NovelToon NovelToon
Life After Married

Life After Married

Status: tamat
Genre:Patahhati / Romantis / Single Mom / Cerai / Pelakor / Tamat
Popularitas:358.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dini ratna

Kehidupan setelah menikah pasti bahagia menurut sebagian orang karena adanya cinta. Namun, tidak dengan kenyataan yang justru akan banyak ujian dan juga konflik yang terjadi setelah menikah. Seperti Dinda, yang kehidupan rumah tangganya begitu menyedihkan. Rey, suami yang tak berguna karena tidak bisa di andalkan baik dalam materi atau perhatian Rey, yang hanya bisa memberikan uang sedikit untuk kebutuhannya juga anaknya. Saat di minta uang Rey, selalu bilang tidak punya hingga Dinda, harus meminjam uang pada teman dan tetangganya. Tidak hanya dalam masalah uang Rey, juga tidak perhatian pada Dinda, juga anaknya. Saat anaknya sakit dan Dinda, meminta uang untuk biaya rumah sakit Rey, hanya bilang 'Nanti ku telepon lagi' itu saja yang Rey, ucapkan tanpa rasa khawatir. Rey, suami yang tak berguna juga pelit tetapi Rey, berani royal pada wanita lain.
Bagaimanakah cara Dinda, menghadapi Rey, suami yang tak berguna? Konflik apa lagi yang terjadi pada rumah tangga mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 ( Hukuman untuk pengkhianat )

"Karin, kamu kenapa?" 

Dinda, bertanya namun Karin, menghiraukannya. Tatapannya masih tertuju pada Vikram. Dinda, dan Mirna, jadi bingung. Lalu mengikuti kemana tujunya arah tatapan mata Karin. Akhirnya Dinda, tahu apa yang membuat Karin, seperti itu. 

"Ya tuhan." 

"Ada apa?" 

"Lihatlah itu suaminya bersama wanita lain." 

"Pantas saja matanya tidak berkedip." 

Dinda, dan Mirna, saling berbisik. 

"Menurutmu apa yang akan terjadi," bisik Mirna.

"Entahlah," ucap Dinda.

Dinda, dan Mirna, semakin tegang melihatnya. Tanpa di duga Karin, sudah lebih dulu berjalan ke arah meja yang di tempati Vikram, dan Mia. Dinda, melihatnya jadi takut jika Karin, melakukan keributan di cafe itu. Entah memukul, mengamuk, menyiram Vikram, dengan air minum, atau meneriaki Mia, pelakor. Namun yang di lakukan Karin, benar-benar tidak terduga. Mereka pikir Karin, akan marah tapi tidak. 

"Sayang."  

Vikram, terkejut saat Karin, tiba-tiba mencium pipinya. Bola matanya membulat sempurna terlihat sekali jika Vikram, merasakan takut. Begitu pun dengan Dinda, yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. 

"Aku pikir dia akan memarahinya kenapa malah menciumnya," kata Dinda.

"Anggap saja trik untuk menghadapi pelakor." Mirna, menimpali.

"Mia, kamu …," ucap Karin, tertahan. 

"Bu Karin. Saya dan pak.Vikram, sedang meeting sekalian makan siang." Mia, begitu ketakutan.

"Apa harus pegangan tangan." Mia, dan Vikram, langsung melepaskan pegangan tangannya. Mereka berdua kini terlihat gugup. 

"Sayang kamu ada di sini bukannya di pengadilan," tanya Vikram ragu. Karin, langsung duduk di sampingnya. 

"Ya, tapi sidangnya sudang selesai. Apa kita juga akan datang ke pengadilan sayang." Raut wajah Vikram, langsung menegang. 

"Untuk apa?" 

"Mungkin saja kamu ingin mengajukan apa gitu. Aku berpikir untuk menggugat seseorang." Kata Karin, yang menatap Vikram. "Apa kalian sering meeting di luar? Termasuk di Gold Gym, bukankah kita bertemu di akhir pekan Mia, kamu ingat itu,kan Mia. Kamu menyapaku waktu itu." Mia, semakin gugup saat Karin, menatapnya. 

