Pegang aku erat-erat, peluk aku dan percaya padaku.
***
Story by MTMH18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
“Itu adalah rencana rahasiaku!” seru Calvin menatap senang kejadian yang di lihatnya. Dia sangat puas saat peluru itu berhasil menembus kulit dan darah segar mengalir. Anak buah Saga yang tadinya berada di lain lantai segera mengamankan orang yang memegang tembakan.
Semua tatapan terpaku pada tubuh yang sudah tak sadarkan diri dan bersimpuh darah, mata yang sudah tertutup membuat seketika dunia terasa runtuh. Mata itu langsung tertutup saat peluru tajam menembus kulitnya, darah segar terus mengalir dari tubuhnya.
“Kaparat kau!” teriak papih Saga pada Calvin yang terus tertawa kencang dan berada di ambang pintu bersama papa Aellys. Mereka menatap tubuh yang bersimpuh darah dengan mata berkaca-kaca, orang tua mana yang tega melihat anaknya yang terluka.
“Aellys,” papa Aellys mendekati tubuh anaknya yang di tidak sadarkan diri. Saga masih terdiam di tempat, dia terkejut dengan apa yang di lakukan Aellys. Aellys mendorongnyamdan menggantikan dirinya yang terkena tembakan.
“Kita bawa Aellys ke rumah sakit! Biarkan Reynad yang mengurus bajingan ini!” seru papih Saga membuat papa Aellys membopong tubuh putrinya keluar dari tempat ini. Papai Saga menatap putranya yang menatap kosong tempat Aellys tergeletak tadi.
“Nak! Ayo, kita cepat bawa Aellys!” papih Saga menepuk pundak putranya membuat Saga tersadar, dengan di bantu papihnya Saga keluar dari tempat itu.
Mereka membawa Aellys ke rumah sakit keluarga Saga, Saga meminta papa Aellys untuk membiarkannya yang membopong tubuh Aellys memasuki rumah sakit. Dengan tubuh bergetar, karena menangis dia berlari menuju ke dalam rumah sakit dengan membawa tubuh Aellys.
Mereka berada di depan ICU, baju Saga sangat kotor dengan darah Aellys, Saga meringis menatap darah Aellys di bajunya. Dia begitu menyesal membiarkan Aellys menggantikan posisinya, seharusnya dia yang terluka bukan Aellys.
“Seharusnya Saga tidak membiarkan Aellys tertembak! Seharusnya Saga yang berada di dalam sana! Saga tidak bisa melindungi Aellys, Saga gagal melindunginya,” tangis Saga membuat dua pria paruh baya di sampingnya menatapnya dengan sedih.
“Kamu sudah melindunginya, Papa bangga sama kamu! Kita hanya perlu mendoakan yang terbaik untuk Aellys di dalam sana!” papa Aellys menepuk pundak Saga untuk menenangkannya, sebenarnya dia juga merasa gagal melindungi putri satu-satunya. Seharusnya dia datang lebih awal untuk menyelamatkan putrinya.
“Papih seharusnya lebih cepat datang untuk membantumu! Tapi, semua sudah terjadi! Yang perlu kita lakukan adalah berdoa untuk Aellys,” papih Saga mengusap pelan rambut putranya, dia seharusnya tidak teledor tentang Calvin. Dia seharusnya mencuragai lelaki itu, saat anak buahnya bilang kalau ada yang aneh dengan sikap Calvin saat menatap putranya. Dia seharusnya sadar tatapan kebencian dan dendam itu.
“Gimana keadaan Aellys?” tanya mama Aellys dengan Leo di gendongannya, tatapan matanya terpaku dengan baju Saga yang sangat kotor dengan darah itu.
“Saga! Baju kamu?” tanya mama Aellys dengan menutup mulutnya tak percaya, mamih Saga segera mengambil alih Leo saat mama Aellys hampir jatuh pingsan dan papa Aellys segera menahan tubuh istrinya, dia membawa ke ruangan di dekat ICU untu di tangani dokter. Leo menangis dalam gendongan mamih Saga.
“Bunda huwaa,” tangis Leo membuat Saga semakin terluka, dia menatap putranya yang semakin kencang menangis. Mamihnya mencoba menenangkan putranya itu, namun Leo tetap menangis.
