NovelToon NovelToon
KIRANA (Dia Juga Dia)

KIRANA (Dia Juga Dia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Teen angst
Popularitas:366.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tataxx

Kirana Dwi Lestari, seorang gadis belia berusia 17 tahun.
Tari, begitu Sapaanya di sekolah. Memiliki tiga orang adik yang sudah dua tahun ini ia hidupi sendiri. Kemana orangtuanya? Mereka meninggal dunia dua tahun lalu.
Tari dan adik-adiknya tinggal di sebuah rumah sederhana hasil kerjanya selama dua tahun ini.

Saat pagi menjelang, Tari akan berangkat kesekolah dan bekerja saat malam tiba. Selama dua tahun ini, kehidupan Tari tenang-tenang saja. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan pria sebaya yang mampu menggetarkan hatinya.

Apakah cinta Tari akan terungkap dan terbalaskan?
Apakah pria itu akan menerima seorang ... Tari?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 28

"Mau makan apa Tar?"

"Ikut kamu aja Ga."

"Anak pinter." Yoga mengacak rambut Tari pelan. Seperti sedang mengelus seekor kucing peliharaan.

Yoga segera memesan makanan pada ibu kantin. Seperti biasa, Yoga mengajak Tari untuk makan siang di kantin sekolah saat istirahat. Saat Yoga pergi memesan makanan, tak sengaja pandangan Sarah dan Tari saling bertemu. Sarah menatap gadis itu dengan sinis seperti seekor ular yang ingin menelan mangsanya bulat-bulat.

Tari segera menunduk, bukan takut, tapi karna ia tidak mau berurusan dengan Sarah. Kedekatannya dengan yoga kembali saja sudah membuat Sarah geram.

"Nih, bakso tanpa mie sama kayak punya ku." Yoga menaruh mangkuk bakso tepat di hadapan Tari. Kemudian Yoga duduk di depan Tari.

"Huuh," Tari menghela napas lega. Dengan Yoga duduk di depannya membuat ia tidak lagi melihat tatapan menyeramkan dari Sarah.

Yoga segera menuangkan saos, kecap dan sambal di mangkuk baksonya. Begitu juga dengan Tari, ia juga melakukan hal yang sama dan segera memakan makan siang mereka. Riuh suara para siswa memenuhi area kantin itu. Tidak sedikit juga yang menggunjing sepasang muda-mudi yang sedang menikmati bakso itu.

Ada yang menertawakan juga mencemooh seorang Tari yang tidak bisa berkaca siapa dirinya. Bisa-bisanya si cupu duduk dengan si pangeran tampan itu. Ada pula yang mengatakan Yoga buta karna tidak melihat Tari yang jelek dan cupu.

Tuhan, sekolah di tempat ini memang selalu membuatnya tertekan. Jika bukan karna tuan Anton, gadis itu tidak akan mau sekolah di sini. Tari segera menghabiskan makanannya dan masuk ke kelas kembali.

"Ga, aku masuk dulu!" Ucapnya sembari menaruh garpu ke dalam mangkuk.

"Cepet banget kamu makannya, aku masih belum habis Tar."

"Ya udah kamu habisin dulu, aku masuk duluan." Tari segera membayar bakso miliknya dan masuk ke kelas. Ia tidak suka keramaian di kantin, lebih tepatnya suara orang-orang yang tidak menyukainya. Berbeda dengan keramaian di klub malam, di sana ramai tapi tidak ada yang mencemoohnya.

****

"Sayang, kamu kemana aja?" tanya bu Mira, ibu kedua bagi para wanita penghibur di klub malam milik tuan Anton.

Ia begitu bahagia ketika Ana mengunjungi klub malam itu. Sudah hampir sebulan Ana tidak pernah muncul disana. Bu Mira segera memeluk salah satu anaknya itu penuh kerinduan.

"Ana ngga kemana-mana Mi," Gadis muda itu juga membalas pelukan sang mami.

"Iya nih, mentang-mentang ada si papi, kita nya dilupain. Ya kan Mi?" Hanie juga ikut memeluk keduanya.

Mereka saling memeluk dan tersenyum. Seakan sudah lama tak pernah berjumpa. Malam ini, Ana memang sengaja mendatangi klub itu lagi. Ia rindu suasana disana, rindu dengan orang-orang yang tidak pernah memandangnya dengan buruk.

"Aku cuma mau main kesini Hanie, aku kangen sama kalian."

"Trus si papi kemana An?" tanya Hanie.

"Ngga tahu, aku ngga bilang kalau mau kesini." jawab Ana cengar-cengir. Kalau tuan Anton tahu Ana akan pergi ke klub malam ini, pasti ia akan membuntuti gadis itu dan membuat Ana selalu berada di sampingnya. Ana tidak akan leluasa menemui teman-temannya disana.

"Ya sudah, mumpung Ana lagi disini, gimana kalau kita sewa room dan bernyanyi sepuasnya?"

"Wah bagus itu Mi, yuk kita have fun malam ini." Hanie segera menggiring sang mami dan Ana masuk ke dalam satu ruang karaoke. Ia juga membawa beberapa gadis lain yang tidak ada job untuk bergabung, tak lupa Hanie meminta pelayan untuk membawakan beberapa minuman beralkohol juga camilan.

Malam ini, mereka bersenang-senang sepuasnya. Para gadis itu bernyanyi dan menari di bawah gemerlap lampu ruangan itu. Hanya Ana dan mami yang duduk di sofa sembari melihat para gadis bernyanyi. Semakin malam mereka semakin menjadi karna efek alkohol yang mereka minum. Hanie juga memanggil pelayan lagi untuk menambah beberapa botol minuman.

