NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:190.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERJADI LEDAKAN

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Tiba-tiba pintu rumah terbuka dan tampak sosok Dante berjalan masuk dengan wajah yang sangat letih namun tetap berusaha tersenyum ramah melihat keberadaan istrinya di sana.

"Hai....Elara, kok belum tidur? Atau kau memang menunggu ku?" tanya Dante mencium puncak kepala Elara dengan lembut sambil duduk di sebelah Elara, lalu mengelus lembut tangan istrinya itu.

Elara tersenyum tipis, namun matanya nampak berkaca-kaca. "Ya aku menunggumu. Aku tidak bisa tidur jika belum melihatmu pulang dengan selamat. Lagian ini masih terlalu pagi untuk tidur."

Dante menghela napas panjang dan memegang erat tangan Elara. "Maaf jika aku membuatmu cemas lagi. Tapi sungguh aku baik-baik saja dan aku aman. Cuma beban pekerjaan sedikit menumpuk belakangan ini. Tapi semuanya bisa dikendalikan kok."

Elara menatap wajah suaminya itu lekat-lekat. "Jangan bohong padaku lagi Dante. Aku tahu situasinya sedang tidak baik. Aku tahu bahaya musuhmu itu mulai menyerang balik dengan kekuasaan yang lebih kuat. Aku bisa merasakannya dari suasana di luar dan sikap orang-orang di sekitarku. Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku selalu mendukungmu dan berdoa untukmu. Jangan memikul beban itu sendirian, bagilah denganku meskipun aku tidak bisa banyak membantu secara fisik, setidaknya aku bisa mendengar keluh kisah mu."

Mendengar ucapan tulus dari istrinya itu hati Dante terasa sangat hangat dan tersentuh. Rasa letih dan penat yang dirasakannya seketika berkurang setengah. Di dunia yang penuh bahaya dan musuh di mana pun dia selalu harus berwas-was setiap detiknya hanya di sinilah, di samping Elara dia bisa merasa damai dan tenang.

"Terima kasih Elara. Terima kasih karena selalu ada untukku. Tanpamu mungkin aku sudah gila atau hancur duluan menghadapi semua ini," ujar Dante tulus sambil menarik tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya yang hangat.

Namun di tengah kehangatan suasana itu tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu yang terburu-buru diketuk dan terlihat panik dari luar ruangan itu.

Tok tok tok!

"Tuan! Tuan Dante! Ada situasi gawat di luar!" suara teriak salah satu pengawal terdengar sangat cemas dan panik.

Langsung cepat Dante bergerak bangun dan membuka pintu kamarnya itu. Di sana tampak salah satu pengawal kepercayaannya berdiri dengan nafas terengah-engah dan wajah pucat pasi.

"Ada apa? Cepat katakan!" tanya Dante langsung dengan nada tinggi.

"Tadi baru saja kami menerima laporan dari salah satu tim pengawal yang bertugas mengawal salah satu cabang usaha kita di luar kota. Tadi terjadi ledakan di sana Tuan! Bangunan itu hancur terbakar dan banyak korban luka maupun meninggal!" ujar pengawal itu dengan cepat namun terbata-bata.

Deg!

Jantung Dante seperti berhenti berdetak sesaat mendengar laporan itu. Tubuhnya terasa lemas seketika dan kakinya terasa sangat berat untuk berdiri. Di sebelahnya Elara yang mendengar itu pun langsung menutup mulutnya dengan tangannya dan menahan isak tangisannya.

"Bagaimana dengan korban? Apa ada korban jiwa?" tanya Dante lagi dengan suara bergetar menahan amarah yang meluap-luap.

"Belum jelas Tuan. Masih dalam evakuasi dan pencarian. Tapi yang jelas kerusakan sangat parah Tuan. Dan ciri ledakan itu diduga sengaja di buat oleh orang yang tidak bertanggung jawab," jelas pengawal itu lagi.

Dante meninju dinding di sebelahnya sangat kuat hingga menimbulkan bunyi yang keras. Wajahnya merah padam menahan marah yang luar biasa.

"Brengsek! Mereka benar sudah tak bisa didiamkan. Berani sekali mereka menyakiti orang yang tidak bersalah seperti itu!" umpat Dante marah besar.

Namun dia sadar marah saja tidak akan menyelesaikan masalah itu. Dia harus bergerak cepat untuk menangani situasi itu secepatnya agar korban jiwa tidak bertambah banyak dan situasi tidak semakin memanas.

"Siapkan mobilku sekarang! Dan panggil Pak Herman segera ke sini! Aku harus ke sana sekarang!" perintah Dante dengan tegas pada pengawalnya itu.

"Tapi Tuan! Itu sangat bahaya di luar sana. Bagaimana dengan keselamatan Tuan sendiri?" ucap pengawal itu dengan ragu.

"Tidak ada waktu untuk berdebat! Cepat laksanakan perintahku!" ketus Dante dengan tegas.

"Baik Tuan. Segera!" jawab pengawal itu lalu bergerak pergi menjalankan tugasnya.

Setelah pengawal itu pergi Dante berbalik badannya menghadap Elara yang nampak masih syok dan ketakutan. Dengan cepat dia menghampiri istrinya itu dan menggenggam tangannya erat.

"Maaf Elara, aku harus pergi ke sana sekarang. Ada urusan yang harus aku tangani secepatnya. Tapi kau harus tetap di sini dan jangan ke mana-mana. Jaga dirimu baik-baik dan ikuti peraturan yang sudah aku buat ya?" ujar Dante dengan nada memohon namun tetap tegas.

Elara menatap wajah suaminya itu dengan air mata yang mulai meleleh di pipinya. "hati-hatilah Dante. Jangan lakukan hal yang nekat. Ingat aku selalu menunggumu pulang dengan selamat."

