NovelToon NovelToon
Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.

Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?

Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.

Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Target Pertama

Entah mengapa Frans tidak bisa membalas ucapan Logan lagi. Bahkan tatapannya sangat mengintimidasi seakan bisa menguburnya hidup-hidup saat itu juga.

Menyadari suasana semakin tidak nyaman, Tuan Jhon pun segera memanggil pelayan dengan nada yang sedikit berteriak, “Pelayan!”

“Iya, Tuan! Ada yang bisa saya bantu?” Kepala pelayan Restaurant itu sendiri yang langsung masuk ke dalam untuk memberikan pelayanan terbaiknya.

“Singkirkan semua ini terlebih dahulu, karena kami akan membahas proyek penting lebih dulu,” perintah Tuan Jhon sembari menunjuk semua makanan yang berada di atas meja.

“Baik, Tuan!” Kepala pelayan itu mengerti dan segera memanggil beberapa pelayan untuk segera mengemasi semua makanan yang belum tersentuh sedikitpun itu.

Tak perlu waktu lama, meja menjadi bersih dan hanya ada segelas wine saja di depan masing-masing orang. Tuan Jhon sempat ragu-ragu menyerahkan penjanjian bisnis di antara mereka, mengingat banyaknya celah yang belum dia perbaiki. Namun, karena keuntungan yang akan didapatkan perusahaannya cukup besar dengan kerja sama ini. Tuan Jhon tetap nekad untuk menyerahkannya sembari kembali memasang wajah berbisnisnya.

“Silakan, Tuan Logan! Ini adalah tawaran kerjasama bisnis yang kami ajukan untuk anda.”

Tuan Jhon menyerahkan berkas itu kepada Logan secara langsung, tawaran kerjasama dari perusahaan orang-orang yang hadir dalam pertemuan itu termasuk Frans dan Tuan Jhon sendiri. Namun, Logan tidak menerimanya sama sekali. Dia hanya menatap berkas itu dengan tajam, lalu beralih pada Tuan Jhon, Frans dan yang lainnya secara pergantian.

“Tuan Jhon, apakah anda tahu kalau aku semalam menginap di hotel LC dan tidak sengaja melihatmu berada di sana? Apa yang sedang kau lakukan? Apakah kau juga sedang menginap di sana?”

Bukannya langsung memeriksa berkas perjanjian kerjasama itu, Logan malah membahas tentang kejadian malam itu. Padahal Logan tidak melihat keberadaan Tuan Jhon di sana, dia hanya mengarangnya saja tapi dia yakin bahwa informasi yang di dapatkan anak buahnya tidak mungkin salah.

Dan sudah pasti Tuan Jhon akan berada di Hotel LC untuk menjalankan niat bejatnya. Terlihat jelas bahwa Tuan Jhon sangat terkejut saat mendengar pertanyaan itu, begitu juga Frans yang sebenarnya juga datang ke Hotel LC malam itu untuk menyaksikan sendiri kehancuran hidup Raelynn.

Meski pada akhirnya mereka semua gagal dengan rencana masing-masing karena Raelynn yang berhasil melarikan diri. Sementera pebisnis yang lainnya memilih diam, sebab mereka sudah tahu persis bagaimana kelakuan orang tua itu.

Lain halnya dengan Gavin yang tahu persis bahwa Tuannya sedang bersiap memberikan pelajaran pada babi tua yang menginginkan Raelynn pada malam itu.

Karena selama mengikuti Logan bekerja, Gavin tidak pernah melihat Tuannya membahas topik pribadi seperti ini. Selalunya langsung saja membahas kerjasama bisnis yang sudah dijadwalkan.

Namun, kali ini jelas sekali berbeda sejak awal. Bahkan Gavin bisa menebak dengan pasti kalau kedatangan Logan dalam pertemuan itu hanya untuk membalaskan dendam Raelynn pada orang-orang yang terlibat daam penderitaannya.

“Aaah, benarkah? Seharusnya anda menyapa lebih dulu, maka saya—”

“Apakah kau orang yang cukup penting untukku? Dan satu hal lagi, aku tidak suka orang mengalihkan topik saat aku sedang bertanya, bahkan aku sangat membencinya!” potong Logan penuh penekanan. Bahkan kini dia sudah mengeluarkan aura yang membuat siapapun merasa tidak nyaman walau hanya bertatapan mata saja dengannya.

“Ma-maafkan saya, Tuan Logan! Saya tidak bermaksud mengalihkan topik, keberadaan saya di hotel itu karena akan melakukan suatu transaksi bisnis dengan salah satu perusahaan lain—”

“Transaksi seperti apa yang dilakukan di Hotel pada malam hari?” potong Logan dengan cepat, dia semakin mencecar Tuan Jhon untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Maaf, soal itu adalah masalah pribadi saya. Saya harap anda dapat menger—”

“Gavin, segera perintahkan anak buah kita untuk mencari tahu apa yang terjadi semalam. Pastikan tidak ada informasi satupun yang terlewatkan, karena aku tidak ingin bekerjasama dengan seorang penipu. Dan jika ada karyawan hotel yang melanggar ketetapan yang aku buat, maka seret dia kehadapanku sekarang,” perintah Logan tanpa memperdulikan perkataan Tuan Jhon.

