NovelToon NovelToon
The Celebrity CEO

The Celebrity CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:545.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: inkina oktari

Kiev Bhagaskara adalah selebriti lebih atas dari papan atas. Idola remaja itu telah bermetomorfosa sebagai pria idaman setiap wanita. Bukan hanya sukses menjadi musisi serta aktor profesional, pria itu berhasil merajai dunia bisnis dan disebut-sebut sebagai; The Celebrity CEO.

Sementara itu Rembulan Kivianisya mungkin merupakan supir truk paling menawan seantero negeri. Lain hal dengan Kiev yang bertemankan panggung megah, kilat kamera dan sorak penggemar yang bertalu, Kivia bersahabat dengan truk pengangkut hasil tambang, walkie talkie serta debu.

Sepuluh tahun yang lalu takdir memperkenalkan keduanya dalam sebuah pertemuan tak terduga. Dan di sanalah cerita mereka bermula.

----

ternyata kau bukan sekadar bayang yang singgah

kau menetap,
di sini

Inkina Oktari
The Celebrity CEO

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inkina oktari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Afternoon

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore Waktu Indonesia bagian Tengah. Kiev dan Kivia cs meluncur menggunakan Jeep yang kini dikemudikan oleh Pi'i. Sedangkan Pakde Bambang duduk di samping kursi kemudi. Di belakang hanya ada Kiev dan Kivia karena tepat sebelum mereka berencana pulang ke Kota Baru, Mas Paijo harus pergi ke bandara untuk pulang ke Gresik setelah mendapat kabar istrinya masuk rumah sakit dan akan segera melahirkan.

Sebenarnya Mas Paijo berencana mengajukan cuti saat kandungan istrinya nanti menginjak usia bulan kedelapan, jadi jika semuanya berlangsung normal di bulan kesembilan ia akan siap sebagai suami siaga. Namun, takdir berkata bahwa anaknya akan lahir prematur di bulan ke tujuh. Syukurnya, Mas Paijo bisa cuti untuk menemani istrinya pasca melahirkan nanti.

Sepanjang perjalanan, Kiev memperhatikan Pakde Bambang dan Pi'i yang membahas hubungan jarak jauh dengan pasangan masing-masing. Begitulah konsekuensi yang harus mereka terima ketika bekerja di perantauan. Ada hal-hal yang harus dikorbankan. Terutama pertemuan dengan orang-orang tersayang.

“Namanya juga kerja harus ninggalin keluarga begini, ya mau gimana lagi? Asal kita di sini kerja betul-betul, nggak macam-macam. Ingat anak istri di rumah,” kata Pakde Bambang memberi wejangan. Karena tidak satu-dua kasus, rekan-rekan kerjanya yang berselingkuh atau diam-diam menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertama di rumah.

“Iya, Pak. Aku juga sering berantem sama pacarku gara-gara LDR begini. Padahal aku juga lagi nabung ini. Semoga dimudahkan ini urusannya, jadi nyaman badatang,” timpal Pi'i sambil mengunyah kerupuk acan.

“Badatang artinya apaan?” bisik Kiev pada Kivia yang duduk di sebelahnya.

“Ngelamar,” jawab Kivia balas berbisik.

Kiev mengangguk paham. “Oooooh.”

“Eh, eh, eh! Itu kan kamu, Kiev?” Pi'i berseru heboh. Jari telunjuknya mengarah pada papan iklan berukuran ekstra besar yang membentang di tengah atas jalan.

“Ah, iya.” Kiev mengusap belakang lehernya. Banner besar itu memuat poster film terakhirnya yang tayang bulan lalu.

Kivia memandang banner itu lekat, menyimpan dalam memori sebelum mobil mereka berlalu begitu saja. Padahal bukan sekali Kivia melewati jalan ini, tapi dia baru menyadari keberadaan papan iklan jumbo itu. Wajah Kiev terpampang nyata di sana. Cowok itu tampak gagah mengenakan seragam tentara. Film tersebut berjudul 'Tentara Keamanan Rakyat'.

“Cerita filmnya tentang tentara waktu namanya masih TKR gitu maksudnya?” tanya Pakde Bambang.

