NovelToon NovelToon
Crush Landing On You

Crush Landing On You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Tamat
Popularitas:347.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

JIKA TIDAK TERTARIK, AUTHOR MOHON DENGAN SANGAT UNTUK TIDAK MEMBACANYA.

SILAHKAN SKIP SEJAK SAAT INI JUGA, KARENA AUTHOR TAK MEMAKSA KALIAN BACA.

TAPI JIKA KALIAN MENIKMATI ISI DARI CERITA INI, AUTHOR SANGAT BAHAGIA.

Pendaratan darurat membuat Daniel terpaksa menikahi seorang gadis.

Padahal niat hati masih ingin menanti cinta pertamanya, yang menghilang tanpa jejak.

Tabir misteri yang telah lama terkunci rapat, mulai terbuka perlahan, dan satu demi satu teka-teki mulai terpecahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

#29

Satu jam penerbangan yang sangat menyiksa bagi Daniel, dan Tara hanya bisa diam mengangguk ketika Daniel bicara, Daniel sedang dalam kondisi marah, gelisah, karena istrinya menghilang, padahal anak buah terbaik sudah ia siagakan selama dirinya berada di Jakarta. Tapi pada akhirnya semua pengawasan itu sia-sia belaka. 

Setibanya di gate Zaki sudah menunggu, “bagaimana?”

“Satu jam yang lalu kami bisa melacak sinyal dari gelang Nyonya, tapi …” Zaki terdiam, tak sanggup menyampaikan kabar selanjutnya. 

“Tapi apa?”

“Rupanya si penculik menyadari bahwa di gelang tersebut ada alat pelacak, jadi dia membuangnya.” 

Daniel berhenti melangkah, “jadi?” Lagi-lagi ia bertanya. 

“Pencarian kembali terhenti, karena mobil yang dipakai si penculik … tak bisa ditangkap oleh sinyal.”

“Aaaarrrggghhh…” Bagaimana bisa agen sekelas kalian kalah dengan begundal itu??!!” Daniel memekik keras, detak jantungnya seperti roller coaster, sesaat ia senang karena keberadaan istrinya telah ditemukan, namun sesaat kemudian kembali di hempaskan, karena mereka kembali kehilangan jejak. 

“Maaf, tuan … Kami tidak menyangka, bahwa pelaku memakai mobil dengan teknologi khusus,” ucap Zaki pelan, ia sungguh takut akan amukan atasannya.

“Ayo kita ke lokasi, lebih penting bergerak, daripada diam dan saling menyalahkan.” pungkas Daniel. Pada saat semua tim sudah bekerja dengan baik, tapi masih juga ada kesalahan, maka sebagai pemimpin ia harus introspeksi, dan memperbaiki diri. “Tara … untuk sementara, kamu yang menghandle urusan Hotel,” perintah Daniel pada asistennya.

“Siap Tuan.” 

.

Sementara itu, di minimarket tempat lokasi Naya terlacak, Danesh kembali menggeram kesal, hingga akhirnya dinding pagar mini market yang jadi sasaran, kini harapan menemukan Naya semakin jauh, karena gelang Naya di temukan di pelataran parkir minimarket.

Sepintar apakah musuhnya kali ini, hingga ia berhasil membaca situasi dengan baik, bahkan kini ia kembali kehilangan jejak. Kini mereka kehilangan jejak.

Hendak meretas CCTV juga percuma, jalanan lintas kota ini, didominasi hutan dan perkampungan kecil, jadi nyaris tak ada CCTV di daerah ini. Satu satunya yang bisa ia lihat, hanyalah CCTV mini market, itu pun hanya menunjukkan kemana arah mobil yang dikendarai pelaku, bahkan pelaku sengaja membelakangi CCTV, agar wajahnya tak dikenali.

Dan benar saja, ketika Daniel tiba, Danesh bahkan tak sanggup menatap wajah kakak sepupunya tersebut. Seperti apapun tegar dan sabarnya seorang Daniel, Danesh tetap tak tega. Daniel baru saja mengecap bahagia bersama cinta pertamanya yang sejak lama hilang, namun kini harus kembali di hajar kekhawatiran karena bayangan Naya kembali hilang tanpa jejak.

.

Gerbang tinggi menjulang itu kembali menutup rapat, 4 orang penjaga bergegas menghampiri mobil yang dikendarai Nick. 

“Nick … Tuan bilang, kamu harus tetap di sini hingga Tuan Hardiman datang.”

Nick hanya mengangguk, kemudian membuka pintu belakang mobilnya. 

“Siapkan kamar, agar aku bisa mengawasi wanita ini!” Perintah Nick pada rekan kerja nya. 