"Aku janji aku akan berhati-hati. Tunggu aku ya," ujar Dante mencium pipi Elara dengan lembut. Setelah itu ia dengan cepat melangkah bergerak pergi dari ruangan itu dengan langkah terburu-buru.

Di tinggal sendiri di rumah Elara langsung tersungkur di kursinya dan menangis tersedu-sedu. Rasa takut dan khawatir yang luar biasa menyergap hatinya. Dia berdoa agar Tuhan selalu melindungi suaminya dan mencegah hal buruk menimpa mereka.

▪️▪️▪️▪️▪️

Di luar malam itu langit gelap tanpa bintang terlihat sangat kelam dan mencekam. Apa yang terjadi hari ini hanya permula dari serangan brutal musuhnya. Dan Dante sadar betul bahwa ujian berat yang paling besar masih menanti di depan. Namun dia berjanji dalam hatinya dia tidak akan membiarkan kejahatan itu menang dan menghancurkan orang-orang yang dicintainya. Dia akan berjuang sekuat tenaganya untuk membalas kejahatan itu dan menciptakan keamanan bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Suasana malam itu terasa sangat dingin dan kelam. Di langit hitam tidak terlihat satu pun bintang atau remang sinar bulan. Hanya suara deru mobil kepungan yang memecah keheningan malam itu saat konvoi mobil hitam milik Dante melaju dengan kecepatan tinggi menuju lokasi terjadinya insiden ledakan di salah satu gedung pusat distribusi milik mereka di pinggir kota.

Di dalam mobil utama, Dante duduk di kurs penumpang dengan wajah yang sangat muram dan tegang. Tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya, menahan amarah yang meluap-luap dan rasa bersalah yang menyesak dadanya. Di sebelnya, Pak Herman juga terlihat sangat tegang dan khawatir.

“Apa hasil terbaru dari di sana, Pak?” tanya Dante akhirnya memecah keheningan itu dengan suara berat dan serak.

Pak Herman menghela napas panjang, “Situasinya sangat kacau dan buruk, Tuan. Sesuai dengan laporan awal, terjadi ledakan kuat di area gudang penyimpanan barang. Api menyala sangat besar dan sulit dikendalikan hingga menghanguskan sebagian besar bangunan tersebut. Tim pemadam kebakaran masih terus memadamkan api, dan tim evakuasi serta kepolisan sedang berada di lokasi.”

“Mengenai korban jiwa?” potong Dante dengan suara bergetar.

Pak Herman terdiam sejenak, seolah berat untuk mengucapkannya. “Belum bisa dipastikan jumlah pastinya, Tuan. Tim evakuasi masih bekerja. Tapi sementara ini terdapat belasan orang terluka dengan berbagai tingkat keparahan, dan beberapa korban jiwa yang sudah ditemukan dari puing-puing bangunan. Mereka adalah karyawan kita dan warga sekitar yang tidak berdosa, Tuan.”

Mendengar hal itu, hatinya terasa hancur “Mereka tidak punya hati nurani! Berani-beraninya mereka menyerang orang yang tidak berdosa hanya untuk membalas dendam dan menekan ku!” umpat Dante dengan suara tertahan, matanya menatap lurus ke depan dengan penuh api kemarahan.

“Kita harus bertanggung jawab atas ini, Pak. Kita harus memastikan setiap korban tertangani dengan baik, dan keluarga korban mendapatkan kompensasi yang pantas. Ini semua terjadi karena mereka terlibat dalam organis kita,” ujar Dante lagi dengan nada penuh rasa tanggung jawab.

“Tentu, Tuan. Kami sudah menyiapkan segalanya. Tim medis dan dukungan kemanusiaan kita sudah di lokasi untuk membantu evakuasi. Kami juga sudah menghubungi pihak keluarga korban untuk memberikan dukungan,” jawab Pak Herman.

Tidak ada lagi pembicaraan setelah itu, mereka kembali larut dalam pikirannya. Mobil melaju dengan cepat menuju lokasi kejadian.

Namun di sudut gelap di suatu tempat sepasang mata yang licik dan jahat masih terus mengawasi gerak gerik mereka dengan penuh senyum sinis. Bagi musuhnya situasi yang terjadi saat ini hanya langkah awal dari rencana besar mereka yang jauh lebih jahat dan berbahaya. Dan pertarungan sengit antara kebaikan dan kejahatan itu baru saja dimulai dan memasuki babak yang jauh lebih panas dan menegangkan di masa depan.

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Gretchen Paula
semangat ya 🤭
Gretchen Paula
setiap episodenya aku suka banget thor 😊
Victoria Genevieve
up lagi Thor ini kan libur 😄
Victoria Genevieve
Bayak baget cobaan Dante Thor 😒
si paling cute
lanjut🥺
si paling cute
ledakan apa itu thor
Flowers🪴
semangat ya Dante kamu pasti bisa melaluinya. Kebahagiaan akan berpihak kepadamu😍
Flowers🪴
Ada masalah lagi bang 🥺
Victoria Genevieve
semangat ye🙏
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Victoria Genevieve
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
si paling cute
💪💪💪💪💪💪💪💪
si paling cute
Dante ujian hidup mu berat banget sih. tapi gak apa apa ada aku kok yang semangati🥺
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Flowers🪴
trus bilang lanjut 🤭
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Flowers🪴
Kasih 👍 dan 💪
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
semangat 👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
Harus happy ending ya thor😔
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
keren 🙏 update lagi ya 🤭
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
senang banget gue kalau sudah update, tapi bacanya terlalu singkat thor🤭 bisa nambah lagi gak 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
Ya Elara, benar....kalau bukan kamu yang kasih dukungan siapa lagi. kasih semangat trs ya 😊
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!