“Iya, Pak. Latar waktunya saat tahun 45.”

Kivia tersenyum menyimak betapa antusiasnya Kiev menceritakan film bergenre sejarah dengan sentuhan action yang dibintanginya itu. Kiev didapuk sebagai pemeran utama. Cowok itu melakukan semua adegan berkelahi tanpa bantuan stunt man.

Kurang lebih 30 menit kemudian, mereka pun tiba di pelabuhan. Bukan berarti mereka akan menggunakan transportasi laut. Namun, mereka berpindah mengendarai truk panjang yang juga besar menuju area pertambangan tempat kerja Kivia cs yang akan menjadi tempat kerja Kiev juga nantinya.

Kivia yang pertama bertugas untuk mengemudi. Di sampingnya ada Kiev dan Pi'i yang berbagi tempat duduk. Sedangkan Pakde Bambang tidur di belakang bersama kardus-kardus besar berisi bahan bangunan yang akan dibawa ke mess. Kini mess sedang dalam masa renovasi secara bertahap.

Kiev tak bisa membendung rasa takjubnya menyaksikan Kivia yang begitu lihai mengemudikan truk besar ini. “Udah berapa lama bisa bawa truk gede gini, Ya?”

“Hm, kira-kira sih udah delapan tahun.” Kivia tersenyum geli melihat ekspresi kaget Kiev.

“Mas Bro Kiev, kalau truk ini mah gampil buat Kivia. Coba liat mainannya nanti di tempat kerja. Jangan syok berat ya,” ujar Pi'i memperingatkan dengan raut wajahnya yang super jenaka.

“Emang mainannya apaan?”

“Jauh lebih monster daripada ini. Ah, entar aja biar susurpis!”

Kivia langsung meralat, “Surprise, Pi'i.”

“Aduduuuh. Makanya gaul, Ya. Nonton Cute Girl! Walaupun kita anak tambang, jangan menutup diri dari dunia luar begitu dong. Fasilitas sekarang banyak, lo aja nih yang nggak mau tau dunia luar,” omel Pi'i yang tak pernah sejalan dengan Kivia yang terlalu bodo amat pada era digital nan kekinian seperti sekarang.

“Ya suka-suka gue dong. Daripada lo hapeee mulu,” desis Kivia sewot.

“Daripada lo kayak manusia purba,” balas Pi'i sengit.

Kivia mendelik tak membalas. Dalam hati ia mendumal kesal. Memang salah jika ia tidak berminat sama sekali dengan perkembangan teknologi sekarang? Kivia masih menggunakan ponsel jadul yang hanya mampu telepon dan sms.

Setengah perjalanan, truk yang mereka tumpangi berhenti. Kemudian memasuki POM untuk mengisi bahan bakar solar. Syukurnya, antrean tidak terlalu panjang. Karena jika pasokan solar sedang tidak tersedia, para supir truk akan menciptakan antrean sepanjang gerbong kereta api. Bahkan menginap, menunggu hingga tangki terisi.

Kali ini, Pi'i yang ganti menyetir. Sedangkan Kivia otomatis duduk berdempetan dengan Kiev. Cukup canggung pada awalnya. Namun, suasana menjadi cair ketika Kiev mengajaknya untuk menonton film Fast Furious. Juga cerita-cerita yang belum sempat ia tuntaskan di pertemuan mereka dulu. Setelah itu, topik bahasan beralih pada alam Pulau Kalimantan yang mereka lalui sepanjang perjalanan.

Pi'i melirik Kivia yang membicarakan banyak hal bersama Kiev. Sesekali Pi'i juga ikut menimbrung. Perempuan yang dua tahun lebih tua darinya itu tampak berbeda dari biasanya. Bersama Kiev, aura Kivia terlihat lebih ... bahagia?

Kivia adalah pribadi yang santai, mandiri dan menyenangkan. Terkadang sisi tegas, dingin dan menyeramkannya juga bisa terlihat. Namun, Kiev adalah teman pertama Kivia yang Pi'i tahu selain rekan kerja di pertambangan. Makanya ia begitu getol mendekatkan kedua insan itu.