“Ikuti aku,”

Nick kembali menggendong Naya dalam pelukannya, seharusnya wanita ini sudah sadar, tapi  kenapa setelah lebih dari 6 jam, ia masih juga terlelap. 

Setibanya di kamar yang disiapkan khusus untuknya, Nick membaringkan Naya di sofa, kemudian mengikat kaki dan tangan Naya. Nick sendiri membaringkan tubuhnya di kasur, beberapa hari melakukan pengintaian, ia terpaksa tidur di mobil, dan kini barulah terasa jika tubuhnya pegal-pegal. 

Setelah beberapa kali gagal memejamkan mata, Nick akhirnya menyerah, ia menyalakan ponsel, sekedar melihat instastory sang kekasih, namun nihil, Carissa tidak meng update apapun di akun instagramnya. Ini suatu hal yang langka dan aneh, mengingat Carissa selalu membagikan cerita kesehariannya, agar Nick selalu bisa melihatnya. Bahkan sudah 2 hari ini tak ada riwayat panggilan yang masuk dari Carissa, ada apa dengan Carissa?

Dug 

Suara benturan terdengar, Nick menolehkan pandangannya, kaki Naya membentur meja, rupanya Naya mulai mendapatkan kembali kesadarannya. Kedua matanya berkedip-kedip menatap sekitar, ia merasa asing dengan ruangan tersebut,  lebih terkejut lagi karena ada orang asing di ruangan tersebut. 

“Siapa kamu?!!” Pekik Naya, ia reflek memekik karena sudah terlalu sering ia menghadapi situasi penculikanpenculikan, tak mungkin merengek atau menangis ketakutan, karena sebelum bantuan datang, ia harus berusaha menjaga diri nya sendiri. 

Nick kembali ke mode dingin, tanpa senyuman. “Orang,” jawab nya singkat. 

“Ya tahu lah kalau kamu itu orang, bukannya jin.” Celetuk Naya, menimpali jawaban singkat Nick. 

Nick bangkit dari baringnya, kemudian menyambar roti dan snack yang ada di dalam kresek yang ia beli di perjalanan tadi. “Makanlah, aku harus memastikan kamu tetap hidup.”

Sejujurnya Naya sangat takut, tapi ia tak ingin memperlihatkan nya, “Gak mau.”

“Makan, apa yang ada di hadapanmu!!” Perintah Nick dengan suara rendah. Sesaat lalu, ia hendak marah mendengar jawaban Naya, tapi entah kenapa kalimat yang keluar dari bibirnya, justru hanya bernada penekanan. 

“Apa isinya?” Lagi-lagi Naya coba mengulur waktu sampai ia bisa mengetahui motif di balik penculikan nya. 

“Roti dan snack.”

“Dan kamu sebut itu makan malam?” Naya kembali memancing pertanyaan. Padahal, ketika kencan pertamanya bersama Daniel di pasar malam, Naya hanya makan camilan sampai kenyang, padahal Daniel sudah ngotot menyuruhnya makan nasi. 

“Cerewet, aku bilang makan, ya makan saja!!” Nada suara Nick hanya naik satu tingkat, ia tak bisa lagi meninggikan suaranya, karena sedang berhadapan dengan wanita. Tapi jangan di tanya bagaimana beringasnya Nick jika lawannya adalah seorang laki-laki. 

“Aku mau nasi!” Pungkas Naya, dengan wajah malas menatap sekresek makanan di hadapannya. 

“Terserah kalau kamu tidak mau makan.” Balas Nick tak kalah dingin. 

“Kalau aku pingsan, atau mati kelaparan? Apa yang akan kamu jelaskan pada atasanmu?” 

Sungguh kalimat yang mengesalkan, Naya benar benar mengoyak habis kesabaran seorang Nick. 

Nick kembali berdiri dan menghampiri Naya, ia mencengkram dagu Naya, “dengar ya, aku hanya menjalankan tugas dari atasanku, jika kamu tak mau makan, terserah, masih bagus aku berbelas kasih padamu, jika tidak, aku bisa saja melemparmu ke gudang belakang!!!” Desis Nick dengan pandangan dingin dan tajam. “Makan!!!” Bentaknya kemudian. 

Melihat kemarahan Nick, wajah Naya kembali pucat, susah payah ia menelan ludah, tak berani lagi melawan. Kedua matanya pun berkaca-kaca, ia rindu sang suami yang selalu manis, dan menyayanginya. Dimanakah Daniel saat ini? apakah Daniel sudah tahu bahwa istrinya hilang? ‘Ya Tuhan, aku tak pernah berbuat jahat, tapi kenapa orang orang jahat selalu mengikuti aku’, monolog Naya dalam hati. 