“Baik, Tuan!” sahut Gavin dengan penuh semangat.

“Tuan Logan, bukankah perbuatan anda sekarang sudah melewati batas. Kita melakukan pertemuan ini untuk membahas tentang bisnis, bukan untuk mencari tahu pribadi setiap orang.”

Sebelum Gavin beranjak, Frans kembali buka suara yang terdengar seperti memihak pada Tuan Jhon. Namun, mana peduli Logan akan perkataan sampah sepertinya. Semakin ditantang, Logan malah semakin ingin berbuat sesuka hatinya.

“Apa kau tuli, Tuan Frans! Jelas aku sudah mengatakannya bahwa aku tidak ingin berbisnis dengan seorang penipu. Lagipula Hotel LC adalah salah satu asset milikku yang ada di kota ini. Jadi, kau bisa membayangkan seberapa banyak privasi orang yang berada di tanganku selama ini. Mungkin salah satunya ada privasi milikmu, Tuan Frans!”

Frans tak bisa berkutik lagi, setelah mengetahui bahwa Logan adalah pemilik dari hotel itu. Dan apa yang Logan katakan memang benar, secara tidak langsung selama ini dia memegang privasi banyak orang termasuk dirinya. Sudah berapa banyak wanita yang dia tiduri di hotel itu, bisa dengan mudah Logan mencari tahunya.

“Gavin, apa yang kau tunggu lagi! Cepat pergi dan—"

“Tu-tunggu, Tuan Logan! Biar saya saja yang menjelaskannya,” potong Tuan Jhon yang sudah merasa sangat terdesak.

Lagipula hal seperti ini sudah biasa dalam dunia bisnis dan semua ini bukan sepenuhnya kesalahan dia. Keluarga itu yang menawarkan salah satu putrinya sebagai alat transaksi bisnis di antara mereka.

“Baiklah, kalau begitu cepat katakan! Aku tidak suka menunggu terlalu lama,” desak Logan tetap terlihat tenang, padahal hatinya sudah ingin mengamuk saat itu juga.

“Saya dan Tuan Edwin Cameron melakukan transaksi bisnis dengan menjadikan salah satu putrinya sebagai jaminan, karena itu semalam saya berada di Hotel LC. Akan tetapi, semuanya gagal karena putrinya melarikan diri.”

Dengan sangat terpaksa dan menahan rasa malu, Tuan Jhon pun mengungkapkan semuanya. Sering kali dia melirik pada Frans, seakan merasa ragu untuk ikut melibatkannya mengingat semua ini berasal darinya. Lirikan itu ditangkap jelas oleh mata elang Logan, dia bahkan melihat dengan jelas Frans yang memberikan isyarat agar Tuan Jhon tetap tutup mulut dan tidak melibatkan namanya.

“Ceritakan detailnya!” perintah Logan.

Hingga mau tidak mau Tuan Jhon menceritakan semuanya dengan sedikit memodifikasi agar tidak membawa nama Frans. Mungkin mereka kita Logan bisa dibodohi dengan mudah, padahal dia sudah tahu segalanya bahkan termasuk akhir dari rencana yang mereka persiapkan. Bahkan kali ini Gavin tidak bisa menebak apa yang sedang direcanakan Logan pada kedua orang itu.

“Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan? Padahal dia sudah mengetahui semua ceritanya dari informasi yang dia dapatkan. Lalu kenapa dia menyuruh babi tua itu untuk menceritakannya lagi?” Dalam hatinya Gavin semakin bertanya-tanya dengan apa yang sedang Logan pikirkan.

Bersambung ….

1
Mbak Rin
☕☕☕meluncur
Yena
The Best
Mbak Rin
wah Suho knp kamu JD salah paham awas Bae keno semprot tuan Gavin 😁
Mbak Rin
dah Vin sabar biarkanlah tuanmu dngn pemikirannya sendiri
Mbak Rin
dah Vin ngikut rencana bosmu az drpd kena marah
Mbak Rin
ku tunggu bucinnya logan dngn rael nih
eny agustina
❤❤❤❤
Desyi Alawiyah
Lah... Suho malah salah paham deh...

Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...

Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
Desyi Alawiyah
Bener-bener deh si Gavin ini...🤭
Desyi Alawiyah
Aku padamu Logan... Ayo desak terus si Frans dan babi tua itu...☺
nyaks 💜
bantu jawab Suho: Bukan..tpi kakak dari wanita itu 😅😅
nyaks 💜
gavinn 😅😅😅
nyaks 💜
dan kedepannya kau akan sangat menyesali keputusanmu ini Logan...
nyaks 💜
ngegas si Abang 🤣🤣🤣
nyaks 💜
gavin d lawan 🤣🤣🤣
nyaks 💜
mulaiii,,mulai gavin 😅
nyaks 💜
bingung ya Vin 🤭🤣🤣
Dwi Rustiana
Gavin jawab dong jangan diem2 bae ntar suho salah paham kan bisa berabe urusannya. apalagi kalo sampe kedengaran keluarga dajal bisa PD gila mereka
Dwi Rustiana
wes pokoke kamu diem2 bae ya Gavin jangan bkin bosmu tambah emosi jiwa terima beres ae kamu 🤭🤭🤭
@pry😛
bukn suho... ni setan..
next kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!