NovelToon NovelToon
CINTA DI TEPI DOSA

CINTA DI TEPI DOSA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dosen / Balas Dendam
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Nazwa Adzira Putri, atau sering di panggil Zira, adalah seorang wanita yang dulunya berselimut cahaya. Dengan nama pena Nana, dia menginspirasi banyak orang dengan kata-katanya yang bijak dan agamanya yang kuat. Namun, kebenaran pahit tentang ayahnya - seorang yang mengkhianati ibunya dengan perselingkuhan, merobek tirai kesucian itu. Luka itu membawanya ke jurang kegelapan, meninggalkan hijab dan agamanya, dan masuk ke dunia malam yang gelap. Tapi, di tengah-tengah badai itu, ada secercah harapan. Nathan Fernandez, anak kyai yang sholeh dan dingin, menjadi sosok yang menarik perhatiannya. Mata teduh dan menenangkan itu menjadi tempat pelariannya, dan tanpa disadari, cinta mulai tumbuh, membawa harapan baru di tengah-tengah kegelapan. Penasaran dengan kelanjutan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Setelah tenaga mereka terkumpul, Zira dan Nathan akhirnya turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama Mama Sarah dan Aryan. Begitu melihat kakaknya, Aryan tampak terkejut. Rupanya, dia tidak tahu bahwa Zira sudah pulang dari Bandung, karena seharian tadi ia sibuk bermain dengan teman-temannya. Saat sarapan pagi, Zira dan Nathan masih tertidur lelap, jadi mereka belum sempat bertemu Aryan.

"Lho, Kak Zira sama Bang Nathan sudah pulang? Sampainya jam berapa?" tanya Aryan penasaran.

"Kakakmu sampai sekitar jam 2 pagi. Maaf ya, Mama lupa kasih tahu kamu kalau Kak Zira sudah pulang," jawab Mama Sarah sambil tersenyum.

"Tapi tadi waktu sarapan nggak ada Kak Zira sama Bang Nathan," ujar Aryan masih bingung.

"Kakak kesiangan, Dek, soalnya capek banget setelah perjalanan pulang. Kami bahkan pulang naik taksi gara-gara mobil Mas Nathan lagi di bengkel," jelas Zira.

"Oh begitu... terus oleh-olehnya mana?" Aryan bertanya penuh semangat.

"Sudah ada di tas, nanti Kakak kasih setelah kita makan, ya," jawab Zira sambil tersenyum kecil.

Tanpa ragu-ragu, Aryan langsung berlari mendekati Zira dan memeluknya dengan pola tingkah khasnya, "Ih, Kakak paling keren deh!" Zira tertawa pelan dan mengacak rambut adiknya dengan penuh kasih. "Iya deh, Kakak janji bakal kasih oleh-oleh nanti."

Melihat itu, Mama Sarah hanya bisa tersenyum hangat. "Aryan, ayo makan dulu. Zira dan Nathan pasti lapar setelah perjalanan jauh."

Semua akhirnya duduk manis di meja makan dan mulai menikmati hidangan yang sudah disiapkan Mama Sarah. Suasana pun menjadi hangat dengan canda tawa yang mengalir di sela-sela makanan malam itu.

Mama Sarah bertanya, "Jadi, besok kamu sudah mulai kuliah lagi?"

"Iya, Mah. Zira besok sudah mulai pergi kuliah lagi. Mas Nathan juga sudah kembali mengajar," jawab Zira.

Setelah selesai makan malam, Zira kembali ke kamar untuk mengambil oleh-oleh yang ingin ia berikan kepada adiknya. "Nih, Dek. Oleh-oleh dari Kakak. Semangat sekolahnya ya, jangan sering-sering bolos," ucap Zira dengan senyum.

"Baik, Kak. Terima kasih," jawab Aryan singkat.

"Sama-sama," balas Zira sambil mengacak rambut adiknya dengan penuh kasih.

Setelah itu, Zira segera kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan sesuatu yang sudah ia rencanakan. Ia teringat dengan janji kepada suaminya soal kejutan kecil yang sudah ia persiapkan. Dengan hati-hati, Zira mengambil lingerie yang akan ia kenakan dan membawanya ke kamar mandi untuk berganti pakaian di sana.

"Ya ampun, ini pakaian atau jaring ikan, sih?" gumam Zira sambil memerhatikan lingerie yang ternyata dipilihkan oleh adik iparnya. Meski sempat ragu melihat modelnya yang cukup terbuka, Zira tetap memutuskan untuk memakainya demi mengejutkan suaminya sesuai rencana.

Nathan baru saja keluar rumah untuk menjawab telepon dari rekan bisnisnya. Tidak lama kemudian, ia masuk kembali ke dalam rumah dan bertanya kepada Mama Sarah, "Ma, Zira di mana?"

Mama Sarah menjawab, "Zira sudah masuk ke kamar, Nak."

Mendengar jawaban tersebut, Nathan segera menuju kamarnya. Namun begitu masuk, ia tidak menemukan istrinya berada di sana. Tiba-tiba, pintu kamar mandi terbuka, dan Zira keluar mengenakan bathrobe yang memperlihatkan lingerie seksi di baliknya.

"Biasanya nggak mandi malam-malam," ujar Nathan sambil tersenyum.

