NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29.kekecewaan bayu

" orang tua kedua,lucu sekali bahasanya bibi " ucap delisa merasa geli dengan ucapan bibi Sinta,

" ada yang salah kalau bibi mu mengatakan seperti itu" ucap Handoyo yang masih bersikap angkuh

" tidak, tapi ucapan itu menggelikan di pendengar ku paman " ucap delisa dengan santainya

" kenapa seperti itu nak bibi benar-benar menganggap kamu sebagai putri ku sendiri " wajah Sinta di buat sesedih mungkin agar mendapatkan simpati,

" menganggap diri ku putri mu tapi kamu tidak menghiraukan keberadaan anak lelaki yang saat dia rapuh dan butuh kalian malah tidak ada, bullshit sekali anda " wow ucapan delisa benar-benar mengenai uluh hati bibi Sinta,

Bayu tersenyum getir apa yang diucapkan delisa benar seharusnya yang saat ini merawat dirinya adalah kedua orang tuanya tapi apa mereka sibuk dengan uang uang dan uang, sebenarnya Bayu bertanya-tanya apakah dirinya Memang putra mereka atau bukan kenapa seakan-akan dirinya hanya pajangan yang nantinya dijual untuk harga mahal,

Bayu tidak habis fikir orang yang seharusnya melindungi nya orang yang harusnya mencintai nya malah berusaha merusak mental putranya sendiri dengan menjatuhkan orang lain yang nyatanya masih memiliki ikatan darah, kapan dia memiliki kebahagiaan tanpa adanya perseteruan antara keluarga.

Delisa yang tau Bayu terluka memegang tangan Bayu mengelus nya pelan memberikan ketenangan agar Bayu tidak meledak marah,

" delisa bibi tidak seperti itu,bibi juga sayang kepada Bayu kamu jangan salah paham " sorot mata tidak terima bibi Sinta tergambar jelas di mata delisa,

" sayang yang seperti apa mah??, apa sayang karena Bayu masih memiliki nilai keuntungan untuk kalian atau hanya seperti porselen antik yang setiap saat bisa kalian jual dan mendapatkan banyak harta " skakmat Bayu dengan nada bergetar menahan gejolak marah,

Bunga sudah menitikkan air matanya menatap Bayu dengan diam ia benar-benar tidak bisa melihat lelaki yang selalu mengusahakan dirinya disakiti orang lain hatinya benar-benar sakit sangat sakit melihat orang yang dicintainya harus memeluk lukanya sendiri dan berusaha tegar di depan bayak orang.

" Bayu bukan seperti apa yang kamu pikirkan " ucap bibi Sinta kalang kabut tidak bisa berkata-kata lagi,

" lebih baik mama papa dan kakak pergi dari sini aku tidak mau melihat kalian untuk saat ini " ucap Bayu mengusir keluarganya sakit itu yang dia rasa,Bayu tidak menyangka kalau dia harus terlahir dari seorang ibu yang hanya memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri daripada memikirkan perasaan anaknya,

" Bayu kami ini orang tua mu harusnya kamu bisa menghargai kami disini " ucap Handoyo tidak terima dirinya diusir begitu saja

" iya Bayu kakak ini kakakmu harusnya kamu bisa menghormati kami yang ingin merawat dirimu disini " ucap Melisa sok menasehati

" merawat hahaha merawat ku kakak sadar apa yang kakak katakan, lalu dimana kalian saat Bayu terbujur kaku di ruang ICU, dan saat Bayu sadar pertama kali kalian tidak terlihat lalu bagaimana Bayu harus memberikan hormat kalau kalian saja tidak pernah mau berada di sini memeluk Bayu, memberikan rasa kasih sayang keluarga dan yang kalian pentingkan hanya harta dan harta" ucap Bayu dengan nada getir tatapan kecewa seakan menandai dirinya tidak berarti apa-apa untuk mereka.

" Bayu bukan seperti itu nak dengar penjelasan kami " ucap bibi Sinta dengan air mata buaya nya

" Bayu tidak ingin kejelasan sekarang kalian pergi dari sini, PERGI " ucap Bayu dengan nada meninggi penuh kecewa,

" baik lah nak kami pergi dulu " ucap bibi Sinta masih berlagak sok baik,setelah ya mereka meninggal kan ruang rawat Bayu dengan menahan amarah.

Bayu mengambil vas bunga melempar nya melampiaskan amarah yang sejak tadi di tahan ia mengusap wajahnya dengan kasar,mengacak rambutnya hingga berantakan tekanan yang terus menerus dia terima membuatnya frustasi.

Alvaro mendekati kearah mereka berdua mengelus rambut panjang delisa pelan,mencoba menenangkan delisa yang tampak sedih marah serta kecewa.

Bunga berdiri melangkah ke arah Bayu setelah dekat ia memeluk tubuh Bayu pelan, pertahanan Bayu akhirnya luruh juga ia menitipkan air matanya memeluk tubuh bunga erat mencari kenyamanan pada gadis itu,

" maaf kamu mendapatkan tunangan yang hidupnya berantakan kayak aku by " ucap Bayu lirih kepada bunga

" jangan bicara seperti itu aku tidak suka, jangan pernah menganggap hidupmu berantakan yang aku tau Bayu yang selalu baik dan selamanya begitu,aku mencintaimu dengan segala kekurangan serta kelebihan yang kamu miliki,jadi jangan merasa bersalah" ucap bunga mengelus punggung Bayu menenangkan segala rasa yang Bayu punya.

"terimakasih udah mau menerima aku by " ucap Bayu melepaskan pelukannya dan mengecup kening bunga lama setelahnya mereka berpelukan lagi.

Afnan,Roy,Alvaro dan delisa perlahan meninggalkan mereka berdua.

,,,,,.....,,,,.....,,,,,

Pukul 21.00,delisa duduk termenung di kursi taman rumah sakit memandang kearah langit yang tampak cerah,ia melamun sendirian memikirkan setiap masalah di hidupnya.

" kakek beban yang dulunya kamu pikul kini pindah pada ku, kekhawatiran kakek benar setelah kakek pergi paman menjadi seenaknya sendiri " batin delisa menatap langit yang bertaburan bintang,

"semenjak kakek pergi Bayu seakan sulit bernafas tekanan yang terus menerus membuat nya terluka " batin delisa lagi

" kenapa disini sendirian " ucap bunga duduk disamping delisa tersenyum kecil,

" sorry Lo tadi melihat keributan di keluarga gue " ucap delisa merasa tidak enak pada bunga

" enggak apa-apa,gue tau kalian mengalami masa sulit " ucap bunga dewasa

" bunga " ucap delisa

"iya Del " ucap bunga

" jangan tinggalin Bayu ya, dia udah anggap Lo rumah " ucap delisa kata-katanya seakan memohon

" Del gue enggak bisa janji untuk selalu ada untuk Bayu, tapi gue akan berusaha untuk menjadi rumah yang saat dirinya terluka bisa pulang ke gue " ucap bunga menatap kedepan dimana banyak orang-orang duduk untuk sekedar mencari angin agar tidak bosan,

" gue tau,tapi setidaknya Lo tetep ada buat Bayu bahagia itu udah cukup " ucap delisa menatap bunga sebentar setelah nya menghadap ke depan lagi,

mereka berdua diam dengan fikiran masing-masing,Bayu sudah tertidur setelah meminum obat,Roy dan Afnan sudah pulang, Alvaro sendiri juga pulang untuk berganti pakaian serta mengambil baju ganti untuk delisa,

Kedua orang tua delisa belum bisa kembali ke rumah sakit dikarenakan mereka harus pergi ke luar kota malam itu juga,bunga sendiri akan pulang saat nanti Alvaro datang dan diantar oleh sopir yang delisa siapkan untuk bunga.

"kita masuk disini dingin kasian Bayu kalau kebangun enggak ada orang " ucap delisa setelahnya lama sama-sama diam,

bunga mengangguk mengiyakan ajakan delisa mereka melangkah bersama kearah ruang inap Bayu,masuk kedalam kamar inap Bayu.

Bayu masih terlelap mungkin dia lelah, maka kedua gadis nya pergi tadi tidak disadari.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!