Abhi Athaillah. Seorang lelaki yang sedari kecil merawat ibu nya yang mengalami gangguan jiwa harus menikah dengan wanita yang juga mengalami gangguan jiwa. Siapakah wanita itu? Akankah Abhi mencintai wanita gila itu? Dan akankah wanita itu menerima Abhi sebagai suami nya setelah kembali sehat? Mohon like, and koment nya. Serta dukungannya ya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 Pesona Abhi Athaillah
Wajah Abhi masih terlihat merah saat dua porsi makan siang telah di antara oleh Bik Sri. Pemilik warteg.
"Seng sabar Bhi. Orang sabar disayang Tuhan. Kadang orang cuma bisa mengomentari hidup kita tapi coba kalau disuruh menjalani. Ga bakal sanggup deh yakin. Kaya bibik ni janda buka Warteg omongan ibu-ibu yang engga engga Bhi."
Abhi tersenyum, Bi Sri adalah penjual makanan yang cukup lama Abhi kenal. Bahkan Bi Sri ini saat ia baru-baru pindah ke desa ini dan masih berusia 17 tahun. Bi Sri selalu memberikan lauk atau sayur yang tidak terjual untuk dibawa pulang. Dan hal itu tentu sangat membantu perekonomian Abhi. Ia bisa berhemat dengan pemberian Bi Sri itu.
"Makasih ya Bi. Ya buktinya kan ga ada yang terbukti ucapannya mereka Bi?."
Abhi menarik satu piring ke arah nya dan satu piring lagi ia sodorkan ke arah Tania. Satu porsi nasi putih dengan ayam goreng dan sayur SOP serta sambal terong menjadi pilihan Abhi.
"Oh My God! Abhi makanan apa ini. Haruskah aku memakannya? Tapi perut ku sangat lapar.."
Gerutu Tania melihat menu yang berada dalam piringnya. Ia gadis yang sangat menjaga pola makan nya. Satu hari ia akan bertemu nasi hanya satu kali, itu pun tak sebanyak porsi yang Abhi berikan kepadanya. Namun selama ia sakit, ia tak tahu jika ia sudah menjadi gadis yang bukan pemilih dalam hal makanan.
"Kenapa? Mau Abhi suap?."
Tania hanya menoleh ke arah Abhi. Ia tak tahu harus berkata apa. Hingga ia memilih diam tak bergeming dan kembali menghadapi piringnya yang seperti porsi pekerja bangunan itu.
"Sini, wah ini pesawatnya mau terbang Nia. Dia ingin masuk ke mulut kamu... Ayo cepat buka mulutnya nanti kalau nabrak bibir kamu sakit pasti... wuiiing.... swiiinngg.... Aaaa....."
Satu sendok nasi dengan sedikit potongan ayam dan sayur sedang Abhi arahkan ke mulut Tania. Tania membesarkan kedua netranya. Ia seakan tak percaya karena dari arah belakang mereka Bi Sri sedang mengamati mereka karena pantulan kaca didepan mereka membuat Tania bisa melihat siapa yang ada dibelakang mereka.
"Ga dimakan kok ya sayang, dimakan kok mengerikan buat tubuh ku.... Setelah ini kamu harus olahraga ekstra Tania."
Akhirnya Tania membuka mulutnya sambil memejam kan kedua matanya. Ia mengunyah suapan pertama dari Abhi dan lidahnya sudah mampu merasakan lezatnya masakan Bi Sri itu. Sehingga mata yang terpejam beberapa saat lalu kini terbuka lebar dan ia mengunyah cepat makanan yang ada di dalam mulutnya itu. Hingga ia tersedak karena terburu-buru ingin menelan makanan itu. Seolah cacing di perutnya meminta haknya dengan cepat.
Abhi melihat Tania mengunyah nasi nya dengan cepat tersenyum.
"Pelan-pelan Nia. Tidak ada yang akan mengambil makanan mu."
Abhi mengusap punggung Tania sambil memberikan Tania segelas air putih. Tania bukan membaik namun bertambah tersedak karena tindakan Abhi mengusap lembut pada punggung Tania yang mana baju nya berbahan katun itu.
"Uhuukk.... Uhuukk..... Uhuukk."
"Ya Allah kenapa Bhi istri mu?"
Bi Sri mendekat dan bantu memijat leher Tania.
"Hehe biasa Bi. Kalau ketemu makanan yang cocok diliidah nya ya begini. Makannya suka buru-buru Bi."
"Ya Awwoohh.... perhatian bener deh Bhi sama istrinya. Bibi mah juga mau punya suami kayak Abhi. Ganteng, perhatian elueh elueh..... Kalian teh cocok. Serasi. satu ganteng satu cantik."
"Sekalipun kamu sehat, sekalipun kamu lebih cantik dari Tina, aku tidak bisa mencintai kamu sebagai seorang istri, Tania."
"Kamu pasti sangat berharap aku sehat kan Abhi agar kita bisa menjadi sepasang suami istri pada umumnya? Tunggulah Bhi. Aku harus meyakini hati ku bahwa aku betul-betul mencintai mu bukan rasa ambisi karena rasa kasih sayang yang kamu berikan dan tak pernah aku dapat kan setelah kepergian mama dan papa."
Dua hati dalam satu hubungan yang mereka sendiri tak tahu apa yang akan terjadi di ujung. Dua hati yang sama-sama berharap akan bahagia bersama tambatan hati. Satu pasang suami istri yang belum merasakan dua hati melebur menjadi satu dalam satu rasa yaitu CINTA.
Abhi masih menyuapi Tania dan juga menyuapi dirinya sehingga dua porsi nasi ala warteg Bi Sri telah berpindah ke perut sepasang suami istri itu. Abhi membeli rokok dan masih duduk di warteg itu sambil menunggu rasa sesak di dalam perut itu sedikit longgar karena rasa kekenyangan.
Tania hanya menulis-nulis meja warteg itu dengan jari-jarinya. Ia bingung harus bersikap bagaimana. Beruntung dirinya yang aslinya irit bicara tak terlalu kesusahan. Ia menulis satu kalimat, tiga kata dengan jarinya di atas meja makan warteg itu.
...#What is love?#...
...(Apa itu cinta?)...
"Sabar ya, nanti sebentar lagi kita pulang. Kamu pasti sudah tidak sabar ingin menggambar kan?"
Senyum manis Abhi seolah membuat Tania bermonolog dengan dirinya sendiri dengan cara yang ia rasa bisa membuang kebosanan nya.
...#love is when your heart is happy, seeing him smile at you#...
(Cinta Adalah ketika hati mu bahagia, melihat dia tersnyum kepada mu.)
Abhi menghembuskan asap rokoknya ke sembarang arah hingga angin membawa nya ke arah hidung Tania. Ketika Tania menghirup udara ada sesuatu yang ia rasakan berbeda dari asap rokok yang masuk melalui rongga hidungnya seolah tubuhnya, otaknya dan hati nya cand* akan aroma rokok yang berasal dari hembusan nafas Abhi.
Tania Maharani tidak pernah suka ada pria yang merokok di dekatnya. Bahkan ia pernah memecat salah satu satpam ketika ia baru masuk kantor dan satpam itu membuka pintu ke arahnya dengan aroma tubuh berbau rokok.
Tapi kali ini ia seakan sangat menikmati nya. Berkali-kali ia sengaja menghirup udara yang seharusnya tak sehat bagi perokok pasif.
Lalu masih dengan tertunduk menatap meja itu ia menulis kan kembali isi hatinya.
...#When something you hate becomes an addiction to you. And you want more and more#...
...(Ketika sesuatu yang kamu benci menjadi candu bagi mu. Dan kamu menginginkan lagi lagi dan lagi)...
"Ah kenapa tubuh, otak ku merasa nyaman dengan semua tindakan kamu yang mana tidak pernah ada dalam kamus ku pria seperti kamu untuk menjadi kekasih ku apalagi teman hidup ku Abhi. Apakah sedang jatuh cinta? atau sudah dimabuk oleh cinta mu Abhi?
Aku ingin mendengar kata-kata cinta dari bibir seksi mu Abhi. Karena aku Tania Maharani, Tidak ada dalam kamus ku bahwa aku menyatakan cinta terlebih dahulu pada lelaki mana pun. Merekalah yang akan tergila-gila, bahkan memohon dan bersujud agar cinta mereka berbalas. Apa pesona mu, Abhi Athaillah. Hingga jiwa dan raga ku ini berubah 180°."
kka sebutir debu.. maa syaaAlloh rindu akan ilmumu.. kak /Sob/ gmna kbarnya kka?? sejak tahu novel yg kka belum up sya gak buka noteltoon lagi.. tp sekarng bbrpa hri tiba2 mau buka lagi ternyata kka bkin karya baru..
makasih kak../Rose/
alhamdulillah ibu kinan bener" sdh sembuh