NovelToon NovelToon
Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Reni Juli

"Menikahlah denganku, maka aku akan memberikan cek satu juta dolar ini padamu dan jadilah suamiku selama satu tahun," Marien Douglas.

"Jika begitu, aku tidak akan ragu asal kau mau menikahi pria cacat ini!" William Archiles.

Kedua insan yang ditemukan setelah mengalami sakit hati, memutuskan untuk menikah. William dicampakan oleh kekasihnya tepat saat dia ingin melamar kekasihnya karena kedua kakinya yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan, sedangkan Marien melarikan diri saat hendak dijual pada pria tua menggantikan kakaknya. Mereka berdua bertemu di tempat yang sama lalu memutuskan untuk menikah dengan tujuan masing-masing. Akankah semua berjalan sesuai dengan rencana mereka dan tanpa Marien sadari, pria yang dia nikahi bukanlah pria biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Orang Biasa

Marien pergi ke perusahaan yang diberikan oleh William untuk memperkenalkan dirinya sebagai pemilik baru dari perusahaan itu tentunya dia pergi bersama dengan William. Tidak saja mereka, pemilik sebelumnya juga ada karena dia akan menyerahkan kekuasaan yang dia miliki pada Marien di hadapan pada karyawannya yang masih bertahan bekerja di tempat itu.

Rapat mendadak diadakan untuk mengumpulkan semua karyawan tentunya Marien yang memimpin rapat itu. Selain harus memperkenalkan diri, dia juga harus menunjukkan kemampuan yang dia miliki pada para karyawan juga visi dan misinya untuk menarik simpati mereka. Bagaimanapun dia membutuhkan tenaga kerja yang sudah berpengalaman.

Meskipun dia tahu tidaklah mudah untuk membangkitkan sebuah perusahaan yang sudah hampir jatuh bangkrut tapi dia yakin dia bisa melakukannya. William berada di ruang rapat, sebab itu Marien semakin bersemangat karena dia tidak mau mengecewakan William yang sudah mempercayakan perusahaan itu padanya.

Rapat yang dia adakan untuk pertama kali berjalan cukup lama meski dia belum menentukan karyawan yang akan menjabat beberapa posisi penting nantinya tapi rapat pertama itu sudah cukup apalagi para karyawan yang tersisa tampak bersemangat untuk memajukan perusahaan itu kembali bersama dengannya.

Rapat yang memakan waktu cukup lama ternyata melelahkan. Marien meneguk segelas air setelah selesai. Ruangan itu sudah kosong, hanya tersisa dirinya dan William saja. Marien menghela napas, berbicara terlalu lama benar-benar membuatnya mulut lelah.

"Astaga, aku merasa rahangku sudah mau lepas!" Marien memijat rahangnya, bibirnya saja terasa kebas karena terlalu banyak berbicara.

"Kau akan terbiasa nanti, Marien," William membawa kursi rodanya mendekat lalu berhenti si sisi Marien.

"Bagaimana, apa kau puas dengan presentasi yang aku lakukan?" Marien memutar kursi sehingga mereka saling berhadapan.

"Bagus, kau cukup pandai menunjukkan diri sebagai pemimpin baru dan aku sangat puas. Para karyawanmu saja sangat puas jadi tidak ada kritikan yang bisa aku berikan!"

"Terima kasih, William. Tapi ngomong-ngomong, kau sepertinya sangat mengerti akan hal ini. Apa kau pernah melakukan bisnis sebelumnya?" Marien menatapnya dengan ekspresi ingin tahu.

"Tentu saja, aku sedang berbisnis dengan sahabatku tentu saja aku tahu!"

"Baiklah, aku harap Zack Erson tidak tahu apa yang sedang kau lakukan dengan sahabatmu itu karena aku khawatir dia akan menghalangi langkahmu."

"Tidak perlu khawatir, dia tidak mengenal aku jadi kau tidak perlu khawatir!"

"Benarkah?" kini Marien sedang merapikan berkas-berkas yang ada.