"Sayang, untuk apa menanyakan hal itu. Mia, pasti sering ke sana benarkan Mia." Vikram, mencoba mencairkan suasana. 

"I-iya." Mia, menjawab dengan gugup. 

"Kenapa kalian gugup. Santai saja aku juga akan mengundang teman-temanku. Kita bisa bergabung, kan." Karin, langsung memanggil Dinda, dan Mirna, untuk segera bergabung dengannya. 

"Mia, kamu pulang saja aku melihat kamu tidak nyaman." Vikram, meminta Mia, untuk pergi. Mia, pun segera beranjak dari duduknya tapi Karin, menahannya. 

"Untuk apa Mia, pergi. Aku belum banyak bicara dengannya. Kalian mau apa pesan saja." Karin, meminta mereka untuk segera memesan makanan namun tidak ada satu pun yang bicara. 

"Mia, berapa lama kamu kerja di WO grup?" tanya Karin. 

"Satu tahun," jawab Mia. 

"Berarti kamu sudah menjadi karyawan tetap. Jika bekerja lebih dari 5 tahun, kamu akan mendapatkan pesangon yang besar. Kamu bekerja di bagian apa?" 

"Divisi pemasaran." 

"Aku sangat senang. Kinerjamu bagus aku dengar produk perusahaan meningkat di pasaran itu karena kamu." 

"Terima kasih Bu. Tapi … aku harus segera pergi terima kasih untuk makan siangnya." 

"Kenapa buru-buru?" 

"Ada urusan mendadak." Mia, berlalu pergi dengan langkah tergesa-gesa. Kini tinggal Vikram, seorang yang di tatap oleh tiga wanita. 

"Sayang, aku akan kembali ke kantor aku duluan ya sayang." Vikram, berlalu pergi. Tatapan Karin, tidak pernah berpaling dan lepas pada Vikram. 

"Karin, kenapa kamu hanya diam. Kamu biarkan Vikram, dan wanita itu pergi. Seharusnya kamu menghajarnya." Dinda, jadi kesal. 

"Kamu bilang padaku untuk menghajar suamiku tapi nyatanya kamu sendiri hanya diam," cibir Mirna. 

"Siapa bilang aku diam. Aku akan menghancurkan hidup mereka." Kata Karin, dengan tegas. 

****

Keesokan paginya  di WO grup

Mia, baru saja keluar dari ruangan HRD. Wajahnya terlihat muram tubuhnya begitu lemas setelah keluar dari ruangan tersebut. Tatapan matanya begitu kosong Mia, berjalan gontai melewati beberapa lantai untuk menuju ruang kerjanya. Namun, bukannya menuju ruang kerjanya Mia, malah masuk ke dalam toilet. 

Mia, mengunci pintu itu lalu duduk sendirian di dalam sana. Seketika tangisannya pecah. Mia, terisak sekeras-kerasnya tidak peduli jika ada orang lain yang mendengar. Hari ini baru saja dirinya di pecat tanpa alasan yang pasti. Namun Mia, sudah mengerti pasti karena kejadian kemarin. Karin, memecatnya dengan sepihak. 

Di ruangan lain Vikram, sedang fokus berbicara dengan seseorang. Vikram, juga sangat terkejut mendengar kabar tentang di pecatnya Mia. Mia, yang menghubunginya berharap Vikram, bisa membantunya. Dengan segera Vikram, berlari menuju ruang HRD. 

"Ada apa? Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang staff HRD. 

"Atas dasar apa kamu memecat karyawan yang bernama Mia Putri Arsyla apa kesalahannya kamu tidak bisa memecatnya begitu saja." Vikram, berbicara dengan penuh amarah.

"Apa anda keberatan. Jika seorang karyawan tidak bisa bekerja dengan baik dia akan di keluarkan," jawab staff itu dengan tenang. 

"Tidak ada yang bisa memecatnya selain aku. Panggil Mia, kembali untuk bekerja." 

"Apa hak mu?" tanya staff itu dengan santai. Vikram, langsung naik pitam.