“Leo, kita berdoa semoga Bunda baik-baik saja ya, Nak!” Saga mengelus kepala putranya, dia tidak bisa menggendong putranya dengan keadaan bajunya yang sangat kotor. Baju yang menjadi saksi betapa banyaknya darah Aellys yang keluar.
“Ayah ada di sini sama Leo! Kita sama-sama berdoa untuk Bunda ya, Nak!” Leo tidak menangis lagi setelah Saga berucap, anak itu mengangguk dan menatap pintu ICU.
“Nak, kamu ganti baju dulu sana! Mamih sudah membawakan baju ganti untukmu ada di mobil Mamih!” suruh mamih Saga membuat putranya ragu-ragu sambil menatap ICU.
“Kalau dokter di dalam sudah keluar, nanti Papih akan segera memanggilmu!” seru papih Saga membuat Saga mengangguk dan melangkah keluar untuk mengganti pakaiannya.
Leo sudah berpindah berada di pangkuan Saga, bocah kecil itu terus menanyakan kapan dia bisa melihat Aellys dan Saga menanggapinya dengan senyuman pedih sambil mengusap kepala putranya. Sudah dua jam lamanya dokter yang menangani Aellys tidak keluar, mama Aellys sudah sadar dan ikut menunggu di depan ruangan Aellys.
Semua orang berdiri saat lima dokter dan beberapa perawat keluar dari ruang ICU, Saga menyerahkan Leo kepada mamihnya dan dia langsung menghampiri dokter-dokter itu. Papa Aellys juga menghampiri dokter bersama papih Saga di sampingnya, papih Saga mengerahkan dokter-dokter hebat yang ada di rumah sakit miliknya ini dengan
harapan Aellys bisa terselamatkan.
“Bagaimana dengan Aellys?” tanya Saga terlebih dahulu. Dokter-dokter itu saling pandang dan berbicara lewat isyarat matanya.
“Kenapa kalian malah diam!” geram Saga membuat papihnya mengusap pundak putranya itu, dia tahu sifat keras putranya. Namun, Saga harus bisa bersabar untuk saat ini. Apalagi, sekarang keadaan yang begitu tegang.
“Begini tuan muda, kondisi Aellys sangat kritis dan kita tidak dapat mengatakan dia baik-baik saja! Peluru yang di perut hampir mengenai organ jantungnya, apalagi sebelum tertembak dia sudah tertekan dan banyak luka lebam di sebagian tubuhnya. Apalagi peluru yang mengenai kepalanya itu sangat beresiko dengan kesalamatannya,” jelas dokter membuat Saga mengingat bukan hanya satu tembakan yang mengenai Aellys, melainkan dua tembakan setelah perut lalu kepalanya.
“Kenapa bisa begitu?” tanya papa Aellys.
“Tembakan ke area kepala sekitar 90% dapat menyebabkan kematian bahkan sebelum sampai ke rumah sakit. Jika orang tersebut selamat biasanya 50% akan mengalami kejang terus menerus dan membutuhkan obat anti epilepsy, selain itu kelemahan pada anggota tubuh juga dapat dialami akibat dari cedera pada saraf di kepala,” jelas dokter yang lainnya membuat para ibu menangis dan Saga terpaku di tempat, Aellys tidak seharusnya mengalami hal seperti ini.
“Aellys masih koma dan kita tidak tahu sampai kapan dia tersadar dari masa koma, hanya doa yang akan memberikan keajaiban! Dan Aellys harus tetap di rawat di ruang ICU sampai dia tersadar dari koma, saat itu juga kita dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut tentang kodisinya,” ujar dokter yang lain membuat Saga meluruh ke lantai dan air matanya tidak dapat terbendung lagi.
Kalau aq sih nggak masalah tak dibls koment aq.. yg penting aq senang baca, ksh like, ksh hadiah.. kadang gak komentar... saking asiknya baca.. 😂😂😂
Semangat terus ajah Thorr.. bikin novel lagi yg lbh seru.. Aktor pake nm yg blm dipakai di novel" sini.. kek Antonio Candra, Bonifatius, Cherryl, Gladhis, Joel, atw Sukiran, Paijo, Parno... wkwkkk.. 😂😂😂😂🙈🙏
Tetap lanjut ahhh.. penasaran cerita halunya.. 😄😄😄🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