NovelToon NovelToon
Semesta Untuk Langit Dan Bumi

Semesta Untuk Langit Dan Bumi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:87k
Nilai: 5
Nama Author: Hulapao

Kisah tentang langit dan bumi yang meskipun sama luasnya, namun tak dapat bersatu.

Angkasa adalah anak hasil perselingkuhan ibunya. Dia dibenci banyak orang. Kekerasan dan pembullyan yang sering dia dapatkan membuatnya ingin mengetahui alasan untuknya hidup.

Suatu hari Angkasa bertemu dengan seorang Gadis. Gadis itu membuatnya tersadar bahwa selama ini dia terlalu pengecut untuk menolak ketidakadilan yang dia dapatkan. Dari situ, hidup Angkasa mulai berubah.

Kisah tentang seseorang yang ingin hidup bertemu dengan seseorang yang sangat menginginkan mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hulapao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERHARGA

Dhara menatapku yang terpaku menatapnya. Lihatlah, rambutnya dipotong sebahu dan tubuhnya makin tampak kurus. Penampilannya benar-benar berbeda dari sebelumnya.

“Bukankah kakakku itu sudah melarangmu untuk menemuiku ya? Tapi kau keras kepala. Gini deh jadinya, kau melihat penampilan terburukku.” Dhara tertawa kecil.

Aku masih diam tertegun.

“Kau sudah mendengar semua kan, dari kakakku. Menyebalkan sekali… padahal aku sudah menyuruhnya untuk tak bercerita macam-macam. Tapi itu semua karenamu sih, sudah dibilang lupakan saja aku tapi kau masih keras kepala. Kenapa? Diluar sana masih banyak anak yang menyukaimu. Mereka lebih cantik dariku, lebih baik dariku, dan mereka tak punya penyakit sepertiku-“

“Cukup. Kau, kak Mawar juga, selalu bicara hal-hal bodoh seperti itu.” Aku menunduk, aku sudah tak tahan lagi. “Bagaimana bisa?! Setelah apa yang telah kau lakukan padaku. Kau tiba-tiba datang lalu kini kau menyuruhku untuk melupakanmu. Kau pikir aku ini apa? Mainan yang dengan mudahnya kau buang saat kau sudah tak butuh lagi?!” Aku mendongak, menatapnya.

Dhara tampak tertegun.

“Bagaimana bisa kau bicara seperti itu tapi kau sendiri sedang meneteskan air mata?”

“Eh?” Dhara memegang matanya yang mengeluarkan air. Dia seperti tidak menyadarinya.

Aku berjalan mendekat. “Cukup. Sudah cukup membohongi perasaanmu sendiri. Aku lelah, kau pasti juga lelah, kan?”

Kami berdua diam sejenak. Rumah sakit ini punya fasilitas yang sangat baik. Suara dari luar kamar tak dapat masuk ke dalam. Sunyi. Hanya ada suara embusan angin yang masuk melalui cendela kamar yang terbuka.

Dhara mengalihkan pandangannya, kembali menatap langit. “Mau bunuh diri bersama?”

Aku tersentak.

Dhara tertawa kecil. “Mungkin saat dulu, saat aku bertemu denganmu…” Dhara diam sejenak. “Saat itu jika aku mengajakmu bunuh diri, pasti kau mau.”

Aku diam, mungkin itu benar.

Dhara menghembuskan napas panjang. “Saat itu, aku diam-diam pergi dari rumah. Aku berpenampilan sangat berbeda dari penampilan yang biasanya agar tak ada orang yang mengenaliku, terutama para asisten di rumah kami. Kakakku membantu banyak, dia malah senang saat aku menginginkan pergi keluar rumah.”

Aku diam mendengarkan.

“Pergi ke perpustakaan umum, café, mall, aku mendatangi banyak tempat yang sebelumnya hanya bisa kulihat dari televisi atau membacanya di dalam buku. Saat itu aku sangat senang. Lalu ketika pulang, aku menaiki bus, disaat itulah aku melihatmu. Pengamen dengan wajah datar, bagaimana bisa dia menghibur orang-orang?” Dhara tertawa.

Jadi begitu ya, kesan pertama Dhara padaku.

“Tapi ternyata aku salah, banyak orang yang menyukai lagumu, permainan gitarmu. Karena penasaran, aku mengikutimu. Kupikir kita punya banyak kesamaan karena memiliki ekspresi wajah yang sama."

Aku tak pernah mengira dia mempunyai maksud seperti itu.

Dhara menunduk. “Namun lagi-lagi aku salah. Lambat laun aku menyadari bahwa kita sangat berbeda. Aku tak sekuat dirimu yang mampu bangkit meskipun orang-orang memperlakukanmu tak adil. Kau bahkan membuktikan bahwa kau lebih hebat dari mereka.” Dhara menatapku. “Kau tahu arti namaku?”

Aku menggeleng.

“Bumi, itu artinya. Ada pepatah mengatakan meskipun bumi dan langit sama-sama luas, namun mereka harus terpisah agar dunia tak hancur. Lucu sekali bukan, mereka melakukan itu untuk orang-orang yang bahkan tak pernah peduli dengan mereka.” Dhara tertawa. “Mungkin kita juga seperti itu, kita tak bisa bersama agar tak ada yang tersakiti saat aku pergi-“

“Tidak.” Potongku. “Siapa yang pergi? Siapa juga yang akan tersakiti? Tak ada. Selama kita bersama, tak akan ada yang pergi dan tersakiti. Bagiku kau tetaplah gadis yang kuat dan pemberani. Dulu kau menyelamatkanku, kini giliran aku yang akan melakukan itu.”

