NovelToon NovelToon
Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:128.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lyyana

Red Rose (Cinta di Tiga Negara)
Perjalanan Cinta yang berliku, kekecewaan dan kesedihan.
Ketika ketulusan hati dipertanyakan dapatkah mempercayai cinta lagi, setelah semua yang dialami.
"Bukan Cinta Pertama, Tapi Cinta Sejati"

Lin Yijia
Perjalanan hidup yang di jalani, suka dan duka ia rasakan, membawanya terombang ambing dalam dekapan dunia.
Pertemuan demi pertemuan, yang berakhir dengan perpisahan. Terbuai perasaan, berpikir cinta itu datang, namun selalu berakhir dengan kegagalan.
Dapatkah ia bertahan, lalu dimanakah cinta sejatinya (?) akankah cinta pertamanya menjadi cinta sejatinya (?)
Temukan jawabannya dalam Novel Red Rose-Cinta di Tiga Negara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengorbanan (2)

"1 menit sebelumnya"

Yijia bersama Thomas dan anak buahnya pergi menyusul Jhonathan untuk menyelamatkan Willona, setelah sampai dimana Jhonathan berada, Thomas meminta Yijia untuk bersembunyi dari jauh dan tidak perlu terlibat dalam perkelahian yang terjadi.

Yijia mengikuti perintah Thomas tersebut, ia tau dirinya tidak akan berguna disana dan hanya akan menghambat semua orang saja. Ketika Yijia bersembunyi ia melihat Willona yang lemah dan tak berdaya tergeletak dilantai, Yijia pelan-pelan mendekati Willona bemaksud agar dapat menolong-nya dari sana dan tidak membuat Jhonathan kesulitan. Ketika hampir sampai pada Willona, Yijia dikaget kan dengan Roland yang mengarahkan pistol nya ke arah Willona berada. Yijia tercengang, kakinya seperti membeku, seakan tidak dapat digerakkan.

Setelah pistol ditembakan disaat bersamaan Jhonathan berlari kearah Willona dan memeluknya, Jhonathan bermaksud mengorbankan dirinya.

Seperti ada yang mendorong nya, tanpa Yijia sadari ia berlari kearah Jhonathan dan berdiri didepan nya membentangkan tangan dan menghadang peluru yang ditembakkan itu dengan dirinya sendiri.

...

"DEZING!" suara sebutir peluru ketika berhasil menembus dada kiri Yijia, disaat bersamaan darah segar memuncrat kemana-mana, Yijia terbatuk-batuk dan juga mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Setetes demi setetes darah jatuh ke lantai, menetes dari dada kiri Yijia dan mulut-nya.

"YIJIAAAAA" teriak Jhonathan, saat mengetahui yang menghadang peluru itu adalah Yijia, Yijia memilih untuk menyelamatkan Jhonathan dengan mengorbankan dirinya dan menerima peluru yang ditembakkan itu.

Kaki Yijia bergetar, kemudian tubuhnya terhempas jatuh, namun ia masih dapat bertumpu pada lututnya.

Semua orang tercengang dan tampak kaget, tidak ada satu pun dari mereka yang bergerak, terdiam beku tak berkutik.

Jhonathan segera berlari menghampiri Yijia yang sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi, seluruh tubuh Yijia kini bergetar dan akhirnya Yijia jatuh namun untung-nya Jhonathan berhasil menangkap tubuh Yijia. Jhonathan merebahkan kepala Yijia di pangkuan-nya, seraya menatap dalam wajah Yijia yang dipenuhi oleh darah, tidak terasa air mata Jhonathan mengalir keluar mengenai wajah Yijia.

Yijia meraih wajah Jhonathan dengan tangannya yang berlumur darah karena sempat menyentuh dadanya yang tertembak tadi, ia mengusap air mata Jhonathan namun juga meninggalkan darah-nya diwajah Jhonathan.

"Jho..n" suara Yijia bergetar, pelan ia menyebut nama Jhonathan

Sementara itu Roland telah berhasil melarikan diri setelah menembak Yijia, ia buru-buru pergi meninggalkan gedung kosong itu, sementara orang-orang nya berhasil ditangkap Thomas dan anak buahnya.

Thomas mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mengejar Roland dan mengikuti kemana ia pergi, dan meminta yang lain agar mengumpulkan bukti agar dapat membawa Roland ke pengadilan.

Tidak lupa Thomas menggendong Willona pergi ke mobil untuk segera di bawa ke rumah sakit. Sementara itu Jhonathan terus menangisi Yijia yang berada dalam pelukan-nya, terlihat tubuh Yijia begitu lemah. Thomas kembali dan mengingatkan Jhonathan agar segera membawa Yijia ke Rumah sakit, takut Yijia tidak dapat tertolong.

