Gara-gara difitnah "impoten" oleh mantan istri, Kenzo sang CEO Mafia terpaksa menikahi Zia, dokter spesialis sekaligus pengacara yang mulutnya sepedas cabai.
Sialnya, Zia juga punya hobi latah yang bikin harga diri Kenzo jatuh di depan anak buahnya!
"EH COPOT-COPOT, MAFIA GANTENG PISTOLNYA KARATAN!"
Mantan istri? Kena mental lewat jalur medis dan hukum! Tapi bagi Kenzo, menghadapi musuh lebih mudah daripada menghadapi satu istri latah ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Konser Kicau Mania Nyonya Mahendra
Suasana di meja VVIP paling pojok masih terasa sangat kaku dan mencekam bagi keluarga Adiwangsa. Hermawan, Nadya, dan Marco duduk dengan punggung tegak seolah sedang disidang kasus kejahatan besar.
Mereka bahkan merasa seperti tawanan di tengah kemegahan pesta klan Mahendra yang auranya sangat mengintimidasi. Namun, bagi Zia, ketegangan itu justru adalah bumbu yang pas untuk memulai pertunjukan aslinya.
Ia tidak mau pesta pernikahannya berakhir seperti pemakaman hanya karena kedatangan keluarga "dadakan" itu. Zia lalu melirik Kenzo yang masih merangkul pinggangnya dengan wajah datar bin dingin.
Alih-alih turun dari pelaminan untuk beristirahat seperti pengantin normal pada umumnya, Zia justru melakukan gerakan tak terduga. Ia menyambar mik dari tangan pembawa acara yang sedang melongo kaget sampai hampir menjatuhkan kartu susunan acaranya.
"Tes, tes! Satu, dua... dicoba! Kalian masih semangat, kan?" teriak Zia dengan nada ceria yang menggelegar ke seluruh ballroom mewah itu melalui sound system berkekuatan ribuan watt.
"Mana suaranya yang sudah kenyang makan rendang?! Mana suaranya yang sudah siap bungkus nasi kotak?!" lanjutnya yang membuat suasana langsung riuh.
Tamu undangan yang tadinya sibuk berbisik-bisik gosip panas soal drama keluarga Adiwangsa langsung menoleh serentak. Kenzo mengerutkan kening bingung, firasatnya mulai tidak enak melihat kilatan nakal di mata istrinya.
Ia tahu kalau Zia sudah memegang mik, dunia pasti sedang tidak baik-baik saja. "Acara belum selesai, ya gaes! Daripada kita tegang-tegangan mikirin silsilah keluarga yang tiba-tiba muncul kayak iklan judi online di HP, mending kita goyang dulu! Gimana, setuju nggak?"
"Musik, mainkan lagu 'Pamer Bojo' sambung ke 'Kicau-Kicau' yang lagi viral itu! Kasih kendang yang paling ugal-ugalan!" perintah Zia sambil memberi kode jempol yang mantap pada pemain musik di sudut ruangan.
Begitu musik koplo mulai mengalun kencang dengan suara kendang yang membahana, Zia langsung mengambil nada dan bernyanyi dengan penuh penghayatan, namun tetap dengan gaya lucunya.
"Dudu klambi anyar sing neng njero lemariku..."
"Nanging bojo anyar sing tak pamerke neng kowe..."
"Cendol dawet, cendol dawet seger! Lima ratusan, gak pake ketan!"
Tiba-tiba, irama musik berubah menjadi beat yang lebih cepat dan energik. Zia mulai melakukan gerakan tangan seperti burung terbang, mengikuti tren TikTok yang sedang hype.
"Kicau, kicau, kicau... kicau mania!"
"Kicau, kicau, kicau... gacor mania!"
"Mana suaranya yang hobi pelihara burung?! Ayo kita goyang kicau sampai pagi!"
Efeknya sangat luar biasa. Bagai terkena hipnotis, ratusan tamu undangan—mulai dari para pengusaha berjas rapi, dokter-dokter spesialis yang biasanya jaim, hingga ibu-ibu pejabat—tiba-tiba berdiri dari kursi mereka.
Mereka semua serentak mengangkat tangan, menirukan gerakan kepakan sayap burung sambil menggoyangkan pinggul mengikuti alunan beat musik yang candu. Ballroom mewah itu berubah menjadi lautan "burung berkicau" dalam sekejap!
Zia tidak mau kalah, ia juga mulai berjoget lincah, memamerkan cincin kawinnya yang berkilau tepat ke arah meja keluarga Adiwangsa. Ia kemudian menarik tangan Kenzo yang kaku seperti robot baja.
"Ayo Mas Kenzo-ku sayang, goyang! Jangan jadi patung batu terus, nanti lumutan kalau kena AC dingin! Mending goyang kicau dikit biar otot badannya nggak kaku kayak kanebo kering!"
Zia menarik paksa tangan suaminya agar ikut bergoyang di atas panggung pelaminan yang dihiasi ribuan bunga mawar itu. Kenzo hanya bisa pasrah dengan wajah tetap sedingin es.
Namun, tangannya mulai bergerak kaku meniru gerakan "kicau" Zia demi menyenangkan hati sang istri. Pemandangan CEO dingin yang dipaksa joget "Kicau Mania" itu langsung membuat para tamu tertawa lepas.
Bahkan, ada yang mulai menyawer dengan lembaran uang merah ke atas panggung. Zia yang tidak puas hanya joget berdua, langsung memicingkan mata ke arah meja pojok dengan tatapan predator.
"Mas Masako! Jangan bengong aja di situ kayak patung selamat datang! Sini naik ke panggung!" teriak Zia.
"Katanya Anda Abang saya, masa Abangnya diam aja sambil joget tipis-tipis di pojokan kayak sayur asem kurang garem?! Sini Mas Masako, kita kicau bareng!"
Marco yang kaget karena namanya dipanggil dengan sebutan "Mas Masako" di depan ratusan kolega bisnis papanya hanya bisa melongo kaku. Namun, Kenzo memberikan isyarat mata yang sangat tajam kepada para pengawalnya.
Tanpa ampun, dua pengawal berbadan besar menyeret Marco naik ke atas panggung seolah sedang membawa karung beras. "Nah, gitu dong! Ayo Mas Masako, tunjukkan bakat terpendam keluarga Adiwangsa!"
"Jangan cuma jago bikin drama, btw jago kicau nggak?!" seru Zia sambil tertawa puas melihat wajah Marco yang pucat pasi karena malu luar biasa.
Tak berhenti di situ, Zia menunjuk Rico, asisten Kenzo, yang sedang berdiri tegak seperti tiang listrik di bawah panggung. "Hei Mas Royco! Sini, kamu juga ikutan!"
"Berhenti sok serius jaga pintu, nanti kacamata kamu pecah kalau nggak ikut goyang sekarang! Sini temenin Mas Masako biar ada temen duetnya!"
Rico sempat ragu sejenak sambil membenarkan letak kacamatanya yang sedikit miring. Namun, melihat kode anggukan dari sang bos, Kenzo, ia akhirnya melangkah naik ke panggung dengan langkah tegap profesional.
Bukannya joget biasa, Rico malah melakukan gerakan robot dance yang digabung dengan gerakan "kicau" yang terlihat sangat kaku namun tetap berwibawa. Hal ini membuat para staf kantor hukum Zia bersorak gembira.
Di kursi VVIP utama, Papa Juan tertawa terbahak-bahak sampai menepuk-nepuk mejanya dengan keras. "Hahah... hahah... hahaha!" Ia sangat terhibur melihat menantunya bisa mengubah suasana mencekam menjadi konser rakyat yang sangat meriah.
Sedangkan Mama Soraya justru sudah berdiri dari kursinya dengan penuh semangat. Bukannya marah melihat kegilaan itu, ia malah mengeluarkan ponselnya, merekam aksi Zia dan Kenzo untuk segera diunggah ke grup WhatsApp sosialitanya.
"Menantuku memang beda dari yang lain! Ini baru namanya pesta pernikahan anti-mainstream!" seru Mama Soraya bangga sambil sesekali ikut bergoyang.
Berbeda dengan keluarga Mahendra yang sangat terhibur, Hermawan dan Nadya Adiwangsa hanya bisa menunduk dalam-dalam. Mereka ingin terlihat terhormat, elegan, dan penuh wibawa sebagai keluarga konglomerat.
Tapi melihat putri yang mereka klaim justru memimpin joget masal dengan memanggil kakaknya "Mas Masako", mereka merasa harga diri mereka sedang diinjak-injak dengan cara yang sangat kocak.
Zia terus memimpin panggung, mengajak teman-teman dokternya dari rumah sakit dan seluruh staf kantor hukumnya untuk naik ke panggung semua. Panggung pelaminan yang megah itu kini penuh sesak dengan orang-orang yang berjoget ugal-ugalan.
Sebelum lagu berakhir, Zia mendekatkan mik ke mulutnya, memberikan serangan penutup yang telak dan mematikan. "Selamat menikmati pestanya ya semua! Makan yang banyak, mumpung gratis! Jangan malu-malu."
"Eh Mas Masako, jangan lupa habis ini kita sidang paripurna di ruangan tertutup, siapin mental jangan sampai keselek rendang pas ditanya-tanya nanti!" pungkas Zia yang langsung disambut tawa pecah dan tepuk tangan riuh dari seluruh penjuru gedung.
saat ni perjalanan menuju konflik sebenarny udh di mulai ,,
tentu saja di bumbui dg sifat dokter reog yg takk terduga ,,
knp ad barang2 Dari mafia Marco Dan kenzoo ,, siapa sebenarny ayah angkat Zia ini ,,
ayooo dtggu kelanjutan ny ,,
lanjuuut kak ,,
penasaran banget
tp yaaaa gx tau klo pas sarapan nnti ,, wibawa mafia ny msh ad gx🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
sx pun mereka mafia,, tp sikap solidaritas , sikap kerja sama Dan sikap persaudaraan mereka patut di acungi jempol ,,
krn bagaimana pun mereka ttap manusia yg memiliki hatii ,,
meski di beberapa waktu mereka bisa menghabisi musuh tanpa belas kasihan ,,
si kenzzo Dan jajaran ny udh kehilangan wibawa mafiany gara2 masakan dokter reog ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
dmna mafia gx da harga diri ny di depan zia klo udh ngereog 🤭🤭🤭🤭🤭
cosplay jd mafia ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
makhluk bodoh katanya ,,
makiin seruuuu cerita ny ,,