"Satu-satunya yang menjadi alasanku adalah, seorang Wanita Malam sepertiku tidak akan pernah menjadi Bidadari Surga untuk Lelaki setulus, Om Garret."
"Saya tidak peduli Haura, saya tahu ini berat untuk kamu, tapi bagi saya, Bidadari Surga bisa datang dari tempat manapun bahkan dari tempat paling ternoda."
Dikhianati suaminya yang menikah lagi dengan perempuan lain, Haura seorang istri yang terpaksa menjadi wanita malam karena masalah Ekonomi, harus menelan pil pahit tersebut.
Depresi, sedih, dan kehilangan arah, Haura semakin larut dalam dunia malam, sebuah insiden membuat Haura tidak sengaja mencelakai seseorang yang sangat berpengaruh.
Melarikan diri, didalam pelariannya Haura bertemu Garret, Mantan Pelanggannya yang membawa dirinya untuk sembunyi di Mansion keluarganya dengan status seorang Istri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27 | Di Atas Normal
Helena dan Arash berdiri di tengah sebuah ruangan yang gelap, berada di bangunan lain dari Mansion milik Daniel, meninggalkan keributan yang terjadi diluar
Mata mereka saling menatap dengan penuh kebencian. Keduanya telah bekerja sama untuk menggagalkan pernikahan Haura dan Garret, tetapi sekarang mereka tampaknya tidak sependapat tentang langkah selanjutnya.
Helena, dengan nada tajam, berkata, "Apa yang sebenarnya kamu rencanakan, Arash? Ini berlebihan, bisa-bisa Mama dan Papaku jadi korban Gas air mata itu, kita disini untuk mempermalukan Haura dan menggagalkan pernikahan mereka."
Arash tersenyum sinis, memperlihatkan foto yang dia pegang. "Helena yang polos, niat kita menghancurkan pernikahan mereka memang sama tapi kan sudah aku jelaskan tujuan kita berbeda, dan kamu tahu apa, tujuanku adalah menghancurkan keluarga kalian, kamu memberiku akses dan inilah yang aku dapatkan, mempermalukan kalian, membalaskan dendam ku kepada Garret!"
Helena tercengang, "Jadi kamu MEMANFAATKAN aku! Kamu jahat Arash! Gimana dengan orang-orang yang aku cintai jadi korban disana."
Arash mengejek, "Apa yang kamu tahu tentang cinta, Helena? Aku tahu apa yang aku lakukan. Dan aku punya berita baru untuk kamu."
Helena mendelik. "Apa?"
Arash mengeluarkan sebuah map dari tasnya dan melemparkannya kepada Helena.
"Info yang anak buahmu tidak bisa dapatkan!" katanya. "Kamu bodoh sekali, kamu pikir kenapa Loki perhatian dengan Haura, yah karena saat Haura masuk ke rumah kalian, Haura adalah istri Loki!"
"Walaupun sekarang sudah bercerai karena Loki menjual Haura kepada Garret, tapi aku kasian padamu, karena kau yang berpikir kamu adalah yang pertama dan satu-satunya ternyata adalah kedua dan salah satunya," lanjut Arash merasa menang.
Helena mendelik. "Gak! Aku harus ketemu sama Mas Loki sekarang, licik kamu Arash!"
"Apa bedanya denganmu, sayang, kita sama saja, jadi jangan merasa menjadi korban disini," jawab Arash menatap Helena pergi dari sana.
-
Helena kini berdiri di hadapan Loki, wajahnya penuh kemarahan dan kekecewaan. Dia menatap suaminya, Loki, dengan mata tajam, menahan amarah yang memuncak. Mereka telah berbicara tentang rahasia kelam yang Loki sembunyikan selama ini, dan Helena tidak bisa lagi mengendalikan emosinya.
"Dengar baik-baik, Mas Loki!" ucap Helena dengan suara tajam. "Apa yang kamu sembunyikan selama ini adalah sesuatu yang tak termaafkan. Kamu sudah menikah dengan Haura, wanita yang aku benci, dan kamu tidak pernah jujur padaku!"
Loki mencoba menjelaskan, "Helena, aku tidak pernah bermaksud menyembunyikan hal ini darimu. Aku pikir masa laluku dengan Haura adalah hal yang sudah selesai."
Helena melemparkan pandangannya dengan sinis. "Sudah selesai? Kamu berani berkata begitu setelah semua yang dia lakukan pada keluarga kita? Dia adalah musuh besarku! Dia berusaha merebut semuanya dariku, kamu pikir aku ngelakuin ini karena apa? Karena kamu, aku takut kamu di rebut sama Haura, aku takut Haura masuk ke rumah keluarga kita dan merebut posisiku di keluarga ini, dan ternyata Haura adalah istri pertama kamu.
"Mantan istri!"
"TERSERAH!"
Loki merasa menyesal atas keputusannya untuk menyembunyikan pernikahan masa lalunya dengan Haura. "Helena, aku minta maaf. Aku tidak pernah bermaksud membuatmu terluka."
