NovelToon NovelToon
Jangan Salahkan Aku

Jangan Salahkan Aku

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikahmuda / Patahhati / Balas Dendam / Romantis / Berondong / Tamat
Popularitas:289.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mayanov

Floryn menemukan suaminya selingkuh di rumah mereka sendiri. Rasa sakit hati membuatnya ingin meninggalkan laki-laki itu dengan segera. Sayang, Floryn terlalu takut untuk kehilangan kenyamanan hidup yang selama ini diberikan oleh sang suami. Apalagi, satu-satunya anak yang mereka miliki masih kecil dan memerlukan figur lengkap orang tuanya.

Floryn memang bisa bertahan di dalam pernikahan itu demi Alvin—sang buah hati—meski tidak lama. Pada akhirnya ia menyerah. Floryn memutuskan untuk menceraikan Enrik dan mendapatkan hidup yang lebih baik.

Sayangnya, untuk mencapai kebebasan itu, Floryn menghadapi banyak hal yang membuatnya terpuruk berkali-kali. Belum lagi dengan Enrik yang pandai memutarbalikkan fakta. Akankah semua berjalan dengan baik?

Note: Tulisan ini tidak mewakili individu atau instansi manapun. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan lain-lain, hal itu bukan suatu kesengajaan. Semua hal di dalam tulisan ini bersifat fiktif, murni hasil halu penulis saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Lihat Saja

Enrik dan Ambar keluar dari supermarket tersebut dengan hati berbunga-bunga dan puas. Keduanya tidak peduli lagi dengan hal lain dan mengakui jika apa yang mereka lakukan itu adalah suatu hal yang salah dan begitu rendah. Yang ada di dalam pikiran mereka adalah mencari kepuasan dan kenikmatan saja.

Bahkan Endrik merangkul wanita itu itu seperti kemesraannya dulu bersama Floryn.

Keduanya berjalan menuju mobil Enrik yang sudah menunggu di lahan parkir. Setelah meletakkan hasil belanjaan di jok belakang, keduanya masuk ke dalam mobil.

“Tuan, memangnya kita mau ke mana, sih?” tanya Ambar yang merasa jika tuanya itu bahagia sekali.

“Ke Bogor …,” sahutnya dengan santai.

“Iya, saya tahu kita akan ke Bogor, maksudnya … ke Bogor itu ngapain? Mau main aja jauh banget …,” ungkap Ambar sekedar basa-basi. Sebenarnya ia suka dengan ajakan itu. Tandanya Enrik menaruh perhatian lebih untuknya. Bahkan laki-laki itu sampai meninggalkan Floryn dan anaknya untuk mengajaknya jalan. Seketika Ambar merasa spesial.

“Biar puas. Kalau tetap di Jakarta, aku akan was-was. Takut jika ada yang melihat dan melaporkan semuanya kepada ayahku atau Floryn …,” ungkap Enrik.

“Eem … bagaimana kalau Tuan Edward sampai mengetahui hal ini, Tuan?” tanya Ambar yang mungkin saja baru memikirkannya saat ini.

“Tahu? Tidak mungkin … Floryn yang tinggal dengan kita saja tidak mengetahuinya. Bagaimana bisa ayahku tahu? Kalau dia sampai tahu, pasti kamu yang memberitahukannya …,” terang Enrik seraya menyubit gemas dagu pembantunya itu. Memuakkan.

“Ih … Tuan … untuk apa saya mengadu? Saya juga suka, kok …,” ungkapnya malu-mala. Padahal tidak tahu malu.

Enrik kembali fokus dengan jalanan di depan sana. Sedangkan Ambar, ia mencoba untuk memejamkan mata atas perintah Enrik. Laki-laki itu mau Ambar tidak kelelahan setelah nanti sampai di tempat tujuan mereka.

Ambar mengalihkan pandangan ke arah kiri, menikmati pemandangan yang berbaris rapi di sana. Sampai sebuah bus Trans lewat dan membuatnya pucat seketika.

“Nyonya Floryn? Apa yang orang itu lakukan di dalam bus?” tanya Ambar di dalam hati. Ia berniat mengatakannya kepada Enrik, tapi Ambar tidak mau jika rencananya untuk bersenang-senang di Bogor sampai batal. Masalahnya … bagaimana jika ternyata nanti mereka sampai bertemu dengan Floryn secara tidak sengaja? Semua yang mereka sembunyikan akan langsung ketahuan. Pasti akan ada perang besar.

“Tu-tuan … sepertinya tadi saya melihat Nyonya Floryn …,” ungkap Ambar dengan sedikit ragu.

Hal itu membuat Enrik kehilangan senyuman yang sejak tadi membingkai wajahnya. “Kamu ini bicara apa? Aku tidak melihat mobil Floryn sejak tadi. Kamu menghayal, ya?” selidik Enrik.

Ambar menggelengkan kepala. “Tidak, Tuan. Nyonya ada di dalam bus itu …,” kata Ambar seraya menunjuk ke arah bus Trans yang sudah melewati mereka.

“Ambar … Ambar … apa kamu sangat takut ketahuan hingga menghalu seperti itu? Tidak mungkin istriku ada di dalam sana. Ia sedang di rumah ibunya untuk menjaga Alvin,” sahut Enrik dengan sangat yakin.

“Tapi, Tuan ….”

“Apa kamu melihatnya dengan jelas?” tanya Enrik. Lalu Ambar menganggukkan kepala.

“Apa ia juga melihat ke arahmu?” tanya Enrik lagi. Namun kali ini Ambar menggelengkan kepalanya.

“Oke ….” Enrik menepikan mobilnya di bahu jalan yang kebetulan mereka lewati. Ia mengambil HP-nya dan langsung mencoba untuk menghubungi Floryn. Akan tetapi, ia membatalkan niatan itu. Enrik memilih untuk menghubungii orang lain yang pasti tahu di mana Floryn saat ini.

Tidak lama setelah Enrik melakukan panggilan, seorang wanita menjawabnya.

“Hallo …,” sapa Martha di ujung panggilan.

“Hallo. Bagaimana keadaan Alvin, Bu?” tanya Enrik basa-basi. Tujuan menghubungi mertuanya bukanlah hal itu, ia hanya ingin mengecek keberadaan Floryn.

“Dia sedang makan sereal. Apa kamu ingin bicara denganya?” tanya Martha yang selalu tenang seperti biasa.

“Ah, tidak usah, Bu. Saya lagi di jalan … hanya ingin memastikan saja. Kata Floryn, semalam ia mengigau, benar, Bu?” tanya Enrik penasaran.

“Mengigau? Tidak hanya mengigau … anakmu ini juga menangis terus mencari bundanya. Untung saja Floryn masih bangun dan mau datang ke sini padahal sudah tengah malam …,” jelas Martha yang kali ini harus berbohong demi anaknya sendiri.

Ya, Floryn telah menceritakan semuanya kepada wanita itu. Tidak ada yang ia sembunyikan kecuali perselingkuhan Enrik dan Ambar. Ia ingin bukti sebelum mengatakan semua itu di depan ibu dan mertuanya.

“Ah … ternyata begitu … lalu, bisakah saya bicara dengan Floryn, Bu?” tanya Enrik yang ingin memastikan lagi jika sang istri memang ada di rumah ibunya.

“Floryn? Sebentar, ya … Floryn … Floryn Nak … ini suamimu menghubungi.” Martha berteriak seakan memanggil sang anak. Padahal ia tahu jika Floryn sedang tidak ada di sana.

Sementara itu, Enrik merasa jika Ambar pasti sudah salah lihat. Saat ia masih menunggu suara Floryn terdengar, seseorang mengetuk kaca jendela mobilnya. Sosok itu sepertinya sangat ingin mengatakan sesuatu.

“Bu. Nanti saya telepon lagi. Saya harus pergi,” kata Enrik buru-buru. Ia tidak menunggu jawaban mertuanya dan langsung saja mengakhiri panggilan.

Dengan cepat Enrik membuka sedikit kaca jendela mobilnya. Orang di luar itu seperti akan mengatakan sesuatu.

“Ada apa?” tanya Enrik seraya memperhatikkan laki-laki necis itu dengan seksama.

“Tuan, apa Tuan mau membeli cokelat ini? Tuan sedang jalan dengan kekasihnya, kan? Wah … cokelat ini cocok sekali untuk diberikan kepada kekasih Tuan itu …,” kata orang tersebut mulai mengobral.

Ternyata orang yang Enrik kira ingin mengatakan sesuatu hal penting, malah menjajakan jualan yang tidak Enrik sadari sejak tadi.

Kekesalan langsung saja memenuhi dada Enrik. Dengan kasar Enrik membuka pintu mobilnya sehingga mengenai tubuh laki-laki itu.

