Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.
Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.
*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29. Kekesalan Olivia
"Siapa yang mengizinkan calon istri ku untuk peralatan dapur?"
Suara bariton yang begitu berat itu berhasil membuat tubuh para pelayan menegang, gerakan mereka berhenti serempak seraya berbalik menghadap sang tuan dengan kepala menunduk.
"Maafkan kami tuan, kami benar-benar sudah melarang nona tetapi nona memaksa" Jelas salah satu pelayan di dapur itu.
"Melarang satu orang saja tidak bisa" Desis dingin Marvin. "Angkat kaki dari rumah ini sekarang juga!" Lanjut nya membentak.
"Tuan.."
"Hei! Jangan seenak jidat mu ya!" Potong geram Olivia seraya berbalik menatap Marvin.
"Pffthh.. Hahaha" Tawa Rio pecah seketika saat melihat wajah Olivia terkena tepung, terutama hidung nya. Sangat mirip seperti badut!.
"Shiit! Kau bosan hidup?" Desis tajam Marvin membuat tawa Rio langsung terhenti. "Pergi kalian semua!" Titah nya geram.
Sontak beberapa pelayan dan penjaga yang sempat mencari Olivia atas perintah Marvin langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan dapur.
Termasuk Olivia yang baru saja melangkah namun lagi-lagi suara bariton Marvin menghentikan nya.
"Kecuali kamu, honey"
"Ck, mau apa sih? Ini ga boleh, itu ga boleh?!" Cerocos nya semakin geram.
Marvin mengigit bibir nya menahan gemas, lantas pria itu melangkah mendekati Olivia dan langsung menarik pinggang wanita itu saat dia hendak melangkah mundur.
"Yak! Lepas.."
"Kepala aku pusing honey.." Ucap tiba-tiba Marvin dengan nada merengek seraya menjatuhkan kepala nya di bahu Olivia yang jelas-jelas lebih pendek dari nya.
"Apa urusan nya dengan ku? Aku tidak peduli dan menjauh!" Olivia mencoba mendorong tubuh Marvin dan juga kepala pria itu namun usaha nya hanya sia-sia.
Yang terjadi Marvin malah semakin mengeratkan pelukan nya dan menenggelamkan wajah nya pada sela leher Olivia.
"Hei.." Teguran Olivia terhenti saat telinga nya menangkap suara yang sebelum nya ia dengar
"Hmpp.. Hoekk.." Marvin langsung melepaskan pelukan nya dan berlari menuju wastafel di dapur itu lalu kembali muntah.
Namun entah apa yang kali ini pria itu muntahkan karena isi perut nya sudah terkuras habis saat muntah sebelum nya.
"Hoeekk.. Hoekk.."
"Ada apa dengan nya?" Gumam Olivia mulai merasa iba.
"Honey to-long hoeekk..!!" Ucap terengah Marvin menahan rasa mual dan pusing serta lemas pada tubuh nya.
Olivia masih terdiam di tempat nya selama beberapa saat, namun begitu melihat tubuh Marvin mulai oleng baru lah Olivia berlari kecil menghampiri pria itu.
"Ada apa dengan mu? Apa kamu punya asam lambung?" Tanya Olivia seraya menebak nya.
Marvin menggeleng, tangan nya menahan tubuh nya pada pinggiran wastafel. Perut nya benar-benar terasa seperti di aduk-aduk di dalam sana.
"Haishh, sudah menculik ku lalu menyusahkan aku juga" Celetuk nya dengan nada kesal namun tidak dengan raut wajah nya yang terlihat khawatir.
Jari-jari panjang itu pun mulai memijat tengkuk Marvin, dan yang sebelah nya ia gunakan untuk mengusap-usap punggung lebar itu.
Marvin membasuh wajah nya setelah beberapa saat, rasa mual nya sedikit berkurang namun tidak dengan rasa pusing dan tubuh yang terasa lemas.
"Ada apa dengan ku? Apa ada masalah dengan ginjal ku yang satu nya?" Batin Marvin bertanya-tanya.
"Ini, minum dulu" Olivia menyodorkan segelas air hangat di depan wajah Marvin yang terlihat begitu pucat.
Melihat gelas itu sudut bibir Marvin pun tertarik membentuk senyum yang menghias wajah pucat nya. "Terima kasih, sayang" Ujar nya menerima gelas tersebut kemudian meminum nya.
"Bisa tidak jangan memanggil ku dengan kata menyebalkan itu?!" Kesal nya mengambil alih gelas kosong di tangan Marvin.
"Tidak, kamu calon istri ku jadi--"
"Sejak kapan aku setuju?" Potong Olivia.