Helena menunduk kecewa, dia menyangka kepala sejenak, wajahnya tidak tega pada pria yang dia cintai ini. Namun, Helena masih marah dan kecewa. "Maaf tidak akan mengubah apa-apa, Mas Loki. Ini adalah pengkhianatan besar, dan aku tidak tahu apakah aku bisa melupakan ini."
Keduanya terdiam dalam ketegangan yang tegang, menyadari bahwa masalah ini telah merusak hubungan mereka. Helena merasa dikhianati, sedangkan Loki menyesal atas keputusannya untuk menyembunyikan rahasia ini.
"Haura penyebab semua ini, semuanya hancur, sekalian saja biar ku selesaikan dia!"
"Apa yang mau kamu lakukan, Helena?"
Helena tidak menjawab, dia berjalan meninggalkan Loki, Helena berjalan cepat menuju parkiran dimana disana ada mobilnya, tampak beberapa tamu mengungsikan diri atas tragedi ini ke lapangan yang ada di sisi kanan Mansion, sedangkan Helena bisa melihat jelas Haura berdiri di jalanan dimana, jalanan itu khusus mobil keluar masuk, Mansion.
Sebuah ide jahat terlintas, Haura yang tampak menenangkan tamu undangannya, menjadi tidak fokus akan kondisi sekitar.
"Mati kamu, Haura!"
Helena duduk di dalam mobilnya, matanya berkobar kemarahan. Haura adalah mantan istri Loki, suaminya, dan kehadirannya adalah sumber amarah Helena. Dia memutuskan untuk mengakhiri semua ini.
Dengan mata merah karena kemarahan, Helena menginjak pedal gas dan memacu mobilnya menuju Haura dengan niat jahat.
Dia berpikir bahwa menabrak Haura akan membayar semua rasa marah dan kebenciannya.
Namun, sebelum mobil Helena bisa mencapai Haura, Loki muncul dengan kecepatan yang tak terduga dan mendorong Haura menjauh, menghalangi mobil yang datang dengan penuh keberanian. Helena terkejut dan mencoba mengerem mobilnya, tetapi sudah terlambat.
Mobilnya menabrak Loki dengan kekuatan penuh, tubuh Loki terlempar ke atas kap mobil sebelum jatuh ke sisi jalan. Haura sontak memanggil bantuan dalam kepanikan, melihat Loki tergeletak tak bergerak.
Helena, yang masih terkejut, keluar dari mobilnya dengan cepat. Dia melihat kondisi Loki dan menyadari apa yang baru saja terjadi. Dia berlutut di samping suaminya yang terluka parah, tetapi sayangnya, Loki tidak lagi memiliki tanda-tanda kehidupan.
"Mas! Mas Loki bangun! Mas!" ujar Helena panik. "Ayok, kita ke rumah sakit!"
Darah membanjiri wajah Loki yang baru saja menghantam beton di tepi jalanan menuju keluar area mansion.
"Helena, M-Maafkan aku, seharusnya aku jujur padamu, aku tidak ingin kamu menjadi orang yang jahat, cukup aku yang jahat, Haura tidak bersalah."
"Mas!"
Loki kesulitan bernapas, dia mengusap perut Helena dengan tangan bergetar. "Jaga, anak kita baik-baik, maafkan aku tidak bisa melihat dia lahir, nanti."
Haura berjalan menghampiri Helena dan Loki, dia tampak terdiam tidak percaya, Loki meliriknya.
"H-Haura, maafkan aku karena sudah menanggalkan kamu, kamu pantas untuk bahagia."
DREP!
Loki menutup matanya perlahan, napasnya tidak terasa lagi, tanda-tanda kehidupan benar-benar hilang.
Air mata mengalir dari mata Helena saat dia menyadari bahwa tindakan emosionalnya telah mengakibatkan kematian suaminya sendiri. Dia tidak bisa mengatasi rasa penyesalan yang mendalam dan ketidakberdayaannya.
Helena membalikan badan menatap sosok Garret, Galih, Sela dan Jia yang berlari ke arah dirinya dan Haura beserta jasad Loki, takut disalahkan, akhirnya Helena memilih kabur.
Tanpa berkata sepatah kata pun, dia kembali ke mobilnya dan melarikan diri dari tempat kejadian.
Haura, yang masih gemetar dan terguncang, berlutut di samping jasad Loki, meratapi kecelakaan tragis ini yang telah mengubah segalanya. Mereka semua telah terjebak dalam lingkaran kebencian dan kecemburuan yang berujung pada tragedi yang mengerikan ini.
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un, tampaknya kita harus menyiapkan pemakaman hari ini juga," ujar Garret mengecek nadi Loki.
...----------------...
Halo! Gimana updatean hari ini, apakah kalian puas hahaha, sengaja Crazy Up, Author barangkali ngilang besok kan karena malas update lagi wkwkw, becandyaa~ dan Selamat membaca!
bodo mau aja kerja sama dgn arash, mlh hsncur sdr kamu