Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.
Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.
Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.
Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.
Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...
"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)
"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)
Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???
Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29.
Setelah rapat dengan client dan makan siang bersama diakhiri dengan drama live direstaurant hotel Hastaja, kemudian Hanum pulang kerumah diantar oleh Putra, karena mobilnya dibawa sekertaris Rima yang kembali kekantor untuk menyelesaikan laporan rapat tadi.
Untuk sesaat didalam mobil yang dikendarai oleh Putra hanya keheningan yang menemani mereka. Sampai kemudian Putra berinisiatif untuk memulai pembicaraan. "Sya,,,,beneran kamu menerima lamaranku???"
"Demi orang tuaku yang berharap banyak padamu, meskipun aku tidak yakin tapi apa salahnya untuk mencobanya". kata Hanum acuh.
Jawaban Hanum membuat Putra tersentak dan berusaha untuk tidak terpengaruh "jadi kamu terpaksa menerimaku???"
Untuk beberapa saat Hanum terdiam lidahnya terasa kelu. Kemudian hanum menjawab "bukan terpaksa akan tetapi mencoba berdamai dengan takdir lewat kedua orang tuaku".
Mereka kemudian terdiam dengan pikiran masing-masing. Selang beberapa saat mobil Putra memasuki halaman rumah Hanum.
"Terima kasih sudah mengantarku". kata Hanum setelah keluar dari mobil Putra
"sama-sama, dandan yang cantik ntar malam, ya".kata Putra sebelum melajukan mobilnya.
Skip
Malampun tiba, tampak bu Yana sibuk memberi arahan kepada para ART nya untuk menata meja dan makanan serta cemilan dan minuman yang telah disiapkan.
ting tong ting tong
Bu Yana segera membuka pintu dan nampaklah bapak Wiwaro Mandala dan istrinya Ibu Okta mandala beserta Putranya. Bu Yana dan bu Okta saling berpelukan, kemudian mempersilahkan ketiga tamunya masuk terlebih dahulu.
Setelah mereka masuk kemudian pak Atma keluar dari ruang kerjanya dan langsung bergabung dengan mereka.
"Selamat datang, Aro,,,,,"pak atma seraya memeluk pak Wiwaro
"Alhamdulillah, At,,,seperti yang kau lihat. Lama tak jumpa, kita semakin tua,,,dan keinginan kita dari dulu untuk berbesan ternyata jadi kenyataan". kata papa Putra mengingat candaan mereka ketika Hanum dan Putra masih sekolah.
Hanum yang mendengar suara tawa papanya yang terbahak-bahak segera keluar kamar dan berjalan turun keruang tamu.
Bu yana yang melihat putri kesayangannya segera mengajak Hanum untuk bergabung "yuk sayang,,,,nak Putra dan kedua orang tuanya sudah tiba".
"waowww,,,,,mantuku ternyata semakin cantik aja, ya kan nak???"kata pak wiwaro memuji Hanum untuk menggoda anaknya.
Putra yang sedang digoda oleh papanya hanya menunduk dan salah tingkah.
Bu Okta seketika berdiri dan segera memeluk Hanum sambil meminta maaf "maafkan mama okta telah melakukan perbuatan yang tidak baik padamu, sayang...."
Hanum membalas pelukan mama Putra dengan penuh kasih sayang "udahlah tante,,,lupakan semuanya. kita mulai dari awal lagi".
Semua tersenyum bahagia mendengar ucapan Hanum. Semua masalah yang ada diantara mereka hilang dan diganti dengan kebahagiaan.
Akhirnya merekapun membicarakan pernikahan yang akan dilangsung dalam 5 hari mendatang. Holang kaya mah bebazzz
Lalu kedua keluarga makan malam bersama dengan diselingi candaan yang tak ada habis-habisnya.
Setelah selesai makan malam Putra dan Hanum ketaman berbincang-bincang, mereka selama ini hanya berbicara seperlunya saja. Kini mereka akan menghilangkan segala perbedaan dan perseteruan yang pernah ada diantara mereka.
"Sya,,,,,,aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku yang dulu meninggalkanmu tanpa penjelasan dan kesalahan-kesalahanku yang lain". kata Putra memulai pembicaraan
"Kita jangan terjebak dengan masa lalu, mas,,,kita hidup dimasa sekarang dan memulai semuanya dari awal lagi".balas Hanum bijak
Putra kemudian menggenggam erat tangan Hanum kemudian mencium punggung tangannya, Hanum tersenyum dengan manis.
"Tapi mas,,,,masa lalu itu harus selalu diingat sebagai sebuah pelajaran yang berharga". kata Hanum lebih lanjut.
Putra kemudian memeluk Hanum dan tanpa mendapatkan penolakan. Secara perlahan Hanum membalas pelukan Putra sehingga membuat Putra tersenyum bahagia.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
**alhamdulillah bisa up lagi disela-sela kesibukan mendampingi anak PJJ
semoga corona segera berlalu dan keadaan kembali normal....
jangan lupakan jejak-jejak jempolnya, ya. jangan menjadi pembaca gelap🤭🤭🤭🤭**
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic