Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.
Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.
Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.
Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,
pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.
bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memori
dreeett dreeett
"ngel, ponselmu.." teriak Aulia didepan kaca riasnya
Aulia sedang bersiap-siap untuk berangakt kerja, sedangkan Angela masih berada dikamar mandi,
tok tok tok
suara ketukan pintu menyadarkan Aulia yang sedang menata rambutnya.
"masuk" ucap Aulia yang masih duduk didepan kaca
terlihat Angga masuk dengan setengah badan berdiri dipintu yang terbuka setengah.
"mmm., lia ada jadwal enggak sebentar siang.?" tanya Angga dengan nada lembut
Aulia tahu jika Abangnya sedang merencakan sesuatu
"enggak ada, seharian aulia cuman dikantor urus kerjaan, ada apa bang.?" ucap Aulia meletakkan alat cantok dilaci riasnya.
"baguslah, bisa kan sebentar makan siang bareng" ucap Angga
"ia, nanti abang tinggal kirim pesan aja dimana kita ketemu" ucap Aulia berdiri dari duduknya memakai jam tangan dan melihat penampilannya dikaca.
"okey, abang duluan yah, kalian sarapan aja, karena ada meeting pagi ini" ucap Angga melirik jam tangannya dan melambaikan tangannya sambil beranjak turun
Aulia hanya tersenyum
"ngel, aku turun kebawah yah" ucap Aulia
Angel yang sudah berganti pakaian keluar dari kamar ganti dan duduk dimeja rias Aulia,
"tadi ada yang nelpon tuh" ucap Aulia mengambil tas dan juga berkas yang ia bawa pulang semalam.
Angel hanya mengangguk dan mulai menyisir rambutnya dan memakai make up tipis, ia pun turun menyusul Aulia dimeja makan.
Angel tidak berniat melihat siapa orang yang menelponnya, karena ia tahu siapa itu, sehabis sarapan mereka berpisah dengan mobil masing-masing menuju tempat kerjanya.
.....
"adit, enggak sarapan.?" tanya Adrian yang sedang menyeduh kopinya dipantry dapur
Aditya yang terlihat buru-buru hanya bisa melambaikan tangan dan berlari kearah garasi mobil,
hari ini jadwal Aditya sangat padat, ia telat bangun dan berakhir dengan tergesa-gesa, karena kondisi Andreas sudah baikkan ia bisa beraktivitas kembali dengan pekerjaannya setelah melakukan solo tournya dibeberapa kota,
tak lama Adrian pun menyusul ia sudah menyuruh sopir untuk mengantarnya, selama Adrian menjadi pimpinan perusahaan dia sudah jarang mengendarai mobilnya sendiri, begitulah seseorang selalu bisa berubah sangat drastis disaat yang tak terduga.
Dirumah sakit, Andreas yang sudah selesai sarapan, ia kembali teringat akan ingatannya semalam, bahwa wanita bernama Aulia adalah orang yang sangat dekat dengannya, dan mereka pernah berhubungan.
Andreas memutuskan untuk mendekati wanita itu dan mencari tahu, agar ingatannya bisa kembali lagi
Dokter Ayla masuk memeriksa keadaan Andreas ditemani salah satu perawat, Andreas sebenarnya sudah mulai ingat beberapa tapi ia tidak masih mau memastikan, apalagi menyangkut wanita yang bernama Aulia.
"sepertinya kondisimu semakin baik, maaf aku harua gantikan dokter arya, karena pagi ini ia ada operasi" ucap Ayla menydarkan Andreas yang sedang menyelidik kearah Ayla.
Andreas sebenarnya ingin memeluk wanita yang didepannya, tapi ia masih simpan istilahnya Andreas mau berpura-pura dulu.
"apa aku bisa pulang.?" tanya Andreas pada Dokter Ayla
"aku akan beritahu pada dokter arya dulu, bagaimana pun dia doktermu, baiklah aku akan keluar dulu" ucap Ayla meninggalkan Andreas yang masih dengan posisi setengah duduk diatas kasurnya.
setelah Ayla pergi, Andreas beranjak dari kasurnya, sambil menyeret tiang infusnya ingin keluar ruangan ia memutuskan untuk naik kelantai atas dimana Kakek Kusuma dirawat.
saat Lift terbuka Andreas keluar untuk pergi kekamar inap Kakek, Andreas melihat kondisi Kakek nampak baik tidak seperti saat terakhir kali ia tinggalkan ke Amerika bersama Ayahnya.
Andreas masuk, Kakek yang sadar ada orang masuk, langsung mencari kearah suara langkah kaki itu,
"andre, kamu..." ucap Kakek terhenti melihat penampilan Andreas yang memakai pakaian rumah sakit yang masih ada selang infus ditangannya.
Andreas sadar akan tatapan Kakek, ia langsung menghampiri Kakek sambil tersenyum.
"andre kemarin malam enggak bisa tidur jadi adit bawa andre ke sini, eehh malah di rawat" ucap Andreas asal.
"tapi enggak apa-apa kan.?" tanya Kakek khawatir
"andre enggak apa-apa, mungkin efek ini" ucap Andre sambil memegang kepalanya.
ia menarik kursi dan duduk disamping ranjang Kakek,
"kakek uda makan.?" tanya Andreas
"uda, kamu" tanya balik Kakek
"uda, kek, andre kekamar dulu yah, kakek istirahat aja" ucap Andreas sambil beranjak
Andreas tidak sengaja melihat wanita yang bersama Aulia dan juga Aditya saat di lobby rumah sakit kemarin malam, makanya ia beralasan pada Kakek untuk kembali kekamar.
Andreas mengikuti langkah Angel dari kejauhan agar tak dicurigai, tapi Andreas menghentikan langkahnya karena ia merasa seperti aneh dengan tingkahnya saat ini.
"ada apa denganku, aneh" gumam Andreas membalikkan badannya kembali turun kelantai bawah
......
"abang, lia uda diparkiran" ucap Aulia menutup pintu mobil
ia melangkah masuk kedalam Restauran salah satu milik mereka, tak lama ia mendapati sosok Abangnya yang sedang melambaikan tangan kearahnya saat ia tiba dipintu masuk samping khusus karyawan dan staff
"sepertinya ada sesuatu yang serius" gumam Aulia sambil membalas lambaian tangan Abangnya
Aulia melihat sosok wanita disamping Abangnya, sedang tersenyum padanya saat Aulia sudah dekat dimeja makan mereka.
Ayla dan juga Angga berdiri saar Aulia sudah dihadapan mereka.
"de, kenalkan ini ayla yang abang, dan ay, ini aulia adikku" ucap Angga memberi tahu pada kedua sosok wanita yang sangat ia cintai.
Aulia dan juga Ayla saling memberi salam dan tersenyum, dan setelah itu mereka duduk untuk dinner.
"jadi bang, selanjutnya.?" tanya Aulia disela-sela makan mereka
Angga dan juga Ayla menghentikan makan mereka, Angga berusaha mencerna maksud Aulia, ia pun segera meneguk air dan menatap Aulia tak mengerti sambil memicingkan matanya.
Aulia hanya bisa tersenyum sambil melotot kepada kedua pasang mata didepannya.
"bukankah, kalian..." ucap Aulia tidak ingin melanjutkan ucapannya dan hanya saling menunjuk keduanya.
Angga pun berdehem pelan, sebelum ia berucap ia melihat Ayla terlebih dulu yang sedang memotong stiek dagingnya, Ayla hanya mengangguk dan tersenyum simpul
"ia, abang akan meminangnya dalam waktu dekat, makanya abang ajak kamu dinner, jadi gimana tanggapan kamu.?" ucap Angga mantap
Aulia hanya memanyunkan bibirnya dan akhirnya tersenyum manis didepan Abangnya dan juga wanita cantik didepannya.
"aulia, malah senang dengarnya, selama ini lia cape urusin abang yang enggak mau diatur selalu kantor.. rumah.., itu aja terus, akhirnya ada kaka ipar" goda Aulia pada Abangnya.
Angga hanya menyenggol sikut Aulia untuk berhenti, sedangkan Ayla hanya terkekeh mendengar ucapan Aulia yang menggoda Abangnya.
"wah., berarti aku harus ekstra yah mengurus abangmu ini" goda Ayla ikut-ikutan.
Aulia hanya mengangguk dan tertawa kecil, keduanya puas menggoda Angga, sedangkan yang digoda hanya bisa meneguk minumannya dengan wajah yang datar, sambil memaksakan senyumannya.
"okey bang, lia duluan, ka ay, aku duluan yah, nanti kabarin lia yah" ucap Aulia sambil berjalan menuju parkiran mobilnya, sedangkan Angga dan juga Ayla masuk kedalam mobil.
Aulia keluar dari parkiran menuju rumah, begitu pun Angga ia bermaksud mengantar Ayla lebih dulu.
......
Diperjalan menuju rumah Aulia terhalang dengan mobil yang ada didepannya, nampaknya mobil itu sedang kempes ban, ia bisa lihat dari kejauhan bahwa sang pemilik sedang menelepon panggilan service mobilnya.
Aulia pun turun maksud hati ingin menolong, apalagi sekarang waktu sudah menujukkan pukul 10 malam.
"mas, ada yang bisa aku bantu.?" tanya Aulia sopan.
saat mendengar suara wanita yang ingin menawarkan bantua, Andreas yang tadinya membelakangi Aulia, iapun segera membalikkab badan masih pad posisi ponsel dikupingnya dan tangan satunya bertolak pinggang frustasi.
"ia mba, bisa...." ucap Andreas terhenti saat mendapati Aulia berada tepat dihadapannya.
mereka pun saling terpaku dan memandang satu sama lain,
"layanan service" ucap seseorang dari balik ponselnya
Andreas yang tersadar langsung menjawab panggilan itu untuk memberi tahu alamat tempat mobilnya mogok sekarang, saat selesai menjawab panggilan teleponnya.
Aulia yang semakin terlihat bingung langsung berusaha untuk kembali ke mobilnya, tapi langsung dijegat oleh Andreas,
"minggir" ucap Aulia tegas
tapi Andreas tidak merubah posisinya menghalangi Aulia,
"apa kita tidak bisa berteman.?" tanya Andreas cepat saat Aulia berusaha untuk menyingkirkan dirinya.
Aulia yang mendengar hanya bisa terkekeh sejenak dan mengatur nafas,
"maaf, aku buru-buru" ucap Aulia masuk kedalam mobilnya.
Andreas yang tak bisa menahan hanya bisa bertolak pinggang sambil melihat Aulia dari balik kaca mobilnya, begitupun sebaliknya, tapi cepat Aulia memalingkan wajahnya dari pandangan Andreas, ia pun buru-buru menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan Andreas yang bingung dengan sikap Aulia yang selalu berusaha untuk tidak berlama-lama berada disekitarnya.
......
"aahhhh.." keluh Aulia membantingkan badannya ke kasurnya sambil melentangkan tangannya cukup frustasi
"baru pulang de.." ucap Kak Bunga yang memunculkan badanya di balik pintu kamar Aulia yang terbuka.
sontak Aulia langsung melihat kearah sumber suara, saat ia tahu itu adalah Kak Bunga buru-buru Aulia langsung berhabur kedalam pelukkan Kakak Perempuannya, walau hanya sepupuh tapi Aulia sudah menganggap Kak Bunga seperti Kakak, Ibu, teman curhat dan segala-galanya bagi Aulia dan juga Angel.
"kak unge..., kok enggak bilang-bilang lia sih kalau uda balik" ucap Aulia manja yang masih nemplok dipelukkan Bunga.
"tadi sekitar jam 5 tadi, mana yang lain.?" ucap Bunga merujuk pada Angga dan juga Angel
"mungkin masih sibuk dengan urusannya kak, mmmm., rindu.." ucap Aulia memelul erat sekali lagi Kak Bunga.
"kamu uda makan, mba barusan masak kesukaan kalian" ucap Bunga sambil masuk kedalam kamar Aulia
Aulia yang ingin bersih-bersih terhenti saat mau masuk kedalam kamar mandi.
"uda sih, tapi siapa sih yang nolak masakan kak unge, lia bersih-bersih dulu yah" ucap Aulia masuk kamar mandi
Bunga hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena tingkah Adiknya yang masih saja manja padanya.
sekitar 25 menit Aulia bersih-bersih didalam kamar ganti, ia pun turun keruang makan, disana sudah ada Kak Bunga yang dibantu oleh asisten rumah menata meja makan mereka.
saat Aulia turun dari kamar, ia bisa mendengar jelas teriakan Angel yang nyaring.
sontak Bunga dan juga para asisten rumah terkejut dengar suara nyaring Angel, Aulia sudah tahu akan seperti itu, ia tahu sepupuh satunya itu orang yang ngebar-bar kalau uda kenal dekat.
"aaaaaaaa..., kak ungeee.." teriak Angel
Angel pun berhambur menghampiri Bunga untuk ia peluk, tapi yang ingin dipeluk langsung menghindar, tapi Angel langsung memeluk saat Bunga hanya bisa tertawa dengan tingkah Adiknya yang satu ini,
tingkah keduanya membuat Aulia tertawa, ia pun turun langsung duduk ingin makan, Angel yang melihat ia pun ingin duduk, tapi dicegat Kak Bunga.
"ganti baju dulu gihh.." ucap Kak Bunga
Angel langsung mengambil tasnya yang ia buang sembarangan tadi dan cepat-cepat naik kelantai atas untuk berganti pakaian.
saat makan, Bunga bisa memperhatikan tingkah Angel dan juga Aulia yang terlihat sedang memikirkan sesuatu, Bunga langsung berdehem, tak digubris ia pun pura-pura batuk-batuk sangat keras agar teralihkan perhatian keduanya.
saat keduanya melihat kearah Bunga, Bungq langsung bertanya tanpa basa-basi
"lagi mikirin cowok.?" tanya Bunga mengambil gelas dan menuangkab air.
Angel hanya menyungingkan sebeleh bibirnya dan menaikan sebelah alisnya serta menggelengkan kepalanya.
sedang Aulia memutar bola matanya berpikir keras untuk berusaha tidak terpikirkan Andreas dan melayangkan tangan kirinya tanda tidak.
"enggak ada yang ngaku, emangnya mba enggak hafal kalian apa" ucap Bunga lagi
disela-sela makan, yang uda hampir selesai, Angga baru tiba dibalik pintu, saat ia melihat ramai dimeja makan, ia langsung mendekat, sontak Bunga melihat kearah Abangnya dan menundukkan kepalanya seketika.
"abang naik duluan yah, unge laporan..." ucap Angga yang terhenti saat ditangga
"uda unge simpan dimeja bang" ucap Bunga.
Angga pun naik ke arah kamar terlebih dahulu, saat Aulia melihat Angga ia terpikirkan sebelumnya tentang pertemuannya bersama Ayla calon Kakak Ipar mereka.
"kak, ngel, kalian tahu tidak tadi aku uda ketemu calonnya bang angga" ucap Aulia bersemangat
Bunga yang sudah tahu sebelumnya hanya bisa diam melihat tingkah Adik-adiknya, sedang Angel langsung kepo cepat-cepat ia meneguk minumannya dan menyelidik kearah Aulia
"ternyata benar ngel, itu dokter seniormu, dan yang lebih bikin gue seneng abang bakal segera nikah" tambah Aulia lagi
"sudah ku duga" ucap Angel mengangguk-anggukkan kepalanya
Aulia melihat kearah Kak Bunga menunggu reaksi Kakanya
"Alhamdulillah, mba senang dengarnya" ucap Bunga yang tidak beraksi seperti yang diharapkan Aulia.
"aaahh., kak unge enggak asik" keluh Aulia
sedang Bunga hanya mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya tanda tak mengerti
setelah selesai makan Angel dan Aulia masuk kedalam kamar, dan menuju balkon kamar, terlihat keduanya sibuk dengar pikiran masing-masing
Aulia yang berdiri kearah balkon, sedang Angel duduk memandang jauh,
flasback on Angel :
terlihat Angel sangat lelah, bagaimana tidak sepanjang hari dari pagi sampai tadi siang ia sibuk di IGD dan ruang operasi mengurus pasien, entah mengapa hari ini banyak sekali pasien kecelakaan,
Angel duduk di ruang tunggu UGD merenggangkan ototnya, untung saja hari sudah mulai sore, orang yang berkunjung ke RS jarang terlihat,
Angel duduk dibagian belakang dekat kaca besar, terlihat tinggal beberapa orang yang sedang duduk menunggu giliran, di tembok hadapannya layar TV digital sedang menayangkan acara talk show.
saat nama Aditya dipanggil membuat pandangan Angel teralihkan kearah TV itu, dipertengahan perbincangan host menanyakan tentang masalah percintaan Aditya sekarang, Aditya hanya bisa terkekeh kecil, host pun tahu itu masalh pribadi artis ia pun bertanya tentang.
"mas aditya, dari umur 14 tahun uda mulai ikut treiner disalah satu agensi dan debut secara grup idol yang kita kenal diumur 18 tahun, dan bersolo karier diumur 19 sampai sekarang, kalau boleh tahu nih mas, kan disaat umur 18 masih sekolah yang apa enggak ada yang naksir.?" ucap Host itu
sebelum menjawab Aditya tersenyum sambil tertawa kecil
"dijaman itu, aku enggak pungkiri banyak, memang banyak wanita yang selalu berseru kepada saya yah, apa lagi saat saya sekolah malah banyak fans yang memang satu kelas sama saya, tapi karena uda sering lihat saya disekolah mereka berangsur-angsur tidak seperti sebelumnya yang akan ikutin aku kemanapun" ucap Aditya
"sampai segitunya yah, kalau gitu ada enggak yang mas Aditya taksir saat sekolah" ucap Host
"harus bilang banget nih" ucap Aditya
"enggak apa-apa mas, tunggu mas, para fansnya mas Adit bolehkan, mungkin mereka juga penasaran, secarakan mas Aditya juga manusia berhaklah untuk menyukai juga" ucap Host
"oke, aku memang naksir sama wanita itu, tapi hubungan kami belum sampai ketahap pacaran, karena aku sadar diri bahwa aku seorang publik figur, dan dia juga mengerti akan hal itu, dan akhirnya kami saling tarik ulur perasaan, sampai pada titik dimana kami harus berpisah karena tuntutan pekerjaanku, dan akhirnya dia menjauh dariku" ucap Aditya
"apa mas Adit masih penasaran dengan wanita itu" ucap Host
"penasaran sih enggak cuman merasa bersalah karena posisiku" ucap Aditya
sang Asst. Manager yang sudah cemas jika Aditya tidak bisa mengontrol perasaannya, Mas Dewo pun memberi kode pada sudtradara untuk meminta dihentikan.
dan langsung Host pun mengalihkan pembicaraan dan langsung melakukan break iklan dulu,
flasback off Angel
sepanjang acara Angel tidak lepas mendengar ucapan Aditya, Angel tahu jika semuanya bukan salah Aditya sepenuhnya, tapi Angel ingin berusaha agar Aditya bisa fokus pada karirnya dan tidak terfokus padanya, apa lagi dibanting oleh wanita diluar sana ia jauh.
Angel yang mengingat kejadian sore tadi di RS membuat ia menghela nafas kasar, ia pun memalingkan wajahnya kearah Aulia yang sedang menekuk tangannya menyederkan kepalanya dipagar balkon
"kenapa sih dia harus muncul" gumam Aulia
Angel mendekat dan menyenggol badan Aulia
"siapa yang muncul.?" tanya Angel
"oh ya, tadi siang gue ketemu dia lagi di RS tapi sepertinya dia sedang sakit, karena dia pake baju RS dan ada selang infus ditangannya" ucap Angel
mendengar penjelasan Angel, Aulia memicingkan matanya
"tapi saat pulang tadi, dipinggir jalan dekat kompleks perumahan aku ketemu dia" ucap Aulia
sementara itu, Bunga sedang menghampiri Angga diruang kerja, mendengar pintu diketuk, Angga berseru dari dalam, untuk menyuruh masuk pemilik ketukan, Angga masih tetap dengan mengurus beberapa file kiriman Leon di layar Laptopnya.