“Aduh!” pekiknya yang sudah jatuh terduduk di atas aspal basah. Ya, gerimis yang turun sejak beberapa saat lalu membuat jalanan mulai basah.

Enrik kembali menutup pintu mobilnya dengan kasar pula. "Brengsek! Aku kira ada hal penting apa!” tukas Enrik seraya melajukan kembali mobilnya meninggalkan penjual cokelat tadi. Ia tidak peduli jika orang itu terluka sekali pun.

Dari tempatnya duduk, Ambar hanya bisa melihat penjual itu mengomel di belakang mereka. Ia tidak ingin berkomentar karena takut Enrik malah marah padanya.

“Sudah. Aku sudah memastikan kalau istriku ada di rumah ibunya. Jadi, jangan mengatakan hal lain yang tidak masuk akal. Kamu bisa saja merusak mood-ku hari ini!” tukas Enrik dengan pandangan tegas ke arah jalan.

Menyadari jika majikan sekaligus kekasihnya marah, Ambar mengambil tangan Enrik yang stay di atas persneling dan membawanya ke atas bukit kembarnya yang sebelah kanan. Menekannya di sana agar kemarahan Enrik mereda.

“Bukankan ia bisa membuat kemarahan Tuan mereda?” tanya Ambar yang tiba-tiba kembali merasa ingin pada pusat dirinya.

“Sudahlah, Bar … kita tidak akan bisa sampai ke Bogor jika kamu terus melakukan hal ini …,” lirih Enrik yang sudah tidak terdengar marah lagi. Laki-laki itu kini terdengar kembali lembut.

“Hhhmm … makanya Tuan jangan marah-marah terus … kalau tidak, saya tidak akan berhenti melakukan hal ini di sepanjang perjalanan kita ….”

Bersambung.

1
mutiara dewi
Luar biasa
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Terima kasih sudah mampir 🩷
total 1 replies
🏡⃟ªʸNOLAN👀༄⃞⃟⚡¢ᖱ'D⃤ ̐Kᵝ⃟ᴸ
ntabss.. tp knp buru2 tamat? pdhl baru jg malam pertama.. knp gk dilanjutkan sj thor??? 🤔🤔
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Terima kasih 😘😘
total 3 replies
🏡⃟ªʸNOLAN👀༄⃞⃟⚡¢ᖱ'D⃤ ̐Kᵝ⃟ᴸ
kurang nyaman di sono😁✌🏃🏻🏃🏻
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Wah... sayang banget kak. Padahal ada 2 buku tamat & gratis saya di sana. Kalau di apk lain, pake buka kunci 🤭
total 1 replies
Minarni Juita
berarti gk jadi cerai dong klu lagi hamil gtu
Minarni Juita
hadehhh si Zoel yg TDK tau diri mau ganggu bini org
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Hai, Kak. Jangan lupa like-nya ya 😘😘😘
total 1 replies
Minarni Juita
knapa suaminya bisa bilng pelacur pda istrinya
Minarni Juita
malas bgt baca yg kyk gni,istri yg lemah dan TDK tegas
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Terima kasih, Kak. Silakan baca sampai selesai. Biar tahu jalan ceritanya ☺☺
total 1 replies
Minarni Juita
hadeehh si florin knapa juga hrus peduli sama Zoel dasar goblok si flo
Minarni Juita
TDK usah takut utk brpisah Flo
Minarni Juita
hadeee hh jgn biarkan Ambar dan enrik bahagia Thor
Minarni Juita
bacanya sakit skali ya Thor...
Minarni Juita
gregetan liat org selingkuh gni smga secepatnya kebongkar Thor
Minarni Juita
smga kali ini florin langsung pergoki suaminya dgn Ambar.
Minarni Juita
hadehhh florin jgn kmu buka peluang utk laki laki lain nnti kmu sama aja dgn suamimu kang selingkuh
Minarni Juita
si florin knapa hrus lapor ayah mertuanya hrusnya tinggalin aja laki laki kang selingkuh gtu
Minarni Juita
hadehhh florin kan kmu sdh minta maaf langsung knapa pake nelpon sgla
Minarni Juita
florin knapa gk labrak langsung tuh suaminya sama Ambar,klu di biarin nnti malah tambah liat mrka
Minarni Juita
liatnya jdi emosi klu di depan mata gtu
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿
Terima kasih semua yang mendukung karya ini 🥰
Asti Sugiyo
Waaah....sial beuud nasibmu Flo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!