Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
WARNING 21+++
****
daniel dan vanya kini terhanyut oleh ciuman yang mereka lakukan, tangan daniel pun meraba gundukan kenyal milik vanya. saat daniel meremas dua gundukan tersebut.. vanya spontan kesakitan
"aauuww.. sakit daniel,pelan dikit donk" protes vanya ke daniel
"aku sudah pelan sayang,bahkan aku tidak pakek tenaga saat memegang nya" daniel merasa bingung karena vanya kesakitan
"mending jangan pegang-pegang gunung ku deh, rasanya nyeri bukan hanya nyeri malah sakit" ucap vanya
"kenapa aku lihat gunung kembar mu agak mebesar ya,biasanya aku pegang sangat kecil dan pas di tangan. tapi ini kok ngembang ya, memang kamu kasih apa kok bisa ngembang gini..?" sambil menole noel dua gunung kembar milik vanya
vanya yang merasa geram pun akhirnya mencubit pinggang daniel..
"aduh.. sakit sayang kenapa di cubit" sambil mengelus bekas cubitan tadi
"lagian kamu aneh bin ajaib, memang nya gunung kembar ku ini adonan kue apa..?
kok bilang mengembang segala, aku tak pernah kasih apa-apa. bisa jadi ini karena mu." tuduh vanya ke daniel
"loh kok jadi aku lagi" sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal
"jelas gara-gara kamu, tiap hari kamu seperti anak bayi yang kehausan dan menyedot milik ku sampai nyeri. kau tak akan berheti kalau kau tak tertidur, bahkan masih kamu tidur mulut mu tak lepas dari p*t*ng ku" jawab vanya dengan kesal
"suutt.. jangan keras-keras, nanti ada yang dengar" daniel membungkam bibir vanya dengan tangan nya, namun vanya menepis tangan daniel
"ck.. siapa yang akan mendengar, mungkin yang mendengar kucing liar yang suka mencuri makan" mulai kesal
"sudah lah sayang kalau kita begini terus akhirnya berakhir bertengkar,dan aku tak dapat jatah lagi" berusaha menenangkan vanya lagi..
"kamu mau jatah" tanya vanya
daniel hanya menganggukan kepala
"baiklah akan ku kasih jatah, tapi dengan satu syarat" vanya mulai bernegoisasi
"apa itu..?" daniel mulai merasa ada yang aneh
"aku yang mengendalikan semuanya"
"maksudmu" daniel mulai merasa ragu
"aku yang memimpin permainan ini" tampa menunggu jawaban daniel vanya meraih tangan daniel dan mengikat nya di atas sandaran ranjang..
"vanya apa yang kamu lakukan...? kenapa tangan ku di ikat" daniel mulai bergidik
"suut.. diam lah aku akan membuat mu merasakan apa yang ku rasakan, nikmati lah saja dan biarkan aku yang bekerja" vanya berbisik di telinga daniel
"aku yakin ini akan berakhir tidak baik" batin daniel
vanya mulai membuka pakaian daniel, setelah itu vanya memberi tanda merah di dada daniel begitu banyak hingga puluhan mungkin.
"sayang lebih baik aku yang melakukan nya oke" kata daniel
"tidak... aku yang akan melakukan nya" jawab vanya dengan yakin
vanya mulai menggigit dada daniel
"aduh.. vanya jangan di gigit" daniel mulai panik
"bagaimana sayang rasanya,ini yang ku rasakan saat kau menggigit ku" vanya tersenyum menang
vanya terus melumat bibir daniel dan sedikit menggigit bibir bawah daniel,setelah itu tangan vanya mulai menyusuri areah terlarang daniel dan vanya memainkan nya hingga daniel mengerang panjang.
vanya memainkan permainan nya tampa melakukan nya sama sekali,dan itu membuat daniel gusar
"sayang lebih baik cepat kamu lakukan,aku sangat tersiksa" memohon
"hehehe.. apa kau tersiksa, dulu waktu aku memintamu cepat melakukan nya kau mengulur nya hingga aku merasa kesal"
"apa kau balas dendam" tanya daniel
vanya hanya tersenyum jail.
daniel meronta-ronta supaya tangan nya terlepas,hingga beberapa menit kemudian ikatan nya melonggar tampa aba-aba daniel langsung bangkit dan menyerang vanya..
"daniel" vanya terkejut karena dia sekarang berada di bawah daniel
"aku akan melakukan nya sayang" daniel langsung memulai nya tampa aba-aba
"kau curang daniel" vanya terus protes karena daniel selalu menang darinya
"aku memang selalu menang di atas ranjang sayang" daniel terus melakukan nya hingga desahan mereka berdua bagai irama melodi
****
vanya mengerjap-ngerjapkan matanya,karena terkena sinar mata hari
"selamat pagi sayang.." ucap daniel yang berada di samping vanya
"jam berapa ini..?"
"jam sembilan sayang, tadi pagi kamu sangat hot" goda daniel
"isshh apa an sih kamu, udah deh pergi sana aku masih ngantuk" usir vanya
"tidak kamu harus makan dulu,ini sudah jam sembilan dan kamu belum sarapan"
"tadi jm 3 kan sudah" sambil menutup muka nya dengan selimut
"itu bukan makan sayang,tapi aku yang memakan mu pokok nya harus makan" sambil membuka selimut vanya
"oke oke aku makan" vanya duduk dan meraih piring yang di berikan daniel, tapi saat melihat menu nya vanya tiba-tiba mual. vanya pun berlari ke toilet
"vanya kamu kenapa" daniel menyusul vanya ke toilet
HOEKK...HOEKK
vanya hanya memuntahkan cairan berwarna kuning saja, daniel pun membantu vanya memijat tengkuk nya
"kamu kenapa,apa perlu ke dokter..?"
"tidak mau aku gak papa,aku hanya tak mau makan itu baunya sangat tak enak" sambil berdiri
"apa yang bau,bukan kah soup jamur kesukaan mu..?" daniel merasa heran
"tapi aku sekarang tak suka, bau nya tak enak aku hanya mau makan soto banjar"
"soto banjar... emm baiklah aku akan memesankan nya lewat go-food" ucap daniel
"tidak mau.. aku ingin ke tempatnya langsung" rengek vanya
"huuf.. baiklah kamu mandi dulu,dan habis itu kita mencari soto banjar"
vanya pun mengambil handuk dan masuk kamar mandi..
"sifat nya sangat aneh,apa vanya hamil ya..? tapi kata dokter vanya gak hamil, aah entah lah, jika benar hamil aku malah sangat senang" daniel pun tersenyum
happy reading....
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar