Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Di sisi lain
Anggra keluar dari kafe
“Duh, beruntung baget gua punya adik. Kakaknya datang langsung disambut” Goda David melihat Anggra keluar dari kafe,
“Dih. Siapa yang nyambut loe?”ucap Anggra sewot
“Lah. Kenapa loe keluar?”
“Gua mau pulang, Vid”
“Pulang? Dah hati-hati di jalan RIn.” ucap David sambil melabaikan tangan
“Ayok!”
“Lah? Sama Gua? gua masih mau masuk ke kafe dulu, Rin”
“Yok! ke dalam dulu” lanjut David sambil menarik tangan Anggra masuk.
“Masuk? engga mau. Aku mau pulang!”
“Ya tinggal pulang, Rin. engga usah sama gua juga. Motor loe mana?”
“Engga bawa motor”
“Ooh. mau bareng nih? sebentar ya? mau ngejus dulu. Haus gua. Panas banget hari ini” Ucap David melangkah menuju kafe.
“David masuk? Dion masih di dalam. Kalau David lihat Dion dan tau gua yang pangil Dion ke sini, bisa panjang urusannya” ucap Anggra melihat David melangkah. Dengan cepat Anggra menghadang David.
“Stop!ngejus di rumah aja sih, Vid?”
“Gua hausnya sekarang. Riniku yang cantik”
“Vid , Ayolah vid di rumah aja. Entar aku yang buatin deh”
“Kenapa sih? loe ngotot banget gua engga boleh masuk. Ada yang loe sembunyiin, ya?”
“Engga! engga ada”
“Pulang naik ojek online aja gih”
“Gua. Gua sakit perut. engga enak di bonceng orang engga di kenal. Ayolah Vid” ucap Anggra. Anggra engga bohong dia benar sakit perut cuma parahnya tadi pagi sekarang udah lumayan tapi masih sakit.
“Sakit perut? Kamar mandi di dalam kafe kan ada” ucap David.
“Engga butuh toilet”
“Katanya sakit perut? salah makan loe ya? Makan apa tadi?”
“Makan?... makan?... makan?”
“Makan apa ya tadi?”
“Ya. Makan Bakso ”
“Bakso? Berapa sendok?”
“Satu mangkok lah”
“Sambalnya, Rin”
“1 sendok”
“Engga percaya gua.”
“Gua sakit perut karena datang bulan. Engga peka amat sih jadi saudara”
“Ngapa engga bilang dari tadi? susah amat hidup mau minum aja engga boleh. Udah Yok pulang!”
“Ikhlas engga nih?”
“Ikhlas.. ikhlas. Udah yok”ucap david berubah haluan
“Kan akhirnya pulang juga. Jangan panggil Anggra kalau engga berhasil..hahaha” batin Anggra
Di jalan David bawa motornya pelan.
“Pelan banget sih Vid? ngebut napa?” protes Anggra
“Loe lagi sakit perut. Entar gua gebut sakit perut loe nambah lagi trus loe ngomel juga”
“Tapi engga sepelan ini juga, Davidku yang genteng. Lagipula jalannya bagus, mulus engga berlubang”
“Ini engga pelan Rin 40-50 KM/Jam”
“60 lah tambah 10 lagi. Gua mau cepat sampai rumah. Mau istirahat”
“Sesuai perintahmu tuan putri”ucap David kesal
Sesampai di rumah
“Mau kemana loe? Katanya mau istirahat”
“Mau buat jus loe. Biar engga susah-susah amat. Masih bisa minum”
“Engga usah. Istirahat aja loe sana! gua minum susu aja. Enak Cuma tinggal tuang. Engga mood lagi minum jus”
“Beneran?”
“Ia loh. Sana!”
“Terima kasih. Kakakku yang ganteng” ucap Anggra senang dan mencubit kedua pipi kakaknya itu dan berlalu ke kamarnya.
“Dari mana kalian berdua?” tanya Siska yang baru datang
“Dari kafe. Bun”
“Ooh”
Di kamar Anggra
Anggra membaringkan tubunya di kasurnya.
Tret tret tret (Suara Hp Anggra)
“Siapa yang nelpon nih?”
“Bagas?”
“Assalamualaikum. Hallo. Kenapa, LPG?”
“Meledak. Awas loe manggil gua itu di sekolah. Lok dimana?”
“Di rumah? Kenapa?”
“Anak-anak ngajak bola.Yuk ikut yok”
“Sorry nih. gua baru aja pulang”
“Baru pulang? dari mana loe? main engga ngajak-ngajak nih?”
“Minum jus di kafe sama David tadi”
“Ayolah. Kurang 1 nih”
“Gua lagi bad mood. Lain kali aja ya? Gua capek, Gas”
“Oke deh. Assalamuaikum”
“Waalaikumsalam”
tut tut tut
pendek banget
mampus Dion huuuu