Julio Arjuna Lesmana, seorang CEO di perusahaan ternama. Namun sangat manja dengan maminya.
Bella Kasyim, sekertaris Julio yang di pilih untuk di jodohkan dengan Julio.
*
*
Dengan kemanjaan Julio pada maminya membuat Bella merasa tidak yakin jika Julio akan menjadi suami idaman untuknya.
Bella memimpikan seorang suami yang macho dan perkasa, juga bisa menjaganya.
Siapa yang sangka jika seorang pria yang sangat manja dan lemah lembut dengan maminya, memiliki permainan ranjang yang sangat panas bahkan Bella tak bisa mengimbanginya.
Tapi untuk menjaga dirinya, apakah seorang pria yang di julukinya anak mami dan selalu berdiri di belakang maminya, mampu untuk menjaga seorang istri?
*
*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kantin 2
"Bella!!" teriak seorang pria yang tak jauh dari mereka.
Lisa dan juga Gina menatap ke arah suara yang memanggil nama Bella, sedangkan Bella sendiri tahu siapa yang tengah meneriakinya.
Perlahan-lahan Bella memalingkan wajahnya dan benar saja, Julio tengah berdiri dengan tatapan tajamnya ke arah dia dan Ansel sekarang. Tak ingin ada keributan Bella segera melepaskankan tangan Ansel dengan kasar dan berlari ke arah Julio.
"Ju," ucap Bella pelan setelah sampai di hadapannya.
"Pak CEO!!" kejut Gina dan Lisa bersamaan.
Sedangkan Ansel hanya bisa menatap ke arah, Bella yang kini bersama Julio. Dia tak dapat berbuat apa-apa, kini mereka suami istri. Tapi dia tidak akan berhenti di sini saja, masih ada kesempatan lain dan dia tetap akan menemui wanita itu sampai dia mau bicara dengannya.
"Ayo, Ju," ajak Bella, meraih lengan Julio untuk pergi dari sana, namun Julio melerai tangan Bella dan pergi menuju Ansel.
Dua pria itu menatap dengan tatapan tajam mereka, saat berhadapan.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Julio dengan nada yang tidak suka.
"Aku, hanya ingin bertemu Bella," ucap Ansel santai.
"Apa, kau tidak bisa untuk tidak mengganggu istriku?" ujar Julio lagi.
"Uhuk...uhuk..." Lisa dan Gina tersendat saat mendengar ujaran Julio. Mereka sangat terkejut dan bahkan beberapa karyawan lainnya pun tak kalah terkejutnya dengan Lisa dan Gina yang sedang berada di kantin.
Bella hanya dapat menutup wajahnya, entah apa yang di pikirkan orang-orang sekarang, sekertaris, naik pangkat menjadi istri.
"Ju, ayo balik," ucap Bella dengan meraih lengan Julio.
Julio menghempas tangan Bella dan berbalik melangkah meninggalkan mereka. Seleruh pengunjung kantin menatap Bella dengan penuh pertanyaan di otak mereka.
Bella menatap Ansel kesal dan Ansel hanya mengendikan bahunya pada Bella, seolah senang dengan keadaan mereka. Bella berbalik mengikuti langkah Julio yang kembali ke dalam kantor.
"Ju," panggil Bella setelah mereka berada di lorong menuju ruangan Julio.
Tak ada jawaban, Julio terus berjalan tanpa menghiraukan wanita yang mengejarnya sedari tadi.
Braakk
Bunyi pintu ruangan Julio yang tertutup begitu keras hingga Bella terperanjat tepat di pintu yang tertutup.
Julio sangat kesal, hingga kekesalannya tak bisa di bujuk oleh Bella.
"Ju, kau marah?" ujar Bella saat tengah masuk ke dalam ruangan.
"Tidak! Aku kesal!" ketus Julio.
"Itu sama saja, Ju."
"Aku tidak salah di sini, dia datang tiba-tiba dan aku tak tahu. Tiba-tiba saja dia duduk di sampingku, aku ingin pergi dan kau sudah berada di di sana." jelas Bella.
"Aku tidak peduli!"
"Jika tidak peduli, kenapa kau kesal?"
"Iya, aku kesal! Karena kau tak mendengarkan ucapanku."
"Apa yang tidak ku dengar?"
"Sudah ku katakan jangan dekat-dekat pria lain di sana dan kau bersama dengan mantanmu, bahkan memegang lenganmu!" kesal Julio.
"Aku sudah bilang, aku tidak tahu, dia datang tiba-tiba. Apa yang harus ku lakukan!" jelas Bella lagi, dia sudah kesal juga karena pria ini tidak memahami penjelasannya.
"Aku tidak peduli! Yang pastinya kau bersamanya di sana," ucap Julio.
"Terserah! Aku capek jelasinnya." Bella beranjak menuju keluar dan Julio hanya membiarkan Bella keluar dengan kekesalannya.
Braakk
Bella keluar dengan sangat kesal, pria itu tak memahaminya. Dia duduk di kursinya dengan sejuta kekesalannya, sedangkan Julio tak peduli dengan Bella yang kesal yang dia tahu dia melihat Bella dan Ansel dan tak butuh penjelasan lagi.
.
.
.
.
By... By...
kirain apa ...
kuharap othoorrr nya mau up & lanjutin crtanya lg ya,,, semangat 💪💪💪