam ini akan dipindahkan diam-diam sebelum acara selesai.”

Elvira melirik ikut membaca pesan singkat itu. Lalu kembali menatap ke arah lain, tepat saat pandangannya bertemu dengan pandangan Lea. Lea melempar tatapan sulit diartikan, namun ada kilatan tajam di matanya—seolah dia tengah mengukur, seberapa tinggi badan dan nomor sepatu Elvira.

Pembawa acara kembali berbicara, namun kali ini nada suaranya sedikit berubah, menjadi lebih tegas. “Acara dilanjutkan dengan sesi penyerahan simbolis bantuan. Mohon Ibu Lea dan beberapa perwakilan penyumbang untuk maju ke depan.”

Lea maju ke depan, saat mereka berjalan beriringan, Elvira melihat seorang petugas yang diam-diam mendekati meja pencatat dana, mengambil berkas-berkas penting, lalu berjalan menuju pintu samping yang jarang digunakan orang. Tanpa membuang waktu.

Bima terlihat mengikutinya. Namun langkahnya di tahan oleh penjaga keamanan.

“Zavian. Hentikan Bima, tidak ada gunanya kalian melakukan ini,” bisik Elvira, tanpa menoleh.

Zavian terdiam.

“Jangan lakukan apa pun kalau kau tidak ingin dapat masalah. Cukup sumbangkan dana secukupnya dan mereka tidak akan mengganggumu,” tambah Elvira.

“Sepertinya kau juga tahu soal ini, sayang.” Balasnya menambahkan kata Sayang di ujung katanya.

“Semua juga tahu. Tapi mengapa mereka tetap aman? Tidakkah kau mengerti semua itu”

“Anggota Dewan, menteri, polisi. Kau pikir mereka juga tidak tahu?”

Zavian mendengus kasar, “kau hanya seorang CEO dari perusahaan kecil, jadi jangan coba-coba menggali liang kuburmu sendiri, jika kau ingin selamat.”

Zavian mendengus kasar, ucapan Elvira tidak salah. Orang-orang itu mana mungkin tidak tahu, tapi entah hal besar apa yang ada dibalik ini semua.

Zavian menempelkan layar ponsel ditelinganya, “Bima, hentikan penyelidikannya.”

“Tapi Pak, kita hampir mendapat buktinya.”

“Tidak usah, kita mundur saja.”

“Dari mana kau tahu semua ini?” tanya Zavian sambil menyimpan kembali ponselnya kedalam saku.

Elvira tak menjawab, dia malah menyesap minum dari gelasnya, tatapan matanya senantiasa mengawasi orang-orang yang ada di atas panggung.

 

1
partini
ko beleh ,aihh ada si Kunti bogel lah di dalam
Susi Akbarini
jreng3...


ikutan tegang

😍😍💪💪🙏🙏
Susi Akbarini
semoga elvira hk ketahuan...
😍😍😍😍💪💪💪💪🙏🙏🙏
Susi Akbarini
apa yg akan ekvira lakukan?
apa selama ini akira jga memanipulasi dana amal?
😍😍😍😍💪💪💪💪
Susi Akbarini
jadi mupeng deh zavian..
🤣🤣🤣🤣🙏🙏😍😍💪💪
Susi Akbarini
luar biasa kisah ini..
gk nyangka kalo hub akira dan calvin seperti itu awqlnya..
gk krtebak.

🙏🙏🙏😍😍😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
ternyata ada hubungan ketulusan antara Dori dan caviar.
akankah mereka saling jatuh hati saat caviar tau kalo ebelyn adalah dori nya alias akira.?

🤣🤣😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
lanjuuutttttttt..

😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
siapkah calvin bagi akira dulu..

penuh misteri..
seruu..

😍🙏🙏💪💪💪
Susi Akbarini
apa yg akan calvin katakan pada elvira..

🤣🤣💪🙏😍😍
Susi Akbarini
calvin masih jadi mata2 zavian..
jadi dia masih ngitilin elvira..
jadi tau saat elvira brkanja senjata ...

🤣🤣💪🙏😍
Susi Akbarini
lanjuttttt

🤣💪🙏😍😍😍😍
Susi Akbarini
😄😄🤣🤣💪🙏😍😍😍

rencana raisa kalah telak sama elvira
Susi Akbarini
akankah zavian belain akiraaa...
daripada raisa..

🤭😄😄💪💪🙏🤣🤣😍
Susi Akbarini
waahhh..
tambah seru..
apa yg akan raisa lakukan...

bagaimna zavian menaggapi ..
apa yg akan akira lakukan..



🤣🤣😍😍🙏🤣🤣🤣😍😍😍
Susi Akbarini
good job Akira..
biar zelda kapok..
🤣😍😍🙏🙏💪💪
Yuni Alyssa
Elvira sepertinya cocok dengan ibunya zavian 🤣🤣🤣
Susi Akbarini
jreng2..

mulai..
🤣😍🙏🙏💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh...
jgn2 mantan tunangan Zavian...
😍😍😍😍🙏🙏💪
partini
siapa itu hemmm ulet pongpong kah ayo Elvira bantai dia dengan mutiara kata" yg pedas gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!