Kivia tidak pernah cuti, saat libur pun ia selalu berada di mess. Selama Pi'i bekerja dengannya, tak pernah sekali pun ia melihat Kivia berinteraksi dengan dunia di luar zona aman perempuan itu, yaitu area tambang dan mess tempat tinggalnya.

“Ya ... puas-puasin aja nonton filmnya ya, Bapak dan Ibu sekalian. Nanti kalau udah masuk tempat kerja nggak ada sinyal,” celoteh Pi'i pada Kiev dan Kivia yang sedang fokus menonton film.

“Emang beneran nggak ada jaringan sama sekali?”

“Iya, jangan nyesel ya, Mas Bro Kiev. Tempat kita ini terpencil dari yang terpencil. Nanti komunikasi pakai handy talkie atau HT. Kalau di mess, bisa nelepon. Kalau jaringan internet sih ada tapi ke luar dulu satu jam lah kira-kira.”

Kiev mengangguk paham mendengarkan penjelasan Pi'i. Agak kaget juga. Namun, Kiev memilih kembali fokus pada film yang ia tonton bersama Kivia. Mereka berbagi earphone untuk mendengarkan. Kivia menggunakan kabel sebelah kanan dan Kiev sebelah kiri. Setelah nobar, keduanya tertidur dengan kepala terantuk-antuk.

Bersambunggg

jangan lupa votenya yaaaah mwaaa

btw kota sebagai latar tempat kerja Kivia masih ada kotanya kok. Tempat perbelanjaan juga ada. Kalo tempat kerja Kivia kan emang masuk hutan banget. Di pulau lain juga kalau masuk hutan banget ya kayak gitu suasana dan keterbatasannya.

Tapi jangan dikira seluruh Kalimantan itu hutan doang yaaa. Sampai temen aku emosi cerita ke aku ada temennya ketemu di Game Online nanyaa di rumahnya udah ada PDAM apa belum. Ya ampunn wkwkwkw. Dikira Kalimantan hutan semua apaa ihhh keshel 😂

1
ira rodi
ahmad rafi'i bin ahmad rifai ini sama dengan ismail bin mail....
uly@r
balik lagi kesini,, kangen
indahpurnamasari: makasih ya sayaaang
total 1 replies
uly@r
Kecewa
uly@r
Buruk
Ayu Bunda
semangat thor
ira rodi
bagus pake banget ceritanya....pokoknya mantapnya 1000x deh...thor emang the best.....
indahpurnamasari: aaak makasih ya kak udh baca... jangan lupa rekomendasiin temen temen buat baca yaa
total 1 replies
ira rodi
ceritanya sad ending yah.....
ira rodi
kaia kan nama ibu kandungnya kivia yg sudah meninggal....
indahpurnamasari: iya bener kakk tengah tengah baru sadar namanya sama...
total 1 replies
Dara
Gaya bahasanya bagus
indahpurnamasari: makasih udh baca kak 🙏
total 1 replies
D
Cerita yang sangat menarik dan tidak membosankan untuk diulang berkali-kali
tanti nudee
ceritanya bagus
romance.thriler.entertainer
ada unsur budaya kalimantan
pokoknya komplit
alurnya bagus
makasih
tanti nudee
numpang baca lagi ya kak
saya pembaca wp yang terdampar ke sini buat baca kelanjutannya, dan yahhh part ini bikin terhura banget
indahpurnamasari: terimakasih banyak 😘
total 1 replies
Ravistara
pembuka chapter yang bagus, ditambah tata bahasa yang rapi jali, kisah ini menarik untuk diikuti.
Ravistara
wah, bagus. rapi plot dan tata bahasanya.
adekku
cepatan tembak kiev kivianya dan lamar keburu kabur lg dya
SARI MEUTIA
bagusss banget cerita nyaaaa
indahpurnamasari: terimakasih... bantu promosi ke temen temen kakak yaaa
total 1 replies
Rina Hayati
keren banget
anonymous
Kiev keponakannya Ben
Mrs. Kingqueen
bagus bgt
indahpurnamasari: makasih udah baca dan komen ya kakk 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!