Bunga nampak perlahan menghampiri Angga ia duduk di sofa menghadap kearah meja kerja Angga, karna tak merasa nyaman dengan tatapan Bunga, Angga memutuskan menghentikan kegiatannya sejenak dan menghampiri Bunga duduk di sofa.
"ada apa.?" tanya Angga
Bunga mengatur nafas perlahan sebelum berkata
"bang, itu.. anu... unge.." ucap Bunga terbata
Angga yang tak sabaran apa yang Bunga ingin beritahu, maka Angga pun dengan wajah tak bersalah langsung mengucapkan yang seharusnya Bunga bilang.
"iya abang uda tahu, kamu lagi deket sama leon kan.?" tanya Angga dengan polosnya sambil melipat salah satu kakinya dan meneguk kopi yang sedari tadi dia pegang.
Bunga yang terkejut mendengar ucapan Angga sontak saja Bunga terbatuk tak jelas dan membulatkan matanya saat ia mencerna ucapan Angga.
"uhhuukk..uhhuukk., abang, bukan itu yang unge mau beritahu, siapa juga yang lagi dekat dengan dia, orang unge enggak suka kok" ucap Bunga tak terima
"lantas apa yang ingin kamu bilang" ucap Angga
"itu., tungguu.., kok abang bisa tahu sih.?" tanya Bunga penasaran
"masih meragukan abang" ucap Angga mengangkat kedua bahunya dengan sombongnya dengan melebarkan kedua tangannya.
"ia unge tahu, uda enggak penting, gini, unge boleh enggak berkunjung ke rumah di bandung dulu" ucap Bunga ragu
"astaga..., abang lupa.." ucap Angga menepuk jidatnya sambil membenarkan duduknya menghadap Bunga.
karena kaget akan reaksi Angga, Bunga pun membenarkan duduknya juga sambil mendekat kearah Angga ia penasaran apa yang hendak Angga sampaikan.
"apaan bang." ucap Bunga penasaran
"gini, uncle sama aunty bermaksud mau nyuruh kamu pulang, apa kamu uda dengar.?" tanya Angga serius
"uda bang, kemarin saat unge transit di bandara internasional, papa nelpon unge, cuman unge mau bilang dulu ke abang, biar gimana pun abang tetap atasan unge, tapi bang.." ucap Bunga menjelaskan
"tapi apa.." tanya Angga menaruh gelas kopinya yang sudah kosong.
"unge disuruh pulang karena mau dijodohkan, unge belum mau bang, makanya unge masih belum beritahu mereka lagi, unge pengen abang bilang ke mereka bang" ucap Bunga sedih
Angga yang mendengar penjelasan Bunga, sedikit memicingkan matanya karena selama ini apapun urusan Keluarga mereka pasti diketahui oleh Angga, tapi mendengar penjelasan Bunga ia sama sekali tidak duga jika Keluarganya, apa lagi Pamannya bermaksud menutupi itu.
"abang juga baru dengar ini, kamu tenang aja, abang akan menjelaskan pada mereka, tapi ada baiknya unge bicara langsung agar semuanya tidak ada kesalahpahaman, abang selalu mendukung apapun unge, angel dan aulia mau, tapi selalu dengar apa yang abang bilang, okey" jelas Angga
tampak Angga memegang pundak Bunga, denga penjelasan dari Abangnya Bunga merasa lega dan bisa dengan nyaman mengutarakan maksudnya kepada sang Ayah, Bunga pun membalas dengan wajah bahagia, ia senang karena Angga adalah Abang yang sangat ia kagumi dari kecil.
"terima kasih bang, kalau gitu unge permisi, apa unge buatkan minuman lagi, sepertinya tumpukan itu masih banyak" ucap Bunga melihat gelas kopi yang sudha kosong dan sekilas melihat tumpukan berkas yang lumayan diatas meja kerja Abangnya.
"tak perlu, berkas itu sudah selesai, hanya masih ada file yang harus abang baca, kamu silahkan tidur saja, karena perjalanan jauhmu kemarin pasti melelahkan" ucap Angga beranjak dari duduknya menuju meja kerjanya
Bunga pun turut berdiri dan akan meninggalkan ruangan kerja Abangnya, saat melangkah mendekat pintu, Angga pun memanggil sekali lagi dan berbalik duduk dimeja kerjanya sambil melipat kedua tangannya di dada
"oh yah, unge abang puas dengan hasil kerjamu disana, terima kasih kamu dan leon sudah membantu abang mengurus anak perusahan yang ada disana, good job" ucap Angga mengucapkan rasa terima kasihnya karena bagaimana pun selama ini Bunga dan juga Leon selalu membantunya dalam mengurus beberapa masalah diluar negeri.
"tidak masalah bang, sudah tugas unge untuk itu" ucap Bunga meninggalkan ruangan itu.
Angga pun melanjutkan kembali file-file yang sempat ia lepas tadi, itu adalah file pengajuan tentang persetujuan kontrak kerja yang ada di Singapura, yang sempat diurus oleh Bunga, selama 1 bulan Bunga berada di negara orang untuk pengurusan itu semua dibantu oleh Sekretaris Leon dari Ibukota, karena Leon tidak bisa meninggalkan Angga sendiri di sini.
walau mereka bertiga sudah dibantu oleh Aulia sejauh ini tapi tetap saja, Angga tidak mau terlalu membebankan semuanya pada Adiknya itu, jadi akhir-akhir ini Leon maupun Bunga selalu dekat karena masalah pekerjaan, Angga biasanya memergoki Leon yang menerima telepon dari Bunga, makanya Angga selalu meledek Leon untuk mendekat pada Adiknya itu, tapi sungkan Leon untuk dekat karena bagaimana pun Bunga Adik dari atasannya walau keduanya sudah sejak Kuliah berteman baik, sampai-sampai Angga mengangkat Leon menjadi orang terdekatnya dikantor, dirumah maupun dimanapun sampai hal-hal pribadi pun Leon urus untuk Angga. bisa dibilang Leon Sekretaris pribadi Keluarga Wijaya.
.......
"abang dari mana.?" ucap Adit yang melihat kedatangan Andreas dari depan pintu, ia sedang menonton acara TV denga posisi baring
Andreas yang tadinya ingin mengendap-endap masuk, tersadar dengan suara Aditya yang dari ruang TV tak jauh dari pintu masuk.
"aahh.., eehh., kamu dit, abang habis jalan-jalan, enggak penting, uda yah, abang naik keatas dulu" ucap Andreas sambil berjalan santai kearah tangga
melihat tingkah Andreas yang sedikit aneh membuat Aditya hanya bisa mengerucutkan bibirnya sambil mengernyitkan dahinya.
Andreas bermaksud ingin menghindari Adrian saat masuk tadi, tapi karena hanya Aditya maka ia leluasa masuk begitu saja walau sempat terkejut,
Andreas hanya ingin Adrian dan juga seluruhnya tidak tahu jika sedikit-sedikit ingatannya sudah kembali, ia pun membuat perjajian pada Dokter Arya agar tidak memberitahu pada seluruh keluarganya termaksud Kakek sekaligus,
saat tiba di kamar, Andreas sekilas memegang kepalanya yang sempat memunculkan ingatannya, setelah Andreas pingsan untuk kesekian kalinya saat di RS untuk jumpa Kakek, ia sudah bisa menyeimbangkan dan mengontrol sakit dikepalanya,
saat memori itu masuk ia sadar, jika ia punya kotak kardus bekas berukuran sedang, disitu ia menyimpan banyak kenagan, Akhirnya Andreas mencari keseluruh ruangan kamar sampai diruang pakaiannya, didalam lemari besar, dikolong ranjang, ia tidak temukan, akhirnya Andreas hanya bisa bertolak pinggang frustasi ditengah ruangan kamarnya, merasa kesal Andreas memilih untuk bersih-bersih dan istirahat.
usai bersih-bersih, Andreas duduk di tepi kasurnya yang masih melingkar handuk kecil di lehernya, ia merasa penasaran mengapa ia benar-benar ingin mencari tahu sosok Aulia itu.
"sedikit lagi, aku akan mengetahui siapa dirimu" ucap Andreas merujuk pada Aulia
.......
readers maaf author baru bisa rilis lagi, jangan bosan yah untuk membaca.
mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit
salam santun dariku Rija Annisa
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)