"Hm, aku hanya orang biasa jadi dia tidak akan kenal!" jawab William. Meski Zack juga pengusaha yang cukup berpengaruh tapi dia tidak berbisnis dengan sembarangan pengusaha. Bukan berarti Zack Erson tidak pernah menawarkan kerja sama dengannya, pria itu sering melakukannya tapi dia menolak. Lagi pula yang Zack kenal adalah ayahnya dan dia, hanya bermain di belakang layar karena dia lebih banyak mengandalkan Steve untuk maju jika dia sedang enggan bertemu dengan rekan bisnis. Oleh sebab itu, dia tidak pernah bertemu dengan Zack sebagai sesama pengusaha dan karena itulah, Zack tidak mengenal dirinya saat mereka bertemu apalagi Zack hanya tahu nama depannya saja.

"Baiklah, kau orang biasa yang luar biasa!"

"Apa itu pujian?"

"Seperti itulah, maaf jika pujiannya tidak manis!"

"Kemarilah!" William menepuk kedua kakinya sebagai isyarat agar Marien duduk di atas pangkuannya.

Marien beranjak, sekarang sudah tidak canggung lagi karena dia sudah melakukannya beberapa kali. Marien duduk di atas pangkuan Wiliam, mereka berdua saling pandang dan Marien tersenyum dengan manis. Saat ini mereka berdua sudah seperti pasangan kekasih saja.

"Dengar, aku harus pergi setelah ini karena ada yang harus aku lakukan. Mulai sekarang, kaulah yang memiliki tempat ini dan perlihatkan kemampuanmu. Aku ingin hasil yang bagus, Marien. Jadi jangan mengecewakan aku!"

"Tidak akan, William. Aku tidak akan mengecewakan dirimu, aku berjanji padamu!"

"Aku percaya padamu, Marien!" tangan William sudah berada di wajah Marien dan mengusapnya dengan perlahan. Tatapan mata William justru tertuju pada bibir Marien yang menggoda, tiba-tiba saja ibu jarinya sudah berada di sana. Marien terkejut, tubuhnya membeku bahkan Marien menahan napasnya karena jari William bergerak dengan perlahan.

"Wi-William," jantung Marien berdegup kencang, dia bahkan bisa mendengar suara degupan jantungnya sendiri.

"HM!" William berhenti memainkan jarinya lalu menarik Marien mendekat untuk memeluknya.

"Will?" Marien sangat heran karena pria itu mendekapnya dengan begitu erat.

"Aku sedang mengisi energi sebelum aku pergi!" ucap William.

"Energi? Apa kau semacam alat elektronik?"

"Ini gombalan baru agar aku dapat memelukmu sedikit lama!"

Marien tersenyum dan memejamkan mata untuk menikmati pelukan hangat suaminya. Meski tanpa melakukan hubungan badan tapi hubungan mereka berdua sudah cukup baik. Lagi pula tidak ada yang perlu dipertengkaran di antara mereka.

"Sepertinya aku pun perlu mengisi energy tapi aku berat, tidak baik duduk di atas pangkuanmu terlalu lama. Jangan sampai kedua kakimu semakin tidak bisa sembuh karena kau memangku aku setiap hari. Aku tidak mau sampai hal itu terjadi."

"Saat kedua kakiku sudah sembuh, tidak saja memangkumu tapi aku juga akan menggendongmu sepanjang hari!"

"Baiklah, tapi aku bukan bayi!" Marien beranjak dari atas pangkuan William dan kembali membereskan berkas yang ada di atas meja.

"Jika begitu aku sudah harus pergi!" William melihat jam, dia sudah harus kembali ke kantor.

"Aku antar!" berkas ditinggalkan, Marien mendorong William keluar dari ruangan itu. Karena dia mengadakan rapat di lantai bawah jadi dia tidak perlu repot.

"Apa kau akan makan malam di rumah?" tanya Marien.

"Tentu saja, aku pasti akan pulang."

"Besok hari pernikahan Alexa, pikirkanlah lagi kau mau ikut denganku atau tidak. Aku tidak akan memaksa bahkan aku lebih senang kau tidak ikut agar kau tidak dipermalukan bersama denganku!"