"Jhon mobil sudah siap, ayo cepat bawa Yijia ke Rumah sakit."

Mendengar perkataan Thomas itu, Jhonathan buru-buru mengangkat tubuh Yijia dan membawa-nya ke dalam mobil. Setelah berada di dalam mobil, Jhonathan merebahkan kepala Yijia kembali kepangkuannya, sementara itu Yijia sudah tidak sadarkan diri lagi, tubuhnya terkulai lemah dan darahnya terus keluar.

Thomas menyetir mobil yang membawa Jhonathan dan Yijia. Sedangkan Willona, Thomas meminta anak buahnya membawa-nya Rumah sakit dengan mobil lain.

Jhonathan menatap Yijia dengan sedih, ia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Ia benar-benar menyesal karena demi dirinya, Yijia sampai rela mengorbankan dirinya. Penyesalan terbesar Jhonathan adalah karena sampai sekarang tidak dapat membalas perasaan Yijia dengan tulus dan justru terus menerus menyakiti-nya.

Ketulusan yang diberikan Yijia, yang dibalas Jhonathan dengan duka dan kesedihan, benar-benar membuat Jhonathan merasa bersalah, ia menyalahkan dirinya sendiri yang begitu egois dan tidak menyadari kesalahan sendiri.

"Aku benar-benar egois Yi, aku selalu membuat mu terluka"

"Jika sampai terjadi "Sesuatu" pada mu, aku benar-benar tidak akan dapat memaafkan diriku sendiri"

"Ini salahku, karena telah melibatkan mu"

"Kenapa harus dirimu dan bukan aku saja yang terkena peluru itu"

Jhonathan terus berbica pada Yijia yang terlelap tidak sadarkan diri, air mata-nya juga tak kunjung kering, terus menetes membasahi pipi nya dan mengenai wajah Yijia.

Thomas hanya diam dan sesekali menoleh ke belekang, melihat Jhonathan yang terus menyalahkan dirinya atas apa yang sudah terjadi pada Yijia. Tanpa berani berkata sepatah kata pun, Thomas mencoba membawa mobilnya secepat mungkin agar dapat segera sampai ke Rumah sakit.

Perjalanan itu terasa begitu panjang, Jhonathan memerintahkan Thomas agar menambah kecepatan

"Secepat mungkin harus sampai Rumah sakit terdekat."

"Aku sudah berusaha Jhon, ini sudah diluar batas kecepatan."

"Aku tidak peduli, kita harus segera sampai ke Rumah sakit."

Thomas terus menyetir tanpa menggubris perkataan kasar Jhonathan yang terus menerus mendesak agar secepatnya sampai ke Rumah sakit, ia tau Jhonathan sekarang hanya sedang khawatir, dan mengatakan hal-hal kasar tanpa berpikir.

...

Akhirnya mereka sampai di Rumah sakit "St Thomas 'Hospital"

Secepat mungkin Jhonathan membawa Yijia masuk ke dalam Rumah sakit.

Jhonathan terus berteriak dan marah-marah, ia meminta agar dokter terbaik yang ada di Rumah sakit untuk menangani Yijia. Tentu saja perkataan nya akan segera dituruti, mengingat siapa Jhonathan, "Tuan Muda Zohran" yang paling berpengaruh.

Dokter dan para suster datang dan segera menangani Yijia dengan profesional. Dengan persetujuan Jhonathan, Yijia dibawa masuk ke ruang operasi, untuk menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di dada-nya.

Dokter berusaha keras menangani Yijia, tentu saja semua orang tidak ingin mengambil resiko jika terjadi sesuatu pada Yijia, sudah jelas bagaimana nasib mereka. Jhonathan tidak akan melepas kan mereka begitu saja, dan membuat karir medis mereka berakhir.

...

" 1 jam berlalu "

Satu orang pun belum ada yang keluar dari ruang operasi, membuat perasaan Jhonathan jadi tidak karuan, ia takut jika Yijia tidak bisa ditolong, bagaimana ia bisa memaaf-kan dirinya sendiri nanti. Tentu saja perasaan bersalah akan terus menghantui seumur hidup-nya.

Thomas datang menghampiri Jhonathan yang masih menunggu didepan ruang operasi, ia merasa kasihan melihat penampilan Jhonathan yang berantakan. Seluruh pakaian Jhonathan dipenuhi darah Yijia, matanya juga terlihat sembab, wajahnya pucat dan terlihat sangat stres.