"Iya, Mas. Gerah," jawab Zira.

Mereka saling memandang sejenak, hingga Nathan bertanya dengan nada penasaran, "Ada yang mau kamu bicarakan sama Mas?"

Zira tersenyum kecil lalu menjawab, "Hmm, iya, Mas. Sesuai janji, aku ada sesuatu buat kasih kejutan."

Nathan tertawa ringan dan berkata, "Oh, Mas tahu kok kamu lupa. Lagi pula Mas cuma bercanda aja."

Zira langsung memotong, "Nggak, Mas. Aku serius. Masa aku udah beli terus nggak ditunjukin ke Mas."

Nathan tersenyum lebih lebar lalu berkata menggoda, "Oke deh, mana kejutan buat Mas?"

Tanpa berkata banyak lagi, Zira mulai membuka bathrobe-nya perlahan. Ia memperlihatkan lingerie yang pas membentuk tubuhnya. Nathan yang melihat pemandangan itu terkejut dan menelan ludahnya secara refleks.

"Sayang, kamu berhasil bikin Mas terkejut malam ini," ucap Nathan sembari mendekat ke arah Zira. Jarak mereka semakin tipis hingga Nathan mendaratkan ciuman hangat di bibir istrinya. Ciuman itu begitu dalam hingga hampir membuat Zira kehabisan napas. Ia cepat-cepat menepuk dada Nathan untuk menghentikannya.

Nathan menghentikan ciumannya dengan napas berat, terbawa suasana. "Sayangku, bolehkah Mas meminta hak Mas malam ini?" tanyanya dengan suara bergetar.

Zira hanya menganggukkan kepala sambil tersipu malu. Tanpa berkata lagi, Nathan membimbing istrinya ke atas ranjang dan mematikan lampu utama. Malam itu menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.

Keesokan paginya, Zira terbangun lebih awal dan langsung bersiap-siap untuk kuliah. Saat tengah merias diri di depan meja rias, ia terkejut ketika Nathan, suaminya, tiba-tiba memeluknya dari belakang. Dengan nada menggoda, Nathan berkata, "Terima kasih untuk tadi malam, Sayang. Kamu terlihat sangat memukau mengenakan itu." Mendengar ucapan tersebut, pipi Zira segera memerah seperti kepiting rebus.

"Udah, Mas, jangan goda aku terus. Aku pakai itu cuma karena saran dari Putri," jawab Zira sambil menunduk malu.

Mendengar nama Putri disebut, Nathan menggeleng dengan senyum kecil. "Putri? Ini pasti gara-gara dia kebanyakan nonton drama Korea sampai gaya kalian jadi ikut-ikut begini," tukas Nathan setengah bercanda.

Zira tertawa kecil sambil menepuk tangan Nathan yang masih melingkar di pinggangnya. "Mas, jangan salahkan Putri, ya. Aku juga setuju kok dengan idenya, jadi ini bukan sepenuhnya salah dia."

"Oke, oke, aku nggak marah kok," jawab Nathan sambil mengelus lembut bahu Zira. "Sekarang yuk, kita turun sarapan dulu. Habis itu berangkat ke kampus bareng."

Di ruang makan, Mama Sarah dan Aryan sudah menunggu. Zira lalu menyapa dengan ceria, "Selamat pagi, Ma, Dek." Mama Sarah menjawab sambil tersenyum, "Pagi juga, Zira. Pagi, Nathan." Kemudian ia berkata, "Ayo, kita makan dulu supaya punya energi untuk beraktivitas."

Mereka semua duduk bersama di meja makan, menikmati sarapan pagi dalam suasana hangat. Aryan, yang tengah asyik menyantap makanannya, tiba-tiba berkata dengan antusias, "Kak, aku mau cerita! Aku dapat nilai bagus di sekolah!" Mendengar itu, Zira tersenyum bangga dan menjawab, "Wah, hebat banget, Dek! Jangan pernah bosan untuk belajar, ya." Mama Sarah ikut memuji, "Benar itu. Aryan memang anak pintar. Zira dan Nathan juga harus terus menjadi panutan untuk Aryan."

Nathan, yang sejak tadi mendengarkan, menimpali sambil tersenyum, "Aku yakin Aryan pasti bisa jadi anak yang sukses nanti." Zira menambahkan dengan semangat, "Dek, nanti kakak ajak pergi jalan-jalan sebagai hadiah karena nilainya bagus. Gimana?" Aryan langsung bersorak gembira, "Yay! Seru banget!" Mama Sarah tersenyum haru dan berkata pelan, "Semoga Aryan selalu menjadi anak yang sholeh dan sukses di masa depan."

Senyuman menghiasi wajah mereka semua, membawa kehangatan pada pagi itu. Setelah selesai makan bersama, Zira dan Nathan bersiap-siap pergi ke kampus, sementara Aryan dengan penuh semangat berangkat ke sekolah. Sebelum mereka keluar rumah, Mama Sarah berpesan lembut, "Hati-hati di jalan ya." Dengan serempak, Zira dan Nathan membalas, "Iya, Ma." Senyum mengiringi langkah mereka masing-masing menuju aktivitas hari itu.

1
Kim Taehyung
lanjut lagi thor, aku menunggu mu... gak sabar dengan kelanjutan cerita ini
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!