Kisah ini menceritakan arwah sang kakak yang datang kemasa depan sang adik kembarnya untuk balas dendam atas kekejaman yang sudah di lakukan oleh adiknya semasa hidupnya.
Akankah sang kakak membalaskan dendam sampai akhirnya?
"Aku sudah menunggumu dalam waktu yang lama Adila" Ucap Abila
Bagaimana kisah Abila semasa hidupnya?
Yuk saksikan terus Novel "TERJEBAK DENDAM SANG KAKAK DARI MASA LALU"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SST, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
"Tidakkkk... ini milikku..."Teriak Adila kemudian merebut kembali syal itu dari tangan Abila
"Tidak Adila... ini milikku dokter cullen lah yang memberikan padaku"Ucap Abila sambil mempertahankan Syal itu
"tidakkk... kenapa.. kenapa kamu selalu merebut apa yang aku sayangi..."teriak Adila kemudian menarik syal Abila. Hanna yang mendengar keributan pun segera keluar
"Ada apa ini?"Tanya Hanna
"ibuu... ibuuu" tangis Abila sambil mempertahankan syalnya
"kamu sudah merebutnya... syal ini seharusnya miliku bukan milikmu"Ucap Adila menangis dia tidak terima jika orang yang sebenarnya di cintai oleh Cullen adalah Abila.
"aku yang pertama berjumpa dengannya kenapa kamu merebutnya dari ku"Teriak Adila
"tidak Adila... hentikan"Ucap Hanna
"Ibu.. ibu selalu saja membela dia... kamu memang bukan ibuku... ibuku sudah mati"Ucap Adila
Plakkk tamparan keras mendarat di pipi Adila
"ibu... kamu menamparku hanya karena wanuta sialan ini"Ucap Adila
"dia kakakmu... dan dia yang pertama kali berjumpa dengan dokter Cullen sebelum kamu mengenalnya... kakakmu lah yang pertama dijumpainya"Jelas Hanna
"tidakkkk.. itu bohong.."tangis Adila semakib kencang
"tidak nakkk... itulah kebenarannya"Ucap Hanna sambil memeluk Adila
"tidakkk... kalian bohong..."teriak Adila kemudian mendorong ibunya dan kembali menarik syalnya. Adila terus saja menarik syalnya dan terjadilah tarik menarik hingga syal itu menjadi sobek dan terbagi menjadi dua. kemudian Adila pun naik keatas dan meneriaki Abila
"jika aku tidak bisa mendapatkannya.. maka tidak ada satu orang pun yang bisa mendapatkannya"Ucap Adila sambil merobek robek kain syal yang ada di tangannya.
"Tidakk Adila... hentikan..."teriak Abila yang sedang menangis kali ini Abila tidak bisa mengalah untuk Adila karena dia juga mencintai Cullen
"apa yang terjadi? kena begitu ribut sekali"Tanya Hartigan yang baru sampai kerumahnya. Adila yang melihat ayahnya sudah pulang dia pun bergegas menghampiri ayahnya
"Ayahhh... hiks hiks hiks"Ucap Adila sambil menangis
"ada apa putriku?"Tanya Hartigan
"ayahhh.. Abila merusak Syal yang di berikan oleh Dokter Cullen kepadaku"Ucap Adila membalikan fakta yang sebenarnya.
"Abila ingin merebut Doktet Cullen dari ku ayah karena dia tidak ingin menikah dengan Jonathan ayah" tambah Adila
"tidak Adila kenapa kamu seperti ini? kamu sendiri yang merusak syalnya Abila"Ucap Hanna
"ayahhh... ayah lihat.... bahkan ibu juga seperti itu... huhuhu"tangis Adila semakin menjadi jadi untuk meyakinkan ayahnya. Agar ayahnya percaya bahwa Adila lah yang tertindas disini.
"kemarikan Syal itu..."perintah Hartigan kemudian mengambil syal itu dari tangan Adil dan Abila
"tidak ayah... jangan ayah..." mohon Abila namum tidak di dengar oleh Hartigan. Hartigan malah membawa syal itu ke atas dan menghidupkan api di lilin ruang tamunya kemudian membakar syal milik Abila
"Tidak ayahhh hentikann jangan bakar syal itu ayah"Tangis Abila dalam pelukan ibunya.setelah membakar syal itu Hartigan pun berkata
"kenapa kamu merebut Cullen dari adikmu?" Ucap Hartigan
"Tidak Hartigan... dari awal Cullen mencintau Abila dan bukan Adila"jawab Hanna
"diam kamu... pada malam itu aku sendiri yang melihat Cullen datang untuk menemui Adila bagaimana bisa Cullen mencintai putrimu"Ucap Hartigan yang hanya percaya dengan ucapan Adila.
"Tidak ayah itu tidak benar... sebelum Adila mengenal Cullen aku sudah mengenalnya ayah"Jawab Abila
"berani beraninya kamu berbohong padaku" Ucap Hartigan." Aku akan menikahkan kamu kepada Jonathan sebagai Adila dan Adila akan ku nikahkan kepada Cullen sebagai Abila"Ucap Hartigan
"tidak ayahhh... kumohon jangan lakukan itu"Ucap Abila memohon
"keputusan ku sudah bulat"Ucap Hartigan pergi meninggalkan Abila dan Hanna dengan menangis.
"lihat kamu akan menikah dengan Jonathan sedangkan aku... aku akan menikah dengan pria yang ku cintai"Ucap Adila dengan sinis kepada Abila
Hanna yang melihat anaknya begitu sedih pun menjadi tidak tega. dia pun menceritakan hal ini kepada Cullen. dan Cullen pun berniat membawanya pergi dari desa ini.
"bibi... bilang pada Abila... bahwa hari jumat ini aku akan membawanya pergi dari desa ini menggunakan kereta api"Ucap Cullen yang disetujui oleh Hanna
"baiklah nak... bibi mohon jagalah dia"Ucap Hanna yang sudah tidak kuat melihat anaknya tersiksa
mohon doanya dan dukungannya buat author ya thank you 🌷🌷
Yuk beri jempolnya untuk mendukung karya author... satu jempol sangat membantu dalam dukungan author... terima kasih
nyeritaiin petualangan Adit di Desa kelam mengungkap misteri dibaliknya