"Tidak perlu mencemaskan hal itu, oke? Aku sudah memiliki rencana dan sebelum dia mempermalukan kita, dia yang akan yang malu terlebih dahulu!"

"Baiklah, aku percaya denganmu!" Marien mengusapkan tangannya di bahu William. Meski William tidak tahu kenapa Marien melakukannya tapi dia merasa usapan itu seperti sebuah penyemangat dan dia menyukainya.

Steve yang sudah menunggu bergegas membuka pintu mobil namun dia tidak membantu saat Marien membantu William untuk naik ke mobil. Steve hanya mengambil kursi roda milik William dan menyimpannya di belakang mobil.

"Masuklah, aku sudah harus pergi!" ucap William setelah dia berada di dalam mobil.

"Berhati-hatilah!" Marien melambai lalu menutup pintu mobil. Dia bahkan belum beranjak dan memperhatikan mobil yang membawa William pergi. Baiklah, akhirnya dia tidak menjadi pengangguran lagi dan hari beratnya di mulai.

William mengambil sesuatu dari balik jas dan memberikannya pada Steve. Tentunya yang dia berikan adalah undangan pernikahan Alexa yang dia ambil di atas meja. Dia sengaja membawanya tanpa memberi tahu Marien akan dia sudah memiliki sebuah rencana.

"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku!" ucap William saat Steve mengambil undangan yang dia berikan.

"Apa yang kau inginkan, Sir?"

"Membalas apa yang Marien dapatkan saat makan malam jadi susupkan beberapa orang ke tempat pesta itu akan dilangsungkan!"

"Baik, Sir!" undangan yang diberikan dibuka karena dia harus tahu di mana pesta itu akan berlangsung.

William menumpu lengannya di sisi pintu mobil, tunggu saja. Pembalasan pertama sudah akan dimulai dan Alexa, tidak akan selalu berada di atas angin karena pelan tapi pasti, dia akan membantu Marien membalas orang-orang yang ingin menyakitinya. Ini adalah awal, jika tidak jera juga maka akan ada pembalasan lainnya.

1
Efa Ernawati
thank author...🥰🥰
Rita Wati
Emang ada orang yg iseng2, ga ada kerjaan mengunjungi kamar mandi???
Rita Wati
Berarti selama ini Gavin tahu Alexa ada dimana tapi pura2 bodoh
Rita Wati
Ayah paling egois, pilih kasih, ga ada perasaan, ga peka sama anak2nya
Rita Wati
Yah..... Will, Marien & Steve ga kebagian nobar dong.... Popcorn nya Steve....
Rita Wati
Thank you Fiona sudah menyampaikan berita perkawinan rahasia Will & Marien
Rita Wati
cowok model begitu, jodohin aja sama hyena di California
Rita Wati
Double kill💪👍
Rita Wati
bukan hanya dukungan suami yg didpt, tapi dari semua keluarga Smith
Rita Wati
Jangan2 Marien salah satu karyawan William
Rita Wati
Siapa tau jodoh sejatinya Alexa ada di Smith's zoo
Rita Wati
Wah...ternyata bukan laki2 Smith aja yg tinggal sama calon istri. Archiles juga ikutan.
Rita Wati
Lha, bukannya seharusnya Alexa yg jadi calonnya.
Orgnya masih di sana, nikahin aja.
kenapa Gavin marah2 sama Marien...
panjul man09
cerita tentang keluarga smith memang paling 👍👍👍👍👍 authornya memang jago 👍👍👍👍👍👍
panjul man09
aku suka novel seperti ini masuk akal ,tdk seperti novel yg judulnya mirip , barul awal dibaca sudah bikin jengkel ,akhirnya gak lanjut bikin kesal.
Kustri
obrolan yg diulang" bikin bosen
Kustri
bosen bgt baca kata pecundang🤮
Kustri
marin gk mau nikah ama zack krn marin gk mata duitan ky kamu alexa
Kustri
lha panggilan mom, dad pas kakek nenek g diubah thor😁
Kustri
lha kamu yg pecundang, gk bs berusaha sendiri, mengandalkan goyangan di kasur doang, dasar alexa gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!