NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?

"Kenapa? Kaget?" tanya Ervano bersedekap dada.

Haura yang tadi berusaha berpikir positif dan menyimpulkan bahwa pakaiannya diganti oleh pelayan seketika dibuat bungkam.

Dapat Ervano lihat seberapa malu dirinya. Sengaja Ervano bahas agar Haura tahu bahwa yang ada di otaknya tidak melulu ke arah sana. Picik sekali Haura jika berpikir Ervano sebe-jat itu.

Dari sekian banyak kesempatan yang bisa dia gunakan untuk menikmati Haura, bahkan setelah menikah tidak dia lakukan. Jika memang mau, detik ini pun sebenarnya Ervano bisa memanfaatkan kesempatan.

Terlebih lagi, sejak tadi malam Ervano sudah mendapat dukungan dari keluarga Haura. Baik dari kedua orang tua maupun saudara ipar sama saja, tidak ada yang menganggap Ervano musuh atau semacamnya.

"Mau bilang apa sekarang? Hem?" tanya Ervano sekali lagi dan kali ini Haura tak menjawab.

Melainkan beranjak pergi dan berlalu ke kamar tanpa permisi. Tidak lupa dia menutup pintu dengan sedikit tenaga dalam sampai Ervano tergelak dalam kesendirian.

Lucu sekali pikirnya, perut Ervano sampai sakit mengingat bagaimana Haura yang menghentakkan kaki tatkala meninggalkannya.

Selama ini dia hanya bisa menerka-nerka bagaimana sikap Haura sebenarnya, sedikit mengejutkan ternyata cukup manja.

Ya, manja. Walau memang belum terlihat jelas, tapi Ervano bisa menyimpulkan wanita itu sangat manja. Terbukti jelas dari caranya memberontak dan tak mau kalah, sekalinya kalah masuk kamar dan membanting pintu yang memang menjadi andalan para anak manja.

"Tidak heran, dia perempuan satu-satunya ... mana mungkin tidak manja," gumam Ervano kemudian setelah terbahak begitu puasnya.

Orang-orang yang ada di villa tersebut sampai terheran mendengar gelak tawanya, karena memang ini kali pertama Ervano tertawa puas.

Sudah tentu tidak hanya membuat heran, Ervano juga menjadi topik pembicaraan mereka. Kebetulan sejak semalam memang kurang kerjaan, pasalnya Ervano tidak lagi memerintahkan apa-apa selain berjaga.

Untuk urusan belanja kebutuhan Haura dan semacamnya dijalani sendiri, tidak heran jika orang-orang yang mengenalnya selama ini bingung seketika.

"Tuan muda kenapa kira-kira?" Grite, wanita yang bertanggung jawab menemani Haura sejak awal kedatangannya di kamar mulai membuka suara.

"Masih nanya, jelas karena sedang bahagia ... tidak dengar tadi ketawanya selepas itu? Sebelumnya mana ada, senyum saja sudah dianggap anugerah," sahut salah-satu temannya.

"Iya juga sih, anyway kalian tahu 'kan beliau nikah lagi?"

"Hem, terus kenapa?" tanya Ardito dan Rosemary secara bersamaan.

"Kira-kira sudah izin belum sama Nona Sofia? Juga, apa Tuan besar bagaimana? Mustahil tidak marah andai tahu berita ini!!"

Ervano yang menikah, tapi mereka yang heboh sendiri. Tanpa terduga, dari belakang mereka mata tajam Ervano sudah menatap tiga orang anak buahnya yang berani lancang membicarakan masalah pribadi.

"Tapi kurasa akan lebih baik begini, seperti yang kita ketahui pernikahan Tuan Vano dan Nona Sofia dingin sekali, seperti tidak saling menginginkan bahkan yang bulan madu terakhir mereka pisah ranjang!!" aku Ardito semangat sekali mengingat bagaimana pengalamannya beberapa bulan lalu.

"Oh iya!! Aku ingat, bahkan mereka jalan masing-masing ... aku jadi bingung, apa yang terjadi dengan mereka? Padahal kalau dilihat-lihat mereka pasangan yang ideal, satu cantik satunya tampan kurang apa coba?" tanya Grite pada kedua temannya dengan wajah bingung.

Alih-alih menjawab, Ardito dan Rosemary justru terpaku dan menunduk secara bersamaan hingga Grite panik dibuatnya.

"Ih? Kalian kenapa? Ja-jangan bikin gugup dong!!"

"A-aku mau ke belakang, tadi banyak daun kering yang masuk kolam ... bye!!" pamit Ardito kini lari tunggang langgang.

"Ikut, Dit!! Pasti susah kan bersihin kolam tanpa bantuan?"

Keduanya berlari meninggalkan Grite sendirian. Dengan perasaan kurang enak, Grite perlahan menoleh dan benar saja, Ervano sudah berdiri dengan tangan yang masuk di saku celana.

"Tu-tuan? Ada yang bisa saya bantu?"

"Tentu saja ada."

"Apa itu?" tanya Grite gemetar dengan tangan yang kini panas dingin.