"Jhon, Willona sudah sadar, dia menanyakan keberadaan mu. Sebaiknya kau temui dia dulu" Thomas menepuk pelah pundak Jhonathan

"Biar aku yang menunggu disini, aku akan segera memberitahu mu setelah Yijia selesai di operasi."

"Baiklah, terimakasih Thom"

Dengan berat hati Jhonathan melangkah pergi menuju kamar rawat Willona, ia juga tidak ingin membuat Willona merasa kecewa karena ia tidak datang menemui-nya.

Bagaimanapun 2hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.

...

"Bagaimana keadaan mu?" Jhonathan duduk di samping tempat tidur Willona, ia mengusap pelan kepala Willona.

"Jhon ada apa dengan mu, kenapa pakaian mu dipenuhi banyak darah?" Willona kaget melihat pakaian Jhonathan dipenuhi darah, ia merasa sangat khawatir.

"Aku tidak apa-apa, ini bukan darah ku"

"Apa kau terluka Jhon? hiks..hiks.."

"Tenanglah Willona, aku tidak apa-apa." Jhonathan berusaha menenangkan Willona yang merasa sedih.

"Jhon, operasinya telah selesai. Dokter memintamu untuk segera menemui-nya" Thomas tiba-tiba masuk ke kamar rawat Willona.

"Kamu tetap disini, istirahat baik-baik nanti aku akan segera menemui mu kembali"

Jhonathan seraya mencium kening Willona

"Eh siapa yang di operasi?" pertanyaan Willona tidak didengar oleh Jhonathan yang sudah buru-buru pergi berlari menuju ruangan Yijia dirawat, begitu juga Thomas yang mengikuti nya dari belakang.

Willona merasa penasaran dengan apa yang terjadi, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa, tubuhnya masih lemah sehingga ia tidak dapat berjalan dengan baik. Mau tidak mau ia hanya dapat menunggu Jhonathan kembali.

Jhonathan tiba diruangan Yijia dirawat, ia segera menghampiri dokter yang merawat Yijia dan menanyakan kondisinya sekarang.

"Tuan Jhonathan operasinya berjalan dengan lancar, tapi karena pelurunya hampir mengenai jantung pasien maka kondisinya masih dalam keadaan kritis"

"Semua tergantung seberapa besar keinginan pasien untuk bertahan hidup. Jika pasien dapat bertahan melalui malam ini, kemungkinan besar pasien akan berhasil selamat.

"Baiklah terimakasih banyak Dok"

Jhonathan merasa lega mendengar penjelasan dokter barusan, setidak nya masih ada harapan untuk Yijia hidup.

1
Ratna Yuni
nyesek banget dah
Dhina ♑
terimakasih poinnya, Thor 👍👍👍
Reanza
Lanjut baca
Kurnia
Up lagi yah kak, aku tunggu.

Salam dari Edward dan Kimmy
I LOVE MY CEO

Mampir yah kak
Eyha
terus semangat berkarya kak
Eyha
suka
Eyha
semangat
Eyha
keren ceritanya
Eyha
lanjut
🦖 Aniedaa
SEMANGAT 🌻
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
lanjut like di sini
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
hai.. hai..

cinta pak bos hadir lagi kak😊

semangat semangat 💪💪💪
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
kasih like lg buat kakak
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
hai.. hai..

cinta pak bos hadir lagi kak😊

semangat semangat 💪💪💪
Zhang A Yu
mantep ya Thor ilmunya. mirip kek kehidupan nyata gitu.
kalau sempet, mampir ya Thor. ke novel perdan aku.
INKHEART
Alur nya bagus 👍 tapi maaf ya thor ... aku rada risi soal banyaknya tanda koma


selebihnya oke semua👍👍👍
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ
Ngenggg ~~🚁🚁🚁
5 LIKE & RAT 5 Terbang ke karyamu thor

Semakin seru & membuat penasaran 💓

Jangan bosan mampir
🌷REINKARNASI🌷

Menantimu dengan setia
Mutie Cutie
like kakak
Nate Lawliet: Halo kak, siapa tau tertarik mampir yuk ke novelku yang judulnya "If You Hate Me So" ditunggu like dan comment nya ya🤭💖
total 1 replies
ayyona
kereeen kak author. napa ya pd hiatus
btw ditunggu karya selanjutnya 😎😍😘
Nauri_: Hai ka...
Izin promosi di sini ya ka...
Kalau berkenan mampir juga yuh ke karyaku 'Diamku Kelemahanku'
Kalau suka, jangan lupa tinggalkan jejak ya ka. Kasih like, komen, rate dan vote.

Selamat membaca...
Dan terima kasih sebelumnya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!