"Tapi aku tidak butuh persetujuan mu, honey.." Sahut Marvin.
Olivia berdecak pinggang, ekspresi wajah nya terlihat begitu kesal dan geram pada Marvin namun di mata pria itu justru Olivia terlihat semakin menggemaskan.
"Kenapa sih sayang hum?" Goda Marvin mencubit pipi Olivia.
"Lebih baik kamu ke rumah sakit deh, terus periksa tubuh serta otak kamu yang seperti nya agak geser" Celetuk Olivia menyentak tangan Marvin.
Rasa nya Marvin ingin tertawa di menit itu juga, namun sayang nya rasa mual membuat bibir pria itu harus terbungkam rapat.
"Bantu aku ke kamar" Ucap Marvin menaruh tangan nya pada bahu Olivia dan menarik paksa tangan wanita itu hingga melingkar di pinggang nya.
"Mana ada orang minta bantuan maksa kayak gini" Celetuk nya semakin kesal.
"Suka-suka aku" Sahut Marvin menyebalkan.
Namun Olivia memilih untuk diam tak meladeni pria itu, kini dengan langsung perlahan Olivia menuntun tubuh Marvin menuju kamar pria itu.
"Sir..!!" Rio yang baru saja memekik kaget langsung terdiam begitu melihat kode dari bos nya.
Olivia pun menghentikan langkah nya, begitu juga dengan Marvin.
"Panggilkan dokter wanita untuk memeriksa calon istri ku" Titah nya.
"Cih aku tidak sakit, kanu yang harus nya di periksa!"
Marvin menunduk menatap Oliva, pria itu tersenyum samar dengan ekspresi mengejek. "Memang nya siapa yang bilang untuk mu, Olivia?"
Mata Olivia sontak melotot, pipi nya langsung bersemu malu bersamaan dengan tubuh nya yang langsung menjauhi tubuh Marvin.
Sedangkan Rio, pria itu menahan tawa nya melihat interaksi dua manusia di depan nya. Yang satu terlihat begitu jahil dan licik, sedangkan yang satu nya terlihat cukup berani untuk melawan.
"Oh.. Apa jangan-jangan kamu berharap menjadi istri ku?" Goda Marvin menarik lengan Olivia hingga tubuh wanita itu membentur tubuh nya.
"Ih apaan sih, tadi kamu yang bilang sendiri ya!" Kesal Olivia memerah.
"Bilang apa hum?" Tanya Marvin semakin menggoda.
"Tau ah, lepasin gak!" Seru Olivia dengan pipi menggembung marah dan tatapan tajam nya.
Tanpa aba-aba Marvin menunduk dan mengigit pipi gembul itu hingga membuat Olivia memekik kesakitan.
"Aaww sakit!!" Erang Olivia menjambak rambut Marvin.
"Astaga tidak cocok untuk di tonton pria lajang seperti ku" Gumam Rio membalik tubuh nya agar tidak melihat adegan yang membuat jiwa lajang nya meronta-ronta.
"Sakit Marvin, lepasin!!"
Mendengar nama nya di sebut Marvin pun melepaskan gigitan serta his*pan nya pada pipi Olivia.
"Apa? Barusan kamu memanggil ku apa?" Tanya Marvin bersemangat.
Sungguh nada marah tadi terdengar begitu merdu saat Olivia menyebut nama nya.
"Pria gila!" Sentak Olivia memegang pipi nya yang terasa kebas.
"Uhh jadi tambah sayang" Lagi-lagi Marvin memeluk tubuh Olivia, bahkan kali ini begitu erat.
"Lelah juga ya menghadapi pria yang terkena gangguan jiwa" Celetuk Olivia di dalam pelukan Marvin.
Namun pria itu tidak memperdulikan nya dan kini mata nya kembali tertuju pada sang asisten. "Rio" Panggil nya.
Rio berbalik. "Iya sir"
"Panggil dokter itu" Titah ulang Marvin.
"Baik sir"
"Hah.." Desah berat Olivia melepaskan paksa pelukan Marvin. "Tolong antar bos anda ke kamar nya, saya malas meladeni orang gila ini lagi" Pinta nya pada Rio.
"Baiklah aku akan ke kamar bersama Rio, tapi buatkan aku omelet" Sahut Marvin mengecup sekilas bibir Olivia kemudian menarik leher Rio hingga berjalan bersama nya.
"Omelet? Sejak kapan anda suka omelet?" Tanya kaget Rio.
"Entah lah, aku ingin memakan nya"
...****************...
kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
lupa klo suaminya mudah tantrum
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan