Takdir itu tidak dapat di tebak, kadang apa yang di inginkan tak sejalan dengan keadaan. Fitri, harus merelakan dirinya berpisah dengan suaminya karena suatu keadaan.
Akankah dia bisa menjalani kehidupannya seorang diri, ataukah dia bisa menemukan cinta yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 : Persiapan
Setiap akhir pekan, Fajar dan Fitri selalu sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut dengan pernikahan. Mereka memilih WO yang di percaya, bukan hanya mengandalkan WO saja tapi mereka juga turun sendiri dalam beberapa Hal.
2 minggu berlalu, gedung sudah siap, undangan sudah mulai di sebar. Tinggal Fitting baju pernikahan yang akan dilakukan akhir minggu ini.
Di sebuah butik ternama mereka mencoba baju yang telah di pesan sebelumnya, bukan hanya baju pengantin tapi semua pakaian keluarga inti agar senada.
Konsepnya sederhana mengikuti adatnya Fitri yaitu adat sunda untuk acara akadnya dan untuk resepsi mereka memilih pakaian pernikahan Western.
Pertama Fitri mencoba kebaya yang lumayan indah dengan dominan warna putih di hiasi benang emas, cocok sekali dengan tubuh Fitri yang langsing.
Kedua Fitri mencoba gaun pernikahan ala western dengan warna dominan silver dan sedikit merah marun menambah kesan mewah, dengan bagian bawah yang mengembang bak putri dalam sebuah dongeng.
Begitu pun Fajar, dengan tubuh tinggi tegap. Baju yang di pakainya terlihat cocok sekali di tubuh Fajar. Semua pun memandang takjub.
Fitting baju pun selesai, ketika anggota keluarga langsung pulang. Fitri dan Fajar pergi untuk mengambil Cincin pernikahan mereka di sebuah toko perhiasan ternama.
Cincin dari emas putih yang di hiasi permata berwarna merah yang cukup besar untuk mempelai perempuan dan untuk laki-laki hanya emas putih yang diukir indah namun takenggunakan permata.
Semuanya sudah selesai di persiapkan tinggal menunggu hati pernikahan tiba.
*Dikantor
Fitri membagikan undangan pada teman-teman kantornya. Termasuk ke 2 sahabatnya.
"Apaan nih? undangan? kamu mau nikah Fit?" ucap Ria sedikit kaget.
"Punya rencana nikah kok gak bilang-bilang, kami di anggap apa sih" keluh Syifa cemberut.
"Kalian itu sahabat aku, cuma ini aku sengaja gak bilang-bilang biar jadi kejutan buat kalian" ucap Fitri merangkul kedua sahabatnya.
"Udah udah jangan ngambek gitu, pada jelek tahu. Kalian bakal datang kan ke nikahan aku?" lanjut Fitri.
"Yah pasti lah sayang, pernikahan sahabat sendiri masa gak datang" ucap Ria tersenyum.
"Sediain makanan yang enak yah, sedain juga cowok cakep 1 buat aku, udah males jadi jones terus" ucap Syifa ngarep.
"Gini nih kalo punya temen udah Jomblo dari lahir jadi otaknya agak miring" canda Fitri sambil tertawa.
"Maklum Fit, udah mendarah daging jadi agak gesrek deh" balas Ria mengejek Syifa.
Syifa hanya cengengesan dengan ejekan dari kedua sahabatnya itu.
*Waktu pulang tiba
"Guys kita karokean yuk, mumpung bu Fitri ini belum jadi nyonya Fajar Wisnutama" ajak Syifa.
"Asyiap, kita happy happy sebagai lajang" ucap Ria semangat.
"Betul, sebelum ada yang ngelarang cayooo" semangat Fitri menggebu.
Mereka vertiga pun pergi ke tempat karaoke yang ada di sebuah Mall. Mereka memesan 1 ruangan dan beberapa Softdrink juga cemilan.
Mereka mulai memilih lagu, mereka menyanyi dengan penuh semangat tak peduli dengan nada yang salah, yang penting mereka meluapkan segala kesenangan nya. Mereka berjoget, Nyanyi dengan teriak gak ada bedanya, jingkrak jingkrak-jingkrak gak jelas.
Setelah menghabiskan beberapa lagu, beberapa Softdrink dan cemilannya. Mereka duduk-duduk karena kelelahan, sambil ketawa ketawa puas akan aksi mereka.
"Kalau udah jadi istri gak mungkin bisa kayak gini lagi" ucap Fitri. "Makasih yah Ria, Syifa, kalian sahabat terbaik di dunia" lanjutnya.
"Sip" ucap Ria dan Syifa serentak.