"Kamu tidak tahu siapa aku. Aku adalah …" 

"Suami Bu Karin," sanggah staff itu. "Aku tahu, tapi kamu hanya suaminya tidak berhak memutuskan siapa yang berhak atau tidaknya seseorang bekerja di sini. Aku hanya menjalankan perintah dari Bu Karin, hanya Bu Karin, yang berhak memerintahku karena dia pemilik perusahaan ini. Jadi silahkan kamu pergi."

"Beraninya dia mengusirku." Vikram, kesal lalu melangkah keluar dengan penuh amarah. 

Mia, masih mengkemasi barang-barangnya. Semua teman-temannya saling menatap dan berbisik. 

"Ada apa dengan Mia. Kenapa dia mengemasi barangnya." 

"Apa dia di pecat? Tapi kenapa?" 

"Aku dengar, Bu Karin, yang langsung memecatnya karena ketahuan berpacaran dengan suaminya." 

"Maksudmu pak Vikram. Dia selingkuhannya pak Vikram. Apa yang ada di pikirannya beraninya dia menjalani hubungan dengan pak Vikram." 

"Aku sudah memperingatkannya. Ternyata dia tidak mendengarkanku," ucap salah seorang temannya yang pernah memberitahukan Mia, tentang hubungan Vikram, dan Karin. 

Semua orang di kantor membicarakannya. Issu itu menyebar sangat luas. Mia, begitu malu sangat malu. Mia, langsung pergi meninggalkan kantor itu tanpa pamit.

**** 

"Sayang apa yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa memecatnya seperti ini. Bukankah kamu yang bilang dia karyawan yang baik." Vikram, tiba-tiba saja mengeluh tentang keputusan Karin. 

"Ya. Tapi tidak lagi karena dia sudah berani mengkhianatiku. Aku tidak suka dengan orang yang licik apa lagi seorang pengkhianat." 

"Kamu salah paham Karin." 

"Tentang apa?" 

"Aku tidak ada hubungan denganya. Kemarin kami hanya meeting." 

"Kamu sedang mengelak atau mengakui kesalahanmu. Apa aku mengatakan jika aku memecatnya karena hubungan kalian. Tapi jika itu benar aku sudah melakukan hal yang benar memecatnya adalah tindakan yang benar." Vikram, tidak bisa berkata-kata lagi. Dengan rasa kesal dan marah Vikram, pergi dari ruangan Karin.

"Walau pun aku memecatnya tidak memungkinkan jika mereka tidak akan bertemu. Mereka pasti bertemu diam-diam." Karin, bergumam.

Dengan segera Karin, menghubungi pihak BANK untuk memblokir semua kartu debit atas nama Vikram. Mungkin hanya satu kartu debit karyawan mungkin Vikram, masih bisa menggunakannya tapi tidak dengan semua fasilitas yang Karin, berikan.  

Bukannya pergi ke ruangannya Vikram, malah pergi ke lobby dan berniat menyusul Mia, yang sudah lama pergi. Namun, saat tiba di parkiran saat Vikram, akan mengambil mobilnya. Tiba-tiba seorang valet parking tidak memberikan kunci mobilnya. Vikram, pun sangat marah namun seorang staff muncul dan mengambil kunci mobilnya. 

"Hei, apa yang kamu lakukan berikan kunci mobilku." 

"Saya mendapat perintah dari Bu Karin. Mulai saat ini anda tidak boleh menggunakan mobil ini." 

"Apa! Omong kosong apa ini. Tidak mungkin istriku melakukan itu ini mobil ku berikan kuncinya padaku." 

"Saya hanya menjalankan tugas. Jika anda tidak percaya temui saja istri anda dan memohon izin untuk memakai mobilnya." Staff itu pun berlalu pergi setelah mengatakan hal itu. 

"Sial. Karin, bertindak semaunya." Vikram, sangat kesal.

...----------------...

Satu kata untuk Vikram, SYUKURIN hehe ...

