Haiiii....author kembali lagi dengan cerita yang baru
Perkenalkan karya ketigaku "Back To The Mantan "
Namaku Anstasya Thalita, umur 24 tahun, kini aku kembali masuk kampus untuk melanjutkan S2ku guna menunjang karierku.Kebetulan aku dipindahkan ke kantor pusat, jadi aku tak mungkin dong melewatkan kesempatan yang ada.
Semua urusan administrasi dikampus telah rampung, jadilah besok statusku sebagai mahasiswa dimulai,,,,
Oh ya aku berasal dari keluarga yang berkecukupan, tapi tidak kaya. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang baik yang tinggal dikota lain. Mamaku bernama Dina,.papaku bernama Bimantara.
Sekedar info ya, aku ditarik ke kantor pusat karena kinerjaku yang cukup diperhitungkan
Agar tidak penasaran,,,mampir yuk.
jangan lupa mampir juga diceritaku yang lain
* Dia yang Tak Dapat Kuhindari
* Wanita Pilihan untuk Ayah
* Back To The Mantan
Karya ini diterbitkan atas ijin dari mangatoon dan hanya merupakan pandangan pribadi dari penulis tanpa mewakili mangatoon itu sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 29. Los Angeles I'm coming
selamat menikmati 💞💞💞
Setelah menempuh perjalanan panjang kurang lebih selama 17 jam 55 menit, perjalanan yang cukup melelahkan bagi Syaza dan Ishita.
Disinilah mereka di bandar Udara Los Angeles Internasional Airport dan dikenal dengan singkatan LAX.
Bandar udara tersibuk dan terbesar dikawasan Los Angeles serta negara bagian California. Karena mereka berangkat dari Indonesia jam 10.00.pagi maka mereka tiba tujuan pada jam 02.55 dini hari waktu setempat.
Syaza menghirup dalam-dalam udara Los Angeles dinihari. Rasa lega menyeruak dalan rongga dadanya sambil bergumam Los Angeles I'm coming.
Selanjutnya Syaza dan Ishita melanjutkan perjalanan dengan taksi menuju apartemen Ishita. Karena kelelahan dan mengantuk mereka tak ada yang membuka percakapan sampai tiba di apartemen Ishita.
"Turun yuk, kita udah sampai nih ". kata Ishita setelah tiba dan kemudian membayar taksi
"Terima kasih Shita,,,,telah membawaku kemari, aku gak tau kapan aku bisa membalas kebaikanmu ". kata Syaza merasa terharu
"Ck,,,udahlah kayak sama siapa aja, kamu,,,"balas Ishita tulus. "Yuk kita masuk, badan butuh istirahat bentar lagi pagi " lanjut Ishita berjalan masuk ke lift yang akan membawa mereka ke lantai 5 kamar Ishita.
Syaza dan Ishita masing-masing masuk ke kamar dan beristirahat, tanpa menunggu waktu lama Syaza langsung berlayar kepulau mimpi. Apartemen Ishita memang bukanlah apartemen mewah tapi mempunyai 2 kamar lengkap dengan dapur dan ruang tamu.
Ishita tinggal sendiri dan mempunyai usaha restaurant yang menyajikan makanan khas Indonesia. Usaha yang dibangunnya sejak masih kuliah, hal inilah yang membuatnya betah tinggal di Los Angeles, meskipun kedua orang tuanya berkali-kali memintanya untuk tinggal di tanah air.
Sementara itu dibelahan dunia lain tepatnya di Indonesia seseorang merasa gelisah entah apa penyebabnya, dia sendiri tak tahu.