Karena gelap, aku tak bisa melihat dengan jelas, namun sepertinya mata Dhara berkaca-kaca.

Aku tersenyum. “Asal kau tahu, di dunia ini masih banyak tempat-tempat indah yang belum pernah kau kunjungi. Apa kau ingin melewatkan itu? Aku akan membawamu kesana, aku janji.” Aku meraih tangannya, mengaitkan jari kelingking kami.

“Angkasa…” Tangis Dhara pecah.

Baru kali ini aku melihatnya, Dhara yang kuat namun juga sangat rapuh. Dhara yang pemberani namun juga ada banyak ketakutan yang menghantuinya.

“Besok, acaranya akan disiarkan live di media sosial. Lihatlah kami.” Aku diam sejenak. “Tidak. Lihatlah aku, jangan pernah alihkan pandanganmu dariku.” Aku tersenyum.

***

Karena acara pensi ini khusus diadakan untuk mahasiswa di universitas ini, tak ada orang luar yang boleh datang kecuali keluarga mereka. Itupun dibatasi hanya maksimal dua orang. Semua orang sibuk mempersiapkan penampilannya. Acaranya berada di halaman parkiran universitas yang amat luas. Bahkan luasnya hampir sama seperti luas parkiran mall.

Disini juga banyak mahasiswa yang memiliki bisnis, mereka membuka stan jualan. Mulai dari kerajinan, aksesoris, pakaian, dan yang paling banyak adalah makanan maupun minuman. Karena kami adalah guest star, kami tak bisa berkeliling. Kami harus menunggu di back stage hingga waktu penampilan kami.

“Kak Lang berencana kuliah disini?” Tanya Awan.

Kak Lang mengangguk. “Kualitas lulusan sini bagus. Disini juga ada jurusan musik, itulah alasan utamaku ingin masuk sini.”

“Benarkah?” Seru kak Mawar. “Kalau begitu aku juga akan kuliah disini-“

“Tapi banyak persyaratannya untuk diterima disini. Salah satunya, kau harus memiliki riwayat akademik dan non akademik yang bagus. Mawar sepertinya bidang non akademikmu bagus, tapi akademikmu yang harus dipertanyakan.”

Aku menahan tawa. Seperti biasa, kak Lang selalu menggoda kak Mawar dengan kata-katanya yang menusuk. Lihatlah sekarang kak Mawar sedang mendengus sebal. Aku sendiri masih belum punya rencana apapun untuk kuliah. Biaya yang dikeluarkan pasti sangat besar dan aku masih belum punya uang sebanyak itu.

Pentas seni telah berlangsung sejak dua jam yang lalu. Para peserta menunjukkan penampilan luar biasa mereka. Semua orang yang hadir tampak sangat antusias menikmati acaranya. Bahkan tak ada seorangpun yang beranjak dari tempatnya. Salah satu yang menarik perhatianku adalah grup band universitas ini. Mereka punya performa yang tak kalah keren dari musisi profesional. Aku jadi mengkhawatirkan penampilan kami.

“WORLDISE!” Teriak para penonton saat kami baru saja menaiki panggung. Aku sempat terkejut. Ternyata sambutan mereka lebih baik dari yang kukira. Aku jadi bersemangat.

Kami memainkan lagu-lagu kami. Termasuk lagu baru kami yang baru saja rilis. Lagu itu benar-benar laku, banyak orang yang menyukainya. Kini viewersnya sudah mencapai 15M. Kami mendapat bonus untuk pencapaian itu.

Aku tersengal, usai sudah penampilan kami. Kak Mawar mengakhirinya dengan luar biasa sebelum turun dari panggung. Hanya aku yang masih tetap di panggung, memegang mikrofon yang diberikan salah satu panitia padaku.

“Terakhir, aku akan memainkan sebuah lagu.” Aku meraih gitar. “Aku harap kalian menikmati lagu ini.” Aku sejenak memperhatikan reaksi orang-orang. Ada yang bingung, ada yang hanya diam, dan banyak yang antusias menungguku. “Lagu ini untuk kalian yang memiliki seseorang yang berharga, semoga kalian bisa terus bersamanya.”

1
Joshua Andhika
agak nyesek si saat dhara meninggal/Cry//Cry/
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴
Hallo othor, semangattt yaa
Dani irwandi
mampir jga ya kak kalo ada waktu
Inru
Seorang anak tidak bisa memilih lahir dalam kondisi seperti apa.
Inru
Nggak bisa bayangin 😫
Inru
Duh, baru baca langsung ada umpatan. Kaget aku thor....
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih memberi semangat
~🌹eveliniq🌹~
hadir meninggalkan jejak semangat
~🌹eveliniq🌹~
mampir lg baca lg semangat selalu
Elly Setia Ningsih
jangan sad ending dong thor, gak kuat
Elly Setia Ningsih
gadis itu mungkin adiknya mawar
~🌹eveliniq🌹~
hadir lg memberikan semangat dari find the Perfect Love dan cinta online
~🌹eveliniq🌹~
kerennn aku sukaaa❤️❤️❤️❤️❤️🌹🌹🌹🌹
~🌹eveliniq🌹~
suka mampir baca lg
~🌹eveliniq🌹~
nyicil baca lg ya support selalu
Your name
Mulia banget...
Your name
Setidaknya sudah berani mencoba
Sedang Bersemedi
kereen...
aku bacanya nyicil ya kak, udah aku fav
Sedang Bersemedi
awal yg menyedihkan, semoga happy anding
~🌹eveliniq🌹~
hadir nyicil baca lg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!