Ana hanya diam dan melihat teman-temannya itu. Beberapa dari mereka mengajak Ana untuk ikut bernyanyi namun Ana tidak mau. Ia lebih memilih duduk dan minum Orange juice yang ia pesan. Perlu dicatat, gadis itu tidak pernah minum alkohol selama ini.

"Ana, malah diem aja Loe! Sini ikut kita." Hanie yang terlihat sudah mabuk itu ingin menarik Ana ikut menari bersamanya. Namun karna tubuhnya tidak seimbang akhirnya Hanie terjatuh di depan Ana dan menumpahkan minuman Ana.

"Astaga Hanie," Ana terkejut, ia segera membantu Hanie duduk di sofa.

"Hahaha," Hanie malah tertawa. Gadis yang sudah tidak gadis itu mabuk.

Hanie mencoba bangun lagi dan mulai menari. Ana hanya menggeleng dan tersenyum. Ia sudah biasa melihat sahabatnya hilang kesadaran seperti itu.

"Haeh, pesan minuman lagi deh." Ana berdiri dan ingin melangkah keluar.

"Ana, mau kemana?" tanya salah seorang temannya dengan nada sedikit tinggi. Suara alunan musik membuat mereka harus berbicara dengan nada yang tinggi.

"Ambil minum." jawab Ana dengan nada yang sama.

"Gue aja yang ambilin, Loe duduk aja An. Gue juga mau keluar bentar soalnya."

"Oke deh." Ana mengangguk dan segera duduk kembali.

****

"Hai Bro," Sapa mas Jho bartender di klub malam itu pada seorang pelanggan.

"Hai, bikinin minuman spesial dong satu!" perintah Yoga.

Malam ini, Yoga sengaja datang ke klub untuk menemui Ana. Hampir setiap malam ia selalu mendatangi klub malam milik papa nya itu hanya untuk mencari kabar Ana, gadis yang hanya tersenyum pun sudah membuat jantungnya bergemuruh. Sedikit banyak Yoga mengantongi informasi tentang Ana. Gadis manis itu ternyata adalah simpanan seorang om-om dan ketiadaannya di klub itu tak lain karna Ana lebih sering berada diluar bersama om-om itu. Hanya saja, tak ada yang memberitahunya jika om yang dimaksud adalah papa nya sendiri.

Yoga duduk di depan meja bar sembari melihat sekeliling. Harap-harap ada seorang yang ia cari diantara kerumunan para pelanggan disana.

"Loe cari Ana lagi Bro?" Mas Jho bertanya sambil menaruh pesanan Yoga di meja.

"Iya, dia ngga kesini lagi?"

"Dia tadi datang,"

"Serius?" Yoga antusias. Wajahnya berubah sumringah ketika mas Jho memberitahu bahwa Ana ada di klub itu malam ini.

"He'em," Mas Jho mengangguk. "Tapi ngga tau ada dimana, soalnya tadi gue liat dia langsung ditarik pergi sama mami Mira dan si Hanie."

"Kira-kira kemana ya mereka?" tanya Yoga.

"Kan gue udah bilang ngga tau Bro." Mas Jho kembali kepekerjaannya lagi.

Yoga kembali lesu, ia hanya menatap ke sekeliling. Semoga ia melihat Ana.

"Loe tunggu aja. Jalan keluar masuk disini cuma satu, kalau mau balik dia pasti lewat sini." Mas Jho menenangkan Yoga yang dibalas dengan anggukan. Sembari meminum minumannya, Yoga masih setia menunggu Ana lewat disana. Hingga beberapa menit kemudian ....

"Ana!"

1
Rini Maryani
aah lm lm si tari ky jalang semua d layanin kasian pa anton mendingan jujur ja
Gladys Aira
Luar biasa
Ref Nita Pilii
cerita nya lumayan bagus...asik baca nya dan gampang di mgti....suka bgt baca nya.
112 'ONE'
BAGUS...👌👍
LANJUT THOR.....🙏🙏
Qomariyah Kom
lanjut dong thor
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
mana lanjutannya???
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
mana ingat kn waktu itu mabuk 🙈
ayooo lanjut 🚴🚴🚴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
yaaah kirain pak Anton
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
pak Anton?
uuuuuhhhh Miss u om
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
setelah reinkarnasi yg berbulan2 untuk menelurkan 1bab... lanjut thor
Eti
lanjut thor jgn lm2
Siti Fatimah
knp lamaaaa bingit upny thooor
Qomariyah Kom
lanjut lagi dong thor ceritanya
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄༄⃞⃟⚡🍾
mungkin Tari uda lupa karena itu kejadian lama banget
lagipula saat itu Tari atau Ana dalam keadaan mabuk seeeh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄༄⃞⃟⚡🍾
Semalat datang kembali -----> Selamat datang kembali
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄༄⃞⃟⚡🍾
km skng sedang berada dibasement apartemen Yoga
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄༄⃞⃟⚡🍾
diiiiiih ini mah km curi-curi kesempatan tuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄༄⃞⃟⚡🍾
woooooy fokus nyetir yoooooo....
disebelah ada nyawa yang harus kamu jaga tuuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄༄⃞⃟⚡🍾
haadeeeh ini juga....napa uda punya bayangan menikahi Tari 🤦🤦🤦🤦
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄༄⃞⃟⚡🍾
mending jangan kasih Gaje harapan deeh Bu Mae, karena itu uda pasti gak mungkin terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!