NovelToon NovelToon
PENCULIKKU, CINTA MATIKU

PENCULIKKU, CINTA MATIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: CACASTAR

Bram, lelaki yang berperawakan tinggi besar, berwajah dingin, yang berprofesi sebagai penculik orang-orang yang akan memberi imbalan besar untuk tawanan orang yang diculiknya kali ini harus mengalah dengan perasaan cintanya.Ia jatuh cinta dan bergelora dengan tawanannya. Alih-alih menyakiti dan menjadikan tawanannya takut atas kesadisan. Dia malah jatuh cinta dan menodai tawanannya atas nama nafsunya. Ia mengulur waktu agar Belinda tetap jadi sandranya. walaupun harus mengembalikan uang imbalannya dan ancaman dari pembunuh bayaran ketiga, dia tidak peduli. malam itu dia menodai Belinda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JALAN SETAPAK

Mereka menyusuri jalan setapak di belakang pondok, kaki tangan 4 mengikuti mereka di belakang, dia berusaha pura-pura tidak melihat kemesraan bosnya dan Belinda.

Telapak tangan Belinda memegangi telapak tangan Bram. Bram demikian erat memegangi tangan Belinda. Sesekali ia melirik pada perempuannya yang dengan gembira menengok kanan dan kiri sekeliling hutan. Rumput ilalang yang tinggi membuat badan kecilnya menjadi tambah imut.

Dia menggemaskan, lesung pipinya membuat cekungan di pipinya. Bibir kecilnya seakan membulat tiap kali melihat kupu-kupu, capung, atau burung yang terbang.

"Wahhh, baguss!!!"

"Wahhh..bagus sekali, Bram."

Bram seperti diingatkan dengan memori beberapa tahun silam.

Gadis kecil yang membuatnya harus berkejar-kejaran dengan mafia. Dia harus menyelamatkan seorang gadis kecil yang saat itu menyaksikan penembakan dari jarak dekat yang dilakukan seorang mafia.

Saat itu Bram tidak sengaja berpapasan kembali dengan gadis kecil itu. setelah mengantarnya ke depan dermaga, Bram berjalan pulang. Ia pulang ke rumahnya setelah mengantarkan koran ke rumah-rumah pelanggannya.

Tak lama kemudian, dia harus berlari ke belakang, berlari kencang, menarik tangan adik kecil itu, untuk menyelamatkannya. Dia jadi saksi penembakan sangat berbahaya.

Bram berlari kencang, awalnya ia kewalahan memegangi tangan gadis kecil itu, tapi akhirnya ia menggendongnya lalu membawanya berlari dalam gendongan. Akhirnya, Bram bisa menyelamatkan gadis itu.

Nafasnya tersengal-sengal.

"huuuuuuu, kakak aku takut."

"Tenanglah adik, kita sudah aman."

Bram lalu mengendap-endap bersembunyi sembari mengendong gadis kecil itu, dia melewati jalan yang lain, Ia berjalan menuju dermaga kembali. Ia berjalan terus di antara kapal-kapal yang tertambat di sana. Ia masih mengendap-endap. gadis itu bilang kalau orang tuanya ada di kapal, tapi kapal yang mana? Gadis itu digendongnya dalam badannya yang kurus, sambil mengendap-endap di antara kapal-kapal yang tertambat.

Tak beberapa lama kemudian, seorang perempuan berseru.

"Ohhh my baby, dari mana saja kamu?"

"Di sebuah kapal ada enam orang, sepertinya dua orang di antaranya adalah orang tuanya gadis itu, Bram menurunkannya dan gadis itu berlari menuju kapal yang ada di dermaga itu. Ada kisaran 500 kapal tertambat di sana. Dan kapal orang tua gadis kecil itu salah satunya. Kapal orang tua gadis ini termasuk yang paling besar. Kapal yang megah dan sesuai untuk kaum jetset seperti mereka.

"Mommy, Daddy..."

Setelah Bram menurunkan gadis itu, gadis itu berlari ke arah orang tuanya dan disambut pelukan mereka pada gadis itu. Bram mengangguk membuka topi dan membungkuk pada mereka.

"Thank you, what's your name?"

"You're welcome, Sir!"

"Bram, Sir! "My name is, Bram, Sir!"

Dia memberikan segepok uang pada pesuruhnya untuk diberikan pada Bram. Pesuruh lelaki itu melemparkan segepok uang padanya dari atas kapal.

"Thanks, Boy!"

Bram menyambutnya segepok uang itu.

Banyak sekali, batinnya. Dia belum pernah memegang uang sebanyak itu sebelumnya.

"You're welcome, Sir!"

"Thank's Sir, Thanks Senyorita!"

Dia mengangguk kembali Tuan dan Nyonya itu.

Bram, lalu pergi dari sana sambil masih mengendap-endap-ngendap.

...

"Sayang aku ingin memetik bunga."

Suara Belinda membuyarkan hayalannya.

"Ya, petik lah, Belinda. Nikmatilah pemandangan di sini, aku akan mencoba menebang batang dan dahan pohon yang di sana. Nikmatilah pemandangan di hutan ini.

***

1
@ Yayang Risa Selamanya
Bram kamu terpesona sama Belinda nanti kamu bakal di bunuh
@ Yayang Risa Selamanya
Belinda tahu rencana Bram ternyata ya
@ Yayang Risa Selamanya
Astaga berantakan itu ruang ulang tahun
@ Yayang Risa Selamanya
Bram pasti bakal terpesona sama tawanannya
@ Yayang Risa Selamanya
Belinda kamu bakal di culik oleh Bram
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Belinda ayo kabur kamu dong
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Bram itu memang tega membunuh orang pasti dapat karmanya
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Belinda sampai mengguncang guncang badan Patricia
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Utusan Raja Qutaldo mengingatkan supaya misinya berhasil
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Apa Belinda bakal bisa di culik atau bisa menghindari penculikan
Suamiku Paling Sempurna
Belinda jangan cuma injak kakinya Bram tapi tendang juga burungnya Bram
Suamiku Paling Sempurna
Belinda tahu kalau Belinda akan di bunuh oleh Bram
Suamiku Paling Sempurna
Belinda ternyata ngga pernah menonton peperangan dan kekerasan
Suamiku Paling Sempurna
Raja Qudalto sampai menelpon menegaskan untuk menculik Belinda
Suamiku Paling Sempurna
Ternyata Belinda itu anaknya jendral Gondesh
@Yayang Risa Couple Happy
Belinda kasihan kamu di jadikan tawanan oleh penculik
@Yayang Risa Couple Happy
Belinda kamu sangat berisik menurut Bram
@Yayang Risa Couple Happy
Kasihan Patricia sampai berlumuran darah
@Yayang Risa Couple Happy
Bram rencana kamu gagal kalau kamu tergoda dengan Belinda
@Yayang Risa Couple Happy
Belinda pasti wajahnya cantik ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!