'Ada apa denganku,,,mendadak gelisah seperti ini, seakan-akan ada yang hal buruk yang akan terjadi, semoga hanya perasaanku saja ' batin Raka tak tenang
"Halo Jery,,,kamu dimana??" tanya Raka setelah panggilan telponnya tersambung
"Di apartemen bos, tumben bos menelpon hari Minggu,,,". balas Jery heran dengan panggilan telpon Raka
"Perasaanku gak enak,,,entah karena apa,.aku juga bingung ". kata Raka
"Kok bisa bos, tapi semua baik-baik aja kan???" tanya Jery
"Maksud kamu apa???tentu saja tidak baik-baik saja, aku gelisah seperti ini untuk pertama kalinya dalam hidupku ". balas Raka sedikit kesal
"Kali ini aku minta maaf bos,,,aku gak punya solusinya ". kata Jery menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Ya sudah selamat berlibur, besok jangan terlambat ke kantor ". balas Raka memutus panggilan telponnya.
'ck,,si bos hobby banget menutup telpon sepihak, untung bos kalo orang lain sudah ku buang ke laut '. dumel Jery
##########
Pagi hari di Los Angeles dua orang gadis menikmati coklat panas setelah mereka terbangun di pagi hari.
"Sya,,,untuk sementara kamu ikut ke restauranku aja, sambil mencari ide apakah kamu akan menjadi karyawan diperusahaan atau kamu ingin bangun usahamu sendiri ". kata Ishita
"Sebenarnya aku pingin buat usaha sendiri tapi kamu tau kan modalnya harus besar apalagi disini nilai mata uangnya dollar ". balas Syaza pesimis
"Jangan pesimis seperti itu kali,,,asal kamu tau, aku merintis usaha restauranku dari nol, modal nekad tapi sekarang Alhamdulillah aku sudah buka beberapa cabang ". kata Ishita memotivasi sahabatnya
"Aku akan mempelajari dulu dunia bisnis di kota ini ". balas Syaza dengan penuh semangat
"Otakmu kan cerdas, kamu lulusan akuntansi dan ahli di bidang pemasaran dan kamu pernah jadi sekretaris perusahaan besar, pengalaman itu bisa kamu jadikan acuan untuk memilih bisnis yang akan kamu tekuni". balas Ishita memberikan masukan pada Syaza.
"Iya, aku akan mencobanya, doakan semoga berhasil ". kata Syaza
"Oh ya, kamu udah telpon ke tante dan om kan???" tanya Ishita
"Udah tadi bangun tidur langsung telpon mama sama papa ". jawab Syaza.
"Mandi dulu setelah itu kita keliling kota Los Angeles, besok baru kita ke restauran ". kata Ishita .
Kemudian mereka masuk kamar mandi masing-masing untuk membersihkan diri. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk melakukan ritual mandi.
Dan disinilah Syaza dan Ishita, berada di Walk of Frame
tempat yang merupakan Landmark lain dari kota Los Angeles, sebuah trotoar sepanjang 15 blok di Hollywood Boulevard dan 3 blok di Vine Street, ditempat inilah nama-nama public figure diabadikan. Tidak hanya aktris dan aktor internasional namun penyanyi, sutradara, produser bahkan tokoh kartun ada disini dituliskan diatas terrazzo dan Kuningan.
Syaza sangat menikmati harinya dan melupakan kejadian yang sempat dialaminya di tanah air.
"Terima kasih Shita,,,mengajakku ke tempat ini, kamu memang is the best ". kata Syaza gembira.
"Nikmati harimu sebelum kesibukan menyapamu ". balas Ishita tersenyum
"Semoga hari esok lebih cerah dan nasib baik menyapaku ". kata Syaza merangkul pundak Ishita
"Nasib baik sebaiknya jangan menyapa, tapi nasib baik harus tinggal bersamamu ". balas Ishita disambut tawa oleh Syaza.
Mereka terus menikmati hari liburnya sampai tak terasa senja sudah menyapa dan mereka lalu bergegas kembali ke apartemen untuk menyiapkan diri menyambut hari esok.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
selamat menikmati dan terima kasih masih setia membaca novelku.
jangan lupa dukungannya
salam hangat dari author