Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.
"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.
Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.
Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergian Oma
Pagi-pagi sekali seperti biasa, Erika turun kebawah untuk memasak dan menyiapkan sarapan. Meskipun ada koki dan pelayan di rumah itu. Tetapi Oma Yen meminta dimasakkan oleh Erika. Jadilah setiap pagi dia harus ke dapur lebih awal.
"Lho Oma mau kemana?" Erika terkejut dengan Oma Yen yang sudah siap dengan satu koper.
"Oma mau ke rumah Antonius, papanya Justin. Sudah lama tidak jumpa, Oma kangen," jawabnya.
"Jadi Oma mau keluar negeri?" tanya Erika memastikan.
Oma Yen pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Nenek dan cucu menantu itu sangatlah akrab. Setiap harinya mereka berdua selalu melakukan aktivitas bersama. Mulai dari masak, berkebun, menonton film, membaca majalah, dan bercerita. Tampak sekali hidup Oma Yen semakin berwarna sejak kedatangan Erika.
"Tenang saja, Oma hanya sebentar kok," ucapnya.
"Atau kalau mau kamu ikut Oma saja? Sekalian kenalan dengan mertua kamu," ajak Oma Yen.
"Ti-tidak usah Oma, terima kasih. Erika di rumah saja," tolak Erika dengan sopan.
"Ya sudah kamu di rumah ya. Urus suami kamu dengan baik. Kalau dia nakal, katakan pada Oma," pesan Oma Yen.
Perempuan cantik itu hanya tersenyum tipis. Kalau saja dia bisa melaporkan perilaku Justin kepada Oma Yen. Mungkin Oma Yen sudah bertindak tegas kepada Justin. Namun, nyali Erika tidak ciut untuk mengatakan itu. Bisa-bisa dirinya yang malah diancam oleh Justin.
"Oma berangkat sekarang ya," pamitnya.
"Lho kan Oma belum sarapan," ucap Erika.
"Nanti Oma sarapan di pesawat saja," balas Oma Yen.
"Sebentar Oma," cegah Erika.
Langsung saja Erika menyambar roti di meja makan. Perempuan itu membuatkan sandwich untuk sarapan Omanya nanti. Kebetulan sandwich tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. Setelah dia masukan ke dalam kotak makan. Dia berikan kepada Oma Yen.
"Ini Oma, dibawa ya," ucap Erika.
"Kenapa kamu repot-repot sayang?" ucap Oma Yen dengan tersenyum.
"Enggak repot kok Oma," balas Erika.
Oma Yen merentangkan tangannya memeluk Erika. Perempuan itupun menyambut hangat rentangan tangan perempuan tua itu.
"Dimana Justin? Katanya mau antarin Oma, tapi kok nggak segera turun?" tanya Oma Yen.
Setelah Justin dipanggil oleh kepala pelayan. Dia pun segera turun dengan pakaian kerja yang lengkap. Seusai mengantarkan Oma Yen ke bandara, dia langsung berangkat ke kantor.
"Bagaimana Oma? Sudah siap?" tanya Justin sembari menuruni anak tangga.
"Sudah dari tadi pagi!" ketua Oma Yen.
"Kamu yang kelamaan," ucap Oma Yen.
Erika mengantar Oma Yen ke depan rumah. Sampai pada saat Oma Yen masuk ke dalam mobil. Dia pun sudah duduk di jok belakang.
"Justin jaga Erika dengan baik," pesan Oma Yen.
Pria itu hanya menganggukkan kepalanya. Dengan ekspresi muka yang datar. Lalu Justin menutup pintu mobil tersebut. Dan berjalan memutar untuk duduk disamping Omanya melalui pintu mobil yang lain.
"Jangan harap bisa tenang selama tidak ada Oma di rumah," bisik Justin ditelinga Erika.
Segera dia bergegas masuk kedalam mobil itu. Tidak lama kemudian, mobil berjalan meninggalkan rumah mewah itu. Oma pun membuka jendelanya setengah, melambaikan tangannya kepada Erika. Meskipun mendapat ancaman tetap memberikan senyum manisnya.
"Ehm ... jadi kangen sama bapak dan Tasya," gumam Erika.
"Boleh enggak ya kalau ketemu sama mereka?"
Semenjak menikah dengan Justin, perempuan itu sama sekali belum bertemu bapak dan adiknya. Kangen rasanya kepada keluarga kandungnya itu. Semoga saja Erika mendapatkan izin untuk menemui keluarganya.
Ketika hendak membalikkan badan untuk masuk kerumah. Langkah Erika terhengi tatkala mendengar deru suara mesin mobil berhenti. Dia segera membalikan badan dan melihat siapa yang datang. Sontak matanya membulat sempurna.
##
Semoga aja diizinin sama Justin ya Er. Semangat!
Dan kira-kira siapa yang baru saja datang? Ada yang bisa tebak?
Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
biarkan aja Erika diculik...
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
cocok sama jastin...
Erika yg bodoh...