kayle Wanita Mandiri , seorang perancang pernikahan. Mau tak mau menjalani kisah pernikahannya sendiri yang jauh di luar perencanaannya. Adalah Dave, pria terhormat pebisnis Handal di dunia legal dan ilegal yang bahkan tidak pernah memilihnya sebagai pasangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMBUJUKNYA
Setelah beberapa minggu melakukan perawatan, tangan Kayle sudah kembali seperti semula. Putih mulus tanpa bekas. Selama perawatan Kayle, Garry mengambil alih urusan bisnis Kayle. Garry saat ini sudah menjadi wakil Kayle yakni wakil Direktur Ayra Wedding Planner.
Garry memasingkan file-file laporan pekerjaan yang ia tangani selama Kayle dirawat beberapa minggu ini. Termasuk laporan tentang klien yang bernama ken Hideyoshhi.
“Untuk Tuan Ken, surveynya belum dikakukan, karena dia harus kembali ke Jepang tepat dihari kau mengalami kecelakaan”. Ujar Garry.
“Baik, kita bisa menjadwal ulang nanti”. Jawab Kayle.
Mendengar semua acara dan klien tertangani dengan baik, hati kayle semakin bersemangat untuk segera menjadwalkan kencan ganda, memenuhi janjinya kepada Lydia.
Kayle bergegas ke Dapur, membuat makan siang untuk Dave.
Kayle belum menyampaikan rencananya untuk mengajak Dave kencan ganda. Kali ini Kayle memilih menu Bento ala Jepang . Kayle membuat roti karakter untuk bekal makan siang Dave.
Kayle biasa membuatkan ini untuk anak-anak dipanti tiap kali Kayle ingin membuat anak-anak itu patuh padanya. Kayle mengisi roti dengan berbagai bahan yang kaya gizi dan nutrisi seperti misalnya sayuran, tomat , keju daging maupun telur dengan di tambah saus dan mayonaise agar lebih nikmat.
Selesai membentuk beberapa wajah boneka Teddy bear, Kayle meletakan roti tersebut dalam wadah dan mengepaknya dengan indah lalu membawa bekal itu kelantai enam secara pribadi ke ruangan Dave.
Dengan rambut di kepang dua sambil memegang kotak makan imut ditangannya. Yang diikatkan pita diatasnya benar-benar membawa aura kepolosan murni tersendiri di tubuh Kayle.
“Maaf saya ingin bertemu dengan Tuan Dave Adkerson”. Sapa Kayle kepada nona sekretaris di depannya.
“Apakah Nona sudah memiliki janji ?”. Tanya sekerstris Dave. Kayle menggelengkan kepalanya.
“Maaf nona, tanpa perjanjian saya tidak bisa membiarkan nona masuk untuk bertemu dengan Tuan Dave Adkerson”. Kayle mematung terdiam.
David keluar dari ruangan Dave, setelah membaca pesan Damitri. Bahwa Nona Kayle bersikeras pergi sendiri menemui Dave di lantai enam untuk menyerahkan kotak bekal makan siang yang telah dibuatnya.
“Maafkan saya Nona Kayle, tuan Dave telah menunggu anda di ruangannya”. David berucap sambil memandang sekretaris Dave.
Hanya dengan pandangan mata dari David, sekretaris itu mengerti bahwa dia harus mengingat baik-baik wajah nona ini kedepannya. Dengan wajah memerah Kayle mengikuti langkah David menuju ruangan Dave.
Dave masih sibuk menatap file-file laporan para menajerial yang tersebar di 11 bagian negara A. Sibuk membaca lalu memubuhkan tandan tangannya di atas berkas-berkas tersebut.
Gerakan pulpen Dave terhenti ketika melihat tangan imut lentik dengan kuku yang indah mendaratkan sebuah kotak bekal makanan berpita warna Pink di atas meja mahoni solidnya.
Dave mengangkat wajahnya dan menscan wajah Kayle yang seprti anak baru lulus sekolah itu. Dave nampak terperanjat dan terdiam sesaat. “wanita ini begitu imut dan kecil”. Batin Dave berkata.
Melihat pandangan Dave, Kayle langsung membuka bekal makan siang Dave untuk mengalihkan pandangan Dave yang menatap dirinya tak berkedip.
“Makanlah”. Ucap kayle
Melihat bentuk bekal makan siangnya tak di elakan lagi, tersirat mata yang bersinar senang dimata Dave. Ini pertama kalinya Dave mendapatkan perlakuan seperti ini, diperlakukan seperti bocah taman kanak-kanak. Namun Dave sangat menyukainya.
Melihat senyuman Dave, dan lahapnya Dave memakan semua Bekal yang kayle buatkan. Membuaat Kayle percaya Diri bahwa Dave akan patuh den memenuhi permintaanya.
Kayle memutuskan Membujuk Dave tepat ketika gigitan roti terakhir Dave.
“Dave aku ada satu permintaan”. Ucap Kayle
“Katakanlah”. Jawab Dave sambil menutup kotak makannya.
“Aku ingin kita pergi berkencan”. Pinta Kayle
Mendengar permintan Kayle membuat Hati Dave serasa ingin melompat dari tempatnya. Namun Dave tetap mengontrol emosinya untuk tetap tenang.
“Baiklah jika itu yang kau inginkan”. Jawab Dave.
“Tapi Dave aku ingin melakukan kencan Ganda. Aku dan kamu, Lydia dan Henry.
Seketika senyuman Dave terhenti mendengar apa yang dikatakan Kayle.
Menangkap signal penolakan, Kayle langsung berdiri dari kursinya dan memutari meja Dave mendekati kursi Dave duduk sambil mengambil kotak makannya dan berbisik ke telinga Dave.
“Aku akan sangat menyukai berkencan denganmu”. Bisik Kayle lembut.
Hembusan nafas Kayle yang terasa di kulit Dave, telah membuat Dave merinding sehingga rasanya ingin menarik wanita ini diatas pangkuannya dan segera mencumbunya habis.
“Baiklah” . Dave menjawab dengan suara sedikit gemetar karena benar-benar menekan rasa inginnya untuk merengkuh Kayle.
itu yg bener kak karena udah pake did jadi say, bukan said yaa ☺