Diluar dugaan, Nick yang semula kesal dengan kalimat bantahan yang keluar dari bibir Naya. Tiba-tiba Nick merasa bersalah, ada gelenyar perasaan aneh menyelimuti hatinya, rasa sesal karena sudah membentak seorang wanita. Sama seperti rasa ibanya ketika melihat kekasih hatinya menangis. 

“Iya … aku akan makan.” Jawab Naya patuh. “Tapi … tolong lepaskan ikatan tanganku?”

“Kamu tetap bisa makan dengan tangan terikat.”

“Tapi aku perlu ke toilet dulu.” Cicit Naya dengan wajah yang mulai ketakutan. 

Nick mendesah kesal, baru kali ini ia kerepotan menghadapi seorang sandera, padahal sanderanya hanya 1 orang wanita. Dengan terpaksa Nick membuka lakban yang mengikat kaki dan tangan Naya. 

“Jangan berani macam-macam, dan segera selesaikan urusanmu.” 

Tanpa berniat membantah lagi, Naya pun masuk ke toilet, ia melihat sekeliling, ruangan kecil tersebut, berniat mencari celah jalan untuk melarikan diri, tapi sepertinya harus digagalkan, karena di toilet tersebut hanya menggunakan ventilasi udara berukuran kecil. 

Brak

Brak

Brak

“Cepat keluar!!” Teriak Nick dari depan pintu, karena sudah lebih dari 15 menit Naya berdiam di toilet. 

Dengan wajah menunduk takut Naya membuka pintu, membuat Nick semakin tak tega, ia benci dengan dirinya sendiri yang begitu lemah jika melihat air mata wanita, baik Carissa maupun sanderanya saat ini. 

“Sengaja?” Bentak Nick lagi. 

“Iya, maaf … ” 

“Dah, makan sana, dan jangan membantah!” Perintah Nick. 

Tok

Tok

Tok

Salah seorang penjaga masuk, dan memberikan bungkusan pada Nick, “Nih… pesanan kamu.”

“Yang lain, sudah makan?” tanya Nick sembari membuka bungkusan makanannya. 

“Sudah…”

“Kapan Tuan datang?”

“Rencananya besok, tapi belum tahu jam berapa.” 

Nick diam dan tak lagi bertanya, matanya menatap bungkusan nasi padang yang ada di hadapannya, warna merah yang berasal dari sambal dan bumbu rendang membuat Nick menatap penjaga dengan kesal. 

“Kenapa makanannya pedas?!” Nick. 

“Kenapa makanannya pedas?!” Naya. 

Tanpa dikomando, keduanya meneriakkan kalimat yang sama. 

🤔🤔

1
imoe nawar
👍
Hariyanti
ceritanya keren Thor👍👍👍👍
Meriam Tehupelasury
🥰
Sri Widjiastuti
mewek nii 😇😇
aroem
bagus
Nur Maidah
terimakasih thor semua karyamu aq lahab habis tiada terlewat 👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm.... bener Nick kakaknya Naya, ayolaahh Nick sadar dan ingat semua sebelum kamu terlambat kehilangan adikmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kok aku jadi nerka kalau Nick kakanya Naya ya... Alnya Nick sering mimpiin ibunya saat sebelum menghilang saat ibunya mengambil adiknya di dalam rumah... apa saling berhubungan ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nick itu sebenarnya siapa siihh Thor bikin penasaran saja.🤔👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hayoo... Anak Durhakim kami Niel, sampe ortu mu ga dikasih tau kalau kamu nikah.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mingkemm.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selamat jadi manten Daniel Naya... di tunggu kalian versi Sachetnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya terjawab sudah rada penasaran kamu ya Niel.. 👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pada zama dahuluuu...... jeng jeng jeengng... ternyata Mila adalah Naya yang kamu cari Daniel.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuhh siapa tuh, mudah²an mah Danesh atau keluarganya sih biar laporan langsung sama ortunya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ternyata emang mau sejauh apa pun pergi kalau jodoh ketemu lagi Daniel Naya/Mila
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Apa Mila itu Naya ya.. bukannya Naya dulu di bawa pamannya pergi.... terus kemana tuh si borokokok..

eehh tapi jangan² pamannya Mila /Naya itu Profesor Hardiman ya Papahnya Clarissa lagi setelah mendapatkan semua harta Ortunya Mila/Naya dia di buang waktu kecil dan Lupa semuanya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi mingkem di sleding Omongan bu guru Mila kaann... Daniel.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mila Oh Mila.. jangan jutek² ntar lama² juga kesemsem.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Seiring bersama jadi mulai ada rasa.😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!