NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Pagi hari di dalam kelas pada jam pertama, Luna mendekatiku yang sedang berdiri di dekat papan tulis depan kelas. Bukan tanpa alasan aku berdiri sendirian di depan kelas seperti ini, aku tahu pak guru akan segera membantuku untuk mencarikan kelompok study tour bagi siswa dan siswi yang tersisihkan dan kesulitan untuk mencari kelompoknya sendiri. Aku hanya berinisiatif saja karena yakin aku tidak akan bisa memiliki kelompok tanpa bantuan pak guru, namun tiba – tiba Luna datang menghampiri dan mengagetkanku.

“Ngapain kamu di sini?” serunya dengan sebuah tanya, harusnya dia tidak perlu bertanya lagi alasan aku ada di sini, kan?

“Eeh Luna ternyata, ada apa?” aku tanya balik ke Luna, dia malah menatapku dengan raut wajah kesal.

“Apanya yang ada apa? Kenapa kamu bertindak seolah membentuk kelompok study tour bukan urusanmu? Nggak paham deh~” ucap Luna dengan kesal.

“Kalau aku teriak ‘Seseorang, tolong masukkan aku ke dalam kelompok!’ seisi kelas pasti bakal kaget, kan?” tanyaku lagi, Luna pun terlihat semakin kesal sampai tangannya memukul dadaku cukup keras.

“Bisa kan gak usah sambil teriak buat cari kelompok?” agak membentak Luna mengatakannya, yah aku yakin dia jadi semakin kesal padaku.

“Ya bisa, tapi bakal jadi canggung saat aku bertanya ke setiap kelompok, aku gak tahu kelompok mana yang kekurangan orang” jawabku, Luna pun menghela nafas berat sebelum mengatakan sesuatu.

“Mungkin iya, tapi kamu tetap harus menemukan kelompok. Ya udah aku paham apa kesulitanmu, jadi kamu masuk kelompokku aja” tegas Luna mengatakannya sambil kedua tangan dia letakkan di pinggul dan memajukan badan, dari gestur tubuhnya dia seolah sedang memaksa dan tidak memberikanku kesempatan untuk menolak idenya itu.

“Eeh ta...” belum selesai aku berkata, tiba – tiba Luna berbalik masih dengan tangan yang berada di pinggang begitu bossy.

“Beres” serunya

“Hah?” ucapku karena aku sudah tidak tahu harus berkata apa lagi, Luna menoleh ke belakang dan tersenyum menatapku.

“Tenang aja, aku sudah minta persetujuan kelompokku. Lagian kamu cuma sendirian tuh yang gak punya kelompok, jadi gak ada alasan buat kamu nolak” timpal Luna, aku mendekati Luna dan mencoba berbisik padanya dengan mengatakan...

“Kenapa kamu lakukan ini? aku kan cuma bakal jadi beban kelompok” bisikku, Luna menghela nafasnya lalu mengangkat jari telunjuk seolah sedang mencoba menceramahiku.

“Kita gak bisa ngobrol kalau kamu gak masuk kelompokku, lagian aku bawa kamu masuk ke kelompok karena cuma aku yang tahu rahasiamu sama Elma. Jadi ini win – win solution untuk kelas ini, apa kamu sudah bisa terima keputusanku?” jawab Luna dengan bisikan juga, mendengar jawabannya membuatku semakin tidak memiliki alasan untuk menolak...

“Ka... kalau memang demi kebaikan bersama, baiklah aku bisa terima.. mohon kerja samanya” ucapku sambil sedikit membungkuk untuk mengungkapkan rasa terima kasih, Luna benar - benar anak yang baik hati.

“Hehe.. bagus bagus” celetuk Luna terdengar dia senang aku menerima dan mengucapkan terima kasih.

Lalu Luna mengajakku untuk mendekat ke kelompoknya yang sedang berkumpul bersama, setelah kami berenam berkumpul, aku merasa harus melakukan sesuatu agar tidak terlalu merepotkan Luna. Tapi sayangnya aku tidak tahu apa yang harus aku katakan atau aku lakukan, tanpa sadar juga tiba – tiba aku memperkenalkan diri ke teman sekelasku. Mungkin karena selama ini aku belum pernah mengobrol sama mereka semua, jadi refleks aku merasa wajib memperkenalkan diriku meski sudah pernah aku lakukan ketika masa perkenalan saat MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Dalam hati aku berkata ‘Aku ngapain sih?’

Namun sial karena mereka menanggapi perkenalanku dengan dingin dan mereka juga tidak ada yang ingin memulai obrolan denganku, jadi aku pun merasa tidak perlu mengobrol dengan mereka yang membuat suasana canggung semakin terasa. Sepertinya aku sama sekali tidak bisa mengobrol sama teman sekelasku sama sekali, mungkin karena kejadianku dengan Elma yang membuat mereka enggan atau mungkin takut untuk mengajakku mengobrol.

“Baik, bapak rasa semua sudah memiliki kelompoknya. Sekarang satukan meja kalian dengan kelompok masing – masing karena bapak akan menjelaskan apa saja peraturan ketika study tour dilangsungkan” seru pak guru di depan kelas.

...Haah~ apa tidak bisa ya aku mati karena kecelakaan lagi lalu bangkit lagi ketika study tour sudah selesai dilaksanakan?...

Setelah beberapa jam berlalu, pembicaraan tentang rencana study tour pun selesai. Kami bisa pulang lebih awal hari ini, aku rasa ini satu – satunya yang aku sukai dari rencana study tour. Saat aku bersiap untuk pulang, aku merasa ponselku bergetar tanda pesan masuk. Aku membuka pesan itu sesaat mengambil ponsel dari dalam saku celana, di sana aku melihat Elma yang mengirimi aku sebuah pesan dan pesan itu berbunyi ‘Bisa ketemuan di belakang parkiran sekolah, gak?’

Elma memanggilku ke belakang sekolah...? Hei... heii!!! Tunggu dulu, dipanggil cewek ke belakang sekolah itu jangan – jangan.... dia mau menyatakan perasaan padaku?! Sebenarnya aku curiga karena bisa saja ini modus pemerasan terhadap seorang serigala penyendiri sepertiku, tapi karena yang mengirimi aku pesan ini Elma, kemungkinan memang dia ingin menyatakan perasaan atau ada satu hal penting yang perlu dibahas. Jadi aku jawab saja ‘Oke’.

Sambil berjalan menuju tempat janjian, aku kembali memikirkan tentang pemikiran jelekku tentang pemerasan, tidak ada orang yang tahu nomor WA-ku selain Maya, Elma dan Luna. Itu sebabnya tidak bakal ada yang memanggilku ke tempat sepi sepulang sekolah seperti ini kecuali ketiga orang itu, jadi aku sudah mengantisipasi kalau ini adalah modus pemerasan. Pertahanan diri seorang serigala penyendiri itu sangat kuat, oke?

Di tempat yang dijanjikan, aku tidak melihat Elma berada di sana. Elma juga tidak mengirimi aku pesan lagi seperti pembatalan janji atau apa pun, jadi aku tunggu saja dia di sini beberapa saat lagi.

Tidak lama setelah menunggu, aku akhirnya melihat Elma yang berlari mendekatiku. Dengan nafas terengah dan tubuhnya terlihat begitu kelelahan, ketika itu dia mencoba berbicara padaku dengan nada penuh penyesalan.

“Haah.... haah... maaf... maaf, padahal aku yang panggil tapi aku malah terlambat... haah... tadi aku sempat sibuk” ucap Elma, dia sampai menyangga tubuhnya dengan tangan yang menumpu pada lutut.

“Santai, serigala penyendiri sepertiku pun tahu betapa ribetnya hubungan orang ekstrovert populer sepertimu” timpalku santai, aku tidak mau Elma terlalu mempermasalahkan hal kecil seperti ini karena menurutku dia tipe orang yang terlalu pemikir.

“Duuh kamu ini, berhenti bilang kamu adalah serigala penyendiri gitu donk! Kebohongan bisa jadi kenyataan kalau kamu terus mengucapkannya, tau?!” ucap Elma terdengar kesal, aku hanya tertawa kecil menanggapinya.

“Gak perlu dipikirkan, udah jadi serigala penyendiri gini terus apa yang bakal terjadi lagi?” ucapku tanpa beban, raut wajah Elma pun menatapku dengan heran dan mungkin ada perasaan kesal yang dia pendam.

“Menurutku gak seharusnya kamu ucapkan hal menyedihkan begitu dengan pede” timpal Elma, aku kembali tertawa melihat ekspresinya.

“Ya udah, terus ada apa?” tanyaku, seketika Elma terlihat agak terkejut seperti dia lupa alasan kenapa dia memintaku untuk menemuinya di tempat sepi seperti ini.

“Aah iya, lupa! Jadi begini...” jawab Elma namun dia menggantung kata – katanya sejenak, perlahan tatapan matanya terlihat sedih dan kepalanya sedikit menunduk seolah dia tidak ingin untuk menatap mataku secara langsung.

“Ta.. tadi... aku gak sempat buat nolong kamu... maafin aku ya~” penuh rasa sesal ketika Elma mengucapkannya, aku pun terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Elma...

Tadi...? tadi ada apa? Aku diam dan terus memikirkan kejadian mana yang Elma sebut, apa mungkin tentang pembentukan kelompok tadi? Yaah, semakin dipikir aku semakin yakin kejadian pembentukan kelompok tadi yang disebut Elma, Eeh..? jadi cuma masalah itu? Mengecewakan rasanya, aku bukan merasa kecewa karena mengira ini akan menjadi percakapan untuk mengungkapkan perasaan, oke? Serius, aku bersungguh – sungguh...

“Su.. sudah rutinitas bagi seorang serigala penyendiri kok, kamu santai aja. Luna juga menolongku di saat – saat terakhir” ucapku setelah yakin kalau Elma hanya ingin meminta maaf karena hal remeh seperti kejadian pembentukan kelompok itu, Elma pun menghela nafas berat sebelum menimpali perkataanku.

“Iyaa... ketua kelas emang hebat, aku bodoh gak bisa melakukan apa – apa buat kamu~” masih terasa Elma dipenuhi perasaan bersalah ketika mengatakannya

“Dia memang terlalu sempurna buat jadi ketua kelas, jadi kamu gak perlu merasa gak enak gitu” ucapku mencoba untuk meredakan perasaan bersalahnya, namun sepertinya Elma malah semakin menyesali apa yang sudah terjadi.

Aku sempat berpikir apa yang sebenarnya Elma pikirkan? Kenapa dia merasa begitu bersalah cuma gara – gara melihatku tidak bisa membentuk kelompok study tour? Bukankah dia sudah terlalu berlebihan memikirkan hal remeh seperti ini?

“Tapi kalau bukan gara – gara aku... kamu pasti sudah bisa membentuk kelompokmu sendiri dan pasti itu kelompok yang lebih baik yang kamu inginkan” ucap Elma setelah sebelumnya sempat terdiam beberapa saat

Sekarang aku mengerti kenapa dia begitu merasa bersalah atas apa yang terjadi padaku, ini masih saja masalah tentang aku yang berkorban untuk menyelamatkan nama Elma ketika dia membawa novel romantis komedi di dalam tasnya. Terkadang aku jadi merasa muak kalau melihat ada orang yang bersedih karena mengasihaniku, sebelumnya aku sering mendapatkan perlakuan yang sama dari Maya dan kini aku mendapatkan perlakuan memuakkan itu dari Elma.

“Santai aja, dari awal aku ini emang seorang serigala penyendiri kok. Lagi pula gak ada yang menginginkanku di dalam kelompok mereka, aku sudah sadar itu sejak awal bahkan sebelum memikirkan untuk menyelamatkanmu” ucapku dan itu adalah kata – kata terbaik yang aku miliki untuk membuat Elma berhenti berpikir semua ini karena dirinya.

Dan sepertinya berhasil, Elma menatapku dengan raut wajah terkejut dan perlahan dia tersenyum juga terdengar suara tawa kecil keluar dari bibirnya. Yaah, bisa dibilang senyumnya itu yang membuatnya menjadi cewek populer di kelas...

“Hihihi... kenapa sih bisa se-pede itu?” tanya Elma terdengar heran, aku pun menghela nafas merasa lega karena sepertinya berhasil membuat Elma untuk tidak terlalu merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi kepadaku di sekolah ini.

Yaah.. pada dasarnya aku suka melihat Elma yang ceria dan berwajah penuh senyum begini daripada melihatnya terus – menerus merasa sedih, setidaknya sekarang bebanku hanya tinggal membuat Maya melupakan perasaan bersalahnya kepadaku sama seperti Elma sekarang. Jujur saja.... aku juga suka melihat Maya yang selalu ceria dan tersenyum... ini hanya karena aku muak dikasihani, oke?

1
Chizuru
cekatan sama pesimis beda tipis gak sih 🤣🤣🤣🤣🤣
SS Star
tuh kan Raka!!! /Sob//Sob/ hasil dari suicide mission lo buat nyelametin orang malah bikin lo berakhir jadi public enemy dibenci satu sekolah, iih kzl!! /Sob//Sob//Sob/ elma juga napa diem bae, gak sadar apa ya kalau dia baru aja bikin raka dapet villain role sewilayah sekolah? gw sekarang literally jadi paham banget gimana perasaan maya, instinct buat nampol raka tuh emang sekuat itu rasanya /Sob//Sob//Brokenheart/
SS Star
iih lowkey kzl bet sama raka!!! /Sob//Sob/ kek gak ada cara buat save elma yang lebih gentle apa ya? /Sob//Sob/ meskipun gw kagum sih dia masih care dan mau bantu elma biar kejadian drop out itu gak keulang, tapi ya mikir dikit kek. minimal cari cara yang lebih cool dan berestetika gito loh/Sob//Sob/ rakaaa!!!
Cece
tragis bgt 🤣.. udahlah reinkarnasi Krn Maya...masih di bully habis2an SMA mayaaa....🤣🤣
You Know me So well
sadizz coeg 🤣🤣
i'm your
ampun dah, kesian bet sama raka/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
Fatieh
tutup MBG, biarkan Maya dan Elma yang memasak 🔥🔥🔥
Raudhatul
elma gak enakan orangnya🤣🤣🤣
Chizuru
mayaa badash🤭🤭🤣
BiNtAnG kEjOrA
lanjutkan Maya...jangan berhenti😄😄😄😄
H5 (halima) :v
Maya sadiiiissss 🤣🤣🤣
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!