NovelToon NovelToon
ETHANA : Genesis

ETHANA : Genesis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Barat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sulfan Kirstail

Awal dari sebuah kejadian misterius yang membawa seorang Edgar Stewart, menjelajahi dunia baru yang belum pernah di pijaki oleh siapapun.

Namun bagaimana jadinya, jika pria berusia dua puluh tiga tahun itu malah tersesat dalam pikirannya sendiri karena kejadian-kejadian masa lalunya yang suram.

Akankah Edgar bisa kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulfan Kirstail, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Dibawah terik matahari

Siang hari yang terik, Edgar berjalan meniti langkahnya ditempat antah berantah. Sudah begitu lama ia berjalan dan Hold Widden sudah berada jauh dibelakangnya.

Malam itu ia belum mengumpulkan bukti yang kuat tentang kutukan tersebut, hanya saja beruntungnya ia bisa bertemu dengan dua orang penduduk desa, dan Edgar bermalam dirumah mereka sampai matahari terbit tadi.

Pertemuan singkat ini membuat dirinya akan berniat ke Hold Widden lagi. Setelah berpamitan dengan Zychlyn dan neneknya, Edgar lekas bergegas mengangkat kakinya dari desa tersebut.

Sejauh ia hidup, ia baru menyadari kalau ada seseorang yang berdarah campuran, tinggal di sana. Dalam pikirannya, Hold Widden bukanlah desa yang asing, apalagi setelah ia tiba disebuah tempat yang dianggap terlarang bagi warga desa.

Karena mungkin kabar soal kutukan di desa itu sudah menyebar di kota, mungkin tak akan ada kereta yang lewat di jalur yang sedang dilalui pria berdarah Hamoursh tersebut.

Sejak ia tiba di rumah Zychlyn, hujan lebat pun tak bisa dihentikan. Itulah yang membuat Edgar tak bisa tidur meskipun hanya memejamkan kedua matanya.

Selain rasa dingin yang dirasakan pria itu, ia juga sangat takut akan sebuah mimpi aneh yang kembali mendatangkannya.

Meskipun disepanjang jalan terdapat pepohonan yang tumbuh dengan bebas, hal itu tak mengurangi keringat yang membasahi tubuhnya karena teriknya sinar matahari yang hampir berada diatas kepalanya.

Sudah sebentar lagi ia akan tiba di daerah tepian kota. Tempat yang sebelumnya pernah ia lalui, dan sampai akhirnya tak sengaja paman Joe menemukan dan menghantarkannya ke Hold Widden.

Seorang pria tua yang hidup sendirian dan tak bisa memiliki keturunan itu adalah seorang pekerja keras yang bisa Edgar tebak hanya dengan menatap wajahnya yang sudah berkeriput.

Semalaman sebelum ia tiba di Hold Widden, paman Joe menceritakan sedikit tentang hidupnya yang terasa berat. Jika bukan karena memanfaatkan kereta binatang besar yang sering Edgar lihat, paman Joe mungkin hanyalah orang yang paling menyedihkan di benua ini.

Berbeda sekali dengan Dryzell. Pria itu memiliki perhatian yang berbeda. Dia keras, namun terkadang juga lembut dan baik. Dryzell memiliki banyak anak buah dan hidupnya tak selalu sendirian.

Satu-satunya orang yang sulit untuk digambarkan bagi Edgar.

Keletihannya berjalan untuk bisa tiba di tepian kota, tak membuatnya lelah setelah mengingat wajah Dryzell dikepalanya. Terlebih lagi, ketiga temannya yang menyebalkan.

Edgar berjalan cepat dan hanya menatap lurus pemandangan didepannya. Sebentar lagi ia akan tiba ditempat yang akan menjadi tujuan pertamanya menuju Guild.

Atap-atap bangunan daerah tepian kota, sudah terlihat, hanya memerlukan beberapa waktu lagi, Edgar tiba disana.

Edgar lebih takut dengan wajah Dryzell dibandingkan kutukan di Hold Widden.

......................

Ada beberapa warga yang sempat tak terlihat ketika dirinya pertama kali tiba tadi malam. Penduduk asli Ortania yang bermukim disini pun seolah menyambut kedatangan Edgar dengan hanyutnya dalam pekerjaan mereka masing-masing.

Sebetulnya, mereka sama sekali tak memperdulikan keberadaannya. Tak ada yang mengenal dirinya, selain langsung mengekspresikan Edgar sebagai seorang perampok atau pencuri karena penampilannya.

