NovelToon NovelToon
Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Pembantu / Janda / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anni Cewexsmaniz

Tiga season yang merangkup masalah percintaan yang memanas. Diiringi dengan identitas lain, yang menjadi samaran. Bagaimana kisahnya? Ikuti terus hanya di Mutiara Kasih Sayang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anni Cewexsmaniz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

"Ya ampun... Bagaimana bisa mereka melemparkan kesalahan mereka padamu? Tak tahu malu!!!!"

"Sudahlah itu sudah berlalu. Lagipula kan aku sudah menikah juga."

"Apanya?!!! Mereka sudah mempermalukanmu !!!"

"Iya aku tau tapi jika nanti mereka berkeras hati aku juga tak akan mudah untuk ditindas."

"Huh.... Awas aja kalau mereka lewat di depanku. Akan aku jambak habis-habisan. Bisa-bisanya mereka tak tahu malu begitu !!".

"Sudahlah...."

" Tak tahu malu itu juga ada batasnya loh!!! Oh ya mana suamimu?"

"Mungkin masih kerja."

"Apa biasanya pulang malam? Eh aku penasaran dengan perasaanmu? Mana mungkin kau tak punya perasaan apapun pada suamimu? Jelas-jelas sudah menikah selama satu bulan."

"Yah kita masih menjalaninya apa adanya sih. Gak terlalu terburu-buru juga. Toh masalah perasaan kan gak bisa dipaksa lagipula aku juga belum yakin dengan perasaannya."

"Lalu bagaimana dengan suamimu? Apa kamu juga memberikan dia haknya?"

Deg.... Deg deg astaga Monica mulutmu !!!! Kenapa pertanyaanmu kau seolah tau perasaanku?

"Ani... Jangan bilang kalian belum melakukan malam pertama?" Monica mencoba menelisik jauh kedalam lubuk hati temannya itu. Mencoba mengartikan lewat sudut pandangnya.

Mendengar pertanyaan Monica Ani menundukkan kepalanya dalam-dalam. Seakan memberikan jawabannya.

"Astaga... Jadi benar dugaan ku." Menepuk jidatnya sendiri. Dugaannya benar. Jika Ani tak memberikan hak suaminya.

"Ani tolong jangan bodoh. Mungkin sebagian orang memang punya masa lalu. Namun ada sebagian dari mereka yang juga menghargai perempuannya. Jadi jangan hanya melihat masa lalu. Cobalah untuk bangun. Cobalah untuk bahagia bersama suamimu. Kalau kamu bilang suamimu telah berumur, ingat kamu juga sudah pernah menikah. Aku yakin kamu membutuhkan sosok yang bisa kamu jadikan sandaran. Sosok yang mungkin dimana kamu bisa bergelayut manja kepadanya. Aku yakin Tuhan memberikan kehidupan indah ini dengan mengangkat derajatmu juga. Walaupun menikah berdasarkan dijodohkan oleh orangtua suamimu. Aku yakin suamimu memiliki perasaan padamu. Jika tidak bagaimana mungkin suamimu mau menerima perjodohan dari ibunya. Laki-laki yang tidak memiliki perasaan apapun padamu pasti akan menolak juga."

Ani terlonjak kaget bagaimanapun juga benar apa yang dikatakan oleh Monica. Jika Ardan tak memiliki perasaan apa pun padanya mungkin dia akan menolak perjodohan itu.

Ya Allah apa benar begitu? Selama ini memang mas Ardan tak banyak bicara. Tapi perlakuannya benar-benar baik. Astaga .... Apa aku telah salah menilainya selama ini?

"Suami pulang kenapa tidak disambut?" Kata-kata Ardan membuat keduanya terlonjak kaget. Ani belum sepenuhnya mengumpulkan pikiran jernihnya namun sosok didepannya kini membuatnya salah tingkah terlebih karena penjelasan panjang Monica tadi. Sedangkan Monica menatap Ardan lekat.

Hah? Dia bilang suami? Ma..masa iya dia suami Ani? Tapi tadi kan.... Tadi Ani bilang suaminya sudah berumur. Tapi lihatlah. Suaminya benar-benar tampan. Memang kelihatan sudah berumur. Namun karna tampan dia tak kelihatan seperti laki-laki tua. Ani kau benar-benar !!! Ught.... Kamu itu bodoh apa gak peka sih?

"Ehh mas Ardan udah pulang?"

Lihatlah pertanyaan macam apa itu. Aku yakin bodoh dan gak peka itu beda tipis. Monica menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kalau belum mana mungkin aku ada disini?"

Puft.... Suamimu mungkin bucin Ani. Lihatlah wajahnya.