Ingat ya setiap kita melakukan kesalahan pasti ada balasannya. Apa kalian puas karena Karin, menghukum Vikram. Jika puas berikan dukungannya jangan lupa like, vote, bintang, hadiah dan komentarnya oke.

Othor berharap ada yang ngasih vote untuk othor.

1
Naufal hanifah
cerita nya bagus
Bundanya Pandu Pharamadina
bangkai di simpen lama² bau dan ketahuan
Bundanya Pandu Pharamadina
uang 5juta demi untuk menutupi perselingkuhan😭
Bundanya Pandu Pharamadina
suami gitu otaknya harus di palu
슈가
Biasa
nur baety
Cerita yang menginspirasi di kehidupan berumah tangga, ada cinta, ada pengorbanan, ada luka, ada tangis, ada tertawa semua komplit jadi satu.
Dari tokohnya juga sangat mengisnpirasi untuk tetap sabar dalam menjalani cobaan.
nur baety
suka banget /Smile//Smile//Smile/
Asri Hasyim
gimn nasib Reyhan?????????????kok ngak di lanjut........
🍻
kalau gak niat tulis novel gak usah nulis !!!!!!!!
Herta Siahaan
hehe hehe... Babang Rey dan mbak Angel tuh kan anak jd korban nafsu cinta kalian.... 3 orang anak Rey berserak.... jangan salahkan Rey aja donk angel tapi kamu paling fatal krna dari awal dah tahu Rey siapa... bahkan tahu Dian yg sempat jadi bos mu aja korban' dia ... masih jg mau dicelupkan ma milik Rey....😆😆😆 selamat menjawab pertanyaan anakmu
Herta Siahaan
eleh asli jijik thor ma Rey dan Angel... Dian dah merelakan Rey ma Velove dan Velove ma Rita dah mulai jalani hidup seadanya tapi masih jg menciptakan wanita bodoh Velove ke 2 yaitu Angel yg buta krna cinta. jadi tuk apa mereka berdua sok bersalah ... kan memang tujuan kalian ingin Velove gila dan Bian jd korban orang tua biadab kek kau Rey ... ingat Rey dah 2 anakmu korban nafsu mu
Herta Siahaan
jijik ma Angel... sama aja ma velove yg hnya merusak hidup sesama wanita... mang kalau cinta gitu ya ... dan Rey sukses bang ... berserak anakmu di 3 wanita... duh dah kek kucing aja
Herta Siahaan
Heran ya... dan salut ama author... wanita berkelas semua dan punya sekolahan dan jabatan sekretaris tapi jd korban Babang Rey yg hanya jabatan manager. Duh Angel .. sayang sekali perjuangan sekolah dan karirmu tapi berakhir jd pelakor jg. Miris thor kehidupan para wanita kau buat. selalu korban nafsu dan para lelaki sih pemenang nya bisa celup sana sini
Herta Siahaan
kenapa hnya velove dan Rita yg kena karma.. Rey jg donk.... dia dah janji pada Fras tapi masih jg celup sana sini.... Hebat Rey bisa cicipi 3 wanita 😆😆😆 mantap Thor.... Rey mah lelaki turunan Casanova kali
Herta Siahaan
waduh jd velove saudara donk ma Dinda... sungguh hebat mantan suami Dinda 😆😆
hijra yanti11
is greget aku ,masa rey nga dapat karma.
enak skli laki2 kyk gitu sllu main perempuan trus punya anak2 di mna,

bayakin cerita dinda sma willy dong thor
males cerita.rey mulu
Sosana Mandiangan
sebagai seorang suami seharusnya dia peka terhadap kehidupan kel kecilnya bukan sibuk dgn wanita sinpanannya
A R
lah mmg sengaja buat reyhan ketabrak??? gila aja, demi biar tau reyhan anak nya ato bkn. semoga angel tau
Desilia Chisfia Lina
buat keputusan yang adil dan jangan sampai menyakiti salah satu pihak rey saatnya kamu jadi ayah yang bijaksana
A R
saat itu angel sedang .....
Dini_Ra: Aduh, typo lagi. Makasih udah ngingetin langsung aku revisi.

Lope lope buat kamu ❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!