Tidak segera menjawab, Ervano menatap sekeliling dan menyerahkan kartu miliknya.

"Hem? Apa maksud_"

"Kalian semua butuh hiburan, 'kan?"

"Eh?" Grite benar-benar dibuat kebingungan tatkala Ervano justru melontarkan pertanyaan semacam itu.

"Silakan bersenang-senang ... Ardito tahu PINnya, jangan pulang sebelum saya perintahkan dan berhenti menjadikan saya sebagai topik pembicaraan, bisa?" Demi membuat mulut mereka diam, Ervano rela mengorbankan sejumlah uang sebagai uang tutup mulut.

Tentu saja hal itu berhasil, siapapun tahu bahwa 85 persen masalah di dunia akan selesai dengan uang. Tanpa menunggu lama, Grite segera menerima tawaran Ervano dan berlari menghampiri teman-temannya yang lain.

.

.

Selepas kepergian anak buahnya, Ervano kembali masuk dengan langkah gontai. Hampir saja dia marah, beruntung masih bisa bersabar dan berpikir jernih.

Tidak jarang dia menjadi topik pembicaraan semacam itu oleh orang-orang yang mengenalnya. Pertanda bahwa pernikahannya bersama Sofia sangatlah buruk.

Awal dinikahkan sebenarnya Ervano sudah mencoba menerima Sofia dan mengubur mimpinya untuk hidup bersama gadis yang berhasil membuatnya jatuh cinta tepat di pandangan pertama, Haura.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Sofia yang begitu dingin membuatnya menyerah. Sudah berapa kali Ervano menurunkan ego dan memposisikan diri sebagai suami yang baik sesuai perintah Papanya, tapi Sofia justru tidak bisa diajak kerja sama.

Selama satu tahun bisa dihitung jari kapan mereka tidur di atas ranjang yang sama, itu pun hanya dilakukan di saat orangtua mereka datang saja.

Ervano sudah mencoba memperbaiki hubungan, bertanya baik-baik apa alasan Sofia terus menolaknya, tapi tetap tidak ada jawaban.

Sewaktu diminta melakukan perceraian Sofia juga menolak. Namun, di sisi lain Sofia juga tidak melarang Ervano untuk menjalin hubungan dengan wanita manapun, entah itu sekadar pacaran atau menikah, Sofia tidak peduli.

Dan sekarang, Ervano telah melakukan hal itu. Dia nekat menikahi Haura, wanita yang dia impikan sejak lama, jauh sebelum menikahi Sofia.

Mengingat Haura, Ervano bergegas menghampiri wanita itu karena seingatnya Haura tadi marah besar. Begitu tiba, pintu ternyata tidak dikunci dari dalam hingga Ervano bisa masuk sesuka hatinya.

"Ra?"

Tidak ada tanggapan, Haura kini tengah berbaring dengan posisi menghadap ke pantai. Bermodalkan mental coba-coba, Ervano mendekat dan berbaring tepat di sisi Haura.

Niat awal hanya berbaring, tapi tangannya lancang dan tergerak sendiri untuk memeluk tubuh sang istri dari belakang.

Tidak ada penolakan, batin Ervano berteriak kegirangan. Akan tetapi, kebahagiaan itu hanya berlaku sementara karena pasrahnya Haura justru menimbulkan tanya.

"Ra? Kamu kenapa diam?"

"Terus maunya aku gimana? Teriak-teriak?" tanya Haura menatap datar nanar tanpa arah.

Terbiasa dengan penolakan dan kata-kata ketus Haura, begitu istrinya pasrah Ervano bingung juga.

"Tidak juga cuma maksud_"

Drrrt Drrrt Drrrt

Ucapan Ervano terhenti, dia merogoh ponselnya. Begitu membacanya sontak Ervano duduk dan melepas Haura.

"Lusa papa datang untuk makan malam bersama kita, aku harap kamu bisa pulang ke rumah karena aku tidak punya jawaban andai kata beliau tanya kamu dimana, Mas."

Ervano membacanya begitu hati-hati, tanpa sadar bahwa sepasang mata yang cukup kepo itu juga turut mengintai dari belakang.

"Oh dari istrinya? Wajar langsung dilepas."

Deg

.

.

- To Be Continued -

1
nana mail
GOOD
Ra~~~~~
Novelnya bagus 😍
*k🎧ki€*
Ervano is Casper😱😱😱
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙝 𝙑𝙖𝙣𝙤 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙥 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣𝙢𝙪.. 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙤𝙧𝙞𝙩𝙖𝙨𝙠𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙪𝙙𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙝𝙥𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙠𝙩..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙒𝙧𝙫𝙖𝙣𝙞 𝙖𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙠𝙬𝙩𝙞𝙣 𝙝𝙥𝙡 𝙩𝙥 𝙝𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙙𝙧 𝙨𝙤𝙠𝙩𝙚𝙧 𝙨𝙞𝙖𝙜𝙖 𝙝𝙥 𝙖𝙠𝙩𝙞𝙛 𝙩𝙧𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙥𝙪𝙠 𝙟𝙞𝙨𝙖𝙠, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙩𝙥 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙬𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙞𝙣.🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!