"Maaf mas aku tak tau kalau mas sudah pulang jadinya aku gak kedepan. Oh ya kenalin ini temanku.... "

"Namanya Monica dia kuliah dikampus yang sama denganmu dan kalian sama-sama ambil jurusan desain. Monica masuk ke kampus itu lewat jalur beasiswa dan ayahnya bekerja sebagai karyawan biasa diperusahaan kecil sedangkan ibunya bekerja sebagi pembantu rumah tangga namun setiap sore pulang untuk mengurus keluarga dirumah. Benarkan aku?"

Deg deg deg.... Bagaimana mungkin? Si ..siapa suami Ani ini kenapa bisa tau semuanya. Kini kaki Monica lemas semua yang dikatakan Ardan benar adanya. Takut.. tubuhnya gemetar. Seakan dia bersalah karna telah berteman dengan istrinya. Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Astaga mas Ardan kenapa denganmu? Kenapa kau sampai mencari data Monica sampai sejelas itu. Cih... Monica lihatlah kalau tadi kamu bilang suamiku memiliki rasa padaku dia tak akan mungkin bisa sekejam itu padaku. Aku kan hanya berteman denganmu.

Keduanya terdiam bingung mau bereaksi seperti apa.

"Aku tak akan melarang kalian berteman."

Keduanya mendongakkan kepalanya. Mereka sudah seperti telah melakukan sebuah kesalahan.

"Aku memang mencari data-datamu namun aku tak bermaksud apa-apa aku hanya tak ingin istriku sampai salah dalam bergaul. Maafkan aku semoga kau tidak tersinggung pernyataan ku tadi."

"Hah..? I...iya tuan."

"Jangan kaku begitu. Aku justru berterima kasih karena kamu mengkhawatirkan istriku dan juga sudah mau menemaninya. Lagipula kamu kuliah dikampus milikku aku akan memberikan beasiswa penuh sampai kamu lulus. Aku sudah lihat prestasimu semuanya. Aku harap kamu mau menerima pemberianku. Sebagai ucapan terima kasihku. Dan jika kamu keberatan dengan itu anggap saja itu untuk meningkatkan prestasimu."

Ja...jadi kampus itu milik suamiku sendiri?

Hah? Ja....jadi itu artinya aku.. aku tak perlu khawatir lagi jika tiba-tiba ada biaya tambahan? Ya Allah itu berarti ayah dan ibuku tak akan kesusahan sama sekali. Mereka tinggal membiayai adik-adikku saja. Tak terasa air mata Monica terjatuh perlahan. Namun tak bersuara.

Ani menepuk-nepuk bahu Monica. Mencoba menenangkannya. Dia sendiri tak tahu harus apa. Dia bingung sejauh apa kekayaan suaminya itu.

"Anggap saja itu rezekimu. Sayang ayo antarkan temanmu itu kekamar tamu selepasnya urus aku. Nanti setelah shalat Maghrib kita akan makan malam bersama. Aku tunggu dikamar." Ardan pergi meninggalkan mereka berdua. Benar-benar semua diluar dugaan. Pertama-tama kaget karna kemunculannya seperti hantu. Kedua dia memberikan pernyataan tak terduga tentang identitas Monica dan ketiga dia memberikan rezeki untuk temannya.

1
venus
sebenernya agak lupa sama cerita ini , mau gak mau baca ulang beberapa bab biar nyambung
Iring Sinaga
Luar biasa
Yuli Nurdiati
Makasih Thor...ditunggu ya...dan tetap semangat🙏🙏🙏
cahya sumirat
Dah kebanyang lagi mual neg...trs banyak yg ngomong bikin amarah tingkat dewa... haha
cahya sumirat
ada masa lalu yg hitam... kelam
cahya sumirat
mafia
cahya sumirat
ternyata alex suruhan intan
cahya sumirat
ani hamil ardan yg ngidam cilooook
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
somplak 🤣🤣🤣🤣🤣
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
musim cinta🤣🤣🤣🤣🤣
cahya sumirat
trio group
cahya sumirat
permainan baru dimulai intan
cahya sumirat
klo jodoh tak akan kemana vin
cahya sumirat
kayanya mantan suami ani karyawan d perusahaana ardan dach
cahya sumirat
trauma akan pernikahan ani yg pertama masih menyelimuti dirinya, sehingga ani berfikir semua laki" kaya jahat... cuma menginginkn tubuh wanita ,dikira wanita miskin dpt dbeli dg uang , pdhlardan benar" mncintaimu ani. sudahlah ani rhoma begitu mncintaimu😂🤣
cahya sumirat
uang adalah segalanaya d dunia ini ,
cahya sumirat
dah q duka pasti greeta punya rencana
cahya sumirat
kamu harus memahami ardan, ani bukan tidak mencintaimu , tp bayang" pernikahannya itu yg membuat drinya menolak dirimu ardan, dia takut pernikahan itu gagal lagi ,
cahya sumirat
kau pilih gadis atau janda ?
cahya sumirat
yang ada dipikran arkan apa ketika tau ani janda ajd berkeliaran gt. hahaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!