NovelToon NovelToon
LOST WAY

LOST WAY

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Anak Genius / Mengubah Takdir / Penyelamat / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Kisah perjuangan sebuah keluarga, dimana sang ibu divonis menderita Leukimia stadium menengah.

"Aku tidak mau mendengar alasan apapun!! Aku tahu aku bisa menyelamatkan mamahku!! Aku sudah membaca banyak buku!! Lihat dokter!!! Semua yang tertulis disini semua benar kan!!"

Ucap Suni sangat emosional sambil menunjukkan kliping yang ia buat. Dokter Sam membuka lembar demi lembar, semua tentang Leukimia yang diderita Sia, ibunya.

Hancur perasaan dokter Sam. Gadis sebelia ini, begitu sangat bertekad membawa mamahnya kembali pulang. Rasa takut dan manja benar-benar tak tergambar sama sekali di wajah Suni. Sebagai seorang dokter , baru kali ini ia bertemu dengan anak yang memiliki keberanian setulus ini.
(cut dr chapter 20)

Mampukah keluarga ini bertahan sampai akhir? mampukah Suni, si gadis sulung berusia 10 tahun ini mampu menjadi pendonor untuk ibunya?

selamat membaca...😁

karya hanya berdasarkan imajinasi author.
mohon maaf jika ada banyak kesalahan.🙏🙏😁
Salam Author Yoshua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lost Way >>29

Menjadi dewasa tidak mudah, setiap perlakuan dan kelakuan mereka, tak jarang membuat anak-anak merasa tertekan. Hal itu pula yang sedang dialami Suni. Keinginan dan tekadnya begitu besar untuk menjadi pendonor utama agar ibunya segera pulih dan sehat. Namun ada beberapa proses panjang yang harus mereka lalui. Melihat kondisi ibunya yang terbaring semakin hari semakin lemah, membuat Suni semakin tertekan dan sedih.

Dan ketika sampai ke rumah neneknya, Suni harus kembali dipertontonkan situasi yang membuatnya tak mengerti apa yang sebenarnya diinginkan orang dewasa.

"Apa orang dewasa itu memang sangat suka bertengkar? Apa kalian tidak sedih kakek sudah tidak dirumah ini lagi?!!" teriak Suni.

"Suni,,, kami tidak bertengkar, kami hanya sedang,,,," Bu Samsi berusaha mendekati Suni.

"Nenek!! Aku bukan anak kecil yang bisa dibohongi lagi nek!"

"Suni!! Jangan melakukannya sendiri!! Aku ikut kamu!!"

Teriakan Sania yang berdiri di depan pintu, membuat semua orang menoleh menatap dirinya.

"Orang dewasa memang sesuka mereka. tapi selalu mempermasalahkan setiap kesalahan kita. Dengan kedok bertanggungjawab, mereka selalu menghukum yang menurut mereka salah, tapi mereka tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan kita, bagaimana kita juga memiliki ketakutan, bagaimana kita juga ingin menikmati kebebasan setiap hari." kalimat-kalimat panjang dari Sania sambil berjalan membelah keluarga yang tertegun menatapnya.

"Sania!!! jangan bicara ngawur!!! Bentak Samsul.

Sania tak peduli dengan teriakan dan tatapan aneh dari semua orang. Ia tetap berjalan santai menuju dapur, mengambil sebuah pisau, lalu berdiri bergabung dengan Suni.

"Kita beri pelajaran untuk orang-orang yang katanya sudah dewasa itu, Suni." ucap Sania menepuk pundak kanan Suni.

Suni mengangguk menandakan kekompakan dengan saudara sepupunya itu.

"Sania jangan bodoh!!!" Susi ganti berteriak berusaha merebut pisau di tangan putrinya.

"Kenapa ma?! Mama malu punya anak sepertiku?" balas Sania dan mundur beberapa langkah. "Asal mama tahu, aku juga malu memiliki orang tua yang serakah seperti kalian!!" Sania terus berujar.

"Sania,,, cukup nak, kita bicara perlahan ya?" Sunda berusaha membujuk ponakannya itu.

"Enggak om!! Om juga terlalu abai dengan anak-anak om sendiri!!" celoteh Sania.