Edgar juga bukanlah penduduk asli kota ini, ia berasal dari suatu tempat yang tak jauh dari kota sejak kecil. Dryzell memungut dirinya ketika ia berkeliaran disekitaran sebuah atraksi kecil dipinggir jalan.

Kala itu Dryzell menemukannya karena sebuah tuduhan pencurian yang dilayangkan kepada Edgar saat itu. Dryzell membayar semua kerugian, lalu mengadopsi Edgar sampai akhirnya pria berambut cokelat itu mau karena tak memiliki tempat tinggal lagi.

Semua sudah berlalu bagaikan hujan di musim semi. Sampai kesadaran terus menyelimuti pikirannya. Ia tak memiliki apapun selain orang-orang di Guild.

Menjadi salah satu seorang yatim piatu di kota, tak membuatnya terbebas dari kebencian dan hinaan juga. Warga kota sangat membenci dirinya karena pencurian yang dilakukan. Orang-orang dikota membenci dirinya, bahkan tentang keluarga kandung Edgar yang sejak dulu tak pernah ia tahu.

Edgar sangat membenci itu, dan terkadang juga mengutuk seluruh orang-orang dikota ketika dirinya merasa terpuruk.

Namun siapa sangka, keburukan yang sering dilontarkan kepadanya, membuat dirinya tak berhenti untuk hidup. Teman-teman di Guild nya tak pernah membiarkan siapapun untuk menyerah.

Red Raven bukan hanya sekumpulan orang-orang brengsek dikota, tapi juga merupakan tempat dirinya untuk pulang. Sangat pantas bagi Dryzell menganggap seluruh anggota Red Raven lebih dari sekedar anak buahnya, melainkan juga keluarga.

Tak heran ketika ingat kemarahan orang tua itu setelah ia tahu tentang kondisi Juildith dan Horald setelah kembali dari Nelvada. Ada satu sisi yang membuat Dryzell sedikit lebih lembut meskipun wajah sangarnya tak merubah apapun.

Dimata Edgar, Dryzell hanyalah orang tua angkatnya yang memang lebih dari apapun. Kalau bukan karenanya, Edgar mungkin sudah mati waktu itu.

Setelah pikiran campur aduk nya berlayar di kepala, Edgar tak menyadari kalau dirinya sudah tiba dipusat kota.

Keadaan yang lebih sesak sudah memenuhi pandangannya. Kebisingan pun tak terkalahkan dengan sengatan matahari yang sudah berada tepat diatas kepalanya. Ia merasakan kulitnya terbakar.

"Aku harus cepat mandi begitu sampai di Guild." Katanya pelan.

"Edgar? Itu kau?" Panggil seseorang dari belakangnya, sedangkan orang yang baru saja dipanggil tak lekas membalikan badannya untuk tahu siapa barusan yang menghentikan langkahnya.

Orang itu langsung buru-buru berjalan dan berdiri disampingnya. "Darimana saja kau? Apa kau tak tahu kalau Dryzell sangat marah padamu?" Kata lelaki itu. Dia Horald rupanya. Makanya Edgar tak langsung menoleh setelah Horald memanggilnya tadi karena sudah tahu.

"Aku-" Belum juga memberitahukan alasan kenapa ia pergi tanpa izin, namun Horald sudah menyambarnya. "Sudahlah, kau bisa jelaskan bualan mu pada Dryzell nanti, sekarang cepatlah kembali." Jawab Horald yang langsung bergegas meninggalkan Edgar.

Edgar sempat melihat Horald terus memasukan tangannya kedalam saku celana, seolah seperti tengah menyembunyikan sesuatu disana.

"Horald!" Edgar langsung menyusul pria berambut pirang itu. "Apa yang kau sembunyikan didalam saku mu?" Tanya Edgar yang merasa penasaran.

"Hanya sebuah berlian kecil, subuh tadi aku pergi ke pasar untuk mencuri benda ini." Jawabnya lagi, pria itu pun memperlihatkan sebuah benda yang dimaksudkan dirinya pada Edgar.

Edgar langsung merampas benda itu, dan langsung merasa terkagum. Ia tahu benda itu dimana pun.

"Kau tahu kalau benda ini sangat mahal?!" Ujar Edgar yang masih tak mempercayai. Horald mengangguk mengerti. "Aku tahu, aku tahu."

Hamoursh berambut pirang itupun kemudian mengambil berlian yang dihiasi warna putih berseri dari tangan Edgar meskipun temannya itu tahu bahwa ia belum puas memandanginya.

Namun Horald khawatir bahwa benda itu akan hilang, apalagi ditempat umum seperti ini dan banyak sekali orang-orang disekitar mereka.

......................

1
Cheonma
semangat thorr updatenya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!