Ketegangan terjadi di dalam rumah Bu Samsi. Sepertinya kedua bocah kecil itu sudah sangat frustasi dengan situasi keluarga mereka. Terlebih Sania, yang selalu mendengar kabar miring tentang perselingkuhan papanya juga kelakuan mamahnya yang terkenal sebagai penggelap dana arisan.

"Lalu apa yang kalian inginkan? Tolong kalian anak-anak hebat." ucap Sundan dengan lembut.

"Suni!! Letakkan pisaumu, biar aku yang akan menyelesaikan semuanya." tutur Sania. "Pergilah ke ayahmu, ibumu juga sedang membutuhkanmu."

Suni meletakkan pisaunya ke meja yang tahu dari tempatnya berdiri, lalu menghambur memeluk Sania. Usia mereka yang terpaut jauh, membuat mereka tak begitu dekat sebelumnya. Namun entah kenapa Suni tiba-tiba langsung patuh pada apa yang Sania ucapkan.

"Nenek, papah, mamah, om Sundan, dan Tante Suci, aku mohon kalian rukun lah. Aku lelah dengan pertengkaran kalian mengenai harta warisan, ataupun mengenai uang yang kakek tinggalkan. Terutama ayah dan ibu." tatapan dan ucapan Sania yang ketua dan serius, membuat semua yang ada di sana tertegun menatap Sania.

"Tante Sia sedang sakit parah, ditambah kakek baru saja meninggal. Tapi rumah ini terasa sangat kacau seperti neraka. jika keadaan seperti ini terulang, aku tidak akan berpikir ulang untuk pergi dari keluarga ini."

Mendengar kalimat-kalimat dari Sania, semua orang dewasa tertunduk berkaca pada pikiran masing-masing. Sementara Suni masih dalam pelukan Sania.

Namun hal tak terduga justru terjadi setelahnya. Susi, ibunya Sania, merangsek berusaha kembali merebut pisau dari tangan Sania. Namun diluar perhitungannya, tepat saat Susi berhasil mengambil alih pisau, saat itulah Sean yang bermaksud menghambur ke pelukan Suni, justru terkena ayunan pisau dari tangan Susi. Ujung pisau di tangan Susi tak sengaja mengenai lengan kanan Sean meninggalkan luka memanjang sekitar 5 sentimeter.

Tangis kesakitan dari Sean membuat panik semua yang hadir. Bukan sepenuhnya salah Susi sebenarnya, ia tak menyadari ada Sean yang berlari kecil di belakangnya, sehingga ayunan tangannya saat ingin merebut cepat pisau dari tangan Sania, justru melukai lengan Sean.

Sundan membopong Sean masuk ke dalam mobil. Samsul dengan sukarela menjadi pengemudi. Diikuti Susi dibelakang membawa mobilnya sendiri bersama Bu Samsi dan juga Suni. Mereka membawa Sean ke rumah sakit.

...****************...

To be continue...

1
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
Wah, aku bacanya sial/Sob/ ternyata siaaaa,
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Recommend.
Novel yg penuh perjuangan, keikhlasan, dan pengorbanan.
yosh—: ahh, thanksyu2😁
total 1 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Suni pasti akan baik-baik aja
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
laahhhhhhhhh
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Suni jgn knp2 yaaa
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Dalem bgt kata-katanya
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
endingnya😭😭😭
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
ehhhh..... jgn Doong.....
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Suni, anak luar biasa....
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
seru lirih. mungkin disini typo Thor.
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
suci selalu bisa di andalkan.
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
hahaha assiikkk
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
gula sih, pengikut Dajjal ini mah. Ayahnya mati malah mikirin warisan.
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
paling Gedeg deh gue sama gosip sialan.
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
perbuatan buruk akan di kembalikan kepada yg merencanakan nya.
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
perawatannya minta di lempar ke kali, JD makanan biawak.
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
betul, kebijakan di perlukan dlm situasi darurat
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
dgn senang hati dokter sam lakukan 🤭
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
org2 selalu mencari kambing hitam dlm setiap Musibah. gak seru klo gak ada yg di salahkan.
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
sampe hancur dong, ya Rabb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!